Terhubung dengan kami

Batam

Jual Beli Kapling Memakai Nama Kampung Tua ?

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID – 29/6/2019 | Jual beli kapling yang diduga mengatasnamakan kampung tua yang berada di Dapur 12 Pantai membuat ketua RKWB H.Makmur Ismail kaget dimana kawasan yang berada tak jauh dari Kampung Tua Dapur 12 tersebut bukanlah Kampung Tua dan memanfaatkan Nama Kampung tua untuk merayu calon pembeli, demikian disampaikan pada awak media WB di seputaran DC Mall Sabtu, 27/7/2019.

Lebih lanjut salah satu warga yang mendampingi ketua RKWB mengatakan bahwa kapling yang diperjualbelikan tersebut adalah hutan lindung yang diduga dikelola oleh PT. BM dan disinyalir memanfaatkan oknum RW/RW sebagai market penjualannya.

Ketika WB mengkonfirmasi ke salah Satu RW “M” tentang dampak yang ditimbulkan karena adanya pengrusakan akibat penimbunan itu mengatakan “Bagusnya bpk /ibu turun ke lapangan cek dulu tanyakan lansung ke masyarakat dapur 12 kampung tua seberapa besar mangrove yg terkena pekerjaan dan seberapa besar dampak nya ke masyarakat kampung tua itu baru benar” jawab M via WhatsAppnya ke WB”, dan M juga mengatakan bahwa “Sudah di sepakati dngn tim kampung tua.sesuai titik titiknya” ungkapnya.

Salah satu pengurus RKWB yang bertanggung jawab dalam 37 titik Kampung Tua seluruh Batam mengatakan pada WB bahwa lokasih yang di gusur itu merupakan hutan lindung dan tidak masuk batas wilayah kampung tua, serta berada di atas PL Perusahaan yg telah di alokasihkan oleh BP. Dalam hal ini ada oknum perusahaan yg bermain mata bersama oknum RT/RW setempat mengambil peluang mengatasnamakan kampung tua serta akan menjadi konflik yg besar kedepanya. “Kasihan bg sodara2 kita yg telah membeli kapling tersebut dan tidak mungkin bisa di sertifikatkan karena tidak masuk wilayah kampung tua dan hutan lindung” lanjutnya.

Camat Sagulung ketika dikonfirmasi mengatakan “Saya konfirmasi dulu data lengkapnya”, demikian via WhatsAppnya

Ketua RKWB Batam H.Makmur Ismail mengatakan bahwa atas nama RKWB Batam tidak pernah mengizinkan hal-hal yg merugikan masyarakat kampung tua baik merupakan penjualan fisik maupun sertifikat dan juga RKWB tidak ada kerjasama dengan pihak manapun untuk memuluskan tujuan pihak manapun yang memakai nama kampung tua untuk kepentingannya” demikian H.Makmur mengakhiri.(shd)

22,549 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

FPI & LPI Kunjungi Pondok Pesantren Sirrul Illahiyah Di Idul Adha 1440 H

Diterbitkan

pada

Oleh

Ditulis oleh: Front Pembela Islam

WAJAHBATAM.ID – 13/8/2019 | Semarak peringatan hari raya Idul Adha atau yang biasa disebut juga hari raya Qurban oleh sebagian masyarakat tahun ini kembali dimanfaatkan oleh para laskar FPI & LPI Batam untuk bersilaturahim ke pondok pesantren Sirrul Illahiyah di Jalan Lintas Gas Negara , Tembesi , kecamatan Sagulung.
Ada yang berbeda dalam kesempatan kali ini , laskar FPI & LPI Batam mengajak perwakilan mahasiswa dari Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam untuk turut serta.

Acara silaturahim ini diisi pula dengan menyerahkan bantuan daging qurban , baik sapi maupun kambing.
Tujuan para laskar FPI & LPI Batam ini adalah untuk mengajak para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa agar lebih peka lagi terhadap lingkungan sekitar , serta berbagi dengan sesama dan menjalin hubungan persaudaraan baik dengan anggota FPI & LPI Batam maupun dengan pengurus pondok pesantren Sirrul Illahiyah tersebut.

Ketua FPI Batam , H.Ismail yang berhalangan hadir dalam acara tersebut diwakili oleh Yudha , salah satu laskar LPI Batam menyerahkan bantuan daging qurban kepada Ustadz Dharman Syah.

Kunjungan tersebut dihadiri juga oleh
Ustadz Dharman Syah pun yang menyatakan kegembiraannya atas kepedulian laskar FPI & LPI Batam bersama para mahasiswa Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam ini , beliau pun berharap jalinan kekeluargaan ini akan terus berlanjut kedepannya. (FPI/LPI)

7,288 kali dilihat, 460 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Epicentrum Politik Kota Batam

Diterbitkan

pada

Oleh

Oleh Cak Ta’in Komari, SS.(Kontributor Wajah Batam.id)

WAJAHBATAM.ID – 7/8/2019 | Sejak beberapa pekan terakhir lini masa dipenuhi beragam citra figur tokoh masyarakat, yang didominasi dengan narasi kontestasi pemilukada walikota Batam. Beberapa kelompok maupun personal mencoba melemparkan sosok yang dianggap berpotensi bisa mengikuti pertarungan Pilkada Walikota Batam yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Maka dapat aku simpulkan saat ini sedang terjadi penjajakan calon pemimpin Kota Batam baik di tataran elit maupun masyarakat, terutama para spekulan terhadap tokoh tersebut.

Jika pemungutan suara dilaksanakan pada akhir tahun 2020, maka mulai saat ini hingga akhir tahun 2019 adalah momentum penjajakan penerimaan public terhadap potensi seorang tokoh untuk ditampilkan menjadi seorang pemimpin daerah. Bukan itu saja, mereka sudah mesti mulai melakukan penjajakan dan lobi-lobi partai politik untuk kendaraannya nanti atau kalau memungkinkan pencalonan melalui jalur independen bagi yang tidak memiliki partai dan kemungkinan kecil bisa mendapatkan kendaraan partai. Maklum, untuk memperoleh kendaraan politik diperlukan ‘mahar’ yang cukup mahal – kecuali partai sendiri yang menimbang potensi sang tokoh sangat besar bakal memenangkan pilkada tersebut.

Semua ini menandakan bahwa “pesta rakyat” kota Batam yang berbarengan dengan Pilgub. Kepri serta beberapa daerah lain tersebut sudah dekat. Di padang yang penuh sesak, kuru setra akan bertarung dengan para kesatria. Instrik politik dan informasi perkembangan politik akan terus mewarnai lini masa, media sampai obrolan kedai kopi. Bisa menarik bisa juga tidak. Di mana tahun ini, kita baru saja terlibat dalam pertarungan sengit pilpres dan pileg yang penuh instrik dan dinamika, yang tentu sangat menguras tenaga dan pikiran bahkan melelahkan. Aura pilpres yang cenderung negatif hingga saat inipun masih berasa. Bukan tidak mungkin muncul kejenuhan pada masyarakat sehingga akan muncul sikap acuh tak acuh, meskipun bukan sikap skeptis apalagi antipati.

Masyarakat yang dalam kesadaran berharap akan adanya perubahan politik masih dalam kondisi cemas, di mana segala kondisi membuatnya khawatir. Bayang-bayang akan kenaikan harga BBM, kenaikan tarif listrik, kesulitan berusaha, bahkan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Yang otomatis akan memberikan gambaran akan ada kenaikan-kenaikan lainnya, terutama harga sembako. Kondisi ekonomi yang sulit bakal semakin sulit. Persoalan pendidikan yang saat PPDB selalu bermasalah dan memunculkan kesulitan bagi masyarakat, dan banyak persoalan lainnya yang dihadapi masyarakat ke depan.

Kondisi tersebut bisa memberikan dua effect yang berlawanan, di mana masyarakat akan antusias mendukung dan memilih pemimpin yang memiliki sikap berani mengambil kebijakan local yang benar-benar berpihak pada masyarakat atau sebaliknya tidak perduli. Yang antusias akan mendorong calon pemimpin yang memberikan angin segar pada perubahan iklim investasi, berusaha, bekerja dan hidup akan menjadi lebih baik. Pemimpin yang benar-benar memahami kultur dan persoalan yang dihadapi masyarakat ke depannya. Sementara yang tidak perduli tentu tidak menarik untuk dibahas, dan biarkan waktu yang akan membuat mereka perduli untuk menentukan masa depannya sendiri selama 5 tahun ke depan.

Potensi bakal calon Walikota Batam sebenarnya gampang mengukurnya, sebab syarat-syarat yang ditentukan oleh undang-undang sudah sangat jelas. Misalnya, calon diusung partai politik atau gabungan partai politik dengan minimal 20 persen kursi dewan. Maka pasangan calon yang memungkinkan bisa mengikuti kontestasi pilkada hanya 4 pasang, sebab tidak mungkin perolehan partai politik atau gabungan partai politik tersebut angkanya persis 20 persen – tentu melebihi. Tapi bukan persoalan normatif tersebut yang penting, melainkan kemampuan dan kapasitas personal sang calon untuk memanagemen pemerintahan dengan orientasi kepentingan peningkatan kualitas kehidupan masyarakatnya. Tentu bukan konsepsual semata karena itu bisa dibuatkan oleh orang lain atau timsesnya, yang terpenting kontekstual yang teraplikasi dalam pemikiran dan perbuatannya.

Melihat konstalasi perolehan kursi Dewan Kota Batam, maka tidak ada satupun partai yang memungkinkan mengusung pasangan sendiri karena tidak ada yang menembus perolehan suara di atas 20 persen. Mereka harus saling bergabung untuk bisa mengusung pasangan calon. Tentu saja ditambah pasangan calon independen yang langsung diusung oleh masyarakat dengan dukungan tanda tangan dan KTP. Rasanya cukup berat bagi seorang tokoh untuk bisa maju melalui jalur independen tapi bukan tidak mungkin kalau masyarakat memang mau.

Sementara kondisi partai politik juga berubah total pasca-pemilu, di mana koalisi 02 sudah bubar karena sebagian merapat ke capres pemenang. Dimulai dengan Demokrat diikuti PAN, sementara PKS berteguh hati tetap bersama Gerindra sebagai kelompok oposisi. Meskipun kepastian semua itu belum ada sampai pelantikan presiden dan penunjukkan menteri-menterinya. Tapi Jika hal tersebut mempengaruhi sampai pada kontestasi pilkada pada semua daerah, maka satu pasangan yang pasti dari Gerindra dan PKS akan membentuk poros tersendiri.

Satu-satunya partai politik di Kota Batam hanya Nasdem yang memiliki kader layak menjadi pemimpin Batam, yakni Walikota Batam Muhammad Rudi (sekretaris Nasdem Provinsi Kepri) dan Amsakar Ahmad (Ketua Nasdem kota Batam yang juga Wakil Walikota Batam). Selebihnya masih sebatas tokoh politik local yang baru sukses di level legislatif, meski bisa saja dipaksakan untuk menjadi calon baik untuk walikota maupun wakil walikota seperti Iman Sutiawan (Gerindra), Zaenal Abidin atau Ruslan Ali Wasyim (Golkar), dan Safari Ramadhan (PAN).

Ada tokoh-tokoh di luar partai politik yang juga banyak dibicarakan bakal mencalon atau dicalonkan dalam pilwako nanti. Ada nama mantan Kepala BP Batam 2005-2016, Mustofa Widjaya; mantap Kepala BP Batam 2018-2019, Lukita Dinarsyah Tuwo; Ikhsan, tokoh muda Sumatera Barat; dan mungkin tokoh yang lainnya yang masih malu-malu untuk memunculkan dirinya.

Melihat sekilas peluang mereka untuk menjadi kontestan Pilwako Batam. Dari tokoh politik yang hampir pasti maju baru Amsakar Ahmad – Nasdem. Sementara Muhammad Rudi kabarnya akan maju di Pilkada Gubernur Kepri. Berdasarkan gambar yang sudah beredar di medsos, Amsakar Ahmad bakan berpasangan dengan Istri Rudi. Mustofa Widjaya masih sebatas mendapat dukungan dari kelompok Jawa Timur. Sementara Lukita jauh sebelumnya sudah didengungkan oleh Ketua Kadin Batam maupun Provinsi sebagai bakal calon Walikota Batam 2021-2026.

Kabarnya PDIP yang bakal digunakan oleh Lukita untuk kontestasi tersebut, meskipun hingga saat ini belum diketahui siapa yang bakal menjadi calon pasangannya. PDIP biasanya menduetkan calon potensial dengan kadernya seperti yang terjadi pada percaturan sebelumnya. Pada pilwako 2015, PDIP mencalonkan Ria Saptarika dengan Sulistiana. Sementara pada pilwako 2010, PDIP mencalonkan Nada Soraya dengan Nuryanto. Sayangnya dua kali kontestasi yang diikuti tersebut PDIP belum berhasil memenangkannya. Tentu kali ini PDIP akan berhitung dengan sangat matang untuk bisa memenangkan calon yang akan diusungnya. Lukita itu baru sebatas wacana belum menjadi keputusan partai.

Mustofa kabarnya akan mencoba melalui jalur independen dengan mengumpulkan dukungan KTP dan tanda tangan masyarakat melalui jaringan paguyuban Sejatim, sambil melakukan penjajakan untuk menggunakan kendaraan partai politik. Sejauh ini belum ada deklarasi public tentang pencalonannya tersebut. Apalagi Mustofa Widjaya juga baru mengalami kegagalan dalam kontestasi politik dalam pencalonannya untuk menjadi anggota DPD RI dari Kepri tahun 2019 ini. Tentu ketidakberhasilan tersebut disebabkan oleh sesuatu yang tidak tepat dalam suksesi. Tapi bisa jadi hasil evaluasi dari situasi tersebut menjadi titik perbaikan dalam kontestasi pilwako. Semua bisa saja terjadi dan patut kita tunggu keseriusannya.

Kiranya siapa yang sudah di hati masyarakat, entah dibenci atau dinanti, semua soal hati dan piti. Para spekulan sudah bergerilya sana-sini. Tapi mungkin semua mesti tahu diri dan sadar diri. Semoga semua pada mau berkaca diri. Dan akan lebih menarik pada ulasan berikutnya untuk mencoba mengkaji para calon dari sisi kekuatan dan kelemahannya, sejauh mana masing-masing tokoh punya peluang untuk memenangkan kontestasi pilwako ke depan.

***

10,559 kali dilihat, 454 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Stikom Muhammadiyah Batam dan Wajah Batam Jalin Jaringan Kerjasama Informasi

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 3/8/2019 | Gaung untuk menjadi kampus berkelas terus digalakkan oleh seluruh sivitas Stikom Muhammadiyah Batam (SMB). Menjadi bagian dari belasan kampus yang ada di Batam pada tahun 2019 tidaklah mudah, sehingga Stikom SMB Menerima yang menjalankan kurikulum, web, jaringan, android dan Robotik dan bergerak di jurusan TEKNIK INFORMATIKA (TI) yang beralamatkan di Jln.Prof Dr.Hamka Kompleks pusat muhammdiyah Asean terus berupaya melakukan kerjasama dengan berbagai pihak khususnya media mainstream dan media sosial ternama di Kepulauan Riau.

Dalam upaya memperkenalkan diri kedalam kancah pendidikan khususnya Batam dan Kepulauan Riau, Stikom menggalang kerjasama dan hubungan jaringan dengan Wajah Batam (WB), sebuah media sosial dan portal untuk memperkenalkan Stikom sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki visi masa depan berbasis ROBOTIK yang berkedudukan di Kota Batam.

 

Dalam pertemuan dan perbincangan Suharsad (management WB) dengan Mohd.Iqbal. ST.Mkom (Ketua SMB) – Jum’at, 2/8/2019 membahas kerjasama ini dan segera memulai program-program dalam mengembangkan kampus SMB berbasis Robotik yang ada di kurikulum SMB ini.

Mohd. Iqbal, ST.Mkom mengatakan bahwa SMB harus lebih gencar memanfaatkan media sosial dalam memperkenalkan SMB ke masyarakat Batam dan Kepri secara meluas.

“Semoga kami mampu memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan bangsa Indonesia,” papar Iqbal

Suharsad juga mengatakan bahwa persaingan yang semakin tinggi, SMB harus lebih intens dan cepat jika tidak ingin tertinggal. (TimWb)

15,936 kali dilihat, 452 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending