Terhubung dengan kami

Batam

100 Perwakilan FGK Kepri Kunjungi Gubernur Pertanyakan Tunjangan Guru 2018-2019 (Bag-1)

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID – 7/3/2019 | Forum Guru Kepri (FGK Kepri) yang terdiri dari para guru SMA-SMK se-provinsiKepulauan Riau, Senin depan, 11/3/2019 mengunjungi kantor Gubernur dalam rangka audiensi yang akan dihadiri 100 orang perwakilan guru dari seluruh Kepulauan Riau, demikian disampaikan oleh Diah Wahyuningsih, SPd sebagai perwakilan FGK Kota Batam dibilangan Batam Centre kepada WB.

Audiensi dengan Gubernur Kepri ini diajukan adalah untuk tujuan mempertanyakan beberapa hal menyangkut kesejahteraan para guru periode tahun 2018 dan 2019 yang hingga saat ini belum diberikan oleh Gubernur Kepri

1. Tunjangan Kinerja Daerah (Gaji 13 dan 14 Tahun Anggaran 2018)
2. Tunjangan Kinerja Daerah (Januari dan Pebruari Tahun
Anggaran 2019)
3. Tunjangan Profesi Guru (Triwulan 4 Tahun Anggaran 2018)

Dalam hal ini, Diah Wahyuningsih, SPd mengatakan dalam surat audiensinya bahwa berdasarkan PermenPanRB No. 63 Tahun 2011 tentang Pedoman Penataan Sistem Tunjangan Kinerja Pegawai Negeri, selanjutnya diturunkan lewat Peraturan Gubernur Kepulauan Riau No.
80 Tahun 2018 tentang Tunjangan Daerah, Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2018 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya Dalam Tahun Anggaran 2018 Kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan
Penerima Tunjangan serta UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen adalah merupakan amanat
Konstitusi yang seyogyanya dijalankan baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah
dalam hal ini adalah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai bentuk apresiasi kepada para guru di lingkungan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Apresiasi Pemerintah dimaksudkan agar guru semakin siap mengembangkan profesionalisme di bidang pendidikan juga memberikan
jaminan kesejahteraan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara sehingga memenuhi keadilan
merata seperti yang tertuang dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia, demikian media WB mengutip dari surat audiensi yang dikirimkan ke alamat Gubernur Kepri.

Pembayaran Tunjangan yang telah diamanatkan seperti tersebut di atas hingga saat ini belum diterima para guru di lingkungan pemerintah provinsi Kepulauan Riau yang seharusnya bersifat itu, kami Forum Guru Kepri meminta penjelasan lebih jauh apa dan mengapa hak-hak guru tidak dilaksanakan, ungkap Diah Wahyuningsih, SPd mengakhiri. (Shd)

30,342 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Iklan
1 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: 200-an Forum Guru Kepri Minta Nurdin Basirun Jumpa Mereka » Wajah Batam

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Lukita Bacawako Gokil & Millenial

Diterbitkan

pada

Oleh

Batam, 8/2/2020 | Lukita Dinarsyah Tuwo semakin memantapkan diri maju di Pilkada Kotq Batam tahun 2020. Sebagai mantan Kepala BP Batam sejak 19 Oktober 2017 hingga Januari 2019, Lukita juga seorang birokrat profesional Indonesia.

Lukita mengatakan dirinya siap bertarung di Pilkada 2020 mendatang jika masyarakat Batam merestuinya.

”Saya bersama partai pengusung telah siap andai nantinya partai memberikan amanah kepada saya. Saya hanya bersabar menunggu tahapan akhir yang tidak lama lagi akan dinyatakan sebagai pemegang amanah partai” pungkasnya.

0

Dari pengamatan WB, dukungan masyarakat kepada Lukita terus mengalir kepada mantan Kepala BP Batam ini.
dan banyak kelompok dan komunitas masyarakat telah terang-terangan menyatakan dukungannya serta mengharapkan perubahan dapat terwujud ditangan Lukita.

Kami akan terus memberikan support dalam meningkatkan elektabilitas Beliau agar partai pengusung memantapkan pemberian amanah kepada beliau” ujar Syafril, salah satu pedagang kaki lima diseputaran Batam Centre ketika ditemui media WB.

 

Ditempat terpisah, Sugiarto yang berprofesi sebagai driver Gojek juga mengharapkan Lukita dapat membawa perubahan untuk kota Batam, “Saya sering membaca tentang Bapak satu ini, disamping sebagai seorang ekonom dan birokrat, beliau adalah figur yang bersahaja, merakyat dan sedikit gokil (milenial-red) yang mengerti dengan perkembangan dan kebutuhan zaman” imbuhnya sambil tersenyum geli.

Salah satu mahasiswa semester 3 disebuah perguruan tinggi di Batam yang tanpa sengaja ditemui WB juga mengatakan bahwa “Lukita adalah figur kekinian yang cocok dan belum terlihat cacatnya dalam mengelola lembaga pemerintahan saat di BP Batam dulu. Kita berharap Lukita adalah tempat berlabuhnya semua aspirasi masyarakat dan dapat menjadi pemimpin Batam yang adil, tidak merakyat saat kampanye saja sebagaimana kebiasaan orang-orang politik” sindirnya.

Saat WB menghubungi via WA nya, Lukita hanya mengatakan, bahwa “Jika Allah berkehendak, maka Saya akan menjaga amanah itu, karena menjadi Walikota bukan saja sebagai jabatan publik tapi lebih pada suatu titipan yang akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat nanti, dan Saya takkan sia-sia kan sisa usia ini untuk hal-hal yang merugikan masyarakat” ujarnya.

(Redaksi)

9,949 kali dilihat, 318 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Krisis Air Akan Terjadi di Kota Batam Jika Masyarakat Batam Tidak Peduli

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – Batam | Krisis air akan terjadi di Kota Batam jika masyarakat Batam tidak peduli dengan ketersediaan air baku. Hal ini disampaikan oleh Hadjad Widagdo, Manager Air Baku Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Hadjad Widagdo dalam sebuah konfrensi pers yang berlangsung di Gedung Marketing Centre, Jumat (7/2/2020).

Hadjad Widagdo mengatakan bahwa kualita air baku di Batam sedijit terganggu yang diduga adanya aktifitas ilegal seperti beberapa aktifitas penambangan pasir liar dan adanya aktifitas bercoxok tanam disekitar waduk tempat tampungan air.

“Kami akan menghimbau dan memperingatkan masyarakat melalui pendekatan dari hati ke hati (heart ware) karena ini adalah kepentingan orang banyak. Dan juga meminta kepada para media agar dapat mengedukasi serta memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan dari anak-anak hingga dewasa dengan cara yang dapat dimengerti oleh segwnap lapisan masyarakat” ujar Hadjad Widagdo.

Dalam tatap muka tersebut, BP Batam juga menyoroti tentang kondisi cuaca yang akan terjadi dua bulan kedepan.

Sebagaimana yang disampaikan Kepala Balai Stasiun Meteorologi Kelas 1 Batam, I Wayan Mustika. Diperkirakan februari ini (2/2020) cuaca Batam akan sedikit ekstrim yangvtergolong kering, sehingga mempengaruhi ketersediaan air baku di Batam.

Selanjutnya I Wayan juga memaparkan bahwa faktor angin kuat sangat mempengaruhi pengumpulan uap air diatas permukaan Kepri yang terbawa oleh angin. “Kami akan terus memikirkan upaya-upaya jalan keluarnya, apakah akan membuat hujan buatan atau upaya lain yang bisa mengatasinya untuk kepentingan masyarakat Batam, kepentingan industri dan lainnya”.

BP Batam mengakhiri pertemuan tersebut dengan mengingatkan seluruh masyarakat Batam dan Pengusaha yang bersentuhan dengan ketersediaan air baku agar menjaga dan melindungi waduk-waduk penampungan air di Batam, karena Batam tidak memiliki sungai dan hanya menggantungkan ketersediaan air baku pada curah hujan saja***”.

(Redaksi)

16,874 kali dilihat, 335 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Sayembara Desain Ikon Budaya Melayu di Terminal Kedatangan Bandar Udara Hang Nadim

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 6/2/2020 | Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP Batam) mengundang Badan Usaha baik secara sendiri maupun kelompok untuk mengikuti sayembara melalui metode Sayembara Terbuka.

  1. Pengaturan Peserta
  1. Sayembara terbuka untuk seluruh masyarakat luas.
  2. Peserta dapat berupa perseorangan atau kelompok. Maksimal jumlah kelompok 3 (tiga) orang dan ditentukan salah satu perwakilan kelompok.
  3. Setiap peserta hanya dapat mengirimkan 1 (satu) hasil karya desain.
  4. Karya desain akan menjadi milik penyelenggara dan hak cipta dimiliki oleh peserta.
  5. Keputusan panitia penyelenggara adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat serta tidak diadakan korespondensi terhadap pengumuman pemenang sayembara.

  1. Pendaftaran dan pengambilan dokumen sayembara
  1. Pendaftaran dilakukan melalui web bpbatam.go.id dengan mengunduh form pendaftaran dan mengirim kembali form tersebut melalui email elvis@bpbatam.go.id
  2. Pengambilan dokumen sayembara dengan mengunduh dokumen sayembara dalam bentuk softcopy yang berisi materi TOR.
  3. Waktu pengunduhan berkas sayembara dapat dilakukan setiap saat sampai batas waktu pendaftaran dari tgl 4 s.d 14 Februari 2020.
  1. Pengamatan lokasi

Peserta dapat melakukan pengamatan langsung di lokasi agar dapat lebih memahami kondisi eksisting secara lebih mendalam pada saat penjelasan (aanwijzing).

  1. Pemberian penjelasan (aanwijzing)
  1. Rapat penjelasan materi sayembara dan acara tanya jawab akan diadakan pada jadwal dengan informasi waktu dan tempat yang telah ditentukan.
  2. Para calon peserta diharapkan dapat hadir/ mengirimkan wakilnya pada acara tersebut. Hasil keputusan rapat akan menjadi bagian dari berita acara yang dapat diakses melalui website oleh para peserta sayembara dan menjadi kesatuan dengan dokumen sayembara.
  1. Pemasukan dokumen

Pemasukan karya sayembara dapat diantar sendiri oleh peserta, dikirim lewat pos atau gosend (ojek online) paling lambat tanggal 14 Februari 2020 Pukul 16.30 WIB dengan alamat:

Panitia Sayembara Desain Ikon Budaya Melayu Di Dalam Terminal Kedatangan Bandara Hang Nadim Batam

d/a

Sekretaris Direktur BUBU Hang Nadim Batam

Jalan Hang Nadim Nomor 1 Batu Besar

Kota Batam

Telp. 0778 761507

9,207 kali dilihat, 311 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Pasang Iklan Disini

Iklan

Komentar Facebook

Trending