Terhubung dengan kami

Berita

Alat Pendeteksi Hingga Kedalaman 2.000 meter Dikerahkan Mencari 170 Penumpang KM Sinar Bangun

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID | BATAM  (23/06/2018 ) – Area pencarian kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba diperluas hingga 20 kilometer dan peralatan yang digunakan akan ditambah dengan mendatangkan multibeam side scan sonar, instrumen yang mampu mendeteksi dan mengetahui kondisi dasar perairan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi mengatakan mulai hari ini, Jumat (22/06), area pencarian diperluas hingga 20 kilometer karena pencarian yang dilakukan sejak kapal teggelam, Senin (18/06). belum menemukan kapal.
Multibeam side scan sonar merupakan salah satu instrumen terbaru yang dikerahkan setelah sebelumnya pencarian menggunakan multibeam echosounder dan hydros.
Multibeam echosounder milik TNI AL hanya menjangkau kedalaman 600 meter.
“Saat alat itu menjangkau 600 meter di dalam air. Belum ada terdeteksi. Artinya, kedalaman di dasar lebih dari itu,” kata Syaugi, seperti dilaporkan wartawan setempat, Sulaiman Achmad, untuk BBC News Indonesia.
Syaugi mengatakan multibeam side scan sonar dapat menjangkau kedalaman 2.000 meter. Alat itu pun berukuran lebih besar.
Keluhan
Syaugi menegaskan telah melakukan segala upaya pencarian untuk menemukan korban.
“Kita punya tahapan, ketika penyelam tidak bisa menjangkau. Maka kita pakai alat pertama, jika tidak bisa kita pakai alat lain lagi. Untuk itu, kita terus mengupayakan,” jelasnya.
Mengenai kekecewaan keluarga korban kepada tim yang dinilai tidak maksimal, Syaugi menilai bahwa apa yang dilakukan Tim Basarnas sudah maksimal.
“Teman-teman media kan lihat sendiri, bagaimana kita upayakan pencarian. Kita terus upayakan. Itu jadi motivasi kami. Saya juga terus memantau di sini,” jelas jenderal bintang tiga Angkatan Udara itu.
Lima hari setelah KM Danau Toba tenggelam, sekitar 170 penumpang masih belum juga ditemukan.
Titik tenggelam
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat berkunjung ke Dermaga Tiga Ras di Kabupaten Simalungun, mengatakan operasi pencarian didukung dengan hydros, alat canggih pendeteksi dasar perairan.
Hingga saat ini baru ditemukan tiga jenazah, yang sudah berhasil diidentifikasi, dan 18 penumpang yang selamat sementara lebih dari 170 masih hilang.
Menurut Marsekal Hadi Tjahjanto, saat berkunjung ke posko pencarian Kamis (21/06), yang lebih dulu akan dicari adalah adalah titik tenggelam dari KM Sinar Bangun.
“Jika nanti titik kapal sudah ditemukan, maka proses pencarian tanpa batas waktu akan dilakukan 24 jam,” tegasnya.
KM Sinar Bangun tenggelam saat berlayar dari Simanindo di Pulau Samosir ke Tiga Ras di Pulau Sumatera, lima hari lalu, dengan perkiraan terakhir membawa 192 penumpang walau -menurut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi- kapasitasnya hanya sekitar 43 orang.
Hampir bisa dipastikan sekitar 170 penumpang yang hilang sudah meninggal dunia dan ada perkiraan bahwa jenazah bisa jadi akan mulai mengapung ke permukaan.
Bagaimanapun terbuka pula kemungkinan sejumlah jenazah korban yang tidak sampai mengapung karena terjepit sepeda motor di dasar danau mengingat KM Sinar Bangun juga membawa sekitar 65 sepeda motor.
Polisi sudah menahan nakhodanya, Tua Sagala, yang termasuk dalam 18 orang yang berhasil selamat saat kapal tenggelam.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat berkunjung ke Tiga Ras bersama Panglima TNI, menegaskan pemeriksaan dengan dugaan kelalaian bisa diperluas hingga ke petugas yang mengeluarkan izin berlayar.
“Termasuk jika kelalaian dari pemberi izin, maka akan kita tindak tegas. Ini tidak boleh terulang kembali di kemudian hari di tempat lain.
Berdasarkan peraturan, izin kapal dengan kapasitas 5 GT (Gross Ton) dikeluarkan oleh Dinas Perhbungan Kabupaten/Kota sementara kapasitas 5-300 GT oleh provinsi dan di atas 300 GT langsung di bawah Kementrian Perhubungan.
BBC

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bandara Hang Nadim Tidak Lagi Jadi Primadona Pemudik, Pelabuhan Kapal Laut Jadi Alternatif

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 30-5-2019 | Bandara Internasional Hang Nadim Batam sore ini Kamis, 30/5/2019 terlihat sedikit ada lonjakan penumpang yang bepergian keluar Kota Batam dibandingkan hari-hari sebelumnya,

Hal tersebut disinyalir semakin banyaknya arus pemudik yang berangkat keluar Batam menuju kampung halamannya pada hari raya Idul Fitri tahun ini.

 

Pada tempat yang terpisah, dari informasi yang diperoleh oleh awak media ini mengatakan bahwa “dibandingkan dari sebelum adanya kenaikan harga tiket, suasana keberangkatan dan kedatangan penumpang pesawat saat ini sangat jauh menurun. Walaupun saat ini suasana lebaran, tetap masih belum merubah keadaan seperti sebelumnya pada hari-hari biasa”, demikian pengakuan salah satu pekerja kepada awak media ini.

Pada kesempatan yang sama, awak media Wajah Batam juga menerima informasi bahwa khususnya masalah keamanan di bandara Hang Nadim tetap maksimal, namun keamanan menjelang lebaran kali ini lebih terfokus di pelabuhan-pelabuhan kapal laut, karena masyarakat Batam yang akan mudik tahun ini lebih cenderung memilih naik kapal laut. (TimWb)

43,677 kali dilihat, 104 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Berita

Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran Cenderung Stabil

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 29/5/2019 | Kebutuhan pokok menjelang hari raya Idhul Fitri 1440 H di beberapa pasar kota Batam cenderung stabil tanpa ada kenaikan yang signifikan dibanding sebelum Ramadhan sebagaimana pantauan media Wajah Batam, rabu sore 16.00 WIB di salah satu Pasar yang berada di kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

Lihat videonya ..!!

 

Dari pantauan tersebut, harga-harga kebutuhan pokok seperti daging ayam, daging sapi, cabe, sayur dan lainnya hanya sedikit naik dan bahkan ada yang turun hingga 3000 rupiah per kilonya menjelang lebaran ini.

Menurut pedagang yang dijumpai awak media ini, kisaran perbedaan harga ada yang naik antara 2.000 hingga 3.000 rupiah per kilo dan ada juga yang turun hingga 3.000 rupiah per kilo seperti daging kotak.

Kecenderungan stabilnya harga kebutuhan ini membuat masyarakat tidak begitu mempersoalkan biaya lainnya dalam menyambut lebaran tahun ini. (TimWb)

19,543 kali dilihat, 104 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Merasa Dibohongi Pelni dan PT. Inalum, Masyarakat Bakar Dokumen Keberangkatan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/5/2019 | Harapan pulang kampung yang diharapkan masyarakat Batam hari ini Jumat (17/5) pupus karena masyarakat yang sudah mengumpulkan berkas sebelumnya dan dijanjikan pada hari ini pukul 09.00 WIB mendapat panggilan ternyata harus gigit jari dan pulang dengan tangan kosong setelah tahu mereka tidak mendapatkan tiket yang dinyatakan sudah habis.

Dengan kejadian ini masyarakat yang datang berbondong-bondong merasa dibohongi oleh oknum Pelni dan PT. Inalum, demikian disampaikan Sabarudin salah satu aktifis yang juga hadir untuk mengambil tiket yang dijanjikan tersebut karena telah merasa mengumpulkan berkas-berkas berupa KTP dan KK sebelumnya.

“Kantor pelni Sekupang tahun sebelumnya lancar tahun ini ada unsur KKN masyarakat disuruh pulang bagi yyg sudah kumpulkan berkas disuruh besok datang hari Jumat jam 9 tinggal ambil tiket seperti tahun lalu tiba tiba Jumat datang tiket sudah habis di bagikan ini namanya pembohongan atau penipuan terhadap masyarakat, Masyarakat yg mau mudik dgn tiket gratis dari PT. Inalum akhirnya kecewa dengan membakar foto copij KTP dan KK akibat pembagian tiket tidak jelas dan adanya unsur KKN dgn panitia” demikian Sabarudin menyampaikan hal ini kepada Wajah Batam via WhatsApp siang ini. (shd)

60,337 kali dilihat, 104 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending