Terhubung dengan kami

Batam

Sembako Kadaluarsa dan Berulat, Panti Asuhan Dipaksa Bohong (Bag ll)

Diterbitkan

pada

Laporan: Suharsad (Direktur LSM FKPN & Ketum LSM PPKM)

Kutipan Bag l:
Nelly juga mengatakan bahwa saat R menyampaikan sembako tersebut tidak sesuai spech tendernya, justru pihak panti belum membuka paket kirimannya. Hal ini membuat Nelly heran bahkan saat kejaksaan ingin mempersekusinya yang saat itu dikantor kejaksaan dengan tindakan arogan dan akan menahannya dengan borgol, Nelly merasakan ada yang aneh yaitu saat Nelly melawan dengan meminta saat itu juga melakukan pemeriksaan ke panti asuhan, justru jaksa tersebut kabur dan diganti dengan jaksa yang lain;

WAJAHBATAM.ID – 14/6/2019 | 66 Panti Asuhan yang menerima bantuan sosial Pemerintah Kota Batam tahun anggaran 2012 lalu dipaksa mengaku disuruh mengakui bahwa sembako yang dibagikan oleh PT. Tiga Pilar Abadi (TPA) melalui penyedia barang Nelly adalah barang-barang yang sudah kadaluarsa dan berulat, sementara saat dilakukan pemeriksaan mendadak oleh Nelly ternyata barang-barang tersebut belum dibuka dari karungnya.

Kronologi
TPA sebagai pemegang tender pengadaan sembako untuk bantuan sosial 66 Panti Asuhan yang bekerjasama dengan Nelly sebagai penyedia barang pada tanggal 15 oktober 2012 memutuskan kontrak kerjasama sepihak karena menganggap Nelly telah melakukan pelanggaran kontrak dengan pendistribusian barang-barang yang sudah busuk dan berulat. Hingga pada tanggal 21 oktober Heru memanggil Nelly untuk menjumpai Rudi yang saat itu menjabat sebagai Wakil Walikota Batam untuk mengambil pembayaran atas barang yang sudah disalurkan ke 66 panti asuhan di Batam.

7 Tahun Kasus Dugaan Korupsi Bansos 66 Panti Asuhan Dipertanyakan (Bag l)

Nelly yang hadir dengan 3 orang staffnya mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut mereka disambut oleh Kadis Dinsos saat itu Kamaruzzaman dengan 11 orang pegawainya dan TPA sebagai pemegang tender. Dalam pertemuan tersebut Rudi yang hanya berdiri sambil berkacak pinggang langsung mengatakan “Bu, kalau uang ibu saya tak mau bayar, ibu mau ngapain ?” Nelly yang kaget saat itu menjawab “Saya diundang kekantor bapak katanya mau pencairan” yang langsung ditanggapi Rudi: “Pencairan dari mana, pembayaran dari Hongkong… Mulai besok ibu ambil kembali sembako ibu, dan kami akan buat kerjasama baru kembali dengan TPA, dan kami tak mau kerjasama lagi dengan ibu” (ketika dikonfirmasi via WA juga belum dapat tanggapan)

Keesokan harinya Nelly mendatangi panti-panti asuhan tersebut mengambil sembakonya, tapi pihak panti tak mau memberikannya karena pengakuan para panti mengatakan bahwa selama ini tak ada bantuan sembako sebaik ini mutu barang yang mereka terima. Sebelum ini mereka menerima beras raskin. Berbeda dengan tuduhan PTA yang berkantor di Tanjung Pinang yang mengatakan bahwa barang tersebut semua busuk dan kadaluarsa saat 15 panti baru terdistribusikan. Nelly mengatakan bahwa tuduhan tersebut diucapkan saat setelah semua mekanisme pemeriksaan telah dilakukan oleh Dinsos Batam dan TPA sebelum disalurkan.

Dalam perjalanan Nelly mendatangi panti asuhan untuk mengambil barangnya tanpa disadari Nelly menjumpai oknum R lagi ngopi bareng dengan pengurus panti dan juga ditemui Acep (komisaris TPA) juga bersama-sama di salah satu panti asuhan. Ketika Nelly mempertanyakan mana barang mereka yang busuk semua yang ada disana terdiam. Dan pada waktu yang sama Nelly langsung minta izin pada pemilik panti untuk memeriksa barang-barang dan beras yang masih dalam keadaan utuh dan bersegel yang belum dibuka sama sekali. Nelly langsung menumpahkannya didepan  mereka dan pengurus panti tersebut. Melihat gelagat yang kurang baik itu R   beserta orang yang ada di panti tersebut  langsung meninggalkan panti asuhan yang beralamat di Batu Aji tersebut

Nelly langsung minta keterangan dan dari pengakuan pengurus panti. Pengurus itu mengakui bahwa mereka dipaksa untuk berbohong oleh oknum TPA R (oknum polisi) dan kroninya.

Bersambung

Bag lll: Saat Nelly Akan Diborgol Paksa, Jaksa kabur ditantang ke lokasi Panti Asuhan.

31,634 kali dilihat, 3,194 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

KPLHI Akan Bawa Pengusaha Batako Berbahan Baku Limbah Ke Pengadilan

Diterbitkan

pada

Oleh

Sebuah tulisan tentang Limbah yang dirobah jadi bahan bangunan dan akan dibawa ke hukum oleh KPLHI Kepri dan Batam.

KONSPIRASIMINIMALISIR COST LIMBAH

Sebuah perusahaan pengelolaan limbah yang berada di KPLI Kabil melakukan pengolahan limbah Acetylene (limbah karbit) dan Spent Bleaching Earth (SBE) yang materialnya diperoleh dari industri yang berada di seputaran Sekupang, Tanjung Uncang (untuk Acetylene) dan Kabil (untuk SBE).

Kedua limbah tersebut masuk dalam kategori LIMBAH B3  sebagaimana termaktub dalam Permen LH No. 101 Tahun 2014 seperti telihat dalam matrik dibawah ini :

Tabel 3. Daftar Limbah B3 dari Sumber Spsesifik Umum KODE INDUSTRI/ KEGIATAN JENIS KODE LIMBAH BERBAHAYA 56 Gas Industri Manufaktur dan formulasi gas industri antara lain berupa asetilena dan hydrogen B356-1 Limbah Carbide-residu2B356-2 Katalis antara lain reformer atau desulfurizer bekas2 lampiran

Azhari: Batako Berbahan Limbah B3 Ancam Kesehatan Masyarakat Batam

Proses industri oleochemical dan/ atau pengolahan minyak hewani atau nabati Kedua jenis limbah B3 diatas dikelola oleh PT. Haikki Green dan dioleh/ diproduksi menjadi bahan bangunan berupa BATAKO yang sudah dipasarkan kepada konsumen baik kepada pihak pengembang Properti dan masyarakat umum.

Dari penelusuran yang dilakukan oleh KPLHI Kepri dan KPLHI Kota Batam menemukan dibeberapa titik pembangunan ruko diantaranya dikomplek Mega Legenda, Niaga Mas Sukajadi dan Lucky Plaza di Nagoya.

KPLHI sudah melayangkan surat dan bertanya tentang izin pemanfaat bagi kedua material tersebut atas dasar kecurigaan. Tidak signifikannya volume limbah Acetylene di KPLI Kabil sementara limbah SBE dalam volume besar setiap hari masuk ke lokasi pengumpulan PT. HaikkiGreen.

Sehingga tidak memberikan solusi dalam mengurang volume limbah Acetylene yang sudah bertahun tahun dikumpulkan di KPLI Kabil.

Dari hasil uji komposisi yang dilakukan oleh KPLHI di Laboratorium Kimia Analitik MIPAUGM terhadap contoh yang disampling di lokasi pembangunan Ruko di Mega Legenda dapat disimpulkan bahwa materi yang dipergunakan untuk membuat Batako tersebut dominan (± 70%- 75%) mengandung Silika (SiO2) yang equivalen dengan kimia penyusun SBE sedangkan Acetylene dominan tersusun dari kimia Kapur (CaO).

KPLHI mensinyalir ada pembohongan public yang dilakukan oleh Perusahaan tersebut dalam pengelolaan limbah B3 ini karena sampai saat ini belum menjawab surat kami tentang izin pemanfaat terhadap kedua material tersebut sebagai bahan baku pembuatan Batako. Persoalan tersebut KPLHI akan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kepastian dari pada legalitas Batako yang diproduksi oleh PT. Haikki Green agar konsumen dapat terlindungi dari kejahatan lingkungan dalam proses pemanfaat limbah Acetylene dan SBE oleh PT. Haikki Green dan akan meminta pihak Kepolisian untuk menyelidiki konspirasi produksi Batako ini terhadap produsen limbah Batako yaitu beberapa perusahaan pengolahan minyak sawit  yang menjadi klain PT. Haikki Green.

Patut diduga pemilik limbah melakukan kerjasama untuk meminimalkan cost pengelolaan  limbah B3 yang menjadi tanggung jawabnya jika harus dikelola ke lokasi pengumpul di Cileungsi. KPLHI pada prinsipnya tidak keberatan dengan kegiatan pengolahan dan pemanfaatan akan tetapi prosedur dan regulasi harus ditaati dengan baik.

Semoga menjadi peringatan bagi usaha/ kegiatan lain bahwa produksi yang anda lakukan punya dampak negative dan wajib dikelola dengan baik sesuai aturan. Sampai bertemu di Pengadilan  buat  siapapun yang melakukan tindak pidana lingkungan (KPLHI)

10,074 kali dilihat, 10,074 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Tim Terpadu Segera Gusur PKL Diseputar Jembatan Barelang Batam

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/6/2019 | Penggusuran yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Batam terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) akan dilaksanan dalam waktu dekat, hal ini sesuai surat perintah bongkar nomor 17/TIM-TPD/VI/2019 yang diberikan pada PKL yang sudah sembilan tahunan melaksanakan aktifitas usahanya diseputaran jembatan 1 hingga jembatan 2 Barelang Batam.

Keberadaan pedagang di Jembatan Barelang selama ini diduga tanpa izin dari pemerintahan Kota Batam, dan pemko Batam dalam peningkatan kepariwisataan akan melakukan penertiban jembatan Barelang yang sekarang banyak dikunjungi wisatawan lokal ataupun manca negara.

Ketika Tim WB mengunjungi pedagang yang berada dilokasi (jembatan 1&2), beberapa pedagang mengatakan bahwa para pedagang berharap pemerintah dapat memberi solusi agar mereka bisa melanjutkan usaha walau ditempat yang disediakan oleh pemerintah dikawasan jembatan yang saat ini merupakan salah satu icon pariwisata di Batam. (TimWb)

10,311 kali dilihat, 4,072 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Liburan Telah Usai, Ayo Kembali Ke Sekolah

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-16/6/2019 Liburan telah usai Lebaran pun sudah berlalu tanpa terasa saatnya kembali ke sekolah merupan aktivitas pertama yang akan di lakukan anak anda senin pagi besok.
Tentu sebagai orang tua biasanya selalu membantu anak anak mereka mempersiapkan segala sesuatunya untuk sekolah esok hari, dan hari pertama sekolah hal apa saya yang perlu di persiapkan anal anda untuk berangkat ke sekolah besok.

● Yang pertama tentunya seragam sekolah mereka yang sudah beberapa lama di istirahatkan selama liburan saatnya untuk di cek kembali apa sudah di cuci dan strika agar besok pagi pagi tidak kalang kabut mencari di mana pakaian tersebut berada.
Yang kedua

● Cuci tas dan sepatu sekolah walau sebenarnya hal ini sepele tapi menjadi satu poin bagi anak anda untuk semangat kembali bersekolah.karena dengan seragam, tas, kaos kaki dan sepatu yang bersih membuat mereka semangat dan senang ke sekolah kembali.
Yang ketiga

● Cek Jadwal Pelajaran.
Pastikan anak anda di hari pertama sekolah tersebut masuk belaharnya jam berapa dan pastikan apakah mereka belajar seperti biasa atau malah ulangan atau ujian karena libur tahun ini bertepatan dengan bulan bulan evaluasi kenaikan kelas.
Dan cek jadwal pekajaran atau ujian mereka apa sudah di berikan guru sebelum libur agar tidak ketinggalan informasi dan berita.
Yang ke empat

● Persiapkan alat alat tulis, buku atau perlengkapan ujian agar mereka siap untuk melakukan kegiatan  atau aktivitas sekolah mereka besok hari.jika ada yang sudah habis atau di ganti sebaiknya di persiapkan dari sekarang.
Yang kelima

●Jangan lupa sebelum berangkat sekolah besok sarapan dan minum vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh mereka agar tetap bersemangat untuk bersekolah kembali, jika anak anda masih usia prasekolah ada baiknya hari pertama sekolah setelah liburan kemaren anda mengantarkankan ke sekolah untuk hari pertama memberikan semangat untuk mereka.

Jadi selain jadwal, seragam, barang-barang atau peralatan yang harus dipersiapkan saat akan menempuh pendidikan. menjaga kesehatan jasmani dan rohani juga penting, agar kegiatan belajar menjadi maksimal dan bisa mendapatkan ilmu lebih baik.

Itulah diantara persiapan  yang perlu di perhatikan orang tua dan anak anak yang akan memulai kembali aktivitas sekolahnya setelah liburan.
Terima kasih.
Semoga bermamfaat.

( RS)

8,050 kali dilihat, 3,385 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending