Terhubung dengan kami

Batam

Pemuda Al-Kahfi (Bag. 2)

Diterbitkan

pada

نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِٱلْحَق

(Al-Kahf 18:13)

Kata اَللّهُ,”Kami sungguh-sungguh menceritakan pada kalian.”

Cerita ini bukan cerita bohong. Bukan cerita dongeng.

إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا۟ بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَٰهُمْ هُدًى
(Al-Kahfi 18:13)

Siapa ini Ashabul Kahfi ini, untuk kita pelajari dan kita ambil hikmahnya, kita petik untuk diri kita. اَللّهُ beritahu ciri-cirinya.

وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا۟ فَقَالُوا۟ رَبُّنَا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ لَن نَّدْعُوَا۟ مِن دُونِهِۦٓ إِلَٰهًاۖ لَّقَدْ قُلْنَآ إِذًا شَطَطًا
(Al-Kahfi 18:14)

Ini ciri-ciri kekuatan yang ada pada Ashabul Kahfi. Sehingga masih bisa bertahan, lalu pada saat mereka tampil kembali, musuh-musuh mereka sudah hancur.

Mereka itu secara fisik adalah anak-anak muda. Anak muda itu rata-rata kuat. Muda itu ya…sebelum 70 tahun, itu muda.

Muda itu tidak terbatas pada bentuk fisik. Tapi kalau secara zahir yang namanya kekuatan itu, ada pada saat muda.

Tapi apa itu satu-satunya kekuatan? Tidak juga. Itu kekuatan zahir.

Ada anak-anak muda yang lembeknya lebih lembek dari tahu. Putus cinta, kemudian jatuh bangun demi cinta lalu naik ke lantai 12, loncat karena putus asa. Hanya karena seorang wanita. Lemahnya kebangetan.

Ada seorang laki-laki, tarik tali tambang, ikat di leher, gantung diri. Karena putus cinta. Ini namannya kekuatan yang kalah kuat dengan tahu.

Fisik bisa diukur kekuatannya. Dan itu ada pada usia muda. Tapi bukan semua yang muda itu kuat. Juga tidak semua yang berumur itu lemah. Walau fisiknya, zahirnya lemah. Jadi kekuatan apa, (kekuatan lain) yang menopang kekuatan jasmani itu?

Fisik memang dibutuhkan untuk kekuatan, tapi bukan kekuatan total karena ada orang yang fisiknya lemah tapi dia kuat.

Contohnya, Mahatir itu umurnya 93 tahun. Sekarang jadi Perdana Mentri Malaysia. Baru beberapa bulan yang lalu dia mengalahkan kekuatan yang ada di Malaysia. Jauh beda umurnya dengan Najib, 30 tahun. Dia berhasil singkirkan Najib padahal umurnya sudah 93 tahun.
Ada kekuatan lain di balik kekuatan fisiknya. Maka dia bisa jatuhkan kekuatan yang sudah ada.

Fisik bisa kita jadikan modal kekuatan tapi bukan satu-satunya modal.

Nah…اَللّهُ sudah kasi kita kekuatan fisik. Yuk manfaatkan. Karena memang pergerakan lebih leluasa saat fisik masih kuat. Tapi kalau tidak terlatih kekuatan yang masih muda ini untuk kegiatan-kegiatan yang positif, semangat-semangat tertentu, target-target tertentu, fisik itu akan melemah dengan sendirinya.

Maka lahirlah anak-anak muda dengan fisiknya yang kuat tapi mengemis di pinggir jalan. Usia masih 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun, pada puncak kekuatan fisiknya dia mengemis di pinggir jalan. Padahal sebenarnya tidak bisa dikatakan lemah, tapi aslinya dialah yang mencetak kelemahan itu. Hingga fisiknya tidak bermanfaat apa-apa untuk dirinya. Akalnya juga lemah. Tidak bermanfaat apa-apa. Besar badannya pun tidak bermanfaat untuk dia sama sekali.

Kekuatan fisik itu adalah bagian yang harus ditambah dengan kekuatan bathin. Di dalam ayat ini اَللّهُ katakan

إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا۟
(Al-Kahfi 18:13)

Mereka beriman kepada اَللّهُ. Kekuatan fisiknya di satu sisi, kekuatan morilnya di sisi yang lain. Itulah keimanannya. Kekuatan keimannya yang nempel dalam hatinya. Itu yang membuat mereka bertahan. Itu yang membuat mereka siap tinggalkan negaranya. Pergi tinggalkan semuanya walau tanpa bekal. Yakin yang punya ini adalah اَللّهُ. Dia (اَللّهُ) yang tau semua.

ءَامَنُوا۟ بِرَبِّهِمْ

Kekuatan lain disamping kekuatan fisik tadi.

Dari 260 juta rakyat negeri ini, 85% nya Muslim.
Bayangkan bilamana dalam diri yang 85% itu, kekuatan fisik nyambung dengan kekuatan moral keimanan ini diantara ummat, betapa kuatnya.
Nggak ada yang berkuasa ngerjain Muslim di negri ini. Nggak. Nggak ada asing yang bisa ngontrol dari hulu ke hilir kehidupan di negri ini. Kalau iman yang 85 % itu ada untuk اَللّهُ Ta’ala, nggak mungkin seperti ini.

Kita ini cuma kelihatan tampilnya aja kuat, hatinya keropos, kering kerontang. Fisiknya aja kelihatan hebat. Imannya lemah, nggak kuat di hadapan اَللّهُ.

Kita nggak nganggap segala sesuatu tentang اَللّهُ. Jadi begitu ada cobaan ini dan itu datang, semua runtuh.

Dengan amplop saja, dengan beras saja, dengan mobil saja sudah selesai semua. Imannya nggak bisa dikondisikan lagi.

Semua begitu..bukan yang awam saja,tokoh agama juga ada yang begitu…orang pintar…para ahli juga bisa begitu.

Ketika iman lemah, gampang banget tergelincir. Meski mereka agamawan. Apa semua agamawan dekat dengan اَللّهُ? Tidak.

Agama itu kalau dikaitkan dengan sesuatu yang zahir semua bisa. Semua orang bisa berpura-pura dengan agamanya. Nggak susah. Tidak sholat, bisa pura-pura sholat, tidak puasa, bisa pura-pura puasa. Itu mah zahir. Tidak pergi haji pun bisa pura-pura pergi haji kalau mau. Itu bisa ditampak-tampakan.

Tapi kalau iman…adanya di hati. Yang menggerakkan kekuatan tadi.

Kita ini krisisnya adalah krisis yang ada di hati ini, yang bernama iman. Jumlah kita sudah cukup banyak, kelebihan kita banyak, tenaga kita banyak, kekayaan kita banyak, semuaya banyak, tapi iman kita lemah. Maka kita gampang dipermainkan oleh musuh walau dengan uang recehan.

Moral bisa dibeli, iman bisa dibeli, kepemimpinan bisa dibeli, harga diri bisa dibeli, semua bisa dibeli.

Ashabul Kahfi ini, mereka beriman, fisiknya kuat, jasmaninya kuat, jiwanya juga kuat ,ada ikatannya dengan اَللّهُ, ada hubungan spiritualnya degan اَللّهُ, ada ketergantungannya dengan اَللّهُ, ada kesadaran total bahwa اَللّهُ yang Maha Kuat.
Itu membuat mereka kuat. Kalau itu hilang, tunggu saat tanggal kehancurannya.

Sekelompok orang, ada yang menganggap musuhnya adalah kawannya, kawannya adalah musuhnya. Kenapa? Karena imannya salah.

Nabi dijadikannya musuh, musuh nabi dijadikannya kawan. Saat ini seperti itu. Nggak mungkin nyambung. Air dan minyak nggak akan bersatu. Tapi karena iman lemah semua bisa disatu-satukan.
Ashabul Kahfi ini, mereka beriman kepada اَللّهُ. Iman adalah kekuatan dalam hidup ini yang membangun diri. Fisik yang sudah kuat ditambah kekuatan iman, itu luar biasa.

Kekayaan yang melimpah ruah, aset negara yang sudah numpuk, kalau iman sudah tidak ada ini semua, diri, keluarga, semua dijualin.

Kemudian

وَزِدْنَٰهُمْ هُدًى
(Al-Kahf 18:13)

Petunjuk itu juga kekuatan. Petunjuk itu adalah bagian yang mengontrol hidup kita supaya kita nggak gamang.

Carilah terus petunjuk اَللّهُ dalam menjalani hidup ini. Petunjuk itu, semakin kita kejar, dia akan semakin bertambah…bertambah…bertambah. Semakin mantab diri kita, semakin kuat jiwa dan mental kita, semangat kita, energi kita semakin banyak, itu karena petunjuk. Nempel di raga, nempel di hati, semua gerakan kita, bertambah, berenergi.

Tapi kalau sama petunjuk saja alergi, sama اَللّهُ sendiri merasa risih, sama agama sendiri merasa anti, selesai sudah.

Kemudian lihat lagi,

وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِم
(Al-Kahf 18:14)

Jiwa mereka antara satu dengan yang lain ada keterkaitan, jiwa mereka saling mendekat, komunitas, masyarakat, ummat, jiwa mereka ini saling dekat. Mereka ini saling menyintai, saling menyayangi, saling membangun, saling membuat hubungan, saling sokong menyokong, saling تَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَق, saling menggerakkan, saling memberi semangat, akhirnya kekuatan itu ada pada mereka. Komunitas.

Kekuatan komunitas, kekuatan masyarkat, kekuatan kelompok, itu perlu, kekuatan jamaah itu perlu, pengajian-pengajian itu perlu.

Bangun kekuatan di sini, di tempat lain, di mesjid ini, di mesjid lain, bangun kekuatan itu. Jangan senang dengan kekuatan sendiri, jangan membangun program sendiri dan merasa cukup sendiri. Perlu ada kekuatan hubungan antara satu dengan yang lain.

Silaturahmilah yang harus dibangun baik itu individu, kelompok, masyarakat, tempat, persaudaraan, ekonomi, kepahaman, wawasan, pemikiran, buatlah kekuatan itu.

Jangan sibuk dengan kelompokmu sendiri. اَللّهُ ingin kita itu punya kekuatan antara satu dengan yang lain dan itu bisa kalau hati kita nyambung. Kalau hati kita nggak nyambung, yang ada sikut menyikut, curiga mencurigai, dengki mendengki.

Lalu,

فَقَالُوا۟ رَبُّنَا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْض
(Al-Kahfi 18:14)

Begitu bangkit dari tidurnya selama 300an tahun, hubungan dengan اَللّهُ masih ON. 300an tahun dalam suasana yang tidak disadari, begitu bangun mereka bilang رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْض.
Tidak ada yang lain yang mereka seru selain اَللّهُ.

هَٰٓؤُلَآءِ قَوْمُنَا ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَة
(Al-Kahfi 18:15)

Kekuatan untuk mengatakan yang salah itu salah, kekuatan untuk menolak kontaminasi dan campur aduk, ini kekuatan yang harus ada.

Kekuatan filterisasi dalam apa yang kita inginkan dalam hidup ini harus ada. Dan itu pakai hujjah, pakai kepahaman, pakai dalil karena orang di depan kita, mereka itu memusuhi kita, mereka itu coba membuat hoax pada kita, mereka itu membuat cerai berai kita, mereka pingin itu.

Kalu kita tidak bisa membedakan antara mereka dengan kita, semua kita anggap sama, semua kita anggap kawan, kita yang binasa.

Sudah tau ini sekelompok manusia, musuh اَللّهُ, buktinya ada, dalilnya ada, hujjahnya ada, ucapannya ada, statementnya ada, sepak terjangnya ada, kita tau semua. Kita tidak bisa main mata dengan dia. Itu harus kita yakini,”Dia musuh saya.”

Musuh, bukan berarti kita harus langsung berperang dengan dia. Pahami, seorang musuh dan ada dalil permusuhannya, ada hujjah permusuhannya, dan ada bukti bahwa dia memang ingin menghancurkan, apakah kita harus langsung menyerang dia? Tidak.

Tapi begitu dia menyerang kita, kita sudah liat dia mau menyerang kita, kita sudah seharusnya siap.

Kalau kita menganggap musuh itu kawan, peluk cium segala macam, kita toleransi tanpa batas, dan mereka mau menusuk kita, kita bisa berbuat apa kalau ditusuk dari belakang?

Ini yang diperlukan, ketegasan, kejelasan dalam sikap, dalam berpikir. Kalau ini sekelompok manusia, sekelompok orang yang punya sikap memang jelas, dalilnya, buktinya kerjanya sepak terjangnya, jelas-jelas menyeberang, berusaha unutk menindas, harusnya kita punya perhitungan.

Laut itu dalam , ada apa di dalam sana? Bermacam-macam ikan itu pasti ada. Walaupun diluarnya kelihatan tenang, didalam sana kalau tidak cepat-cepat berpikir cerdas, hiu bisa menerkam. Ada ubur-ubur beracun di dalam sana, kelihatan bentuknya cantik, indah, tapi kita harus tau itu racun, kena sentuh, musibah. Harus punya filter untuk memahami itu.

Pakai kopiah, pakai tasbih, ayat-ayat Al Qur’an, tapi semua dijual, bisa tenang-tenang saja kah kita dengan dia? Ya kenalah kita!

Jadi filterisasi di dalam diri itu darurat. Kemampuan untuk membeda-bedakan kebatilan dan kebenaran itu darurat.

Kita harus punya kemampuan mendeteksi ini musuh kita.
Kita punya kemampuan untuk menilai. Bukan unutk ngajak perang sama musuh kita, tapi kita juga jangan jadi korban perang orang.

Itulah kisah Ashabul Kahfi, mereka tegas mengatakan

لَّقَدْ قُلْنَآ إِذًا شَطَطًا
(Al-Kahfi 18:14)

هَٰٓؤُلَآءِ قَوْمُنَا ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةًۖ
(Al-Kahfi 18:15)

Mereka mengatakan,”Kami sama sekali tidak akan tunduk pada kekufuran ini, dan kami tidak akan mengaku tuhan selain اَللّهُ . Kalau kami buat itu, kami sesat, kami rugi, kami hancur.”

Tegas. Ngomong diantara kekufuran. Terus mereka bilang nih pada musuh-musuhnya,”Itulah orang-orang yang menjadikan tuhan selain اَللّهُ. Kami tak perlu ikut mereka, kami punya filter sendiri, kami punya pijakan kehidupan kami sendiri. Mereka mau hancur, hancurlah. Kami tidak mau ikut dalam kehancuran mereka.” Itu kekuatan.

Tapi kalau tidak punya itu, kita seperti layang-layangl putus. Terombang ambing, nggak tau kemana arahnya sampai dipohon mana, di tanah mana, tidak tau, tiba-tiba sudah jatuh.

Jangan jadi layang-layang putus. Harus punya kemampuan untuk kritis, kemampuan untuk bisa menentukan sikap.

Dan kekuatan ini harus disalurkan kepada yang lemah. Itulah tanggungjawab bersama kita.

والله أعلمُ بالـصـواب

Catatan Diana
Kajian Tafsir
Habib Ahmad Al Munawar, Lc

475 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

KPLHI Akan Bawa Pengusaha Batako Berbahan Baku Limbah Ke Pengadilan

Diterbitkan

pada

Oleh

Sebuah tulisan tentang Limbah yang dirobah jadi bahan bangunan dan akan dibawa ke hukum oleh KPLHI Kepri dan Batam.

KONSPIRASIMINIMALISIR COST LIMBAH

Sebuah perusahaan pengelolaan limbah yang berada di KPLI Kabil melakukan pengolahan limbah Acetylene (limbah karbit) dan Spent Bleaching Earth (SBE) yang materialnya diperoleh dari industri yang berada di seputaran Sekupang, Tanjung Uncang (untuk Acetylene) dan Kabil (untuk SBE).

Kedua limbah tersebut masuk dalam kategori LIMBAH B3  sebagaimana termaktub dalam Permen LH No. 101 Tahun 2014 seperti telihat dalam matrik dibawah ini :

Tabel 3. Daftar Limbah B3 dari Sumber Spsesifik Umum KODE INDUSTRI/ KEGIATAN JENIS KODE LIMBAH BERBAHAYA 56 Gas Industri Manufaktur dan formulasi gas industri antara lain berupa asetilena dan hydrogen B356-1 Limbah Carbide-residu2B356-2 Katalis antara lain reformer atau desulfurizer bekas2 lampiran

Azhari: Batako Berbahan Limbah B3 Ancam Kesehatan Masyarakat Batam

Proses industri oleochemical dan/ atau pengolahan minyak hewani atau nabati Kedua jenis limbah B3 diatas dikelola oleh PT. Haikki Green dan dioleh/ diproduksi menjadi bahan bangunan berupa BATAKO yang sudah dipasarkan kepada konsumen baik kepada pihak pengembang Properti dan masyarakat umum.

Dari penelusuran yang dilakukan oleh KPLHI Kepri dan KPLHI Kota Batam menemukan dibeberapa titik pembangunan ruko diantaranya dikomplek Mega Legenda, Niaga Mas Sukajadi dan Lucky Plaza di Nagoya.

KPLHI sudah melayangkan surat dan bertanya tentang izin pemanfaat bagi kedua material tersebut atas dasar kecurigaan. Tidak signifikannya volume limbah Acetylene di KPLI Kabil sementara limbah SBE dalam volume besar setiap hari masuk ke lokasi pengumpulan PT. HaikkiGreen.

Sehingga tidak memberikan solusi dalam mengurang volume limbah Acetylene yang sudah bertahun tahun dikumpulkan di KPLI Kabil.

Dari hasil uji komposisi yang dilakukan oleh KPLHI di Laboratorium Kimia Analitik MIPAUGM terhadap contoh yang disampling di lokasi pembangunan Ruko di Mega Legenda dapat disimpulkan bahwa materi yang dipergunakan untuk membuat Batako tersebut dominan (± 70%- 75%) mengandung Silika (SiO2) yang equivalen dengan kimia penyusun SBE sedangkan Acetylene dominan tersusun dari kimia Kapur (CaO).

KPLHI mensinyalir ada pembohongan public yang dilakukan oleh Perusahaan tersebut dalam pengelolaan limbah B3 ini karena sampai saat ini belum menjawab surat kami tentang izin pemanfaat terhadap kedua material tersebut sebagai bahan baku pembuatan Batako. Persoalan tersebut KPLHI akan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kepastian dari pada legalitas Batako yang diproduksi oleh PT. Haikki Green agar konsumen dapat terlindungi dari kejahatan lingkungan dalam proses pemanfaat limbah Acetylene dan SBE oleh PT. Haikki Green dan akan meminta pihak Kepolisian untuk menyelidiki konspirasi produksi Batako ini terhadap produsen limbah Batako yaitu beberapa perusahaan pengolahan minyak sawit  yang menjadi klain PT. Haikki Green.

Patut diduga pemilik limbah melakukan kerjasama untuk meminimalkan cost pengelolaan  limbah B3 yang menjadi tanggung jawabnya jika harus dikelola ke lokasi pengumpul di Cileungsi. KPLHI pada prinsipnya tidak keberatan dengan kegiatan pengolahan dan pemanfaatan akan tetapi prosedur dan regulasi harus ditaati dengan baik.

Semoga menjadi peringatan bagi usaha/ kegiatan lain bahwa produksi yang anda lakukan punya dampak negative dan wajib dikelola dengan baik sesuai aturan. Sampai bertemu di Pengadilan  buat  siapapun yang melakukan tindak pidana lingkungan (KPLHI)

10,070 kali dilihat, 10,070 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Tim Terpadu Segera Gusur PKL Diseputar Jembatan Barelang Batam

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/6/2019 | Penggusuran yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Batam terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) akan dilaksanan dalam waktu dekat, hal ini sesuai surat perintah bongkar nomor 17/TIM-TPD/VI/2019 yang diberikan pada PKL yang sudah sembilan tahunan melaksanakan aktifitas usahanya diseputaran jembatan 1 hingga jembatan 2 Barelang Batam.

Keberadaan pedagang di Jembatan Barelang selama ini diduga tanpa izin dari pemerintahan Kota Batam, dan pemko Batam dalam peningkatan kepariwisataan akan melakukan penertiban jembatan Barelang yang sekarang banyak dikunjungi wisatawan lokal ataupun manca negara.

Ketika Tim WB mengunjungi pedagang yang berada dilokasi (jembatan 1&2), beberapa pedagang mengatakan bahwa para pedagang berharap pemerintah dapat memberi solusi agar mereka bisa melanjutkan usaha walau ditempat yang disediakan oleh pemerintah dikawasan jembatan yang saat ini merupakan salah satu icon pariwisata di Batam. (TimWb)

10,307 kali dilihat, 4,068 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Liburan Telah Usai, Ayo Kembali Ke Sekolah

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-16/6/2019 Liburan telah usai Lebaran pun sudah berlalu tanpa terasa saatnya kembali ke sekolah merupan aktivitas pertama yang akan di lakukan anak anda senin pagi besok.
Tentu sebagai orang tua biasanya selalu membantu anak anak mereka mempersiapkan segala sesuatunya untuk sekolah esok hari, dan hari pertama sekolah hal apa saya yang perlu di persiapkan anal anda untuk berangkat ke sekolah besok.

● Yang pertama tentunya seragam sekolah mereka yang sudah beberapa lama di istirahatkan selama liburan saatnya untuk di cek kembali apa sudah di cuci dan strika agar besok pagi pagi tidak kalang kabut mencari di mana pakaian tersebut berada.
Yang kedua

● Cuci tas dan sepatu sekolah walau sebenarnya hal ini sepele tapi menjadi satu poin bagi anak anda untuk semangat kembali bersekolah.karena dengan seragam, tas, kaos kaki dan sepatu yang bersih membuat mereka semangat dan senang ke sekolah kembali.
Yang ketiga

● Cek Jadwal Pelajaran.
Pastikan anak anda di hari pertama sekolah tersebut masuk belaharnya jam berapa dan pastikan apakah mereka belajar seperti biasa atau malah ulangan atau ujian karena libur tahun ini bertepatan dengan bulan bulan evaluasi kenaikan kelas.
Dan cek jadwal pekajaran atau ujian mereka apa sudah di berikan guru sebelum libur agar tidak ketinggalan informasi dan berita.
Yang ke empat

● Persiapkan alat alat tulis, buku atau perlengkapan ujian agar mereka siap untuk melakukan kegiatan  atau aktivitas sekolah mereka besok hari.jika ada yang sudah habis atau di ganti sebaiknya di persiapkan dari sekarang.
Yang kelima

●Jangan lupa sebelum berangkat sekolah besok sarapan dan minum vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh mereka agar tetap bersemangat untuk bersekolah kembali, jika anak anda masih usia prasekolah ada baiknya hari pertama sekolah setelah liburan kemaren anda mengantarkankan ke sekolah untuk hari pertama memberikan semangat untuk mereka.

Jadi selain jadwal, seragam, barang-barang atau peralatan yang harus dipersiapkan saat akan menempuh pendidikan. menjaga kesehatan jasmani dan rohani juga penting, agar kegiatan belajar menjadi maksimal dan bisa mendapatkan ilmu lebih baik.

Itulah diantara persiapan  yang perlu di perhatikan orang tua dan anak anak yang akan memulai kembali aktivitas sekolahnya setelah liburan.
Terima kasih.
Semoga bermamfaat.

( RS)

8,046 kali dilihat, 3,381 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending