Terhubung dengan kami

Batam

Ombudsman RI Minta Pemerintah Batalkan Rencana Penunjukan Rudi Sebagai Ex-Officio Kepala BP Batam

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID – 10/5/2019 | Ombudsman Republik Indonesia menemukan sejumlah pelanggaran administratif, atas penunjukan Wali Kota Batam Muhammad Rudi sebagai Ex-officio Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Batam (BP KPBPB Batam).

Setelah Lukita Dinarsyah Tuwo diberhentikan Desember 2018 lalu dan diisi sementara oleh Edy Putra Irawady, jabatan tersebut menjadi seksi dan tak lepas dari keinginan Rudi (Walikota Batam saat ini) yang jauh-jauh hari sudah terdengar akan menjabat rangkap sebagai ex-officio pimpinan BP Batam. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya spanduk-spanduk tandingan yang beredar dukung Rudi yang bertaburan dibeberapa daerah, sebut saja di seputaran jodoh, batu ampar pasca demo yang berlangsung 9/5/2019 lalu, demikian ungkap warga yang dijumpai awak media ini diseputar spanduk dukungan tersebut siang ini 10/5 di Jodoh Batam.

Mengamati hal tersebut, sebagaimana yang dilansir dari IDNNews.id bahwa Komisioner Ombudsman Laode Ida mengatakan, Ombudsman RI dalam dua bulan terakhir telah mengamati dan mengkaji penunjukan Rudi sebagai ex officio Kepala BP Batam dari sisi hukumnya.Ternyata, penunjukannya sarat maladministrasi karena ada beberapa undang-undang yang dilanggar,

“Penunjukkan Wali Kota Batam sebagai ex officio Kepala BP Batam dilakukan tanpa melakukan kajian dan tinjauan hukum yang komperhensif sehingga berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan,” ujar Laode sebagaimana dilansir Kompas, Rabu (8/5/2019).

Laode mengatakan, penunjukkan Ex officio mulanya disebabkan adanya wacana dualisme pengelolaan Batam. Dalam rapat kabinet akhirnya diputuskan untuk menunjuk Rudi menempati posisi tersebut.

Faktanya, kata Laode, kajian Ombudsman menyimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya dualisme yang dimaksud. Terkait dugaan maladministrasi, masalah pertama yang disorot Ombudsman adalah latar belakang Rudi yang merupakan Wali Kota Batam, orang yang punya jabatan politis. Ia merupakan Sekretaris DPW Partai Nasdem Kepulauan Riau.

Pasal 33 ayat 1 PP Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Uang Badan Layanan Umum menyatakan, pejabat pengelola BLU terdiri dari PNS atau tenaga profesional. Kepala BP Batam termasuk dalam pejabat BLU.

Kemudian, aturan itu ditegaskan juga melalui Peraturan Dewan Kawasan PBPB Batam Nomor 1 Tahun 2014, di mana disebutkan bahwa pejabat BP Batam harus menanggalkan jabatan kepala daerah maupun jabatan politis lainnya.

Laode mengatakan, BP Batam sejatinya lembaga yang tidak tercampur dengan jabatan politik. Sebab, posisi Wali Kota Batam sebagai Anggota Dewam Kawasan merupakan posisi strategis untuk pengawasan BP Batam.

 

Komisioner Ombudsman Laode Ida “Maka menjadi sebuah kemunduran dalam tata kelola BP Batam yang profesional jika kebijakan penunjukan Wali Kota sebagai ex officio Kepala BP Batam dilakukan,” ujar Laode.

Dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Kepala BP Batam selaku pimpinan lembaga adalah pengguna anggraan. Sementara jabatan Wali Kota bukan merupakan pengguna anggaran.

Jika diberlakukan kebijakan Ex Officio, maka Wali Kota Batam akan menjadi pengguna anggaran. Padahal, pengguna anggaran bukan pejabat yang dihasilkan dari sebuah proses pemilihan umum.

“Hal ini akan menjadi preseden buruk dalam pengelolaan negara,” kata Loade.
Penunjukan Ex Officio BP Batam merupakan kewenangan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi dan juga Dewan Kawasan. Masukan tersebut kemudian disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo yang kemudian menyetujuinya.

Sebelum diresmikan, Ombudsman meminta pemerintah untuk membatalkan rencana penunjukan Rudi sebagai ex officio Kepala BP Batam.

“Pelanggaran ada pada Dewan Kawasan dan Kemenko Perekonomian. Seolah ini benar tapi itu pelanggaran, sudah ada aturannya dalam undang-undang. Itu aturannya Dewan Kawasan tapi dilanggar sendiri oleh mereka,” terang Laode.(*/kcm/timwb)

61,246 kali dilihat, 139 kali dilihat hari ini

Iklan
1 Komentar

1 Komentar

  1. Eddy kartika

    10 Mei 2019 di 19:56

    Menurut kabar rudi yg saat ini sebagai wali kita batam dan ada kabar/ke inginan rudi mau menjabat rangkap jabatan sekaligus ketua bp batam dan wali kota.menurut saya itu sangat2 tidak pas.apa lagi saat ini kota batam dalam pimpinan rudi pun banyak yg harus di perbaiki.dalam segala hal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mubazir Mendekatkanmu Dengan Syaiton

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM-19/5/2019| Mubazir atau menyia-nyikan sesuatu baik itu waktu ,tenaga atau benda kadang sering kita lakukan tapi kita tidak menyadari hal tersebut,diantara contohnya sifat mubazir yang kita lakukan dalam kehidupan sehari hari adalah ketika membeli makanan perabot rumah tangga dan pakaian. Hanya karena menjaga gaya hidup dan kepuasan kita tidak memperhitungkan apakah yang kita beli itu memang mempunyai maafaat dan kita butuhkan atau karena kesenangan semata berakhir dengan sia – sia.

Apalagi kaum wanita yang memang amat mudah terpengaruh dengan sifat duniawi,kadang mereka membeli sebut saja pakaian sampai penuh sesak dalam lemari mereka sampai sampai tidak ada ruang lagi untuk tempat yang lain.
Tapi tidak semua yang di beli itu mereka pakai malah hanya untuk pajangan saja.
Alangkah sia sianya perbuatan seperti itu padahal dulu pada zaman Rasulullah wanita muslimah di zaman itu hanya mempunyai baju secukupnya dan mereka lebih memilih meberikan uang mereka untuk bersedekah pada fakir miskin atau fisabilillah
Dan Allah SWT sangat membenci sifat menyia-nyikan atau mubazir tersebut sesuai dengan
firman Nya  yang berbunyi :

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَان الشَّيَاطِينِ

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).

Larangan yang sejalan dengan itu ditegaskan pula:
وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ  [الأنعام/141]
“…dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-An’am /6:141).

Selain itu dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bagimu tiga perkara dan membenci tiga perkara; Dia menyukai kalian bila kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kalian berpegang teguh dengan agama-Nya dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya (qiila wa qaala), banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta. (HR : Muslim)

Jadi dari Ayat dan hadist di atas jelas bahwa perbuatan mubazir tersebut sangat tidak di senangi oleh Allah SWT maupun Rasullah.
Akankah kita akan mendustakan hal itu.
Dan mari kita menjauhkan diri dari sifat seperti itu walau kita mampu membelinya masih banyak hal baik lainnya yang dapat kita lakukan untuk membelanjakan harta kita.

Gemar benbelanja produk hanya karena gensi, mengunakan kartu kredit untuk kepuasan semata tanpa melihat daya beli, boros mengunakan air bersih dan air minum, suka membeli barang yang tidak di perlukan, menyenangkan diri dengan pakaian, tas, sepatu model terbaru dan suka pamer membeli barang barang mahal, hanya karena ingin di sebut orang kaya atau sosialita sebaiknya kita di jauhkan akan hal tersebut.

Mari kita bijaksana menggunakan rezeki yang di berikan Allah untuk kita terutama dengan mengunakan untuk hal-hal yang bermamfaat tidak menyia-nyiakannya.
Aamiin..
Wassalamualaikum.

(RS)

1,148 kali dilihat, 1,148 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Malam Nuzulul Qu’ran

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-18/5/2019| Tanpa terasa 13 Ramadhan sudah kita lewati, Semoga kita masih di berikan kekuatan Iman dan Istiqomah menjalan ibadah di bulan yang penuh rahmat dan semakin meningkatkanya sampai akhir merebut kemenangan di hari yang fitri.

Beberapa hari lagi kita akan menjelang peringatan malam Nuzulul Qur’an, dimana malam
Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al -Quran (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan

Al Qur’an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur-angsur kepada Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-
sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu sekitar 23 tahun.

(HR. Thobari, An Nasai dalam Sunanul Kubro, Al Hakim dalam Mustadroknya, Al Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Ibnu Hajar pun menyetujui sebagaimana dalam Al Fath,
4: 9).
Di kutip dari Wikipedia

Memang Al-Qurandi turunkan secara beransur ansur yang di awali dengan  surat Al-‘Alaq ayat 1-5 dan di lanjutkan dengan surat surat yang lainnya sampai lengkap sebanyak 30 juz, 114 surat dan 6236 ayat.

Namun kita tidak akan membahas tentang sejarah turunnya Al -Quran tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita mentadabburikan atau merenungkan makna yang terkandung dalan Al-Quran tersebut agar kita bisa memahami, mengambil hikmah dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari hari dam menjadikan pedoman hidup bagi kita untuk mencapai jalan yang di ridhoi Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1- 5)

Dalam surah Al-Baqarah ayat 185 telah jelas diterangkan bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”.
(QS. Al Baqarah: 185).

Jadi mari kita sambut malam Nuzullul Qur”an ini dengan penuh sukacita dan kegembiraan.
Dan mari kita hidupkan setiap malam untuk membacanya dan merenungkan maknanya
Seperti Firman Allah ,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. ” (QS. Shaad: 29).

Aamiin..aamiin..ya robbalalamin..
Wassalamualaikum.
(RS)

4,371 kali dilihat, 1,733 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Jika Engkau ingin Bahagia Dunia & Akhirat, Perbaiki Hubunganmu Dengan Allah SWT

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-18/5/2019|Hidup tak akan pernah terlepas  dari masalah dan kesulitan kadang secara manusia sering terdengar keluhan kapan kami akan tenang ,kapan kami akan kaya, kapan kami akan bahagia. kapan,kapan dan kapan tak akan punya masalah lagi.jika hal itu menderamu dalam hidup maka,
Perbaikilah Hubunganmu dengan Allah Niscaya Allah memperbaiki segalanya untukmu .

Dan bila ingin dimudahkan ketika menghadapi masa masa sulit yang membebanimu, keluar dari kesusahan, maka Allah menjamin itu semua bagi siapa saja yang taat dan bertakwa kepada-Nya.

Allah berfirman,
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq:4)
يِا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إَن تَتَّقُواْ اللّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika engkau bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu petunjuk dan mengampuni segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal:29)

Jadi ayat di atas sudah jelas bahwa Allah SWT menjamin kebaikan dunia dan akhirat bagi umatnya yang benar benar berrtaqwa kepada Nya..semata hanya kepadanya dan akan mempermudah segala urusannya
Dan salah satunya…perbaikilah adalah:
“Sholatmu maka Allah akan memperbaiki hidupmu.”

Apalagi di bulan yang penuh berkah ini saatnya kita memperbaiki dan memperbanyak  ibadah kepada Nya,perbanyak berserah diri dan jangan pernah berburuk sangka dengan apa ketentuan yang di berikan Allah SWT kepada kita,tidak selalu apa yang menjadi keinginan kita adalah yang terbaik menurut Allah.
Tapi apa yang menjadi ketentuan Nya,pasti baik untuk umatnya
Aamiin
Wassalamualaikum.
(RS)

17,854 kali dilihat, 4,101 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending