Terhubung dengan kami

Batam

SDN 006 Mansang Sekolah “Berprestasi” Butuh Pembangunan Segera

Diterbitkan

pada

Sekolah berprestasi dan berakreditasi A merupakan sekolah yang memenuhi standar kelayakan dari segala aspek, mulai dari SDM hingga infrastruktur yang mumpuni.

WAJAHBATAM.ID – 27/4/2019 | SDN 006 Mansang Kecamatan Sei. Beduk Kota Batam adalah sekolah yang memiliki hampir 1500 siswa yang didalamnya telah terbentuk siswa-siswa berprestasi dan salah satu prestasi tersebut sebagai Juara l pada perlombaan Busana Islami WAJAH BATAM (2/4/2019) yang diselenggarakan secara online dengan dua kategori penilaian Juri dan Viewer di Media Sosial wajah Batam.

Anwar, S.Pd.SD, kepala sekolah SDN 06 Mansang menuturkan pada WB saat awak media ini meliput langsung kesekolah yang beralamat di jalan S. Parman Mansang Sei Beduk, terlihat banyak kegiatan mulai dari latihan vokal, penghijauan, hingga membuat ketrampilan dari barang bekas yang menjadikan anak didik kretif dan kompetitif dalam memotifasi diri.

Sekolah yang dibangun sekitar tahun 2005 saat ini memiliki 32 rombel (kelas) dengan rata-rata perkelas terdapat 50 siswa ini telah memiliki Akreditasi A. Suatu ketidaklayakan jika dilihat dari tingkat hunian sekolah berakreditasi A. “Hendaknya Pemerintah Kota Batam harus memperhatikan dari segi infrastruktur yang banyak rusak hingga SDM pengajar yang hanya  berjumlah 28 guru PNS, 9 Honor dan18 honor komite.

Dari infrastruktur terlihat sekolah ini belum memiliki Ruangan UKS, Pustaka ( Rusak), Ruang Belajar yang tidak cukup serta ruang kantor yang perlu direnovasi

 

Dalam serba kekurangan SDN 06 Mansang tersebut terus berkarya dan berinovasi dalam membangun generasi bangsa agar bisa menjadi generasi berprestasi dan bermanfaat untuk bangsa, kota Batam khususnya.

Dari puluhan prestasi yang sudah diraih para siswa dan guru, awak media ini melihat piala juara berjejer yang tempatnya juga belum tertata khusus antara lain:

1. Juara 1 Sain IPa
2. Juara 1 Futsal
3. Juara  2 Marcing band
4. Juara 1 Volly Mini O2SN 2019
5. Juara 1 fasion Busana  Islami WB

Untuk tahun ajaran baru nanti (2019_2020) SDN 006 Mansang ini membutuhkan empat lokal baru agar masyarakat disektornya dapat memiliki kesempatan belajar sesuai dengan program wajib belajar yang ditetapkan pemerintah, dan sangat berharap kepada Pemerintah Kota Batam agar dana rehavitalisasi dapat segera dicairkan, demikian Anwar, S.Pd.SD  yang didampingi Hasan BIsri, S.Pd.I dan Irmayeni, S.Pd menutup pembicaraannya dengan awak WB dengan harapan agar Dana Rehavitalisasi agar segera di cairkan. (Shd)

 

Commingsoon: liputan Sekolah Berprestasi lainnya.

6,786 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
1 Komentar

1 Komentar

  1. Eddy kartika

    28 April 2019 di 11:21

    Jadi selama ini pemerintah kota batam dan intansi terkait apa mmang ngk tau apa pura2 ngk tau.di atas tadi di sampaikan kepsek mengharap dana bantuan sgera di cairkan.bagai mana sampai haribini blm d cairkan..dengan ke inikan kota baqm yg masih banyak yg harus d sleaikan tp scara umum blm jlan sebagaimana kota lain nya.yg saya anehkan pak walikota di nobatkan sbagai wako terbaik ke 3 indonesia.terbaik apa nya SDN 006 aja masih ambuadul

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mr.Tom: PT. HUI Buang Limbah Tengah Malam

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 10/7/2019 | Batam yang sedang giat membangun disegala bidang akhir-akhir ini selalu heboh tentang permasalahan limbah, hingga masyarakat Batam sekarang menjuluki Batam adalah Kota Limbah. Hal ini disampaikan Mr. Tom, ketua bidang Lingkungan Hidup Majelis Rakyat Kepri (MARAK) kepada Wajah Batam di Sekretariatnya yang berlokasi di bilangan Kampung Tua Belian Batam Centre Jumat, 19/7/2019.

Dalam menjalankan kontrolnya dibidang lingkungan hidup, MARAK mendapatkan temuan dari warga yang tinggal dilingkungan PT. HUI yang berada Diseputar Batam Centre, dimana perusahaan tersebut diduga melakukan pembuangan limbah melalui saluran air yang mengalir tak jauh dari perumahan penduduk.

Tonton video

 

Tom mengatakan bahwa pembuangan sisa hasil produksi yang diduga sebagai limbah tersebut biasanya dilakukan pada tengah malam dan hal ini MARAK akan menindaklanjutinya ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait segala perizinannya setelah melakukan konfirmasi dengan Mr.T sebagai Pimpinan perusahaan HUI.

Berita ini diterbitkan masih berupa informasi dan awak media WB telah mengkonfirmasi Mr.T tapi tidak bersedia menjawabnya. (TimWb)

4,411 kali dilihat, 2,020 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Federasi NGO 369 Ancam Lapor Ke Kejaksaan Jika Gelper Tetap Beroperasi

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/7/2019 | Federasi NGO 369 yang merupakan aliansi dari belasan aktifis penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) telah mengirim surat pengaduan dan laporan ke Kapolresta Barelang Kota Batam tertanggal 2 Maret 2019 lalu.

Dalam pelaporan tersebut Federasi NGO 369 melaporkan seluruh perusahan Gelper di kota Batam terkait temuan di lapangan oleh tim yang di bentuk oleh F-NGO 369 antara LSM, Media dan Pengacara yang tergabung di Federasi NGO 369.

Mengutip pernyataan dari F-NGO bahwa tim Pokja yang dibentuk mendapatkan temuan bahwa Permainan Ketangkasan (Gelper) dalam menjalankan usahanya dengan modus penukaran rokok dengan uang diluar area permainan yang diberikan pada orang tertentu, dan sejak tahun 2018 berdasarkan hasil Audience tim dgn BPM Batam, bahwa semua izin Gelper yg di keluarkan tidak berlaku karena sudah ada peraturan baru dimana izin dikeluarkan oleh pemerintah pusat di Jakarta.

Atas temuan tersebut, F-NGO menyimpulkan bahwa arena permainan ketangkasan yang diperuntukkan secara umum adalah arena permainan anak-anak dianggap ilegal karena tidak memiliki izin.

Dari pantauan tim F-NGO, Gelper ini banyak menyalahi aturan dimana aktifitas usahanya banyak yang berdekatan dengan rumah ibadah dan pemukiman warga, disamping tidak adanya penteraan mesin permainan oleh pemerintah secara berkala sehingga penyelenggara atau pengusaha dapat melakukan pengaturan mesin untuk pencapaian keuntungan sebesar-besarnya, dan hal ini disinyalir dilakukan oleh seluruh pengusaha Gelper yang masih beroperasi saat ini.

Pemberantasan “Judi Kedok Permainan Ketangkasan” Terkesan Main-main

F-NGO melalui jubirnya Herwin Koto mengatakan melalui izin salinan unggahan statusnya di akun FB Federasi Ngo bahwa hasil temuan di lapangan oleh timnya pengusaha tersebut telah melakukan penyuapan kepada oknum-oknum terkait setiap bulannya, dan ini adalah merupakan Gratifikasi yang diharamkan dalam UU pemberantasan Korupsi.

Berkenaan dengan laporan ke Polresta Barelang yang sudah berjalan dua Minggu dan belum memperlihatkan tindakan apapun, maka Federasi NGO 369 dalam waktu dekat akan membuat laporan ke Kejaksaan dan tim saber pungli, demikian disampaikan kepada media Wajah Batam Rabu, 17/7 melalui massengernya. (TimWB)

15,226 kali dilihat, 1,176 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Pemberantasan “Judi Kedok Permainan Ketangkasan” Terkesan Main-main

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM – 16/7/2019 | Permainan ketangkasan yang disinyalir disulap menjadi ajang perjudian dikota Batam terkesan berjalan lancar tanpa ada rasa bersalah dari pihak-pihak penyelenggara. Hal ini dapat dilihat dari gemerlapnya malam yang tak pernah redup dan seolah protes masyarakat dan keberadaan aparat hukum seolah tidak ada artinya oleh penyelenggara salah satu jenis hiburan malam ini sebagaimana laporan tim WB disalah satu kawasan  Belian Batam Centre, Senin 15/7 (23.30 wib)

Kenyataan ini juga terlihat saat RDP yang diselenggarakan oleh Komisi II DPRD Kota Batam dimana dari 30 lebih pengusaha hiburan karaoke dan Gelper yang diundang hanya 3 orang pengusaha saja yang datang mewakili perusahaan.

Dugaan daftar perusahaan yang mengantongi izin permainan ketangkasan

Dalam RDP tersebut, perwakilan pengusaha Karoeke mengakui ada praktek permainan bola pimpong, namun BPM-PTSP mengatakan bahwa permainan seperti bola pimpong tersebut bukan judi dan tidak ada kaitannya dengan Pengawasan Pemko Batam, padahal Perda nomor 3 Tahun 2003 tentang Kepariwisataan di Kota Batam menyebutkan bahwa Ketangkasan Bola termasuk bagian dari hiburan. “Sungguh hal yang cukup menarik pernyataan tersebut padahal dalam RDP tersebut tidak ada satupun yang bertanya dan mempersoalkan tentang judi”, cuitan salah satu anggota DPRD Kota Batam, Uba Inga Sigalingging diakun facebooknya.

Uba Juga mengatakan bahwa dari penjelasan bagian Pengawasan Pemko Batam dalam RDP tersebut terkesan hanya sebagai “Humas Perusahaan Gelper” dari pada pengawas Pemerintah.

Berdasarkan penjelasan lain dari bagian Pengawasan BPM-PTSP bahwa ada 39 Gelper yang beroperasi dan penjelasan Kepala Badan BP2RD, dari 39 Gelper, hanya 10 yang membayar pajak dan selebihnya masih perlu diungkap agar tidak merugikan negara serta merusak moral generasi bangsa dengan penyelubungan perjudian dengan modus permainan ketangkasan ini.

Menariknya ketika awak media ini meminta tanggapan dari beberapa aktifis LSM (E dan F) yang pernah mendapatkan “jatah” bulanan dalam pengoperasian permainan ketangkasan ini, mereka membenarkan bahwa hal tersebut memang dimanfaatkan sebagai ajang perjudian oleh pengelolanya.

Dari pantauan awak media ini, hiburan ketangkasan yang ada dikota Batam ini masih tetap berjalan dan gemerlap hiburan ini memberikan kesan aparatur negara kurang serius dalam menangani pelanggaran aturan yang disorot masyarakat dibanyak media sosial khususnya di Group Sosmed Wajah Batam.

16,154 kali dilihat, 1,232 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending