Terhubung dengan kami

Berita

Rizal Ramli Angkat Bicara soal Data Angka Kemiskinan BPS

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID |  – Ekonom senior Rizal Ramli kembali bersikukuh untuk dapat maju menjadi Calon Presiden (Capres) periode 2019-2022.
Selain itu, dia juga turut mengkritik data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait penurunan angka kemiskinan di Indonesia yang dinilainya semu.
Mantan Menteri Keuangan di era Presiden Abdurahman Wahid ini mengatakan, bila impiannya jadi presiden terwujud, ia bakal keluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) terkait pembiayaan partai politik oleh negara.
“Hari kedua Rizal Ramli sebagai presiden akan keluarkan Perpu, semua partai politik akan dibiayai oleh negara. Sama seperti di Eropa, Jerman, Skandinavia, Inggris, kami alokasikan Rp 40 triliun. Sehingga partai tidak kesulitan mencari kader yang kompeten,” urai dia di Jakarta, seperti dikutip Jumat (19/7/2018).
Lebih lanjut, dia ikut mencermati laporan terbaru BPS soal jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2018 yang tercatat terus berkurang. Menurut dia, perhitungan tersebut terkesan menjebak.
“Memang kita bisa main-main dengan statistik. Soal kemiskinan, BPS mungkin benar angka kemiskinan turun. Tetapi definisi kemiskinan yang dipakai kurang dari Rp 14 ribu per hari, hanya sekitar Rp 13.400,”  ujar dia.
Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu BPS merilis data, yang menyatakan angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2018 turun jadi 9,82 persen dari jumlah total penduduk, atau sebanyak 25,95 juta jiwa.
Adapun laporan tersebut turut mengindikasikan meningkatnya pengeluaran per kapita per bulan atau garis kemiskinan negara, yang naik 3,63 persen dari Rp 387.160 per kapita per bulan pada September 2017 menjadi Rp 401 220 per kapita per bulan pada Maret 2018.
Bila dihitung lebih jauh, masyarakat Indonesia yang kini masih terbilang miskin adalah individu yang pengeluaran dalam satu harinya kurang dari Rp 13.374.
Rizal Ramli berpendapat, perhitungan itu belum bisa merepresentasikan kondisi riil saat ini. “Coba kita pikir, dengan biaya Rp 13.400 itu kayak masih belum cukup untuk biaya transportasi, listrik, dan macam-macam,” papar dia.
Ia menilai, jumlah tersebut terbilang rendah sekali jika dikomparasikan dengan standar kemiskinan menurut dunia internasional, yang disebutkannya sebesar USD 2, atau Rp 28.668 (Kurs Rp 14.334 per USD 1).
Adapun nilai garis kemiskinan yang ditetapkan Bank Dunia atau World Bank adalah sebesar USD 1,9 per hari, atau sekitar Rp 27.234 untuk sehari.
“Kalau kita pakai definisi USD 2, Rp 13.400 begitu rendah sekali. Jadi jangan bangga bahwa Rp 13.400 sehari itu sudah lumayan,” pungkas dia.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS)
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia mencapai 25,95 juta orang (9,82 persen) pada Maret 2018. Angka tersebut berkurang 633,2 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang (10,12 persen).
Kepala BPS, Suharyanto, menyebutkan angka tersebut paling rendah sejak krisis moneter yang dialami Indonesia pada 1998 silam.
“Ini pertama kali Indonesia mendapatkan tingkat angka kemiskinan satu digit, terendah sejak 1998, meski penurunan jumlah penduduknya tidak yang paling tinggi,” kata Suharyanto di kantornya, Senin 16 Juli 2018.
Meski turun, Suharyanto menegaskan bahwa tugas pemerintah masih banyak sebab jumlah penduduk miskin masih cukup tinggi.
“Maret 2018 ini adalah untuk pertama kalinya persentase penduduk miskin di angka 1, biasanya dua digit, ini pertama kalinya terendah. Tapi menurut saya kita masih punya banyak PR, kebijakan harus tepat sasaran. Memang persentase paling rendah tapi jumlah (penduduk miskin) masih besar.”
Suharyanto mengungkapkan persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 7,26 persen, turun menjadi 7,02 persen pada Maret 2018. Sementara itu, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2017 sebesar 13,47 persen, turun menjadi 13,20 persen pada Maret 2018.
Selama periode September 2017-Maret 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun hingga 128,2 ribu orang (dari 10,27 juta orang pada September 2017 menjadi 10,14 juta orang pada Maret 2018). Sementara itu, di daerah perdesaan turun 505 ribu orang (dari 16,31 juta orang pada September 2017 menjadi 15,81 juta orang pada Maret 2018)
Peran komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).
“Sumbangan garis kemiskinan nakanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2018 tercatat sebesar 73,48 persen. Angka ini naik dibandingkan kondisi September 2017, yaitu 73,35 persen,” ujarnya.
Sementara itu, jenis komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok keretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mi instan, dan gula pasir.
“Sedangkan komoditas non-makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi,” tutur dia.
Liputan6
 

285 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

BP Batam & ATB Wajib Perlakukan Air Sebagai Hak Manusia

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 30/3/2019 | “Air adalah kebutuhan fital dari kehidupan makhluk hidup didunia ini, dan anugerah yang sangat besar dari Allah. SWT itu tidak boleh dimanipulasi oleh makluk manapun termasuk manusia-manusia yang memperjualbelikannya atas nama hukum yang dapat memusnahkan hidup sekelompok manusia belum beruntung” (Rina Silfya, S.Pd)

Seperti halnya pada sebuah rilis yang dikonfirmasi dari Uba Inga Sigalingging sebagai berikut:

Pesan untuk BP Batam dan PT. ATB.

Ada begitu banyak warga miskin kota di Batam yang tidak dan belum mendapatkan Hak atas air (bersih). Namun BP Batam dan PT ATB tidak peduli sama sekali.

Ada dua hal yang diabaikan BP Batam dan PT ATB, Pertama; meniadakan Hak atas air (bersih) bagi warga miskin kota dan kedua; melakukan diskriminasi terhadap rakyat miskin di Batam.

Mudah-mudahan melalui Hari Air Sedunia, BP Batam dan PT ATB memiliki kepedulian akan Hak atas air (bersih) warga miskin di Batam. (Uba Inga Sigalingging)

5,283 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Suharsad: 72 CPNS 2013 Diduga Palsukan Dokument Untuk Lulus Jadi PNS Batam

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 27/2/2019 / Buntut dari demo yang diselenggarakan oleh CPNS K2 yang dinyatakan dibatalkan Pemko Batam menguak indikasi-indikasi kecurangan dan aroma korupsi dengan melapornya para pendemo ke team Saber Pungli Polresta Barelang Kota Batam. Hal ini disampaikan oleh beberapa orang korban CPNS K2 ke Wajah Batam hari ini Selasa 27/2/2019 via WhatsApp ketika media ini mengkonfirmasi langsung kepada mereka.

Enam Tahun Dinyatakan Lulus Oleh BKN, 93 CPNS Akan Demo Karena Dinyatakan Batal Oleh Pemko Batam

Dari pembicaraan online tersebut, Suharsad sebagai Pendiri Medsos WAJAH BATAM yang bernaung dibawah LSM Forum Komunikasi Pendidikan Nasional dan diberi kepercayaan oleh para guru tersebut mengungkapkan bahwa terdapat 72 CPNS yang dinyatakan lulus adalah peserta yang dinyatakan TMS (tidak memenuhi syarat), dan dalam proses yang panjang, peserta tersebut harus melengkapi salah satu dokumen berupa SK (surat keputusan) sebagai guru dan mengajar minimal terhitung per 1 Januari tahun 2005. Sementara keterangan yang kami peroleh bahwa mayoritas dari 72 CPNS tersebut belum pernah mengajar, berhenti, mengajar terputus bahkan ada pekerja PT yang bisa mengantongi SK mengajar dari sekolah Negeri, sehingga kami menduga mayoritas 72 peserta tersebut telah memalsukan SK mengajar mereka sebagai guru yang ironisnya terbit dari sekolah Negeri. Disinilah dapat diduga bahwa pejabat dan pekerja di ASN Pemko Batam ini kurang profesional atau bahkan ada pembiaran disengaja, dan dari keterangan para guru masalah ini sudah pernah masuk ke Kejaksaan Negeri Batam, tapi hingga kini tak ada tindak lanjutnya” ungkap Suharsad.

Terbongkar: Ada Iuran Puluhan Juta Dari Penerimaan CPNS Batam

Kepala BKD Syahir yang dihubungi media ini via WA hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawabann. (wb212)

Sebagian Data Yang Diduga Palsukan SK:

  1. Wrsy, SD 013 sagulung
  2. SHM, SMP 38 Tj. Uncang
  3. DI, Disnaker
  4. HY, SDN 002 batu aji
  5. HB, SDN 07 Batam kota
  6. YR, SDN 002 batu aji
  7. R, SD 01 batu aji
  8. S, SD 01 Batu aji
  9. S, SMK 1
  10. N
  11. R
  12. RP
  13. M, 04 Batu Ampar
  14. IP, SMK 1
  15. AT, SK terputus
  16. EB, SMPN 31
  17. NN, SMPN 50
  18. RN, SMK 3 NIP th 2014 SK tidak jelas
  19. TD, SMKN 4
  20. M, SMP 35
  21. M, SMK 2
  22. H, SMP 20
  23. LAD, SMK 3
  24. M, SK Pindahan Medan diragukan
  25. MJ, Kerja PT, SK pertahun dr Propinsi.
  26. S
  27. S
  28. GSW, SMP 25
  29. NS, SMP 25
  30. KM, SMP 20
  31. N, SMP 20
  32. A, SMP 3
  33. IY, SMP 35

34.YS, SMPN 44

diterangkan bahwa data yang belum terangkum segera kami kumpulkan, tutup Suharsad yang juga sebagai Ketua Umum LSM FKPN ini. (wb212)

10,603 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Porter Bandara: Omset Kami Turun 75%

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 31/1/2019 | Kenaikan harga tiket pesawat dan penghapusan muatan bagasi yang mulai berlaku berdampak sangat signifikan pada buruh penyedia jasa angat barang (porter) bandara Hang Nadim Batam, demikian cerita salah satu porter kepada WB yang tak ingin disebutkan namanya, kamis 31/1/2019 di pelantaran parkir Hang Nadim Batam.

Penurunan penghasilan tersebur sangat jauh sekali yaitu hampir 75% dan dengan pendapatan tersebut mereka juga harus membayar kewajiban mulai dari Asuransi Kecelakaan, Parkir hingga setor uang mangkal sebesar Rp 15.000/hari.

Dari pantauan WB penghasilan kotor mereka selama ini rata-rata Rp 200.000/hari. Sejak kenaikan harga tiket pesawat dan ditiadakannya bagasi gratis, pendapatan uang jasa porter diperkirakan rata-rata Rp 50.000/hari. (Shd)

10,155 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending