Terhubung dengan kami

Batam

Pernyataan Sikap Aliansi Masyarakat Kepri Terkait Covid-19

Diterbitkan

pada

PERNYATAAN SIKAP
Aliansi Masyarakat Batam

Demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (COVID-19), ALIANSI MASYARAKAT STOP PENYEBARAN COVID-19 KOTA BATAM menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Kami mendukung penuh kebijakan Wali Kota Batam dalam menerapkan karantina zonasi.

2. Menolak kedatangan TKA maupun turis asing dan WNI yang berasal dari luar negeri masuk ke Indonesia tanpa karantina 14 hari, selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

3. Tetap melakukan pengawasan di setiap pelabuhan resmi dn ilegal serta bandara agar diperketat, selama pemberlakuan karantina zonasi.

4. Sanksi jika poin (1), (2), dan (3) tidak dilaksnakan, maka ALIANSI MASYARAKAT STOP PENYEBARAN COVID-19 KOTA BATAM akan mengambil sikap.

Batam, Jumat 3/4/2020

Kami yang membuat pernyataan:
1.PPM, Ucok Cantik Sitorus
2.Gema Minang, Antoni Lendra
3.Dewan Suro FPI Provinsi Kepri, Habieb Jamalulai
4.GARDA INDONESIA , Aldi Braga
5.Forum Komunikasi Hallo Batam (FKHB), Ir Juanda
6.Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Kepri, Amri Piliang
7.Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Budi Gubernur Lira
8.Persatuan Habaieb Batam, Habieb Maskur
9.Presiden NATO
10.Bersama Da Kepri, Hanafi
11.PABBSI, Muslim Bobby
12.FKHB, Jamilah
13.PA GMNI Kepri, Dipanusa
14.Wajah Batam, Alan Suharsad
15.FKPPI PC Batam, Ahmad Zuhri
16.PANNA DPW Kepri, B. Omar
17.Muaythai Kepri, Hendri Koto
18.Jurnalis Independen, Anwar Saleh
19.DPW LPP TIPIKOR Kepri. Albert Syofyan
20.UR. PORDO
21.FPAB, Daeng Parman
22.KADIN KEPRI, HM Alfan Suheiri
23.Serumpun Melayu, Rizal Domino
24.Keluarga Muslim PT. Batamec
25.Dida PU. Kosgoro57 Kota Batam

11,396 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Batam

Bright PLN Jelaskan Penyebab Tagihan Listrik Melonjak

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – Batam | right PLN Batam menyatakan bahwa tarif dasar listrik seluruh golongan tarif tidak mengalami kenaikan pada masa pandemi Covid-19. Hal tersebut menanggapi adanya keluhan sejumlah pelanggan yang mengaku pembayaran listriknya lebih mahal dibandingkan biasanya.

“Sekali lagi saya sampaikan tidak ada kenaikan tarif listrik di masa pandemi ini, bahkan sejak tahun 2017 tidak ada kenaikan,” ujar General Manager Unit Business Services (GM UBS) bright PLN Batam, Fransis Al Zauhari, pada Rabu, 03 Juni 2020.

Menurut Fransis kenaikan tagihan listrik yang dialami sejumlah pelanggan selama masa pandemi Covid-19 disebabkan beberapa hal. Salah satunya karena tidak adanya pengecekan meteran pemakaian listrik ke rumah-rumah oleh pertugas bright PLN Batam akibat Covid-19 beberapa bulan sebelumnya. Penyebab lainnya, ada perubahan perilaku pelanggan yang lebih banyak di rumah selama masa Pandemi ditambah umat muslim menjalankan ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri mayoritas di rumah saja, tidak melaksanakan tradisi pulang kampung.

Fransis menambahkan bright PLN Batam tidak bisa menaikkan tarif listrik semena-mena, apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. “Tidak semata-mata PLN Batam bisa menaikkan tarif listrik semena-mena setiap saat, apalagi saat kondisi seperti ini, sangat tidak relevan,” tutup Fransis.

Seperti yang diketahui, untuk membantu memutus rantai penyebaran Covid-19 bright PLN Batam tidak melakukan pembacaan stand kWh meter pelanggan pada akhir bulan Maret dan akhir bulan April, sebagai gantinya pelanggan menyampaikan foto stand kWh meter secara mandiri ke PLN Batam. Apabila pelanggan tidak menyampaikan stand pembacaan kWh secara mandiri maka bright PLN Batam akan menghitung berdasarkan pemakaian rata – rata tiga bulan sebelumnya, dimana saat itu kondisi masih normal (sebelum ada pandemi).

Berdasarkan data dari Manbill (manajemen billing) bright PLN Batam, rata – rata pemakaian listrik pelanggan yang tidak mengirimkan foto stand kWh meter pada bulan Maret dan April adalah data pemakaian listrik sebelum kondisi Covid-19 merebak, sehingga pemakaian listrik pada saat itu kemungkinan masih rendah. Sesuai saran dari Ombudsman dan Komisi 3 DPRD Kepri, pada tanggal 27 sampai dengan 31 Mei 2020 kembali dilakukan pembacaan secara manual ke rumah-rumah pelanggan oleh petugas bright PLN Batam. Setelah dilakukan pengecekan secara langsung oleh petugas catat meter, pemakain listrik pelanggan yang tidak mengirimkan foto stand kWh meter pada bulan Maret dan April tersebut tidak sesuai dengan realisasi sesungguhnya.

Pelanggan dapat membandingkan angka stand meter yang ada pada info rekening listrik (https://www.plnbatam.com/info-tagihan/) dengan angka stand meter saat ini di rumah pelanggan. Apabila angka stand meter yang ada di rumah pelanggan lebih besar dari angka di info rekening listrik, maka tagihan listrik tersebut dapat diyakini sudah benar. Namun bila angka pada stand kWh meter di rumah saat ini masih lebih kecil dari angka pemakaian di info rekening listrik, maka dapat dilakukan dikoreksi sesuai angka stand kWh meter saat ini. Untuk melakukan koreksi rekening pelanggan dapat menghubung Contact Center 123 (0778 123). Kemudian bright PLN Batam juga menyediakan saluran tambahan untuk menanggapi keluhan atau komplain pelanggan melalui nomor-nomor di bawah ini :

• Area Pelayanan Batam Centre 085264140077
• Area Pelayanan Nagoya 082170049509
• Area Pelayanan Batu Aji 089609845534
• Area Pelayanan Tiban 085284000611

Manajemen bright PLN Batam mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan bright PLN Batam tetap berkomitmen untuk selalu memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat Pulau Batam. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir. (bright)

15,068 kali dilihat, 15,043 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

BP Batam Lakukan Monitoring kepada Perusahaan-perusahaan di Batam dalam Menerapkan Pelaksanaan Kerja di Fase Normal Baru

Diterbitkan

pada

Oleh

WB-BP116 | Badan Pengusahaan Batam melalui Direktorat Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal saat ini tengah melakukan monitoring kepada perusahaan-perusahaan PMA di Batam dalam menghadapi fase Normal Baru terhitung mulai tanggal 2 hingga 14 Juni 2020.

Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Kepala BP Batam Muhammad Rudi, untuk dapat memonitoring perusahaan-perusahaan di Batam yang sudah mulai kembali beroperasi dalam menerapkan pelaksanaan kerja di fase Normal Baru di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam Purnomo Andiantono mengatakan, untuk menuju Normal Baru pada 15 Juni mendatang, akan membiasakan masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Tadi pagi kita sudah menerima pengarahan Kepala BP Batam Muhammad Rudi untuk melakukan monitoring di lingkungan perusahaan. Sebanyak 106 orang pegawai BP Batam ditugaskan untuk melakukan monitoring dan memantau pelaksanan protokol kesehatan di 53 perusahaan di Batam,” tambah Andi.

Pegawai BP Batam yang ditugasi untuk memonitoring kegiatan di perusahaan-perusahaan tersebut mendapat tugas untuk memantau kegiatan yang dilakukan di perusahaan, apakah sudah sesuai dengan protokol kesehatan dan aturan dari pemerintah.

Jika perusahaan tidak mengindahkan protkol kesehatan tersebut akan diberikan peringatan, dan jika sudah diperingati berkali-kali, tetapi tidak mematuhi protokol kesehatan akan dilakukan tindakan oleh pihak yang berwenang. Menurut Andiantono, pihaknya juga akan berkordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang Dan Penanaman Modal Purnomo Andiantono, juga mengimbau agar perusahaan mengikuti protokol kesehatan, dan dalam hal ini BP Batam turut membantu memantau dalam pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan perusahan di Kota Batam. (cc)

Batam, 2 Juni 2020
Biro Humas Promosi dan Protokol
Badan Pengusahaan Batam

Email: [email protected]
Twitter: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: Bpbatam
Website: www.bpbatam.go.id
Youtube: BP Batam

3,826 kali dilihat, 3,176 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Nuryanto: Kebijakan New Normal Tidak Melalui Pembahasa Forpimda dan DPRD Batam

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – Batam | New Normal yang diumunkan pemerintah kota Batam ternyata tidak melalui Forpimda dan DPRD Batam dulu, hal ini disampaikan Nuryanto kepada WB via WhatsApps nya setelah sholat subuh Selasa (2/6).

Kondisi Normal yang akan diumumkan pemerintah kota Batam sebenarnya bertujuan baik agar masyarakat dapat kembali beraktifitas secara normal dan masyarakat dapat melaksanakan kegiatan perekonomian dan kehidupan sehari-hari dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditentukan dalam masa pandemi covid-19 ini”, ujar Nuryanto yang akrab dipanggil Cak Nur itu.

Dilanjutkan oleh Nuryanto perihal ini sangat disayangkannya, “sebagai sebuah institusi pemerintah, Walikota Batam HM Rudi terkesan berjalan dengan kebijakan sendiri yang seharusnya dibahas dulu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan DPRD Batam. Karena hal ini perlu melalui kajian bersama dan melihat sejauh apa kesiapan pemerintah kota Batam menghadapi new normal ini. Ini sesuai dengan syarat yang disampaikan oleh Kepala BNPB pusat atau ketua Gugus Tugas Covid-19 Pusat“, lanjutnya.

Pada kesempatan berbeda, HM. Rudi SE MM dalam pertemuan pertama pasca libur pandemi dengan segenap jajaran BP Batam mengatakan “Batam tidak pernah mengajukan PSBB ke pusat, maka saya sendiri sebagai ketua Gugus Tugas mempunyai kebijakan sendiri karena yang kita lakukan selama ini normal saja dan tak pernah membuat kebijakan yang berlebihan misalnya menghentikan kegiatan kota Batam. Yang saya lakukan adalah bagaimana hidup normal sesuai protokol kesehatan” dwmukian HM Rudi mengungkapkan denfan harapan masyarakat ikut serta dalam mensukseskan kembali hidup normal ini.

9,375 kali dilihat, 3,369 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Perkembangan VIRUS CORONA

Komentar Facebook

Trending