Terhubung dengan kami

Batam

Eceng Gondok Ancaman Kelestarian dan Manfaat Waduk Untuk Penyediaan Air Berkualitas Secara Berkelanjutan di Kota Batam

Diterbitkan

pada

“Eceng Gondok sebagai ancaman kelestarian fungsi dan manfaat waduk untuk penyediaan air baku yang berkualitas secara berkelanjutan di Kota Batam”

WAJAHBATAM.ID – Eceng gondok adalah vegetasi yang memberikan informasi bahwa suatu sumber air berupa waduk, danau, kolam sudah tercemar. Bahkan Eceng gondok akan mati dengan sendirinya apabila air tersebut bersih. Sebagai contoh kita dapat lihat di Waduk Sei Ladi justru bebas dari Eceng gondok krn airnya relatif bersih dari berbagai inflow berupa limbah rumah tangga dan industri. Inflow limbah dari rumah tangga saat ini sedang secara bertahap dikurangi melalui proyek The Sewerage System.

Dengan adanya beban limbah berupa pupuk berupa nitrigen dan fosfor yang ada di daerah tangkapan air, dari kegiatan pertanian ilegal yang tercuci akibat erosi dan sedimentasi ke dalam waduk, mengakibatkan Eceng gondok tumbuh dengan subur dan sangat cepat. Ditambah adanya limbah yang berasal dari keramba jaring apung dan inflow waduk yang berasal dari rumah tangga mengakibatkan beban limbah yang menjadi nutrisi Eceng gondok semakin besar.

Tumbuhnya Eceng gondok akan mengakibatkan berkurangnya genangan waduk secara cepat akibat pengaruh evapotranspirasi/penguapan melalui daun Eceng gondok, yang mengakibatkan berkurangnya sumber air di waduk mencapai 13 kali lebih lebih banyak dari kondisi tanpa Eceng gondok di genangan waduk. Bahaya lainnya adalah Eceng gondok melalui sistem perakarannya dapat menagkap sedimentasi dan mengendapkannya sehingga secara cepat mendangkalkan waduk.

Pertumbuhannya yang cepat akan mengurangi tinggi muka  air baku sekaligus mengurangi volume tampungan waduk. Pada gilirannya tanpa upaya serius waduk akan terdegredasi secara cepat menjafi semakin tercemar dan berkurang volumenya. Ini merupakan ancaman serius karena sumber air untuk waduk di Batam hanya berasal dari curah hujan bukan sungai yang mengalir sepanjang tahun.

Pembuatan pupuk kompos hanyalah upaya memanfaatkan sampah Eceng gondok yang sudah terangkut. Adapun pemanfaatan lain sebagai usaha bisnis akan mengakibatkan upaya para pihak untuk melanggengkan “sumber bahan baku produksi” yang berakibat terhadap upaya mempertahankan gulma Eceng gondok di genangan waduk tersebut. Hal ini berbahaya untuk kelangsungan ketersediaan air baku dengan kuantitas, kualitas dan kontinuitas yang baik.

Upaya mengatasinya akan dilakukan dengan dua cara yaitu mencegah masuknya limbah /nutrient baik dari saluran rumah tangga dan industri di genangan waduk serta menghentikan kegiatan pertanian ilegal du sekeliling waduk serta kegiatan keramba jaring apung. Hal lainnya melakukan pembersihan Eceng gondok itu sendiri secara signifikan serta tetap melakukan upaya pembersihan rutin pasca upaya pembersihan “besar” terhadap Eceng gondok tersebut.

Bukti kerusakan dan kehilangan waduk sudah terjadi di Batam yaitu di Waduk Baloi dimana sekeliling waduk tersebut sudah menjadi permukiman yang tidak terkendali dan menghasilkan limbah rumah tangga ke dalam waduk tiap detiknya. Eceng gondok pun tumbuh dan berkembang serta waduk semakin dangkal sehingga kualitas air menjadi sangat kotor (too dirty). Kota Batam sudah kehilangan 30 l /det yang merupakan suatu kehilangan yang besar.

Saat ini Kota Batam dengan 1.300.000 penduduk telah memanfaatkan air baku sebanyak  3.500 liter/detik dari total 3.850 liter/detik yang dapat dimanfaatkan saat ini. Pada tahun 2045 di Kota Batam dibutuhkan ketersediaan air baku sampai dengan 7.000 liter/detik, sehingga ketersediaan air baku yang ada saat ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Upaya penyediaan tambahan air baku tersebut dapat dipenuhi melalui pemanfaatan bauran air baku yang ada melalui konsep Batam Integrated Total Water Management (BITWM). Upaya pemanfaatan air hujan secara langsung maupun di waduk-waduk, sea water reverse osmosis (SWRO), sewerage water/pemanfaatan air limbah serta sumber air dari surplus air baku di pulau-pulau terdekat, termasuk konsep “waduk laut”.

Dibutuhkan tindakan penertiban kegiatan pertanian ilegal. dan keramba jaring apung oleh “Pihak  Berwajib” sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku serta mengunakan  “heart ware” berupa kesadaran dari hati seluruh masyarakat Kota Batam demi keberlanjutan penyediaan air baku yang berkualitas yang saat ini diambang krisis.

Waduk Duriangkang sebagai waduk yang terbesar (70 % sumber air di Batam) merupakan pilihan kepentingan yang sangat kritis  bagi seluruh stake holder di Kota Batam untuk menjadi salah satu obyek vital nasional yang harus dipertahankan fungsi dan manfaatnya untuk kemaslahatan penyediaan air untuk kebutuhan rumah tangga dan industri Kota Batam. (bp_batam)

Facebook Comments

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

RUU Omnibus Law Disebut UU Cilaka

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 21/1/2020 | RUU Omnibus Law yang dianggap serikat pekerja kota Batam adalah sebagai aturan yang mengekang dan menjajah masyarakat pekerja memicu seluruh buruh di kota Batam menentang dengan menggelar aksi unjuk rasa yang diselenggarakan didepan kantor DPRD kota Batam. Berbagai organisasi dan federasi pekerja berkumpul di depan lapangan Welcome to Batam, Senin (20/1/2020).

Dari pantauan WAJAHBATAM.ID, masa pekerja mulai menuju dan berkumpul di jalan utama depan Dataran Engku Putri Batam Center, terlihat mengibarkan berbagai atribut bendera, baliho, brosur-brosur dari karton hingga mobil komando dari Federasi Buruh seluruh kota Batam.

Tonton Videonya

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=127845302043892&id=106080947553661

Dalam menyampaikan aspirasinya, masa buruh yang dipimpin oleh para orator diatas mobil komandonya menyatakan menolak dan mengecam keras RUU Omnibus Law yang terkesan menjadikan para pekerja sebagai budak perusahaan. Mereka mengatakan bahwa Omnibus Law adalah UU Cilaka.

Ketua Konfeserasi Perjuangan Buruh Indonesia, Mazmur Siahaan, SH meminta kepada pemerintah pusat melalui perwakilan rakyat di kota Batam agar pemerintah tidak mempersulit hidup dan masa depan masyarakat melalui RUU ini.

Beberapa saat sebelum aksi dimulai, Wakapolres Barelang juga terlihat memimpin gelar apel persiapan untuk pengawalan dan pengamanan aksi buruh itu dan berpesan agar aparat harus menjalankan tugas dengan benar dan harus mengikuti SOP yang sudah ditentukan, yang juga akan diminta pertanggungjawabannya dalam menjalankan tugasnya mengayomi masyarakat dengan baik.

Terlihat dalam aksi yang diselenggarakan di DPRD Batam bergabung beberapa organisasi seperti Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) kota Batam, Lem Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) kota Batam dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kota Batam. (Redaksi)

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Forum Panti Asuhan Kota Batam mengadakan Rapat Kerja Perdana di Tahun 2020

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – Batam (20/01), Forum Daerah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak – Panti Sosial Asuhan Anak (Forda LKSA-PSAA) mengadakan Rapat Kerja Daerah pada 20 Januari 2020 di STT Lintas Budaya, Bengkong, Batam.

Rakerda yang dihadiri oleh sekitar 50 orang kepala Panti Sosial Asuhan Anak mengambil tema “Sinergitas Program Kerja Dalam Mewujudkan LKSA Maju dan Terakreditasi”.

Melalui sambutannya Ketua Forda LKSA-PSAA Kota Batam, Jefri Medi SH., MH. mengajak seluruh LKSA/Panti Asuhan untuk bersatu dalam rangka mensejahterakan anak-anak di LKSA masing-masing, ”Mari kita bersatu dalam rangka mensejaterakan anak-anak di LKSA masing-masing, kita tuangkan unek-unek yang ada di pikiran kita apa yang harus kita lakukan secara nyata.”

Acara turut dihadiri oleh anggota DPRD Kota Batam, Atiq Sarwo Edi yang menanggapi anggaran untuk LKSA yang sampai saat ini belum ada anggaran khusus untuk LKSA/Panti Asuhan, “Semoga nanti mengetuk hati Pak Walikota kita sehingga nanti bisa dianggarkan, kalau bisa nanti minta di perubahan 2020,” tuturnya.

Sekretaris Forda LKSA- PSAA Kota Batam, Muhammad Nasir mengingatkan dan mengusulkan agar pengurus Forda dapat aktif agar program-program dapat berjalan, “Mari kita maksimalkan kerja dari para pengurus, yaitu dengan mengisi bidang kepengurusan yang masih kosong atau mengganti beberapa pengurus yang kurang aktif supaya bisa berjalan.”

Ada beberapa keputusan yang dihasilkan dari Rakerda ini antara lain:
1. Anggota Forda LKSA-PSAA Kota Batam saat ini ada 83 LKSA.
2. Pengadaan KTA sebagai identitas keanggotaan Forda LKSA-PSAA Kota Batam.
3. Mengisi formulir untuk semua LKSA yang bergabung dalam Forda LKSA-PSAA Kota Batam.
4. Membayar iuran anggota bulanan yang disepakati lima puluh ribu rupiah.
5. Rekomendasi dari Forda untuk LKSA yang akan memperpanjang atau akreditasi LKSA.
6. Mengusulkan agar masa berlaku izin LKSA menjadi 3 Tahun yang selama ini hanya 2 tahun, dan ini akan diperjuangkan oleh Forda.

Selain itu disepakati pula beberapa poin program kerja Forda LKSA kedepannya:
1. Forda akan melakukan pertemuan bulanan secara rutin yang berlokasi di LKSA secara bergantian sebagai ajang silaturahmi antar LKSA.
2. Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) LKSA.
3. Kegiatan Camping antar LKSA.
4. Advokasi hukum untuk LKSA dengan membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forda

Disepakati juga beberapa program pendanaan untuk Forda yaitu:
1. Pembayaran iuran anggota Forda LKSA-PSAA Kota Batam dibayarkan perbulan.
2. Rekomendasi Pemutihan Hutang Organisasi ASPAN yang merupakan Organisasi Forum Panti Asuhan sebelum terbentuknya Forda LKSA-PSAA Kota Batam.
3. Forda akan mengadakan kegiatan amal (charity).

Rapat kerja ditutup oleh pimpinan sidang, Pdt. Peringatan Zebua, MA, IE dan dilanjutkan dengan foto Bersama para anggota Forda LKSA-PSAA. (HAS)

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Masyarakat Batam Kecewa “Batam Bersepeda” Diselenggarakan Pada Hari Kerja

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 20/1/2020 | Viralnya penolakan masyarakat dan para karyawan-karyawan perusahaan terhadap kegiatan Batam Bersepeda yang diselenggarakan pada hari kerja Senin, 20/1/2020 membuat sororan kepada Pemko Batam sangat negatif. Hal ini dilansir dari beberapa postingan di Media Sosial Wajah Batam pada hari tersebut.

Banyak juga kalangan aktifis, praktisi, politisi dan tokoh masyarakat menyesalkan kegiatan tersebut karena merasa Walikota Batam harusnya bijak atas kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik yang pada hari tersebut terkendala.

Tonton Videonya

Sebagaimana dikutip dari tanggapan masyarakat dalam sebuah postingan video berdurasi 4.01 Menit yang disiarkan oleh Wajah Batam yang sudah berjalan 12 jam dan ditonton hampir 13.000 kali seperti dibawah ini:

Sraya Bustan : Buat KTP lama jadi
Orang pemerintah sibuk sepeda
Kata orang pemerintah : masa bodo sama masyarakat yang pentinf kita hidup sehat 😂🤣😂🤣

Rezki Sria Putra: Ini acara kelawatan, di adakan di jam berangkat kerja, banyak orang yg telat karena acara ini, knapa ga hari minggu saja, atau di jam yg bukan jam sibuk, lucu memang

Merry: Anak saya tidak masuk sekolah gara gara telat 😂😂cuman saya maklum aja Lah dibawa Happy saja tdi 😁

Hamzah M: siapa lah yang usul acara ini, macam ga ada hari lain aja.
bikin rusuh aja. minta maff dong sama masyrakat yang sudh terganggu

Andre: Menzolimi bnyak masyarakat..😂

Dari ratusan tanggapan masyarakat dengan dialeg yang beragam, hampir 100% yang menolak dan merasa kecewa dengan kegiatan tersebut. Dan berharap Walikota Batam kedepannya lebih bijak dalam melayani masyarakat, bukan dilayani, demikian tanggapan salah satu pegawai ASN yang tak ingin disebutkan namanya, juga heran kenapa mereka diharuskan hadir dalam acara ini, sementara ini adalah hari kerja dalam melayani masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, dalam kata sambutannya Walikota Batam H.M Rudi. SE mengatakan bahwa acara ibi bukanlag gagasannya, tapi juga mengatakan bahwa beliau sangat mendukung dalam menciptakan Batam sehat. (Redaksi)

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Pasang Iklan Disini

Iklan

Komentar Facebook

Trending