Terhubung dengan kami

Berita

Pemerintah Pertahankan Cuti Bersama Lebaran 11 – 20 Juni

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID | JAKARTA ( 07/05/2018 ) – Meski sempat mempertimbangkan untuk kembali mengubah cuti bersama Lebaran, pemerintah mempertahankan durasi cuti sebagaimana diputuskan 18 April lalu.
Keputusan pemerintah itu disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, pada Senin (7/5) pagi.
“Pemerintah mempertimbangkan cuti bersama akan memberi waktu yang cukup bagi masyarakat dalam bersilaturahmi bersama keluarga yang berada di luar kota dan pemerintah dapat melakukan rekayasa lalu lintas sehingga memberikan kenyamanan dalam perjalanan mudik,” kata Puan.
Dengan demikian, secara keseluruhan libur Lebaran 2018 ini ada 10 hari libur, yang terdiri dari dua hari libur Idul Fitri 1439H yaitu tanggal 15 dan 16 Juni, serta tujuh hari cuti bersama yaitu tanggal 11, 12, 13, 14, 17, 18, 19, dan 20 Juni 2018
Sebelumnya, pemerintah sempat menggelar rapat untuk mengubah ketetapan yang sudah diputuskan 18 April lalu.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, mengaku alasan pemerintah membuka peluang untuk mengevaluasi karena masukan dari pelaku usaha.
“Ya kan banyak masukan-masukan, masukan-masukan itu harus ditanggapi. Ya dari kalangan industri, dari pengusaha segala macam, dari ekspor dan impor,” kata Asman.
Bagi para pengusaha, libur terlalu panjang mengharuskan mereka merogoh kocek lebih dalam untuk membayar uang lembur.
Alasan lainnya, pasar keuangan bakal sangat terpengaruh.
“Mata uang kita sedang berfluktuasi cukup tajam, naik turun. Ada ketidakpastian di dunia. Tiba-tiba dua minggu bursanya tutup.”
“Kalau tiba-tiba ada perbaikan atau ada perubahan, tidak ada action selama dua minggu. Saya banyak menerima complaint dari investor asing, terutama,” papar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio.

Pelayanan Publik

Meskipun ada penambahan tiga hari cuti bersama dari yang direncanakan sebelumnya, yaitu 11, 12, dan 20 Juni 2018, pemerintah menjamin pelayanan kepada masyarakat yang mencakup kepentingan masyarakat luas tetap berjalan seperti biasa, seperti rumah sakit, telekomunikasi, listrik, dan perbankan.
“PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang tetap bekerja untuk melayani masyarakat pada saat cuti bersama, dapat mengambil cuti di waktu lain tanpa mengurangi hak cuti tahunannya,” jelas Menko PMK Puan Maharani.
Adapun mengenai transaksi Pasar Modal dan Bursa Efek Indonesia, menurut Menko PMK, akan dibuka pada tanggal 20 Juni 2018. Sedangkan ketentuan pelayanan perbankan akan diatur oleh Bank Indonesia.
Kementerian Perhubungan, lanjut Puan, akan mengatur semua pemangku kepentingan agar dapat memberi pelayanan selama masa cuti bersama Idul Fitri. (/BBC)

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Merasa Dibohongi Pelni dan PT. Inalum, Masyarakat Bakar Dokumen Keberangkatan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/5/2019 | Harapan pulang kampung yang diharapkan masyarakat Batam hari ini Jumat (17/5) pupus karena masyarakat yang sudah mengumpulkan berkas sebelumnya dan dijanjikan pada hari ini pukul 09.00 WIB mendapat panggilan ternyata harus gigit jari dan pulang dengan tangan kosong setelah tahu mereka tidak mendapatkan tiket yang dinyatakan sudah habis.

Dengan kejadian ini masyarakat yang datang berbondong-bondong merasa dibohongi oleh oknum Pelni dan PT. Inalum, demikian disampaikan Sabarudin salah satu aktifis yang juga hadir untuk mengambil tiket yang dijanjikan tersebut karena telah merasa mengumpulkan berkas-berkas berupa KTP dan KK sebelumnya.

“Kantor pelni Sekupang tahun sebelumnya lancar tahun ini ada unsur KKN masyarakat disuruh pulang bagi yyg sudah kumpulkan berkas disuruh besok datang hari Jumat jam 9 tinggal ambil tiket seperti tahun lalu tiba tiba Jumat datang tiket sudah habis di bagikan ini namanya pembohongan atau penipuan terhadap masyarakat, Masyarakat yg mau mudik dgn tiket gratis dari PT. Inalum akhirnya kecewa dengan membakar foto copij KTP dan KK akibat pembagian tiket tidak jelas dan adanya unsur KKN dgn panitia” demikian Sabarudin menyampaikan hal ini kepada Wajah Batam via WhatsApp siang ini. (shd)

36,698 kali dilihat, 1,824 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Yulidar: Kartu Sakti Yang “Bohongi” Masyarakat

Diterbitkan

pada

Oleh

Laporan: Suharsad (Dir. Forum Komunikasi Pendidikan Nasional)

Berbagai program subsidi berbentuk kartu yang digulirkan pemerintah ditujukan untuk menghilangkan hambatan ekonomi siswa untuk bersekolah, keluarga tak mampu dan lain-lain sehingga nantinya membuat masyarakat dan anak-anak tidak lagi terpikir untuk berhenti sekolah dan keluarga tak mampu tak lagi memikirkan beban hidup yang berat. Khususnya KIP, menghindari anak pustus sekolah, program KIP juga dibuat untuk bisa menarik kembali siswa yang telah putus sekolah agar kembali bersekolah. Bukan hanya tentang biaya administrasi sekolah, program ini juga bertujuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran. Lebih luas lagi, program dalam KIP ini juga sangat mendukung untuk mewujudkan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pendidikan Menengah Universal/Wajib Belajar 12 Tahun.

WAJAHBATAM.ID– 8/5/2019 | Yulidar adalah salah satu penerima kartu-kartu seperti KIS dan KIP yang hingga saat menerima kartu tersebut baru satu kali menerima bantuan sembako (KIS) dan satu kali menerima bantuan pendidikan anak (KIP) berjumlah 375.000 rupiah (125.000/bulan)

Awalnya Yulidar yang menerima kartu tersebut sangat gembira dan merasa terbantu, tapi setelah penerimaan pertama tersebut hingga detik ini hal ini tidak terjadi lagi, dan merasa heran apakah kartu-kartu ini hanya sebagai pemanis saja dan Yulidar sudah berkali-kali mempertanyakan ini ke Walikota Batam H.M Rudi, SE tapi tak pernah mendapat jawaban sama sekali.

Yulidar hanya berharap, andaikan itu merupakan program Nasional, kenapa sekian lama hanya sekali saja diberikan sebagai pemenuhan janji saja dan apakah anggaran tersebut benar ada turun sejak program tersebut dicanangkan khususnya kota Batam ? tutur Yulidar pada WB di bilangan Pasar Pasir Putih selasa (7/5) lalu. (Shd)

Bersambung

50,021 kali dilihat, 109 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Kalam Membangun Komitment

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 29/4/2019 – Kalam (kawan lama) melakukan silaturrahmi dan musyawarah besar untuk menentukan kepemimpinan 2019-2023 sekaligus menetapkan AD/ART organisasi.

“Kalam harus berkomitmen dalam hubungan silaturrahmi,” kata DR. H. Kholiq Widiarto, SH. MH. dalam sambutannya. “Sesama anggota kalam adalah keluarga besar sehingga jangan sampai ada kalimat atau saling membuka aib – justru sebaliknya,” ujarnya.

Sementara Ketua Dewan Pembina DR. H.M. Soerya Respationo, SH. MH. menekankan adanya ketulusan dalam bersilaturrahmi, “harus ada satunya kata dan perbuatan, jangan jadi munafik..!” tegasnya.

Soerya menegaskan ” jangan ada yang ketika berhadapan saling bertemu baik di belakang dibicarakan lain…! ”

Silaturrahmi yang juga dihadiri tokoh kawan lama seperti Mustafa Wijaya, Erdin Odang, Yusuf Domi, dan banyak lainnya berlangsung dengan penuh keakraban.

Bahkan rapat besar pembahasan AD/ART, program dan kepengurusan baru berlangsung sangat cepat karena dinilai untuk kebersamaan. (timwb)

16,252 kali dilihat, 76 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending