Terhubung dengan kami

Batam

Batam Ini Sakit, Perlu Diobati Bukan Dirias

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID | BATAM 23 Maret 2018,
Sebuah tulisan yang mengharapkan Batam Kembali Pulih oleh seorang aktifis dan penulis yang dikirim ke WB 22/03/2018.

Oleh Cak Ta’in Komari, SS.
Ketua Presidium Kelompok Diskusi Anti 86
Kalau muka pucat karena sakit kritis mestinya bukan sekedar merias muka, tapi harus melakukan diagnose penyakitnya, sehingga dapat diambil tindakan untuk mengobatinya. Itu adalah tindakan menipu yang mencoba menutupi keadaan yang sebenarnya untuk sementara agar tetap kelihatan cantik dan menarik. Pertanyaannya sampai kapan…?
Analogi di atas bisa untuk menggambarkan kondisi BP Batam bahkan Kota Batam secara keseluruhan. Batam sedang mengalami sakit, hampir semua orang mengakui dan merasakan itu. Pertumbuhan ekonomi Kota Batam bahkan mungkin ‘zero’ selama tahun tahun 2017 – dengan melihat angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri yang berada pada angka di bawah 2 persen. Masyarakat dan pengusaha, sama-sama merasakan kesulitan yang sangat luar biasa. Bahkan saking beratnya kondisi yang dihadapi sudah puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang Batam sudah meninggalkan kota ini.
Sejak pergantian jajaran pimpinan BP Batam dari Mustofa Cs ke Hatanto Cs tahun 2015 kondisi ekonomi Batam terus mengalami penurunan. Sampai akhir 2017, pimpinan BP Batam diganti lagi oleh Lukita. Sudah melampau target kerja 100 hari, namun tidak juga mengalami kemajuan apapun. Kondisi Batam bagai orang sakit yang mukanya nampak pucat. Semua orang tahu Batam sedang mengalami penderitaan dengan berbagai kesulitan yang ada. Hampir semua masyarakat Batam mengalami rasa sakit tersebut.
Kondisi tersebut bukan tidak mungkin menimbulkan kepanikan dan kebingungan, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan Batam. Lalu muncullah beberapa usulan ide untuk membuat Batam supaya terlihat bergeliat, Batam masih bergairah, Batam masih mempunyai masa depan. Batam mau dikembangkan menjadi kota pariwisata.
Maka dibuatlah beberapa even yang diorientasi untuk menggairahkan pariwisata tersebut. Even pertama adalah carnaval budaya yang diselenggarakan sangat mewah di Nagoya Hill. Ramaikah? Sangat ramai. Wong peserta yang ikut datang dari Vietnam dan lain-lain. Sukses acaranya? Sangat sukses. Itu acara yang sangat luar biasa. Tapi coba lihat berapa anggaran yang digunakan untuk menggelar kegiatan tersebut. Kabarnya menghabiskan dana mencapai Rp. 2,5 miliar.
Even selanjutnya dibuat adalah lomba lari marathon 10 km Barelang, yang menyediakan hadiah ratusan juta – untuk penyelenggaraannya mungkin menghabiskan setengah miliaran. Kemudian ada acara car free day, dan terakhir car free night yang diperkirakan juga menghabiskan anggaran satu miliar lebih.
Even yang lebih dahsyat bakal digelar adalah Batam menari. Targetnya untuk memecahkan rekor Muri yang akan diikuti sekitar 16 ribu penari. Sebenarnya bukan penari, tapi masyarakat, pegawai BP Batam, pegawai Pemko Batam, dan pelajar yang diajari menari secara simultan, juga kelompok masyarakat.
Pertanyaannya, berapa anggaran yang harus disiapkan untuk penyelenggaraan kegiatan Batam menari tersebut? Melihat Event Organizer pelaksananya yang berasal dari Jakarta, yang dipimpin Guruh Seokarnoputra, tentu perlu anggaran besar. Beberapa orang memperkirakan 5 sampai 10 miliar. Pertanyaannya lagi, untuk apa? Apa yang mau dicapai oleh BP Batam sebagai pemilik program.
Kabarnya juga pada saat pelaksanaan Batam Menari akan dihadirkan kelompok musik Wali Band dan penyanyi dangdut Saskia Gotik. Wali Band pasarannya untuk ke Batam sekitar Rp. 150 – 200 juta, sementara Saskia Gotik juga punya tarif selangit sekitar Rp. 150 jutaan. Itu belum termasuk kalau melibatkan kesenian tradisional atau lainnya untuk pengisi acara yang tentu juga perlu dapat honor.
Apakah berbagai kemasan even yang diselenggarakan untuk menunjukkan bahwa Batam tidak sedang sakit itu dengan berbagai hiasan tersebut kemudian mampu menyembuhkan penyakitnya. Melihat penampilan Batam yang cantik, bergelorah dan bersemangat itu tentu akan membuat banyak orang senang dan terhibur. Tapi apakah itu dapat dilaksanakan secara terus menerus selamanya?
Apa sebenarnya ingin dicapai BP Batam dengan merias Batam dengan berbagai even tersebut? Apakah even-even tersebut memang akan mampu menyembuhkan penyakit kronis yang diderita Batam? Apakah sebelum melaksanakan berbagai kegiatan kepariwisataan itu, sudah melakukan kajian secara komprehensif, akademis dan teknis – sehingga itu memang solusi yang harus diambil. Target apa yang ingin dicapai dengan membuang puluhan miliar itu? Mengapa mereka tidak lebih focus kepada tupoksi kerja lembaga tersebut sehingga visi dan misi pembangunan Batam sebagai kawasan khusus dapat diwujudkan?
Pelaksanaan even kepariwisataan yang dilaksanakan BP Batam itu juga menunjukkan overlapping tupoksi kelembagaan dengan Pemko Batam.
Sementara Pemko Batam justru memaksakan diri melaksanakan tugas BP Batam dengan membangun infrastruktur pelebaran jalan yang merupakan asset BP Batam/negara. Bukannya ini terbulak balik? BP Batam mungkin enak saja karena mempunyai anggaran non bujeter yang cukup dilaporkan kepada kementerian keuangan. Sementara bagaimana pertanggungjawaban Pemko Batam pada tataran administrasi saja pasti masalah.
Okelah kita memang harus berpikir positif dan mendorong upaya Pemko Batam dan BP Batam untuk menghidupkan kembali pergerakan ekonomi masyarakat Batam. Tapi setidaknya mereka harus menjelaskan secara gamblang kepada masyarakat sehingga semua dapat memahami kondisi ini. Karena pelaksana dan leading sectornya adalah lembaga negara ada aturan dan procedural yang mesti mereka taati karena negara kita masih negara hukum.
Perlu juga dijelaskan manfaat apa yang akan diperoleh masyarakat jangka pendek dan panjangnya dengan berbagai even pariwisata itu. Pengaruh apa dan bagaimana kegiatan itu dapat mempengaruhi pergerakan ekonomi masyarakat? Sejauh ini berbagai even kegiatan hanya memberikan manfaat dan keuntungan kepada pelaksana dan pihak yang terlibat saja.
Masyarakat Batam sekarang ini sedang menderita, sakit kritis. Iklim usaha tidak mendukung untuk perkembangan, pengangguran terus meningkat karena beberapa industry menutup aktivitasnya, sector riil ekonomi makropun sedang sekarat – apalagi tempat berusaha sudah disapu bersih oleh Pemko Batam – tanpa diberikan alternative tempat pengganti. Bukan sebaliknya justri dimatikan sehingga mereka terpaksa pulang kampong atau pindah tempat berusaha.
BP Batam itu dihadirkan untuk mempercepat mewujudkan Batam sebagai salah satu motor ekonomi nasional dengan status khusus dan berbagai fasilitas khusus. Tupoksi kerjanya jelas tertuang dalam regulasi keberadaan lembaga tersebut. Pergantian pimpinan BP Batam dua kali yang langsung dikendalikan pemerintah pusat mestinya mampu memberikan perbaikan kondisi secara signifikan. Amanah tersebut ada pada pundak pimpinan BP Batam yang baru. Mereka harus mampu melakukan pembenahan dalam lembaga, dan terpenting adalah membangun iklim investasi yang kondusif.
Pertanyaannya apakah Batam masih punya daya saing dibandingkan dengan kawasan serupa di luar negeri, seperti Malaysia, Filiphina, Vietnam, Thailand, bahkan China dan India. Mereka terus mengalami pertumbuhan, sementara Batam justru terjun bebas. Kita harus akui bahwa Batam sedang menderita, sakit kritis. Karena sakit perlu didiagnosa apa penyakitnya kemudian diobati. Kalau tidak ada obatnya maka kalau perlu ya diamputasi sekalian. Jadi bukan dirias supaya seolah kelihatan cantik tapi tetap menderita.
*** Batam, 20 Maret 2018 ***

1,774 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Hadiri RDP Bersama Komisi VI DPR RI

Diterbitkan

pada

Oleh

Jakarta – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI pada Rabu (26/2) sore, di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta Pusat.

Pertemuan ini membahas Evaluasi Pelaksanaan APBN BP Batam Tahun Anggaran 2019 dan Roadmap BP Batam Tahun Anggaran 2020 S/d 2024.

Turut hadir, Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Wahjoe Triwidijo, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam Enoh Suharto Pranoto, beserta jajarannya.

Rapat ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua/F-PGolkar GDE Sumarjaya Linggih didampingi Wakil Ketua/F-PNasdem Martin Manurung, dan dihadiri oleh para anggota Komisi VI DPR RI.

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto dalam kesempatan pertama menjelaskan realisasi penyerapan anggaran BP Batam Tahun 2018 S/d 2019 yang mengalami peningkatan kepada para anggota Komisi VI DPR RI.

“Untuk Tahun Anggaran 2019 realisasi belanja Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BP Batam sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp1.565 miliar atau 75,83 persen dari alokasi awal yakni Rp 2.064 miliar. Realisasi tersebut lebih tinggi 14,35 persen dari realisasi tahun 2018, yakni 66,90 persen,” ujar Purwiyanto wakil ketua BP BATAM.

Sedangkan menurut data dari Online Single Submission (OSS), tercatat sebanyak 83 perusahaan dengan total investasi US$ 229,3 juta, yang menyerap lebih dari 7.600 tenaga kerja untuk Investasi Baru Tahun 2019.

Adapun penyebab kurang maksimalnya daya serap anggaran pada Tahun Anggaran 2019 dikatakan Purwiyanto didasari oleh beberapa hal, yakni adanya penghematan belanja pegawai BP Batam dan beberapa anggaran di antaranya merupakan anggaran proyek infrastruktur seperti Pelabuhan Laut, Bandara Internasional Hang Nadim, serta pengembangan Sewerage System.

Oleh karena itu, Purwiyanto mengatakan, Kepala BP Batam beserta para Deputi telah menyusun roadmap 2020-2024 BP Batam sebagai langkah strategis guna memaksimalkan daya serap anggaran BP Batam. Adapun roadmap tersebut berlandaskan agenda kelima Presiden dan Wakil Presiden RI, yaitu Transformasi Ekonomi yang berfokus kepada upaya transformasi dari sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern.

“Fokus pengembangan kami terdapat pada empat sektor strategis. Pertama, industri manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi, seperti industri smartphone dan kedirgantaraan. Kedua, industri jasa seperti Maintenance Repair Overhaul (MRO) pesawat dan kapal, serta shipyard. Ketiga, pengembangan logistik, seperti e-commerce dan transshipment. Dan yang terakhir, industri pariwisata,” terang Purwiyanto.

Sumber/foto : badan pengusaha Batam ( BP Batam )

Selama RDP berlangsung, BP Batam tak luput dari masukan yang disampaikan para Anggota Komisi VI DPR RI, baik mengenai pengelolaan lahan di Batam, realisasi target investasi, hingga optimalisasi aset.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam Muhammad Rudi, mengatakan BP Batam telah melakukan langkah-langkah strategis, dua di antaranya adalah pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Kepala (Perka) Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Lahan, serta akan berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai optimalisasi implementasi OSS di Batam.

“Baru saja kemarin (Rabu, 26/02) kami melakukan sosialiasi Perka BP Batam Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Lahan, yang memuat proses untuk mendapatkan lahan dan membayar Uang Wajib Tahunan (UWT) yang baru,” kata Rudi ( sebagai kepala BP BATAM )

Ia melanjutkan, sebelum Perka BP Batam ini terbit, ada empat belas dokumen yang harus dilengkapi oleh Pemohon untuk mendapatkan lahan di Batam. Namun kini, pesyaratan tersebut telah disederhanakan dan dipermudah. Selain itu, proses dokumen dapat dilakukan secara mobile, sehingga Pemohon dapat melacak dokumen melalui perangkat telepon genggam.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan BKPM untuk melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) untuk proses OSS agar bisa terhubung langsung dengan BP Batam, dan mudah-mudahan dapat terlaksana untuk mempermudah proses investasi di Batam,” tambahnya.

BP Batam juga telah melakukan lelang Bandara Hang Nadim, yang saat ini sebanyak tujuh perusahaan telah lolos Prakualifikasi Lelang. Rudi juga mengungkapkan, pada Bulan Mei mendatang pemenang tender sudah bisa diumumkan untuk pelaksanaan pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim. Selain itu, Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar juga diproyeksikan Bulan Maret mendatang akan memulai proses revitalisasi, sebagai hasil kesepakatan antara BP Batam dengan Konsorsium PT Pelindo II bersama PT Pelindo I dan PT Persero.

“Kami berharap kritik dan masukan yang telah disampaikan dapat menjadi pedoman kami untuk membangun Batam menjadi kota tujuan investasi kita bersama,” tutup Rudi. (rud)

Jakarta, 26 Februari 2020

WAJAHBATAM.ID | 27/02/20-BP Batam Hadiri RDP Bersama Komisi VI DPR RI

564 kali dilihat, 563 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Diduga Kadishub Batam Simpan 3 Unit Armada Untuk Kepentingan Pribadi

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 25/2/2020 | Sebanyak tiga unit mobil Trans Batam berkapasitas 40 sit dan beberapa armada berkapasitas kecil yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Batam diduga dikelola secara pribadi oleh oknum pejabat diinstansi tersebut, Hal ini terungkap saat WB lakukan wawancara dengan beberapa sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya di bilangan Mega Legenda Batam Centre 15/11/2019 lalu.

Dari pantauan WB dalam beberapa bulan sejak November 2019 lalu, pengoperasian armada yang disimpan oknum tersebut sudah berjalan sangat lama dari OPD sebelumnya, tapi baru sekarang masalah ini mencuat kepermukaan setelah kru WB melakukan dialog dan tatap muka dengan beberapa sumber terkait persoalan transportasi di Kota Batam.

Armada Trans Batam yg dioperasikan tersebut disinyalir berjumlah 3 unit bus dan disewakan olehnya hampir setiap hari dan bukan diserahkan kepada operator untuk kepentingan umum.

Armada tersebut diduga disewa-sewakan (rental) kepada orang yang membutuhkannya dan belum diketahui kemana setoran keuangannya

Tiga bulan lalu Kru WB pernah meminta klarifikasi via WhatsApp Kepala kepada Kadis Perhubungan Batam Rustam Effendi, dan saat itu diminta datang ke Kantor Dishub Batam. Saat kru WB mengunjunginya, petugas jaga dikantor tersebut mengatakan Kadis lagi rapat dan saat itu tidak diizinkan masuk (18/11/2019) pukul 13.00 WIB. Dan setelah 3 bulan berlalu, salah satu kru WB yang bertemu dalam sebuah RDP dengan beliau kembali meminta klarifikasi atas berita tersebut, karena sejak konfirmasi awal (3 bulan lalu), komunikasi terputus yang diperkirakan terjadi pemblokiran nomor Kru WB tersebut.

Klarifikasi Kadis Perhubungan Batam

Kepala Dinas Perhubungan Rustam Effendi saat dikonfirmasi kru WB melalui WhatsApp nya membantah dan mengatakan bahwa hal itu tak benar;

(22/2/2020)*Ttg adanya 3 unit bus yg disimpan untuk disewakan bkn diserah kan ke operator?*

1. Bus yg ada dikntr bkn disimpn untk disewakan, akan ttp bus trsbt merupakan bus kelebihan dr sejumlah bus yg diserhkn ke Oprator krn pengalokasian bus tsbt disesuaikan dgn kebutuhan dijalur dn anggaran yg tersedia. Bus trsebut dpakai apabila.
– terjadi lonjakan penumpang dijalur pd hari2 tertntu dn bus yg tersedia dijalur tdk mencukupi mk bus Standby akan di jalankan.
– jika terjadi kerusakan bus dijalur dlm wktu lama mkn bus yg standby akan dijalankan.

Apakah benar dn apakah hasil sewanya mask sbg PAD?

1. Bus standby tdk pernah diswakan, tp dipinjam pakaikan *MURNI* untk kepentingan sosial kemasyaraktn sekali lg *TDK* *DISEWAKAN*
2. Sekrg kita sedang membuat perwako dgn berkoordinasi dgn KPKNL ( Kantr Pelayanan Kekayaan negara dn Lelang) ttg pemanfaatan aset Trans Batam ( iklan body bus, iklan Video dlm Bus, iklan dihalte dn sewa menyewa bus ) yg hasilnya akan dimasukan semua sebagai PAD Kota Batam.

Pemakaian bus Trans batam pd acara peresmian Masjid Sulthan armada dikerahkan untk pasilitas panitia..

1. Panitia punya kenderaan masing2 jd tdk ada bus yg dipakai untk panitia.
2. Untk mobilisasi massa ada bantuan dr perusahaan Travel dibatam sebanyak 30 unit bus untk menjangkau pelosok2 yg tdk dilalui Jalur Trans Batam, jadi trans batam ttp dijalur dn jika ada penumpang yg menuju dn dr Masjid agung itu murni penumpang umum dan ttp kita kasih Ticket. demikian Rustam Effendi, Kadishub Kota Batam. (Bersambung)

24,569 kali dilihat, 24,139 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Diduga Mafia BBM Suplay Pertamini Hingga Batu Aji Langka Minyak Jenis Premium

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAH BATAM.ID – Batam 26/02 | Telah terjadi antrean panjang di SPBU tg.Uncang – Kota BATAM.

Sejauh satu kilometer antren di SPBU tanjung uncang itu di duga karena banyaknya pemasok liar BBM sejenis premium.

Salah satu warga PJB 2 Batu Aji, Sutresno mengatakan bahwa “keadaan ini hampir setiap hari terjadi, apalagi setiap saya isi BBM premium pasti ada motor Suzuki Thunder dan mobil sejenis Cary. Mobil tersebut bukan sejenis mobil angkot pak tapi sejenis mobil pribadi. Bahkan terkadang ada yang isi pakek jerigen pak. Saya berharap agar pemerintah terus memantau semua SPBU di daerah batu aji”-ujarnya kepada kru WB Rabu, 26/02/20

Hal ini juga banyak dikeluhkan masyarakat melalui sosmed seperti yang diunggah oleh akun facebook bernama Robin Gintinh Munte, “di Batam ada 8 SPBU dan 1 tutup di samping gor. Tapi kok Premiun cepat banget Habisnya, sementara mobil Ex Taxsi dan mobil Cerry dan motor Suzuki Tunder ( Alap-Alap ) lalu lalang turut anteri layaknya sepeda motor lainya. Dan membuat sy heran motor itu berkeliaran cuma seputar SPBU di Batu Aji. 

Pertamina Mini yang diduga ilegal tumbuh dengan subur diseputaran jalan Batuaji Batam, dan disinyalir ada pensuplay yang bersumber dari Pertamina jenis Premium ke Pertamina Mini.

Kok premium Pertamina mini ada terus.
Mohon Disperindak turun ke lapangan ,beserta Pertamina, tolong kalian awasi sekali setiap SPBU. Masyarakat dah merasa terusik dengan kehadiran alap-alap dan permainan mafia BBM di Batam.
Ini dah lama loh.” Ujar robin Ginting munte dari akun FB nya,(AES)

12,154 kali dilihat, 8,718 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Pasang Iklan Disini

Iklan

Komentar Facebook

Trending