Terhubung dengan kami

Batam

Sopir Trans Batam Bahayakan Keselamatan Penumpang

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID – Batam | Perlakuan kru sebuah bus umum Trans Batam rute Teluk Mata Ikan BP 7135 EU yang terjadi saat tujuan akhir sebuah sekolah TK di Kecamatan Batam Kota yang sedang selenggarakan kurikulum “Puncak Thema” dengan “Pengenalan Lingkungan Menaiki Transportasi Umum” kepada anak usia dini di halte depan Batara Batam Centre Jum’at 11 /10/2019 dianggap pembimbing Sekolah TK tersebut kurang manusiawi.

Bermula dari perjalanan yang diawali dari halte tersebut menuju simpang pantai melayu, rombongan salah satu sekolah Taman Kanak-kanak yang berjumlah total 39 orang yang terdiri dari 15 anak TK, 16 orang tua siswa, 5 balita dan 3 bayi menaiki sebuah bus umum Trans Batam, melakukan perjalanan dalam rangka program kurikulum untuk anak sekolah tingkat Taman Kanak-kanak.

Melalui sebuah kesepakatan antara ketua rombongan dengan sopir bis disepakati harga 2 kali lipat (one way) dengan ketentuan mengantar sampai tujuan yang berjarak sekitar setengah kilo dari jalur umum. Ketua rombongan meminta dapat dijemput kembali mengingat anak-anak dan orang tua siswa/pendamping yang juga membawa bayinya.

Setelah waktu yang ditentukan, karena sesuatu hal, maka sopir bis pertama (pengantar) mendelegasikan penjemputan kepada bis lainnya dwngan rute yang sama. Atas permintaan kru bis kedua (penjemput) juga disepakati dengan pembayaran ongkos yang sama dengan bis pertama (pulang).

Kesan pertama saat akan menaikkan anak-anak, kru bis ini secara spontan bicara didepan para siswa yang ditujukan kepada rombongan “tolong ibu-ibu anak-anaknya jangan mengotori mobil kami ya..!”

Perjalanan yang seharusnya memberikan kenyamanan dan pendidikan positif pada anak usia dini tersebut akhirnya berubah menjadi suatu permasalahan, dimana kru bis tersebut tidak mempedulikan jumlah penumpang yang seharusnya (over capacity). Kru bis umum tersebut terus menaikkan penumpang lain hingga mencapai hampir 80 penumpang yang seharusnya berkapasitas 31 sit penumpang.

Tidak sampai disitu, dalam perjalanan yang membahayakan nyawa penumpang, terlihat anak-anak yang dari awal telah membayar seharusnya menempati kursi, diminta oleh kru bis tersebut dipangku orang tua masing-masing dan ada orang tua siswa yang berdiri sambil memegang anak dan menggendong bayinya, sehingga dalam perjalanan terjadi kehebohan dan berbagai keluhan. Bahkan dalam perjalanan yang berdesakan banyak siswa TK dan anak bayi yang menagis.

Menanggapi hal tersebut, sesampai pada tujuan akhir, ketua rombongan sekolah TK menyampaikan protes, tapi kru bis umum tersebut menanggapi dengan kasar bahkan mengeluarkan kata-kata “jika mau nyaman cari mobil lain saja” sementara rombongan telah membuat kesepakatan bahkan dengan harga dua kali lipat. “perjalanan ini bukan karena sekolah tidak memiliki mobil sendiri, tapi dalam rangka program kurikulum sekolah, cetus Kepala Sekolah ini.

Ketua rombongan sekolah yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah di salah satu Taman Kanak-kanak di Batam Kota mengungkapkan kekecewaan dan kekesalannya, “perjalanan dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan Anak Usia Dini yang seharusnya menanamkan kebanggan dan kecintaan mereka dari contoh pelayanan pemerintah kota Batam menjadi sebuah pendidikan negatif karena perlakuan kru berbaju biru tersebut. Apalagi adanya keributan antara Ketua rombongan dengan kru bis umum saat sampai tujuan akhir”

Kepala Sekolah tersebut juga menyampaikan kepada WBtv, bahwa “apa yang dikatakan oleh Walikota Batam HM. Rudi ternyata hanya slogan manis dimulut saja, dan ini kami alami langsung bahkan saat melakukan pendidikan kepada anak bangsa” kata Kepsek tersebut.

Pada kesempatan yang sama, salah satu orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya juga mengatakan dan mengharap kepada pemerintah kota Batam agar ini menjadi perhatian, “kami ingin anak-anak kami melihat dan merasakan langsung kenyamanan layanan pemerintah, agar anak-anak kami termotifasi menjadi anak-anak yang mencintai pemerintahnya” demikian ujar orang tua siswa tersebut dengan kesal.

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala dinas Perhubungan yang dikonfirmasi WBtv belum membwrikan jawabannya. (WBtv)

Facebook Comments

Iklan
1 Komentar

1 Komentar

  1. Ifan

    12 Oktober 2019 di 11:56

    Emang benar kok kemarin di halte tiban trans batam seenak nya nyalip… akhirnya kami yg di belakang ngerem mendadak untung kami tidak tertabrak dri belakang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

RUU Omnibus Law Disebut UU Cilaka

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 21/1/2020 | RUU Omnibus Law yang dianggap serikat pekerja kota Batam adalah sebagai aturan yang mengekang dan menjajah masyarakat pekerja memicu seluruh buruh di kota Batam menentang dengan menggelar aksi unjuk rasa yang diselenggarakan didepan kantor DPRD kota Batam. Berbagai organisasi dan federasi pekerja berkumpul di depan lapangan Welcome to Batam, Senin (20/1/2020).

Dari pantauan WAJAHBATAM.ID, masa pekerja mulai menuju dan berkumpul di jalan utama depan Dataran Engku Putri Batam Center, terlihat mengibarkan berbagai atribut bendera, baliho, brosur-brosur dari karton hingga mobil komando dari Federasi Buruh seluruh kota Batam.

Tonton Videonya

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=127845302043892&id=106080947553661

Dalam menyampaikan aspirasinya, masa buruh yang dipimpin oleh para orator diatas mobil komandonya menyatakan menolak dan mengecam keras RUU Omnibus Law yang terkesan menjadikan para pekerja sebagai budak perusahaan. Mereka mengatakan bahwa Omnibus Law adalah UU Cilaka.

Ketua Konfeserasi Perjuangan Buruh Indonesia, Mazmur Siahaan, SH meminta kepada pemerintah pusat melalui perwakilan rakyat di kota Batam agar pemerintah tidak mempersulit hidup dan masa depan masyarakat melalui RUU ini.

Beberapa saat sebelum aksi dimulai, Wakapolres Barelang juga terlihat memimpin gelar apel persiapan untuk pengawalan dan pengamanan aksi buruh itu dan berpesan agar aparat harus menjalankan tugas dengan benar dan harus mengikuti SOP yang sudah ditentukan, yang juga akan diminta pertanggungjawabannya dalam menjalankan tugasnya mengayomi masyarakat dengan baik.

Terlihat dalam aksi yang diselenggarakan di DPRD Batam bergabung beberapa organisasi seperti Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) kota Batam, Lem Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) kota Batam dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kota Batam. (Redaksi)

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Forum Panti Asuhan Kota Batam mengadakan Rapat Kerja Perdana di Tahun 2020

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – Batam (20/01), Forum Daerah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak – Panti Sosial Asuhan Anak (Forda LKSA-PSAA) mengadakan Rapat Kerja Daerah pada 20 Januari 2020 di STT Lintas Budaya, Bengkong, Batam.

Rakerda yang dihadiri oleh sekitar 50 orang kepala Panti Sosial Asuhan Anak mengambil tema “Sinergitas Program Kerja Dalam Mewujudkan LKSA Maju dan Terakreditasi”.

Melalui sambutannya Ketua Forda LKSA-PSAA Kota Batam, Jefri Medi SH., MH. mengajak seluruh LKSA/Panti Asuhan untuk bersatu dalam rangka mensejahterakan anak-anak di LKSA masing-masing, ”Mari kita bersatu dalam rangka mensejaterakan anak-anak di LKSA masing-masing, kita tuangkan unek-unek yang ada di pikiran kita apa yang harus kita lakukan secara nyata.”

Acara turut dihadiri oleh anggota DPRD Kota Batam, Atiq Sarwo Edi yang menanggapi anggaran untuk LKSA yang sampai saat ini belum ada anggaran khusus untuk LKSA/Panti Asuhan, “Semoga nanti mengetuk hati Pak Walikota kita sehingga nanti bisa dianggarkan, kalau bisa nanti minta di perubahan 2020,” tuturnya.

Sekretaris Forda LKSA- PSAA Kota Batam, Muhammad Nasir mengingatkan dan mengusulkan agar pengurus Forda dapat aktif agar program-program dapat berjalan, “Mari kita maksimalkan kerja dari para pengurus, yaitu dengan mengisi bidang kepengurusan yang masih kosong atau mengganti beberapa pengurus yang kurang aktif supaya bisa berjalan.”

Ada beberapa keputusan yang dihasilkan dari Rakerda ini antara lain:
1. Anggota Forda LKSA-PSAA Kota Batam saat ini ada 83 LKSA.
2. Pengadaan KTA sebagai identitas keanggotaan Forda LKSA-PSAA Kota Batam.
3. Mengisi formulir untuk semua LKSA yang bergabung dalam Forda LKSA-PSAA Kota Batam.
4. Membayar iuran anggota bulanan yang disepakati lima puluh ribu rupiah.
5. Rekomendasi dari Forda untuk LKSA yang akan memperpanjang atau akreditasi LKSA.
6. Mengusulkan agar masa berlaku izin LKSA menjadi 3 Tahun yang selama ini hanya 2 tahun, dan ini akan diperjuangkan oleh Forda.

Selain itu disepakati pula beberapa poin program kerja Forda LKSA kedepannya:
1. Forda akan melakukan pertemuan bulanan secara rutin yang berlokasi di LKSA secara bergantian sebagai ajang silaturahmi antar LKSA.
2. Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) LKSA.
3. Kegiatan Camping antar LKSA.
4. Advokasi hukum untuk LKSA dengan membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forda

Disepakati juga beberapa program pendanaan untuk Forda yaitu:
1. Pembayaran iuran anggota Forda LKSA-PSAA Kota Batam dibayarkan perbulan.
2. Rekomendasi Pemutihan Hutang Organisasi ASPAN yang merupakan Organisasi Forum Panti Asuhan sebelum terbentuknya Forda LKSA-PSAA Kota Batam.
3. Forda akan mengadakan kegiatan amal (charity).

Rapat kerja ditutup oleh pimpinan sidang, Pdt. Peringatan Zebua, MA, IE dan dilanjutkan dengan foto Bersama para anggota Forda LKSA-PSAA. (HAS)

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Masyarakat Batam Kecewa “Batam Bersepeda” Diselenggarakan Pada Hari Kerja

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 20/1/2020 | Viralnya penolakan masyarakat dan para karyawan-karyawan perusahaan terhadap kegiatan Batam Bersepeda yang diselenggarakan pada hari kerja Senin, 20/1/2020 membuat sororan kepada Pemko Batam sangat negatif. Hal ini dilansir dari beberapa postingan di Media Sosial Wajah Batam pada hari tersebut.

Banyak juga kalangan aktifis, praktisi, politisi dan tokoh masyarakat menyesalkan kegiatan tersebut karena merasa Walikota Batam harusnya bijak atas kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik yang pada hari tersebut terkendala.

Tonton Videonya

Sebagaimana dikutip dari tanggapan masyarakat dalam sebuah postingan video berdurasi 4.01 Menit yang disiarkan oleh Wajah Batam yang sudah berjalan 12 jam dan ditonton hampir 13.000 kali seperti dibawah ini:

Sraya Bustan : Buat KTP lama jadi
Orang pemerintah sibuk sepeda
Kata orang pemerintah : masa bodo sama masyarakat yang pentinf kita hidup sehat 😂🤣😂🤣

Rezki Sria Putra: Ini acara kelawatan, di adakan di jam berangkat kerja, banyak orang yg telat karena acara ini, knapa ga hari minggu saja, atau di jam yg bukan jam sibuk, lucu memang

Merry: Anak saya tidak masuk sekolah gara gara telat 😂😂cuman saya maklum aja Lah dibawa Happy saja tdi 😁

Hamzah M: siapa lah yang usul acara ini, macam ga ada hari lain aja.
bikin rusuh aja. minta maff dong sama masyrakat yang sudh terganggu

Andre: Menzolimi bnyak masyarakat..😂

Dari ratusan tanggapan masyarakat dengan dialeg yang beragam, hampir 100% yang menolak dan merasa kecewa dengan kegiatan tersebut. Dan berharap Walikota Batam kedepannya lebih bijak dalam melayani masyarakat, bukan dilayani, demikian tanggapan salah satu pegawai ASN yang tak ingin disebutkan namanya, juga heran kenapa mereka diharuskan hadir dalam acara ini, sementara ini adalah hari kerja dalam melayani masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, dalam kata sambutannya Walikota Batam H.M Rudi. SE mengatakan bahwa acara ibi bukanlag gagasannya, tapi juga mengatakan bahwa beliau sangat mendukung dalam menciptakan Batam sehat. (Redaksi)

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Pasang Iklan Disini

Iklan

Komentar Facebook

Trending