Terhubung dengan kami

Berita

Setelah Penantian 11 Tahun, Maskapai RI Bebas Terbang di Langit Eropa

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID | BATAM  (22/06/2018 ) – Uni Eropa (UE) akhirnya mencabut larangan terbang semua maskapai Indonesia. Setelah kurang lebih 11 tahun dilarang terbang ke kawasan Eropa, kini UE menghapus seluruh maskapai Indonesia dari daftar ‘hitam’ keselamatan udara.
Kabar gembira tersebut disampaikan dalam siaran pers UE melalui Komisi Transportasi Uni Eropa pada Kamis 14 Juni 2018 lalu. Dilansir laman eeas.europa.eu, Komisioner Eropa untuk Transportasi, Violeta Bulc mengatakan bahwa kebijakan UE atas dicabutnya larangan terbang tersebut diambil setelah mereka menilai ada perbaikan dalam hal keselamatan penerbangan di Tanah Air.
“Daftar keselamatan udara Uni Eropa adalah salah satu instrumen utama kami untuk terus menawarkan tingkat keselamatan udara tertinggi untuk orang Eropa. Saya sangat senang bahwa setelah bertahun-tahun bekerja, kami sekarang dapat menghapus semua maskapai penerbangan Indonesia (dari daftar larangan. Itu menunjukkan bahwa kerja keras dan kerja sama yang erat berhasil,”  ujarnya.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guérend, dalam kesempatan yang sama pun mengucapkan selamat kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini, Kementerian Perhubungan, dan juga maskapai Indonesia karena sudah bekerja keras dalam mengatasi masalah keamanan udara.
11 tahun Indonesia dilarang terbang di atas kawasan UE
Sebenarnya larangan terbang ke EU bermula dari sejumlah kecelakaan pesawat di Indonesia. Kemudian di awal tahun 2007 dilakukan USOAP (Universal Safety Oversight Audit Programme) oleh ICAO  (International Civil Aviation Organozation) terhadap Otoritas Penerbangan RI.
Penilaian dilakukan terhadap standar keamanan internasional, dan terutama standar yang diumumkan oleh ICAO. Pada audit tersebut akhirnya diperoleh lebih dari 120 findings yang  dinilai tidak “comply” dengan International Civil Aviation Safety Standard  dari ICAO.
Laman Reuters pada 2007 menulis, bahwa dampak dari penilaian tersebut menimbulkan aturan larangan terbang ke Eropa (EU ban).
Tak lama berselang, keputusan itu diikuti dengan penurunan peringkat Indonesia oleh FAA (Federal Aviation Admnistration) dari kelompok negara Kategori 1 (memenuhi syarat regulasi keselamatan penerbangan sipil internasional) menjadi Kategori 2 (kelompok Negara yang tidak memenuhi syarat peraturan keselamatan penerbangan sipil internasional).
Kemudian tahun 2010, maskapai Garuda dan beberapa maskapai lainnya dinyatakan lulus setelah diaudit oleh Otoritas Penerbangan Sipil EU dan diizinkan untuk terbang ke wilayah Eropa. Baru kemudian pada 16 Juni 2016 lalu, menyusul Citilink, Lion Air dan Batik Air.
Kini setelah 11 tahun, larangan terbang tersebut sepenuhnya dicabut tanpa masa percobaan. Pencabutan maskapai penerbangan Indonesia dari daftar tersebut didasarkan pada pendapat bulat pakar keamanan penerbangan negara anggota Uni Eropa yang bertemu pada 29-31 Mei 2018 lalu dalam Komite Keselamatan Udara Uni Eropa (ASC). Komite ini diketuai oleh Komisi Eropa dengan dukungan dari European Aviation Safety Agency (EASA).
Keputusan tersebut juga mendapat dukungan dari Komisi Transportasi Parlemen Eropa. Penilaian dilakukan terhadap standar keamanan internasional, dan terutama standar yang diumumkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
viva
 

565 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bandara Hang Nadim Tidak Lagi Jadi Primadona Pemudik, Pelabuhan Kapal Laut Jadi Alternatif

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 30-5-2019 | Bandara Internasional Hang Nadim Batam sore ini Kamis, 30/5/2019 terlihat sedikit ada lonjakan penumpang yang bepergian keluar Kota Batam dibandingkan hari-hari sebelumnya,

Hal tersebut disinyalir semakin banyaknya arus pemudik yang berangkat keluar Batam menuju kampung halamannya pada hari raya Idul Fitri tahun ini.

 

Pada tempat yang terpisah, dari informasi yang diperoleh oleh awak media ini mengatakan bahwa “dibandingkan dari sebelum adanya kenaikan harga tiket, suasana keberangkatan dan kedatangan penumpang pesawat saat ini sangat jauh menurun. Walaupun saat ini suasana lebaran, tetap masih belum merubah keadaan seperti sebelumnya pada hari-hari biasa”, demikian pengakuan salah satu pekerja kepada awak media ini.

Pada kesempatan yang sama, awak media Wajah Batam juga menerima informasi bahwa khususnya masalah keamanan di bandara Hang Nadim tetap maksimal, namun keamanan menjelang lebaran kali ini lebih terfokus di pelabuhan-pelabuhan kapal laut, karena masyarakat Batam yang akan mudik tahun ini lebih cenderung memilih naik kapal laut. (TimWb)

43,753 kali dilihat, 47 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Berita

Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran Cenderung Stabil

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 29/5/2019 | Kebutuhan pokok menjelang hari raya Idhul Fitri 1440 H di beberapa pasar kota Batam cenderung stabil tanpa ada kenaikan yang signifikan dibanding sebelum Ramadhan sebagaimana pantauan media Wajah Batam, rabu sore 16.00 WIB di salah satu Pasar yang berada di kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

Lihat videonya ..!!

 

Dari pantauan tersebut, harga-harga kebutuhan pokok seperti daging ayam, daging sapi, cabe, sayur dan lainnya hanya sedikit naik dan bahkan ada yang turun hingga 3000 rupiah per kilonya menjelang lebaran ini.

Menurut pedagang yang dijumpai awak media ini, kisaran perbedaan harga ada yang naik antara 2.000 hingga 3.000 rupiah per kilo dan ada juga yang turun hingga 3.000 rupiah per kilo seperti daging kotak.

Kecenderungan stabilnya harga kebutuhan ini membuat masyarakat tidak begitu mempersoalkan biaya lainnya dalam menyambut lebaran tahun ini. (TimWb)

19,619 kali dilihat, 47 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Merasa Dibohongi Pelni dan PT. Inalum, Masyarakat Bakar Dokumen Keberangkatan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/5/2019 | Harapan pulang kampung yang diharapkan masyarakat Batam hari ini Jumat (17/5) pupus karena masyarakat yang sudah mengumpulkan berkas sebelumnya dan dijanjikan pada hari ini pukul 09.00 WIB mendapat panggilan ternyata harus gigit jari dan pulang dengan tangan kosong setelah tahu mereka tidak mendapatkan tiket yang dinyatakan sudah habis.

Dengan kejadian ini masyarakat yang datang berbondong-bondong merasa dibohongi oleh oknum Pelni dan PT. Inalum, demikian disampaikan Sabarudin salah satu aktifis yang juga hadir untuk mengambil tiket yang dijanjikan tersebut karena telah merasa mengumpulkan berkas-berkas berupa KTP dan KK sebelumnya.

“Kantor pelni Sekupang tahun sebelumnya lancar tahun ini ada unsur KKN masyarakat disuruh pulang bagi yyg sudah kumpulkan berkas disuruh besok datang hari Jumat jam 9 tinggal ambil tiket seperti tahun lalu tiba tiba Jumat datang tiket sudah habis di bagikan ini namanya pembohongan atau penipuan terhadap masyarakat, Masyarakat yg mau mudik dgn tiket gratis dari PT. Inalum akhirnya kecewa dengan membakar foto copij KTP dan KK akibat pembagian tiket tidak jelas dan adanya unsur KKN dgn panitia” demikian Sabarudin menyampaikan hal ini kepada Wajah Batam via WhatsApp siang ini. (shd)

60,423 kali dilihat, 52 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending