Terhubung dengan kami

Berita

Soft Launching Penggunaan QR PAY BRI Dengan Perum DAMRI

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID | BATAM ( 04/05/2018 ) – Angkutan Bus Bandara DAMRI  Batam sudah mulai  menggunakan pembayaran Non Tunai, siang tadi Pukul 10.00.Wib di Bandara Hang Nadim Batam sudah dilakukan Soft Launching penggunaan QR PAY BRI dengan PERUM DAMRI Kota Batam.
Acara Soft launching yang langsung di hadiri oleh pejabat DAMRI Batam, Arif Hermanto (GM Damri Cabang Batam) dan Pimpinan Cabang BRI Nagoya ( Rory Lumban Toruan ) beserta beberapa orang Staf dari BRI dan Perum DAMRI Cabang Batam.
Kerjasama antara kedua perusahaan milik Negara ini merupakan kerjasama pertama di seluruh Indonesia untuk  Produk BRI yang terbaru, QR PAY ( Quick Response Pay ). QR PAY adalah pembayaran non tunai dengan teknologi Barcode.
“Untuk produk QR PAY ini adalah yang pertama di Indonesia, dan PERUM DAMRI Batam adalah yang pertama menggunakan produk terbaru kami  ini untuk pembayaran ongkos transportasi,” kata Rory. “Kedepannya kita akan kembangkan lagi  kesektor – sektor lainya,” sambung Rory
Menurut Rory, QR PAY ini merakyat, jadi tidak perlu menggunakan Kartu, cukup menggunakan Handphone, saat ini hampir semua  orang menggunakan Handphone berbasis Android dan Iphone. Cukup dengan menscan HandPhone yang sudah ada aplikasi MY QR dari BRI ke Barcode yang sudah di sediakan di counter pelayanan Bus DAMRI bandara Hang Nadim Batam.

Dalam meningkatkan pelayanan, BRI terus berinovasi untuk memanjakan konsumennya, BRI saat ini juga punya produk yang sudah cukup familiar di masyarakat seperti  kartu BRIZI yang dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi, pembayaran ongkos Bus Trans Batam, Pembelian Solar,Pembayaran di supermarket, dan juga bisa untuk KIR kendaraan bermotor di Dishub.
“Penggunaan QR PAY ini sangat mudah, tidak ribet, hanya melakukan beberapa tahapan yang sudah sangat lazim bagi pengguna HandPhone berbasis Android”, terang  Rony yang menangani bagian Electronic Banking dan Card BRI, ketika menjelaskan kepada WAJAHBATAM.ID
Langkah pertama adalah mengunduh Aplikasi BRI Mobile di Playstore, lalu buka Aplikasi dan pilih MY QR kemudian ikuti petunjuk Pendaftaran di menu tersebut, maka akan mendapatkan kode OTP untuk verifikasi,  jika sudah terdaftar, anda sudah boleh melakukan transaksi. Sebelum melakukan transaksi tentunya harus ada saldo di dalam akun yang anda miliki.
Verifikasi menggunakan no telepon, maksimal saldo didalam akun anda adalah Rp 1jt dan saldo minimal bisa sampai nol Rupiah, pada saat melakukan scaning Barcode, kami melihat hanya membutuhkan waktu dua detik sampai  lima detik, cukup cepat respon dari aplikasi QR PAY tersebut.
GM DAMRI Batam , Arif Hermanto  menuturkan “Produk BRI QR PAY ini sangat membantu kami dari segi pelayanan, transaksi Non Tunai sangat di butuhkan dalam pelayanan masyarakat saat ini, karena masyarakat atau pelanggan kami sangat senang jika pelayanan terus kami tingkatkan.”
Bus DAMRI yang beroperasi di Bandara Hang Nadim sekarang ini sebanyak tujuh Bus yang melayani dua Koridor, Bandara – Batua Aji dan Bandara – Jodoh.
“Kedepannya kami juga akan gunakan Aplikasi MY QR ini di Bus Kami diluar Batam, Tanjung Pinang, Lingga, Natuna dan Bintan. Karena kami dari DAMRI melihat perkembangan teknologi harus kita manfaatkan untuk memudahkan pelanggan, dan juga petugas kami,” ungkap Arif .
 
 

620 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Merasa Dibohongi Pelni dan PT. Inalum, Masyarakat Bakar Dokumen Keberangkatan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/5/2019 | Harapan pulang kampung yang diharapkan masyarakat Batam hari ini Jumat (17/5) pupus karena masyarakat yang sudah mengumpulkan berkas sebelumnya dan dijanjikan pada hari ini pukul 09.00 WIB mendapat panggilan ternyata harus gigit jari dan pulang dengan tangan kosong setelah tahu mereka tidak mendapatkan tiket yang dinyatakan sudah habis.

Dengan kejadian ini masyarakat yang datang berbondong-bondong merasa dibohongi oleh oknum Pelni dan PT. Inalum, demikian disampaikan Sabarudin salah satu aktifis yang juga hadir untuk mengambil tiket yang dijanjikan tersebut karena telah merasa mengumpulkan berkas-berkas berupa KTP dan KK sebelumnya.

“Kantor pelni Sekupang tahun sebelumnya lancar tahun ini ada unsur KKN masyarakat disuruh pulang bagi yyg sudah kumpulkan berkas disuruh besok datang hari Jumat jam 9 tinggal ambil tiket seperti tahun lalu tiba tiba Jumat datang tiket sudah habis di bagikan ini namanya pembohongan atau penipuan terhadap masyarakat, Masyarakat yg mau mudik dgn tiket gratis dari PT. Inalum akhirnya kecewa dengan membakar foto copij KTP dan KK akibat pembagian tiket tidak jelas dan adanya unsur KKN dgn panitia” demikian Sabarudin menyampaikan hal ini kepada Wajah Batam via WhatsApp siang ini. (shd)

36,718 kali dilihat, 1,844 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Yulidar: Kartu Sakti Yang “Bohongi” Masyarakat

Diterbitkan

pada

Oleh

Laporan: Suharsad (Dir. Forum Komunikasi Pendidikan Nasional)

Berbagai program subsidi berbentuk kartu yang digulirkan pemerintah ditujukan untuk menghilangkan hambatan ekonomi siswa untuk bersekolah, keluarga tak mampu dan lain-lain sehingga nantinya membuat masyarakat dan anak-anak tidak lagi terpikir untuk berhenti sekolah dan keluarga tak mampu tak lagi memikirkan beban hidup yang berat. Khususnya KIP, menghindari anak pustus sekolah, program KIP juga dibuat untuk bisa menarik kembali siswa yang telah putus sekolah agar kembali bersekolah. Bukan hanya tentang biaya administrasi sekolah, program ini juga bertujuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran. Lebih luas lagi, program dalam KIP ini juga sangat mendukung untuk mewujudkan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pendidikan Menengah Universal/Wajib Belajar 12 Tahun.

WAJAHBATAM.ID– 8/5/2019 | Yulidar adalah salah satu penerima kartu-kartu seperti KIS dan KIP yang hingga saat menerima kartu tersebut baru satu kali menerima bantuan sembako (KIS) dan satu kali menerima bantuan pendidikan anak (KIP) berjumlah 375.000 rupiah (125.000/bulan)

Awalnya Yulidar yang menerima kartu tersebut sangat gembira dan merasa terbantu, tapi setelah penerimaan pertama tersebut hingga detik ini hal ini tidak terjadi lagi, dan merasa heran apakah kartu-kartu ini hanya sebagai pemanis saja dan Yulidar sudah berkali-kali mempertanyakan ini ke Walikota Batam H.M Rudi, SE tapi tak pernah mendapat jawaban sama sekali.

Yulidar hanya berharap, andaikan itu merupakan program Nasional, kenapa sekian lama hanya sekali saja diberikan sebagai pemenuhan janji saja dan apakah anggaran tersebut benar ada turun sejak program tersebut dicanangkan khususnya kota Batam ? tutur Yulidar pada WB di bilangan Pasar Pasir Putih selasa (7/5) lalu. (Shd)

Bersambung

50,029 kali dilihat, 117 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Kalam Membangun Komitment

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 29/4/2019 – Kalam (kawan lama) melakukan silaturrahmi dan musyawarah besar untuk menentukan kepemimpinan 2019-2023 sekaligus menetapkan AD/ART organisasi.

“Kalam harus berkomitmen dalam hubungan silaturrahmi,” kata DR. H. Kholiq Widiarto, SH. MH. dalam sambutannya. “Sesama anggota kalam adalah keluarga besar sehingga jangan sampai ada kalimat atau saling membuka aib – justru sebaliknya,” ujarnya.

Sementara Ketua Dewan Pembina DR. H.M. Soerya Respationo, SH. MH. menekankan adanya ketulusan dalam bersilaturrahmi, “harus ada satunya kata dan perbuatan, jangan jadi munafik..!” tegasnya.

Soerya menegaskan ” jangan ada yang ketika berhadapan saling bertemu baik di belakang dibicarakan lain…! ”

Silaturrahmi yang juga dihadiri tokoh kawan lama seperti Mustafa Wijaya, Erdin Odang, Yusuf Domi, dan banyak lainnya berlangsung dengan penuh keakraban.

Bahkan rapat besar pembahasan AD/ART, program dan kepengurusan baru berlangsung sangat cepat karena dinilai untuk kebersamaan. (timwb)

16,260 kali dilihat, 84 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending