Terhubung dengan kami

Batam

Batam Mau Jadi Apa? “GAGAL PAHAM SOAL EX-OFFICIO”

Diterbitkan

pada

Oleh Cak Ta’in Komari, SS.

WAJAHBATAM.ID – 27/4/2019; Kata ex-officio tiba-tiba menjadi sangat popular bagi masyarakat Kota Batam sejak akhir tahun 2018 lalu. Pasalnya, tidak ada angin tidak ada hujan – tiba-tiba Menko Perek Darmin Nasution mengatakan jabatan Kepala BP Batam akan di-ex-officio oleh Walikota Batam. Alasannya, perintah Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan dualisme kelembagaan dan tumpang tindih kewenangan di Kota Batam maka perlu dilakukan rangkap jabatan dengan cara menyatukan kepemimpinan.

Gerakan mendukung dan menolakpun muncul seolah akan ada pertarungan kekuasaan untuk menang dan kalah, padahal diterapkan ex-officio atau tidak – bukan persoalan dapat dukungan atau tidak dari publik tapi soal regulasi dan prosedur hukum. Kelompok public terpecah tanpa memahami makhluk apa “ex-officio” itu; yang mendukung dengan kepentingan dan manfaat yang langsung didapat atau dijanjikan akan didapat, sementara yang menolak juga kepentingan dan manfaat (pendukungnya juga demi mendapatkan dana operasional) atau kepentingan lainnya.

Gerakan yang mendukung ex-officio adalah LSM dengan kepentingan personal maupun masyarakat yang hanya berpikir bahwa kalau Kepala BP Batam UWTO akan dihapuskan sesuai janji kampanye Walikota Batam selama suksesi pilkada. Menjadi olahan subyek politik yang akan terus digunakan untuk meninabobokan masyarakat setiap ada momentum agar tetap mendapatkan simpati dan dukungan, seolah-olah berpihak pada kepentingan masyarakat (detailnya pada edisi khusus berikutnya karena persoalan kewenangan melekat di dalamnya). Sebaliknya kelompok yang terang-terang menolak dimotori oleh Kadin, meskipun secara diam-diam juga banyak yang tidak setuju (terutama BP Batam).

Sayangnya sikap keduanya bukan berdasar pada pemahaman subtansi apa sesungguhnya ex-officio itu dari sudut urgensi maupun hukum? Apakah boleh ex-officio atau tidak? Boleh saja sepanjang ada regulasi hukum yang dapat dijadikan rujukan (juru prudensi) untuk mengambil kebijakan penerapan ex-officio tersebut. Persoalannya, tidak ditemukan satupun regulasi hukum yang dapat dijadikan dasar mengeluarkan penetapan jabatan Kepala BP Batam ex-officio Walikota Batam. Sebaliknya, jika dipaksakan ex-officio akan terjadi tindakan mal-administrasi dan pelanggaran hukum yang mengarah pada tindak pidana.

Benarkah ada dualisme kelembagaan dan tumpang tindih kewenangan selama ini di Kota Batam sehingga mendesak untuk dilakukan penyatuan dengan ex-officio? Penulis dengan tegas mengatakan tidak ada. Yang ada yakni dua lembaga pemerintahan; BP Batam sebagai representative pemerintahan pusat dengan segala kewenangan pemerintahan pusat, dan Pemko Batam sebagai pemerintahan otonom yang menjalankan kewenangan pemerintahan daerah tingkat II.

Sesungguhnya tidak ada tumpang tindih kewenangan antara BP Batam dan Pemko Batam. Masing-masing lembaga punya koridor hukum dalam kewenangan, BP Batam berdiri atas UU No.44 tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau lebih dikenal dengan sebutan FTZ (free trade zone) – sementara Pemko berdiri atas UU No.59 Tahun 1999 yang kewenangan ada pada UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Yang terjadi selama ini, sudah terlanjur ditanamkan dalam pikiran (mainset) masyarakat Batam dan umumnya seolah-olah di Batam ada dualisme kewenangan dalam dua lembaga, yang seharusnya saling bersinergi memacu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Batam.

Coba sebutkan kalau memang ada tumpang tindih kewenangan antara BP Batam dan Pemko Batam? Kewenangan Pemko Batam sebagai daerah otonom yang mana dijalankan oleh BP Batam, begitu sebaliknya adakah kewenangan BP Batam yang dijalankan oleh Pemko Batam? Yang ada bahwa masyarakat Batam, Kepri bahkan Indonesia umumnya telah diracuni otaknya dengan para pejabat berkepentingan seolah-olah terjadi dualisme kelembagaan dan tumpang tindih kewenangan, hingga semua orang berpikir sesat seperti itu.

Kalaulah kedua lembaga BP Batam bekerja benar sesuai dengan kewenangan masing-masing dan saling mendukung antar lembaga, maka kemajuan Kota Batam dipastikan akan melesat dengan sangat cepat. Pertumbuhan ekonomi juga mungkin akan mampu menembus angka dua digit. Yang terjadi sesungguhnya adalah ego sektoral masing-masing lembaga dan kepentingan personal pejabat dan kelompoknya. Masing-masing hanya berpikir bagaimana mendapatkan keuntungan personal sebesar-besarnya, satu pihak iri dengan pihak lainnya yang dilihat ada pada lahan basah – sehingga pihak lainnya cenderung menghambat, bahkan terkadang kebijakan yang dibuat menjadi tidak sinkron dan tidak saling menguatkan apalagi saling mengisi kekuarangan.

Terus tiba-tiba muncul wacana ex-officio oleh Menko Perek pada akhir tahun 2018 lalu, walikotapun sudah terlanjur berkoar akan segera dilantik dari akhir tahun ke awal tahun, sekarang mau masuk ke pertengahan tahun. Berharap-harap cemas ataupun optimis, katanya tanggal 30 April 2019 akan dilakukan pelantikan ex-officio. Yang menjadi pertanyaan, benarkah itu akan dilakukan? Bukankah pada tanggal 7 Januari 2019 lalu justru semua pihak sudah siap dilaksanakan pelantikan ex-officio, namun tiba-tiba Menko Perek justru melantik pejabat sementara (pjs) Edy Putra Irawadi dengan mencopot Lukita Dinarsyah Tuwo yang seharusnya menjabat 5 tahun. Bisik-bisiknya sih katanya untuk persiapan segala hal terkait ex-officio. Loh, kok persiapan transisi disiapkan pjs. Kepala BP Batam bukannya Dewan Kawasan yang juga Menko Perek?

Dalam situasi politik nasional yang masih belum ada kepastian pemenang pilpres 2019 oleh KPU, apa mungkin Menko Perek berani mengambil kebijakan nyeleneh melantik Walikota Batam sebagai ex-officio Kepala BP Batam pada 30 April. Bukankah DPR RI melalui Fachry Hamzah, Fadli Zon, Firman Subagio, bahkan Ketua DPR Bambang Soesetyo telah mengingatkan rencana ex-officio itu melanggar undang-undang. Ombudsmen RI juga kabarnya telah menyurati Presiden RI soal ex-officio yang berpotensi sebagai kebijakan mal-administrasi bahkan mal-hukum.

To be continue…!

10,835 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mubazir Mendekatkanmu Dengan Syaiton

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM-19/5/2019| Mubazir atau menyia-nyikan sesuatu baik itu waktu ,tenaga atau benda kadang sering kita lakukan tapi kita tidak menyadari hal tersebut,diantara contohnya sifat mubazir yang kita lakukan dalam kehidupan sehari hari adalah ketika membeli makanan perabot rumah tangga dan pakaian. Hanya karena menjaga gaya hidup dan kepuasan kita tidak memperhitungkan apakah yang kita beli itu memang mempunyai maafaat dan kita butuhkan atau karena kesenangan semata berakhir dengan sia – sia.

Apalagi kaum wanita yang memang amat mudah terpengaruh dengan sifat duniawi,kadang mereka membeli sebut saja pakaian sampai penuh sesak dalam lemari mereka sampai sampai tidak ada ruang lagi untuk tempat yang lain.
Tapi tidak semua yang di beli itu mereka pakai malah hanya untuk pajangan saja.
Alangkah sia sianya perbuatan seperti itu padahal dulu pada zaman Rasulullah wanita muslimah di zaman itu hanya mempunyai baju secukupnya dan mereka lebih memilih meberikan uang mereka untuk bersedekah pada fakir miskin atau fisabilillah
Dan Allah SWT sangat membenci sifat menyia-nyikan atau mubazir tersebut sesuai dengan
firman Nya  yang berbunyi :

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَان الشَّيَاطِينِ

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).

Larangan yang sejalan dengan itu ditegaskan pula:
وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ  [الأنعام/141]
“…dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-An’am /6:141).

Selain itu dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bagimu tiga perkara dan membenci tiga perkara; Dia menyukai kalian bila kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kalian berpegang teguh dengan agama-Nya dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya (qiila wa qaala), banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta. (HR : Muslim)

Jadi dari Ayat dan hadist di atas jelas bahwa perbuatan mubazir tersebut sangat tidak di senangi oleh Allah SWT maupun Rasullah.
Akankah kita akan mendustakan hal itu.
Dan mari kita menjauhkan diri dari sifat seperti itu walau kita mampu membelinya masih banyak hal baik lainnya yang dapat kita lakukan untuk membelanjakan harta kita.

Gemar benbelanja produk hanya karena gensi, mengunakan kartu kredit untuk kepuasan semata tanpa melihat daya beli, boros mengunakan air bersih dan air minum, suka membeli barang yang tidak di perlukan, menyenangkan diri dengan pakaian, tas, sepatu model terbaru dan suka pamer membeli barang barang mahal, hanya karena ingin di sebut orang kaya atau sosialita sebaiknya kita di jauhkan akan hal tersebut.

Mari kita bijaksana menggunakan rezeki yang di berikan Allah untuk kita terutama dengan mengunakan untuk hal-hal yang bermamfaat tidak menyia-nyiakannya.
Aamiin..
Wassalamualaikum.

(RS)

1,211 kali dilihat, 1,211 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Malam Nuzulul Qu’ran

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-18/5/2019| Tanpa terasa 13 Ramadhan sudah kita lewati, Semoga kita masih di berikan kekuatan Iman dan Istiqomah menjalan ibadah di bulan yang penuh rahmat dan semakin meningkatkanya sampai akhir merebut kemenangan di hari yang fitri.

Beberapa hari lagi kita akan menjelang peringatan malam Nuzulul Qur’an, dimana malam
Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al -Quran (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan

Al Qur’an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur-angsur kepada Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-
sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu sekitar 23 tahun.

(HR. Thobari, An Nasai dalam Sunanul Kubro, Al Hakim dalam Mustadroknya, Al Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Ibnu Hajar pun menyetujui sebagaimana dalam Al Fath,
4: 9).
Di kutip dari Wikipedia

Memang Al-Qurandi turunkan secara beransur ansur yang di awali dengan  surat Al-‘Alaq ayat 1-5 dan di lanjutkan dengan surat surat yang lainnya sampai lengkap sebanyak 30 juz, 114 surat dan 6236 ayat.

Namun kita tidak akan membahas tentang sejarah turunnya Al -Quran tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita mentadabburikan atau merenungkan makna yang terkandung dalan Al-Quran tersebut agar kita bisa memahami, mengambil hikmah dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari hari dam menjadikan pedoman hidup bagi kita untuk mencapai jalan yang di ridhoi Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1- 5)

Dalam surah Al-Baqarah ayat 185 telah jelas diterangkan bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”.
(QS. Al Baqarah: 185).

Jadi mari kita sambut malam Nuzullul Qur”an ini dengan penuh sukacita dan kegembiraan.
Dan mari kita hidupkan setiap malam untuk membacanya dan merenungkan maknanya
Seperti Firman Allah ,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. ” (QS. Shaad: 29).

Aamiin..aamiin..ya robbalalamin..
Wassalamualaikum.
(RS)

4,422 kali dilihat, 1,784 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Jika Engkau ingin Bahagia Dunia & Akhirat, Perbaiki Hubunganmu Dengan Allah SWT

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-18/5/2019|Hidup tak akan pernah terlepas  dari masalah dan kesulitan kadang secara manusia sering terdengar keluhan kapan kami akan tenang ,kapan kami akan kaya, kapan kami akan bahagia. kapan,kapan dan kapan tak akan punya masalah lagi.jika hal itu menderamu dalam hidup maka,
Perbaikilah Hubunganmu dengan Allah Niscaya Allah memperbaiki segalanya untukmu .

Dan bila ingin dimudahkan ketika menghadapi masa masa sulit yang membebanimu, keluar dari kesusahan, maka Allah menjamin itu semua bagi siapa saja yang taat dan bertakwa kepada-Nya.

Allah berfirman,
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq:4)
يِا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إَن تَتَّقُواْ اللّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika engkau bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu petunjuk dan mengampuni segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal:29)

Jadi ayat di atas sudah jelas bahwa Allah SWT menjamin kebaikan dunia dan akhirat bagi umatnya yang benar benar berrtaqwa kepada Nya..semata hanya kepadanya dan akan mempermudah segala urusannya
Dan salah satunya…perbaikilah adalah:
“Sholatmu maka Allah akan memperbaiki hidupmu.”

Apalagi di bulan yang penuh berkah ini saatnya kita memperbaiki dan memperbanyak  ibadah kepada Nya,perbanyak berserah diri dan jangan pernah berburuk sangka dengan apa ketentuan yang di berikan Allah SWT kepada kita,tidak selalu apa yang menjadi keinginan kita adalah yang terbaik menurut Allah.
Tapi apa yang menjadi ketentuan Nya,pasti baik untuk umatnya
Aamiin
Wassalamualaikum.
(RS)

17,937 kali dilihat, 4,184 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending