Terhubung dengan kami

Berita Utama

7 Tahun Kasus Dugaan Korupsi Bansos 66 Panti Asuhan Dipertanyakan (Bag l)

Diterbitkan

pada

Laporan: Suharsad (Direktur LSM FKPN & Ketum LSM PPKM)

CV. TIGA PILAR ABADI (TPA) yang tujuh tahun lalu memenangkan tender pengadaan sembako senilai 1,3 Milyar untuk 66 panti asuhan di Kota Batam yang diduga telah melakukan praktek korupsi atas penyediaan sembako yang berbuntut percobaan bunuh diri dari salah satu penyedia barang yang juga mengaku sebagai korban (Nelly) kembali dipertanyakan oleh korban yang merasa keadilan belum sepenuhnya berjalan dalam kasus yang dialaminya. Hal ini terungkap setelah Nelly (Mey Mey) adakan pertemuan dengan belasan LSM yang tergabung dalam Majelis Rakyat Kepri yang dimotori oleh Firdaus dari LSM Peduli Masyarakat Kepri di bilangan Batam Center Kota Batam

WAJAHBATAM.ID – 12/6/2019 | Nelly yang saat ini dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan sembako untuk 66 panti asuhan di Batam mengatakan bahwa dirinya merasa terzalimi oleh banyak pihak yang menurutnya merupakan sekelompok orang yang berusaha bermain-main dalam mengelola keuangan daerah Batam.

Kronologis:
Nelly diminta untuk memodali proyek pengadaan sembako 66 panti asuhan SE kota Batam oleh PT. Tiga Pilar Abadi (TPA) yang saat itu melalui seorang oknum Polisi R dengan menyatakan jaminannya adalah ‘seragam’ nya. Hal tersebut diucapkan oleh  R didepan L yang yang saat itu sebagai komandan salah satu kesatuan B dan beberapa orang dari Dinas Sosial  dengan Daud sebagai pemodal yang diajak kerjasama oleh Nelly.

Pada bulan Oktober 2012  Nellydihubungi oleh R agar membagikan sembako dalam waktu empat hari jika ingin pembayaran tidak dilakukan tahun depan (2013). Pekerjaan tersebut selesai dibagikan pada tanggal 8 Oktober 2012 dan pada tanggal 9 Oktober R kembali menghubungi bahwa sembako yang dibagikan tersebut tak memenuhi spech tender dan meminta diambil kembali, sementara sebelum sembako tersebut didistribusikan, Dinas Sosial Batam sudah melakukan pememeriksaan termasuk pemeriksaan kedua oleh Dinas sosial (Hr dan Rn) setelah dilakukan perbaikan.

Nelly juga mengatakan bahwa saat R menyampaikan sembako tersebut tidak sesuai spech tendernya, justru pihak panti belum membuka paket kirimannya. Hal ini membuat Nelly heran bahkan saat kejaksaan ingin mempersekusinya yang saat itu dikantor kejaksaan dengan tindakan arogan dan akan menahannya dengan borgol, Nelly merasakan ada yang aneh yaitu saat Nelly melawan dengan meminta saat itu juga melakukan pemeriksaan ke panti asuhan, justru jaksa tersebut kabur dan diganti dengan jaksa yang lain.

Nelly juga pernah akan membawa kasus ini ke KPK di Jakarta, tapi pihak DPRD saat itu merujuk bahwa tak perlu ke KPK dan berjanji menyelesaikannya. Sementara pada tempat terpisah juga ada oknum LSM yang berusaha membantu dan telah diberi puluhan juta rupiah agar masalah ini bisa selesai tapi belum menampakkan perkembangannya.

Hingga banyak keanehan-keanehan yang akan ditulis di media ini hingga beberapa babak/episode berikut dari tulisan yang pada intinya Nelly seolah-olah dijadikan bulan-bulanan oleh hampir semua pihak hingga wakil walikota yang saat itu adalah H.M Rudi (sekarang Walikota Batam) mengeluarkan kata-kata “jika saya tak mau bayar anda mau apa ?”

Tulisan ini akan diterbitkan dalam beberapa bagian mulai dari apa yg terjadi dengan LSM, DPRD Batam, Kejaksaan, Pemko Batam, Kesediaan Ketua ASPAN (Assosiasi Panti Asuhan) yang ingin membantu dan bersedia memberi kesaksian tapi hingga 7 tahun kasus ini masih mengendap di kejaksaan hingga jumlah sebenarnya dari panti asuhan yang real menurut Nelly saat mendistribusikan bantuan sosial tersebut yang diprediksi hanya 22 panti asuhan serta jumlah paket sebenarnya yang diserahkan ke 66 panti asuhan tersebut sampai ancaman pembunuhan hingga percobaan bunuh diri yang dilakukan Nelly karena depresi yang dialaminya. Sementara sudah 13 pengacara yang terlibat pendampingan kasusnya tapi tidak mampu menyelesaikan perkara ini.

Terkait berhentinya kasus ini setelah 7 tahun, penulis sudah mengkonfirmasi ke Walikota Batam via WhatsApp nya dan Tasmuji sebagai ketua Aspan saat itu belum mendapat jawaban, bahkan mantan ketua Aspan saat itu langsung memblokir WhatsApp penulis sementara Firdaus yang diminta Nelly sebagai pendampingnya dalam kasus ini mengingatkan pemerintah kota Batam dan Kejaksaan Negeri Batam dapat kooperatif serta konsisten dengan kesepakatan yang sudah tertuang dalam kontrak kerjanya, demikian Firdaus menyampaikan melalui media WB ini jika tidak ingin masalah ini dibawa ke KPK di Jakarta.

Bersambung

19,157 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Polling PILWAKO

Diterbitkan

pada

Oleh

Andai Hari Ini Pilwako Batam, Siapakah Pilihan Anda ?

24,043 kali dilihat, 537 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Eceng Gondok Ancaman Kelestarian dan Manfaat Waduk Untuk Penyediaan Air Berkualitas Secara Berkelanjutan di Kota Batam

Diterbitkan

pada

Oleh

“Eceng Gondok sebagai ancaman kelestarian fungsi dan manfaat waduk untuk penyediaan air baku yang berkualitas secara berkelanjutan di Kota Batam”

WAJAHBATAM.ID – Eceng gondok adalah vegetasi yang memberikan informasi bahwa suatu sumber air berupa waduk, danau, kolam sudah tercemar. Bahkan Eceng gondok akan mati dengan sendirinya apabila air tersebut bersih. Sebagai contoh kita dapat lihat di Waduk Sei Ladi justru bebas dari Eceng gondok krn airnya relatif bersih dari berbagai inflow berupa limbah rumah tangga dan industri. Inflow limbah dari rumah tangga saat ini sedang secara bertahap dikurangi melalui proyek The Sewerage System.

Dengan adanya beban limbah berupa pupuk berupa nitrigen dan fosfor yang ada di daerah tangkapan air, dari kegiatan pertanian ilegal yang tercuci akibat erosi dan sedimentasi ke dalam waduk, mengakibatkan Eceng gondok tumbuh dengan subur dan sangat cepat. Ditambah adanya limbah yang berasal dari keramba jaring apung dan inflow waduk yang berasal dari rumah tangga mengakibatkan beban limbah yang menjadi nutrisi Eceng gondok semakin besar.

Tumbuhnya Eceng gondok akan mengakibatkan berkurangnya genangan waduk secara cepat akibat pengaruh evapotranspirasi/penguapan melalui daun Eceng gondok, yang mengakibatkan berkurangnya sumber air di waduk mencapai 13 kali lebih lebih banyak dari kondisi tanpa Eceng gondok di genangan waduk. Bahaya lainnya adalah Eceng gondok melalui sistem perakarannya dapat menagkap sedimentasi dan mengendapkannya sehingga secara cepat mendangkalkan waduk.

Pertumbuhannya yang cepat akan mengurangi tinggi muka  air baku sekaligus mengurangi volume tampungan waduk. Pada gilirannya tanpa upaya serius waduk akan terdegredasi secara cepat menjafi semakin tercemar dan berkurang volumenya. Ini merupakan ancaman serius karena sumber air untuk waduk di Batam hanya berasal dari curah hujan bukan sungai yang mengalir sepanjang tahun.

Pembuatan pupuk kompos hanyalah upaya memanfaatkan sampah Eceng gondok yang sudah terangkut. Adapun pemanfaatan lain sebagai usaha bisnis akan mengakibatkan upaya para pihak untuk melanggengkan “sumber bahan baku produksi” yang berakibat terhadap upaya mempertahankan gulma Eceng gondok di genangan waduk tersebut. Hal ini berbahaya untuk kelangsungan ketersediaan air baku dengan kuantitas, kualitas dan kontinuitas yang baik.

Upaya mengatasinya akan dilakukan dengan dua cara yaitu mencegah masuknya limbah /nutrient baik dari saluran rumah tangga dan industri di genangan waduk serta menghentikan kegiatan pertanian ilegal du sekeliling waduk serta kegiatan keramba jaring apung. Hal lainnya melakukan pembersihan Eceng gondok itu sendiri secara signifikan serta tetap melakukan upaya pembersihan rutin pasca upaya pembersihan “besar” terhadap Eceng gondok tersebut.

Bukti kerusakan dan kehilangan waduk sudah terjadi di Batam yaitu di Waduk Baloi dimana sekeliling waduk tersebut sudah menjadi permukiman yang tidak terkendali dan menghasilkan limbah rumah tangga ke dalam waduk tiap detiknya. Eceng gondok pun tumbuh dan berkembang serta waduk semakin dangkal sehingga kualitas air menjadi sangat kotor (too dirty). Kota Batam sudah kehilangan 30 l /det yang merupakan suatu kehilangan yang besar.

Saat ini Kota Batam dengan 1.300.000 penduduk telah memanfaatkan air baku sebanyak  3.500 liter/detik dari total 3.850 liter/detik yang dapat dimanfaatkan saat ini. Pada tahun 2045 di Kota Batam dibutuhkan ketersediaan air baku sampai dengan 7.000 liter/detik, sehingga ketersediaan air baku yang ada saat ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Upaya penyediaan tambahan air baku tersebut dapat dipenuhi melalui pemanfaatan bauran air baku yang ada melalui konsep Batam Integrated Total Water Management (BITWM). Upaya pemanfaatan air hujan secara langsung maupun di waduk-waduk, sea water reverse osmosis (SWRO), sewerage water/pemanfaatan air limbah serta sumber air dari surplus air baku di pulau-pulau terdekat, termasuk konsep “waduk laut”.

Dibutuhkan tindakan penertiban kegiatan pertanian ilegal. dan keramba jaring apung oleh “Pihak  Berwajib” sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku serta mengunakan  “heart ware” berupa kesadaran dari hati seluruh masyarakat Kota Batam demi keberlanjutan penyediaan air baku yang berkualitas yang saat ini diambang krisis.

Waduk Duriangkang sebagai waduk yang terbesar (70 % sumber air di Batam) merupakan pilihan kepentingan yang sangat kritis  bagi seluruh stake holder di Kota Batam untuk menjadi salah satu obyek vital nasional yang harus dipertahankan fungsi dan manfaatnya untuk kemaslahatan penyediaan air untuk kebutuhan rumah tangga dan industri Kota Batam. (bp_batam)

17,071 kali dilihat, 33 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

LSM Tipikor: Pertanyakan Status Negeri Madrasah Aliah 2 Bengkong

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – Batam | Sekolah Madrasah Aliyah 2 Bengkong mendapat sorotan dari LSM Tipikor terkait pengaduan dan beredarnya isu ditengah masyarakat dan orang tua, dan siswa yang belajar di sekolah tersebut. Hal ini disampaikan oleh Khairul ketua LSM Tipikor Batam Selasa, 1/10/2019 dibilangan Kampung Tua Belian, Batam Centre saat ditemui WBtv di kantor LSM Peduli Masyarakat Kepri Kampung Belian, Batam Centre.

Khairul mengatakan bahwa pengaduan yang diterimanya langsung ditindaklanjuti dengan melakukan investigasi ke masyarakat dan orang tua siswa serta siswa yang berstatus pelajar di MAN 2. Dari temuan tersebut LSM Tipikor menyimpulkan bahwa status sekolah MAN 2 adalah sekolah Negeri, sementara setelah dilakukan konfirmasi dengan Muhamad Ilham Zulkarnain dari kementrian agama Batam menyatakan bahwa MAN 2 bukanlah sebagai sekolah Negeri.

Dalam investigasi yang dilakukan LSM Tipikor juga mendapatkan temuan bahwa sekolah MAN 2 tersebut juga melakukan praktek pemungutan uang penerimaan siswa baru sejumlah 4.820.000 rupiah yang diperuntukan untuk biaya pembangunan, pakaian dan biaya lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LSM Peduli Masyarakat Kepri (PMK) Firdaus yang juga merupakan salah satu orang tua siswa mengakui bahwa selama ini beliau tahu bahwa anaknya bersekolah disebuah sekolah Negeri dan juga mengakui bahwa pungutan uang penerimaan siswa baru setiap tahunnya cukup besar.

Kepala sekolah Madrasah 2 Bengkong Ulfa, ketika dikonfirmasi oleh WBtv mengatakan bahwa hingga saat ini MA USB FILIAL MA BATAM masih berstatus Swasta, sementara penyebutan MAN (Madrasah Aliah Negeri) hanya sebutan yang selalu disebut oleh siswa saja. Hal itu dapat dilihat dari plang nama yang berdiri di depan sekolah.

Ulfa, Kepala sekolah Madrasah Aliah Bengkong juga mengatakan bahwa hingga saat ini memiliki tenaga guru pengajar yang diperbantukan oleh Kementrian Agama sebanyak 11 orang guru yang berstatus ASN/PNS dan selebihnya diisi tenaga-tenaga pengajar honorer.

Lebih lanjut juga dikatakan bahwa MA Bengkong saat ini sedang melakukan pembangunan mesjid yang anggarannya bersumber dari infaq para siswa dan orang tua siswa.

Dari sumber beberapa orang siswa, WBtv juga menerima keterangan bahwa mereka setiap hari memberikan infaq seikhlasnya, karena selama ini mereka belum memiliki mushalla tempat beribadah, dimana selama ini mereka beribadah menumpang disamping sekolah mereka saat ini. (TimWb)

18,688 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Pasang Iklan Disini

Trending