Terhubung dengan kami

Batam

Batam Mau Jadi Apa ? “Gagal Paham Soal Ex-Officio – 2”

Diterbitkan

pada

Oleh Cak Ta’in Komari, SS – Batam Mau Jadi Apa?

WAJAHBATAM.ID – 28/4/2019

Bagi Masyarakat Batam, ex-officio Kepala BP Batam oleh Walikota Batam adalah akan dibebaskannya UWTO. Pertanyaannya, mungkinkah itu dapat dilakukan? Siapa atau lembaga mana sesungguhnya yang memiliki kewenangan menerapkan UWTO, ataupun akan menghapuskannya? Bisakah seorang Kepala BP Batam membuat kebijakan penghapusan UWTO ini?

Tentu membahas masalah ini harus dikembalikan kepada koridor hukum dan peraturan perundangan. Tidak bisa bicara, pokok’e bebas UWTO. Wacana bebas UWTO mulai menjadi mimpi masyarakat Batam berasal dari janji politik ‘kampanye’ Walikota Batam, Muhammad Rudi menjelang Pilkada 2016 yang menjanjikan akan membebaskan UWTO kalau terpilih sebagai Walikota Batam. Masyarakat antusias menyambut janji kampanye tersebut sehingga Rudi yang berpasangan dengan Amsakar Ahmad memenangi Pilkada hampir 60 persen.

Batam Mau Jadi Apa? “GAGAL PAHAM SOAL EX-OFFICIO”

Setelah terpilih dan menjadi Walikota Batam, bebas UWTO masih sebatas mimpi karena membebaskan UWTO bukan kewenangan walikota. Rudi dan jajarannya kabarnya sudah beberapa kali menyampaikan dan mengusulkan dalam rapat-rapat di Kementerian Perekonomian (Menko Perek) – namun usulan tersebut ditolak mentah-mentah bahkan tidak boleh lagi dibahas karena tidak mungkin dilakukan dan disetujui.

Sejak akhir tahun 2018, muncul wacana ex-officio Kepala BP Batam dirangkap jabatan oleh Walikota Batam. Saat itu optimis pelantikan akan dilakukan sebelum tahun baru 2019 – nyatanya meleset hingga dilakukan rapat koordinasi di Menko Perek tanggal 7 Januari 2019 yang kabarnya akan dilakukan pelantikan ex-officio, namun yang dilantik justru staf khusus Menko Perek, Edy Putra Irawadi sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kepala BP Batam. Menko Perek menjanjikan akan melakukan pelantikan ex-officio pada 30 April 2019. Mungkinkah hal itu akan dilaksanakan mengingat situasi politik belum diketahui siapa yang akan menjadi Presiden RI. Kalau Jokowi yang memimpin Indonesia kembali, mungkin ex-officio akan dilakukan karena memang wacana itu muncul apada era tersebut. Bagaimana kalau ternyata yang menjadi presiden Prabowo?

Oke, anggap saja ex-officio nekad dilaksanakan dan dilakukan pelantikan pada 30 April 2019. Apakah Kepala BP Batam punya otoritas untuk melakukan pembebasan UWTO? Jawabnya pasti tidak. UWTO diberlakukan melekat pada kelembagaan Otorita Batam sejak berdiri. Otorita Batam yang kemudian menjadi BP Batam berdiri atas Keputusan Presiden (Kepres) dan Peraturan Pemerintah (PP), sehingga kalau mau membebaskan UWTO di Kota Batam maka diperlukan Kepres atau PP yang mengatur hal tersebut. Jadi kewenangan pembebasan UWTO bukan menjadi kewenangan Kepala BP Batam tapi Presiden RI. Jadi kita harus bangun dari tidur supaya tidak terus bermimpi.

Apakah Walikota Batam tidak mengetahui hal tersebut? Rasanya tidak mungkin tidak tahu. Di Pemko Batam ada staf ahli, ada bagian hukum, dan bisa minta pendapat ahli hukum dan pemerintahan lainnya dari pusat – sehingga tidak masuk akal kalau tidak paham persoalan UWTO ataupun ex-officio. Apakah ex-officio tidak boleh? Boleh saja, asal tidak ada pelanggaran hukum di dalamnya. Yang hampir pasti menjadi ganjalan adalah larangan rangkap jabatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah.

Tulisan pembuka Batam Mau jadi Apa ini, penulis mulai dengan membahas isu paling panas belakangan ini yakni rencana ex-officio Kepala BP Batam oleh Walikota Batam. Hal ini bisa berimbas pada status Batam maupun implementasi/konsekuensi hukum yang ada, yang akan penulis bahas pada bagian selanjutnya. Termasuk apa kepentingan dan agenda tersembunyi dengan ngototnya jabatan ex-officio tersebut. Penulis coba pada awal-awal ini untuk membatasi panjang tulisan agak tidak terlalu menimbulkan kejenuhan, cukup 6-8 paragraf sampai pada waktunya akan mengalir dengan sendirinya meskipun cukup panjang.

To be continie

(keterangan gambar: jpnn.com

16,055 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Iklan
1 Komentar

1 Komentar

  1. Eddy kartika

    29 April 2019 di 21:56

    Janji tingal janji

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mubazir Mendekatkanmu Dengan Syaiton

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM-19/5/2019| Mubazir atau menyia-nyikan sesuatu baik itu waktu ,tenaga atau benda kadang sering kita lakukan tapi kita tidak menyadari hal tersebut,diantara contohnya sifat mubazir yang kita lakukan dalam kehidupan sehari hari adalah ketika membeli makanan perabot rumah tangga dan pakaian. Hanya karena menjaga gaya hidup dan kepuasan kita tidak memperhitungkan apakah yang kita beli itu memang mempunyai maafaat dan kita butuhkan atau karena kesenangan semata berakhir dengan sia – sia.

Apalagi kaum wanita yang memang amat mudah terpengaruh dengan sifat duniawi,kadang mereka membeli sebut saja pakaian sampai penuh sesak dalam lemari mereka sampai sampai tidak ada ruang lagi untuk tempat yang lain.
Tapi tidak semua yang di beli itu mereka pakai malah hanya untuk pajangan saja.
Alangkah sia sianya perbuatan seperti itu padahal dulu pada zaman Rasulullah wanita muslimah di zaman itu hanya mempunyai baju secukupnya dan mereka lebih memilih meberikan uang mereka untuk bersedekah pada fakir miskin atau fisabilillah
Dan Allah SWT sangat membenci sifat menyia-nyikan atau mubazir tersebut sesuai dengan
firman Nya  yang berbunyi :

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَان الشَّيَاطِينِ

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).

Larangan yang sejalan dengan itu ditegaskan pula:
وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ  [الأنعام/141]
“…dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-An’am /6:141).

Selain itu dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bagimu tiga perkara dan membenci tiga perkara; Dia menyukai kalian bila kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kalian berpegang teguh dengan agama-Nya dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya (qiila wa qaala), banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta. (HR : Muslim)

Jadi dari Ayat dan hadist di atas jelas bahwa perbuatan mubazir tersebut sangat tidak di senangi oleh Allah SWT maupun Rasullah.
Akankah kita akan mendustakan hal itu.
Dan mari kita menjauhkan diri dari sifat seperti itu walau kita mampu membelinya masih banyak hal baik lainnya yang dapat kita lakukan untuk membelanjakan harta kita.

Gemar benbelanja produk hanya karena gensi, mengunakan kartu kredit untuk kepuasan semata tanpa melihat daya beli, boros mengunakan air bersih dan air minum, suka membeli barang yang tidak di perlukan, menyenangkan diri dengan pakaian, tas, sepatu model terbaru dan suka pamer membeli barang barang mahal, hanya karena ingin di sebut orang kaya atau sosialita sebaiknya kita di jauhkan akan hal tersebut.

Mari kita bijaksana menggunakan rezeki yang di berikan Allah untuk kita terutama dengan mengunakan untuk hal-hal yang bermamfaat tidak menyia-nyiakannya.
Aamiin..
Wassalamualaikum.

(RS)

1,151 kali dilihat, 1,151 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Malam Nuzulul Qu’ran

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-18/5/2019| Tanpa terasa 13 Ramadhan sudah kita lewati, Semoga kita masih di berikan kekuatan Iman dan Istiqomah menjalan ibadah di bulan yang penuh rahmat dan semakin meningkatkanya sampai akhir merebut kemenangan di hari yang fitri.

Beberapa hari lagi kita akan menjelang peringatan malam Nuzulul Qur’an, dimana malam
Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al -Quran (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan

Al Qur’an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur-angsur kepada Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-
sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu sekitar 23 tahun.

(HR. Thobari, An Nasai dalam Sunanul Kubro, Al Hakim dalam Mustadroknya, Al Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Ibnu Hajar pun menyetujui sebagaimana dalam Al Fath,
4: 9).
Di kutip dari Wikipedia

Memang Al-Qurandi turunkan secara beransur ansur yang di awali dengan  surat Al-‘Alaq ayat 1-5 dan di lanjutkan dengan surat surat yang lainnya sampai lengkap sebanyak 30 juz, 114 surat dan 6236 ayat.

Namun kita tidak akan membahas tentang sejarah turunnya Al -Quran tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita mentadabburikan atau merenungkan makna yang terkandung dalan Al-Quran tersebut agar kita bisa memahami, mengambil hikmah dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari hari dam menjadikan pedoman hidup bagi kita untuk mencapai jalan yang di ridhoi Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1- 5)

Dalam surah Al-Baqarah ayat 185 telah jelas diterangkan bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”.
(QS. Al Baqarah: 185).

Jadi mari kita sambut malam Nuzullul Qur”an ini dengan penuh sukacita dan kegembiraan.
Dan mari kita hidupkan setiap malam untuk membacanya dan merenungkan maknanya
Seperti Firman Allah ,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. ” (QS. Shaad: 29).

Aamiin..aamiin..ya robbalalamin..
Wassalamualaikum.
(RS)

4,374 kali dilihat, 1,736 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Jika Engkau ingin Bahagia Dunia & Akhirat, Perbaiki Hubunganmu Dengan Allah SWT

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-18/5/2019|Hidup tak akan pernah terlepas  dari masalah dan kesulitan kadang secara manusia sering terdengar keluhan kapan kami akan tenang ,kapan kami akan kaya, kapan kami akan bahagia. kapan,kapan dan kapan tak akan punya masalah lagi.jika hal itu menderamu dalam hidup maka,
Perbaikilah Hubunganmu dengan Allah Niscaya Allah memperbaiki segalanya untukmu .

Dan bila ingin dimudahkan ketika menghadapi masa masa sulit yang membebanimu, keluar dari kesusahan, maka Allah menjamin itu semua bagi siapa saja yang taat dan bertakwa kepada-Nya.

Allah berfirman,
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq:4)
يِا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إَن تَتَّقُواْ اللّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika engkau bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu petunjuk dan mengampuni segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal:29)

Jadi ayat di atas sudah jelas bahwa Allah SWT menjamin kebaikan dunia dan akhirat bagi umatnya yang benar benar berrtaqwa kepada Nya..semata hanya kepadanya dan akan mempermudah segala urusannya
Dan salah satunya…perbaikilah adalah:
“Sholatmu maka Allah akan memperbaiki hidupmu.”

Apalagi di bulan yang penuh berkah ini saatnya kita memperbaiki dan memperbanyak  ibadah kepada Nya,perbanyak berserah diri dan jangan pernah berburuk sangka dengan apa ketentuan yang di berikan Allah SWT kepada kita,tidak selalu apa yang menjadi keinginan kita adalah yang terbaik menurut Allah.
Tapi apa yang menjadi ketentuan Nya,pasti baik untuk umatnya
Aamiin
Wassalamualaikum.
(RS)

17,857 kali dilihat, 4,104 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending