Terhubung dengan kami

Berita

Bripka Doni Admiral: Saya Siap Koordinir Penggalangan Dana Sosial …!!!

Diterbitkan

pada

Hang Nadim Airport - Pasar Kaget

Batam – WAJAHBATAM.ID – Team WAJAH BATAM yang dikomandoi Allan Suharsad beserta beberapa orang Admin WB mengunjungi salah satu warga yang hidup diatas gerobak menunggu suaminya yang bekerja sebagai tukang parkir diwilayah Penuin selepas Jum’at, 2 Februari 2018.
Dalam kunjungan tersebut, Team WB juga mengunjungi Bripka Doni Admiral sebagai Babinkantibmas Batu selicin Kecamatan Lubuk Baja dalam rangka merujuk postingan di WB tersebut sekaligus meninjau sejauh mana kepedulian aparat kepolisian khususnya dalam mengayomi masyarakat diwilayah hukumnya. Dalam kunjungan tersebut saat itu Bripka Doni didampingi Stevent Terry yang saat ini bertugas di Command Centre Polresta Barelang – Kota Batam
Kunjungan Team WB juga bermaksud untuk mempelajari dampak kepariwisataan dari ruang lingkup kehidupan sosial warga kurang mampu dan hal ini sangat penting agar Pemerintah Kota Batam peduli terhadap masyarakat dan program kepariwisataannya.
“Kepariwisataan kita akan kurang greget dan berharga jika didaerah kunjungan (kota) wisatawan terdapat pemandangan yang kurang pantas jika ada sajian kehidupan sosial yang tidak layak dan ini akan merusak nama Pemerintahan kota Batam sebagai Stakeholder yang lagi menggiatkan Batam sebagai daerah dengan konsep Daerah Pariwisata” Allan Suharsad mengungkapkan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak WB menemukan kepedulian yang sangat tinggi dari seorang aparat kepolisian dimana Bripka Doni sebagai Babinkamtibmas telah melakukan pembinaan dan pengayoman yang cukup baik dan hal ini sangat pantas mendapat pujian dari masyarakat, dan hal ini dibuktikan dengan kesediaan Bripka Doni untuk bergabung dan mengkoordinir kegiatan sosial yang diusulkan oleh team RCWB (Respon Cepat Wajah Batam) yang diketuai oleh Indra Kurniawan, dan merupakan salah satu kelembagaan dalam naungan Wajah Batam (www.facebook.com/groups/wajahbatam).
“Saya bersedia mengkoordinir aksi sosial penggalangan dana ini dengan tanpa mengabaikan tugas saya sebagai aparat kepolisian dan saya yakin pimpinan saya tidak akan memberikan sanksi pada saya untuk tujuan mulia ini” demikian Bripda Dody menyatakan kesediaannya menjadi koordinator penggalangan dana yang akan dilaksanakan oleh WAJAH BATAM.

EMPATI DAN MISI SOSIAL

Sutinah (53 tahun) adalah salah satu warga yang tinggal di Baloi Kolam sudah 4 tahun mengalami kelumpuhan dan tidak bisa bicara setelah mengkonsumsi obat-obatan herbal. Sutinah setiap harinya duduk diatas gerobak sambil menunggu suaminya Agus Supena yang bekerja sebagai tukang parkir di kawasan pasar Penuin. Kondisinya yang belum bisa pulih sudah berjalan sekitar 4 tahun tersebut tidak pernah pulih disamping tidak ada biaya juga sangat karena sulitnya tentang birokrasi dalam pengurusan BPJS nya yang sudah lama tidak aktif yang kabarnya harus membayar tunggakan yang sangat besar hingga 10 juta untuk mengaktifkannya kembali (baca episode berikut di WB)
Sehingga pada sore harinya Bripda. Doni bersama Steven Terry mendatangi sekretariat WB yang beralamat di Khazanah Plaza-Bukit Indah Sukajadi Batam Centre memenuhi undangan Team WB dengan tujuan membahas sistem pengkoordiniran penggalangan dana sosial untuk membantu keluarga Agus Supena dan Sutinah dalam membantu biaya perobatan.
Kesediaan Bripda. Doni dan Steven Terry untuk menjadi koordinator aksi ini langsung direspon baik oleh seluruh AdminWB dan Team Sosial RCWB dibawah komando Indra Kurniawan akan turun bergandeng tangan dengan Bripka Doni dalam aksi penggalangan dana ini yang tentunya dengan ketentuan yang tidak keluar dari Standar Operational Procedure WB yang salah satunya adalah DONATUR DAPAT MENGIRIMKAN BANTUANNYA KE REKENING BRI NO. 7306 0101 4668 53 4 A/N WAJAH BATAM dengan kode unik 101 dalalm transfer dananya (contoh: Rp 50.101,-) , demikian Allan Suharsad mewakili seluruh Admin dan pengurus (wb212)

1,790 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Iklan

Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Hadiri RDP Bersama Komisi VI DPR RI

Diterbitkan

pada

Oleh

Jakarta – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI pada Rabu (26/2) sore, di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta Pusat.

Pertemuan ini membahas Evaluasi Pelaksanaan APBN BP Batam Tahun Anggaran 2019 dan Roadmap BP Batam Tahun Anggaran 2020 S/d 2024.

Turut hadir, Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Wahjoe Triwidijo, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam Enoh Suharto Pranoto, beserta jajarannya.

Rapat ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua/F-PGolkar GDE Sumarjaya Linggih didampingi Wakil Ketua/F-PNasdem Martin Manurung, dan dihadiri oleh para anggota Komisi VI DPR RI.

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto dalam kesempatan pertama menjelaskan realisasi penyerapan anggaran BP Batam Tahun 2018 S/d 2019 yang mengalami peningkatan kepada para anggota Komisi VI DPR RI.

“Untuk Tahun Anggaran 2019 realisasi belanja Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BP Batam sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp1.565 miliar atau 75,83 persen dari alokasi awal yakni Rp 2.064 miliar. Realisasi tersebut lebih tinggi 14,35 persen dari realisasi tahun 2018, yakni 66,90 persen,” ujar Purwiyanto wakil ketua BP BATAM.

Sedangkan menurut data dari Online Single Submission (OSS), tercatat sebanyak 83 perusahaan dengan total investasi US$ 229,3 juta, yang menyerap lebih dari 7.600 tenaga kerja untuk Investasi Baru Tahun 2019.

Adapun penyebab kurang maksimalnya daya serap anggaran pada Tahun Anggaran 2019 dikatakan Purwiyanto didasari oleh beberapa hal, yakni adanya penghematan belanja pegawai BP Batam dan beberapa anggaran di antaranya merupakan anggaran proyek infrastruktur seperti Pelabuhan Laut, Bandara Internasional Hang Nadim, serta pengembangan Sewerage System.

Oleh karena itu, Purwiyanto mengatakan, Kepala BP Batam beserta para Deputi telah menyusun roadmap 2020-2024 BP Batam sebagai langkah strategis guna memaksimalkan daya serap anggaran BP Batam. Adapun roadmap tersebut berlandaskan agenda kelima Presiden dan Wakil Presiden RI, yaitu Transformasi Ekonomi yang berfokus kepada upaya transformasi dari sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern.

“Fokus pengembangan kami terdapat pada empat sektor strategis. Pertama, industri manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi, seperti industri smartphone dan kedirgantaraan. Kedua, industri jasa seperti Maintenance Repair Overhaul (MRO) pesawat dan kapal, serta shipyard. Ketiga, pengembangan logistik, seperti e-commerce dan transshipment. Dan yang terakhir, industri pariwisata,” terang Purwiyanto.

Sumber/foto : badan pengusaha Batam ( BP Batam )

Selama RDP berlangsung, BP Batam tak luput dari masukan yang disampaikan para Anggota Komisi VI DPR RI, baik mengenai pengelolaan lahan di Batam, realisasi target investasi, hingga optimalisasi aset.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam Muhammad Rudi, mengatakan BP Batam telah melakukan langkah-langkah strategis, dua di antaranya adalah pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Kepala (Perka) Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Lahan, serta akan berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai optimalisasi implementasi OSS di Batam.

“Baru saja kemarin (Rabu, 26/02) kami melakukan sosialiasi Perka BP Batam Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Lahan, yang memuat proses untuk mendapatkan lahan dan membayar Uang Wajib Tahunan (UWT) yang baru,” kata Rudi ( sebagai kepala BP BATAM )

Ia melanjutkan, sebelum Perka BP Batam ini terbit, ada empat belas dokumen yang harus dilengkapi oleh Pemohon untuk mendapatkan lahan di Batam. Namun kini, pesyaratan tersebut telah disederhanakan dan dipermudah. Selain itu, proses dokumen dapat dilakukan secara mobile, sehingga Pemohon dapat melacak dokumen melalui perangkat telepon genggam.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan BKPM untuk melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) untuk proses OSS agar bisa terhubung langsung dengan BP Batam, dan mudah-mudahan dapat terlaksana untuk mempermudah proses investasi di Batam,” tambahnya.

BP Batam juga telah melakukan lelang Bandara Hang Nadim, yang saat ini sebanyak tujuh perusahaan telah lolos Prakualifikasi Lelang. Rudi juga mengungkapkan, pada Bulan Mei mendatang pemenang tender sudah bisa diumumkan untuk pelaksanaan pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim. Selain itu, Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar juga diproyeksikan Bulan Maret mendatang akan memulai proses revitalisasi, sebagai hasil kesepakatan antara BP Batam dengan Konsorsium PT Pelindo II bersama PT Pelindo I dan PT Persero.

“Kami berharap kritik dan masukan yang telah disampaikan dapat menjadi pedoman kami untuk membangun Batam menjadi kota tujuan investasi kita bersama,” tutup Rudi. (rud)

Jakarta, 26 Februari 2020

WAJAHBATAM.ID | 27/02/20-BP Batam Hadiri RDP Bersama Komisi VI DPR RI

13,754 kali dilihat, 52 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Berita

Tahukah Anda Apa Itu IPAL ?

Diterbitkan

pada

Oleh

Batam, 9/12/2019 | BP Batam mempunyai target pembangunan Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau waste water treatment plant (WWTP) tahap I yang pembangunannya diwilayah Bengkong saat ini sudah mencapai 76,4 persen selesai pada tahun 2020 mendatang.

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah, BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan sebagai kota industri dan daerah tujuan pariwisata, isu lingkungan menjadi persoalan yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena itu Batam terus berupaya menciptakan lingkungan yang sehat, salah satunya dengan membangun IPAL tersebut,

 

“Proyek ini dikerjakan oleh Hansol EME dan konsultannya Sunjin, keduanya dari Korea Selatan,” demikian Iyus sebagaimana dilansir dalam Kata Batam.

IPAL Bengkong Sadai dibangun di atas lahan sekitar 7 hektare. Proyek ini dibiayai dari dana dukungan Pemerintah Korea Selatan melalui pinjaman lunak (soft loan) Economic Development Coorperation Fund (EDCF) sebesar USD43 juta.

Lebih lanjut Iyus mengungkapkan manfaat IPAL sangat banyak di antaranya menjaga kualitas dan kuantitas air waduk, menjaga kualitas perairan agar tetap bersih, menjaga saluran drainase/parit, sungai, pantai dari pencemaran limbah domestik, estetika lingkungan terjaga bersih, hijau dan asri.

IPAL juga dapat menghasilkan pupuk berkualitas yang bisa digunakan untuk penghijauan hutan kota, taman kota, dan taman-taman lingkungan disamping juga bermanfaat dalam peningkatan kesehatan masyarakat karena dengan IPAL lingkungan bersih dari bibit-bibit penyakit dan kotoran.

“Lingkungan yang bersih serta kualitas air yang terjaga akan bermanfaat dalam meningkatkan investasi serta wisatawan ke Batam,” Demikian Iyus

(TimWb)

18,576 kali dilihat, 51 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Polling PILWAKO

Diterbitkan

pada

Oleh

Andai Hari Ini Pilwako Batam, Siapakah Pilihan Anda ?

55,492 kali dilihat, 36 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Komentar Facebook

Trending