Terhubung dengan kami

Batam

Pembukaan 212 Mart Tiban Koperasi Diserbu Warga

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID | BATAM ( 25 Maret 2018 ), Grand Opening 212 Mart Tiban Koperasi berlangsung meriah dan penuh semangat, ini dapat terlihat dari deretan papan bunga ucapan selamat yang terpajang di sepanjang jalan Tiban Koperasi, takbir demi takbir bergema disaat sambutan demi sambutan yang disampaikan diatas podium.
Acara pembukaan dimulai pada Pukul 08.00 Wib, yang dihadiri oleh :

  1. Ketua koordinator komunitas 212 se Indonesia ( Eka Rusmayanti )
  2. Kadisperindag Kota Batam ( Zarefriadi )
  3. Koramil ( Samsul .R )
  4. Manager Bank Mandiri Syari’ah ( Herman.SE )

Grand Opening 212 Mart sudah direncakan dengan matang oleh Panitia pelaksanaan Grand Opening 212 Mart yang diketuai oleh Syafril. SE. Untuk diketahui, Syafril juga menjabat sebagai Bendahara Umum Koperasi Insan Madani Tiban ( IMT ) Batam III.

212 Mart Tiban Koperasi ini berada dibawah naungan Koperasi IMT Batam III, dimana jumlah Investor untuk outlet Tiban Koperasi ini adalah 212 orang, dengan jumlah nilai Saham Rp 700 Juta dan pengumpulan dana selama lebih kurang tiga bulan.
Dalam sambutan Ketua Panitia, Syafril menjelaskan bahwa ini adalah kebangkitan Umat islam serta kesadaran Umat dalam membangkitkan Ekonomi, dan syafril juga menghimbau agar para investor mengajak saudara – saudari yang lain untuk bergabung berinvestasi di 212 Mart yang ada di Kota Batam.
 
212 Mart Tiban Koperasi terletak di kiri jalan mau masuk ke Tiban Koperasi dari arah Pasar Cipta Puri, lokasi yang cukup strategis yang terletak di tengah – tengah pemukiman penduduk.
Ketua Koperasi IMT Batam III, Suwarno.S.E juga menghimbau masyarakat agar ikut bergabung dan membangun ekonomi umat dengan cara bergotong royong sehingga bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat karena sistem yang dibuat adalah Koperasi.
“212 Mart Tiban ini adalah outlet pertama kita, Insyaallah akan menyusul outlet kedua di Sagulung yang saat ini dalam proses pengumpulan Investor”, ungkap Suwarno dalam sambutannya.
Saat ini yang sudah mulai dalam proses pengumpulan dana melalui investor adalah :
1. Tiban Koperasi : 212 Org dengan nilai Investasi Rp 700jt
2. Sagulung. : 146 Org dengan nilai Investasi Rp 400jt
3. Tiban Indah. : 126 Org dengan nilai investasi Rp 384jt
Usaha 212 Mart ini dikelola dengan sistim Koperasi dan Sisa Hasil Usaha akan dibagi menjadi beberapa bagian :
60% : Untuk Anggota Koperasi
15% : Dana Koperasi
10% : Pengurus dan Pengawas
5% : Dana keperluan lain
5% : Dana kesejahteraan Karyawan
2.5% : Pendidikan, Syi’ar Islam, Infaq
2.5% : Zakat
Ketua Koordinator Investor H. Indra menyampaikan dalam sambutannya bahwa kita umat Islam harus bergerak dan mulai bangkit. H. Indra juga menceritakan sedikit kilas balik aksi 212 di jakarta karena H. Indra juga pelaku sejarah dalam aksi 212.
Beliau mengajak umat Islam bangkit bersama – sama, “saatnya kita mulai dan bangkit, mari kita galang kekuatan kita bersama, mari kita berinvestasi di 212 Mart karena ini adalah milik Umat Islam. Hanya dengan Satu Saham senilai Rp 500 ribu kita sudah menjadi pemilik usaha supermarket”, ungkap H. Indra.
“Mari kita belanja di Toko kita sendiri sehingga keuntungannya untuk kita juga, bahkan kita bisa membantu kaum – kaum du’afa, bisa membantu pendidikan orang yang tidak mampu, dari kita untuk kita”, ungkap H. Indra dalam sambutannya yang penuh semangat dan berapi – api.
Ketua Koordinator komunitas 212 se-Indonesia, Eka Rusmayanti dalam sambutannya sangat memberi apresiasi terhadap warga Batam yang penuh semangat dalam berjuang membangkitkan ekonomi Umat Islam.
” Saya pertama datang masuk ke lokasi, saya sangat terkesan dengan sambutan warga Batam dalam membuat acara Grand Opening 212 Mart Tiban. Ini sudah terlihat semangat warga Batam dalam bergotong royong membangkitkan gairah umat”, ungkap Eka.
Eka juga memberikan sedikit penjelasan tentang 212 Mart saat ini, ” di Indonesia sudah ada 105 outlet yang tersebar di beberapa kota di Indonesia selama waktu hanya 10 bulan. Hal ini 212 Mart diapresiasi oleh pemerintah bahwa 212 Mart saat ini adalah Koperasi yang paling banyak jumlah anggotanya” kata Eka dalam sambutannya.
Momen yang di tunggu – tunggu oleh Investor dan para Tamu undangan adalah pemotongan pita Grand Opening 212 Mart Tiban Koperasi yang dipotong oleh Kadisperindag Kota Batam, Zarefriadi dan ketua Koordinator Komunitas 212 Mart se Indonesia, Eka Rusmayanti.

Setelah pemotongan pita langsung pembukaan belanja , terlihat masyarakat langsung menyerbu 212 Mart Tiban Koperasi sambil memilah milih belanjaan yang akan mereka beli dan terlihat antrian pada saat pembayaran di kasir.

2,235 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Federasi NGO 369 Ancam Lapor Ke Kejaksaan Jika Gelper Tetap Beroperasi

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/7/2019 | Federasi NGO 369 yang merupakan aliansi dari belasan aktifis penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) telah mengirim surat pengaduan dan laporan ke Kapolresta Barelang Kota Batam tertanggal 2 Maret 2019 lalu.

Dalam pelaporan tersebut Federasi NGO 369 melaporkan seluruh perusahan Gelper di kota Batam terkait temuan di lapangan oleh tim yang di bentuk oleh F-NGO 369 antara LSM, Media dan Pengacara yang tergabung di Federasi NGO 369.

Mengutip pernyataan dari F-NGO bahwa tim Pokja yang dibentuk mendapatkan temuan bahwa Permainan Ketangkasan (Gelper) dalam menjalankan usahanya dengan modus penukaran rokok dengan uang diluar area permainan yang diberikan pada orang tertentu, dan sejak tahun 2018 berdasarkan hasil Audience tim dgn BPM Batam, bahwa semua izin Gelper yg di keluarkan tidak berlaku karena sudah ada peraturan baru dimana izin dikeluarkan oleh pemerintah pusat di Jakarta.

Atas temuan tersebut, F-NGO menyimpulkan bahwa arena permainan ketangkasan yang diperuntukkan secara umum adalah arena permainan anak-anak dianggap ilegal karena tidak memiliki izin.

Dari pantauan tim F-NGO, Gelper ini banyak menyalahi aturan dimana aktifitas usahanya banyak yang berdekatan dengan rumah ibadah dan pemukiman warga, disamping tidak adanya penteraan mesin permainan oleh pemerintah secara berkala sehingga penyelenggara atau pengusaha dapat melakukan pengaturan mesin untuk pencapaian keuntungan sebesar-besarnya, dan hal ini disinyalir dilakukan oleh seluruh pengusaha Gelper yang masih beroperasi saat ini.

Pemberantasan “Judi Kedok Permainan Ketangkasan” Terkesan Main-main

F-NGO melalui jubirnya Herwin Koto mengatakan melalui izin salinan unggahan statusnya di akun FB Federasi Ngo bahwa hasil temuan di lapangan oleh timnya pengusaha tersebut telah melakukan penyuapan kepada oknum-oknum terkait setiap bulannya, dan ini adalah merupakan Gratifikasi yang diharamkan dalam UU pemberantasan Korupsi.

Berkenaan dengan laporan ke Polresta Barelang yang sudah berjalan dua Minggu dan belum memperlihatkan tindakan apapun, maka Federasi NGO 369 dalam waktu dekat akan membuat laporan ke Kejaksaan dan tim saber pungli, demikian disampaikan kepada media Wajah Batam Rabu, 17/7 melalui massengernya. (TimWB)

12,823 kali dilihat, 656 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Pemberantasan “Judi Kedok Permainan Ketangkasan” Terkesan Main-main

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM – 16/7/2019 | Permainan ketangkasan yang disinyalir disulap menjadi ajang perjudian dikota Batam terkesan berjalan lancar tanpa ada rasa bersalah dari pihak-pihak penyelenggara. Hal ini dapat dilihat dari gemerlapnya malam yang tak pernah redup dan seolah protes masyarakat dan keberadaan aparat hukum seolah tidak ada artinya oleh penyelenggara salah satu jenis hiburan malam ini sebagaimana laporan tim WB disalah satu kawasan  Belian Batam Centre, Senin 15/7 (23.30 wib)

Kenyataan ini juga terlihat saat RDP yang diselenggarakan oleh Komisi II DPRD Kota Batam dimana dari 30 lebih pengusaha hiburan karaoke dan Gelper yang diundang hanya 3 orang pengusaha saja yang datang mewakili perusahaan.

Dugaan daftar perusahaan yang mengantongi izin permainan ketangkasan

Dalam RDP tersebut, perwakilan pengusaha Karoeke mengakui ada praktek permainan bola pimpong, namun BPM-PTSP mengatakan bahwa permainan seperti bola pimpong tersebut bukan judi dan tidak ada kaitannya dengan Pengawasan Pemko Batam, padahal Perda nomor 3 Tahun 2003 tentang Kepariwisataan di Kota Batam menyebutkan bahwa Ketangkasan Bola termasuk bagian dari hiburan. “Sungguh hal yang cukup menarik pernyataan tersebut padahal dalam RDP tersebut tidak ada satupun yang bertanya dan mempersoalkan tentang judi”, cuitan salah satu anggota DPRD Kota Batam, Uba Inga Sigalingging diakun facebooknya.

Uba Juga mengatakan bahwa dari penjelasan bagian Pengawasan Pemko Batam dalam RDP tersebut terkesan hanya sebagai “Humas Perusahaan Gelper” dari pada pengawas Pemerintah.

Berdasarkan penjelasan lain dari bagian Pengawasan BPM-PTSP bahwa ada 39 Gelper yang beroperasi dan penjelasan Kepala Badan BP2RD, dari 39 Gelper, hanya 10 yang membayar pajak dan selebihnya masih perlu diungkap agar tidak merugikan negara serta merusak moral generasi bangsa dengan penyelubungan perjudian dengan modus permainan ketangkasan ini.

Menariknya ketika awak media ini meminta tanggapan dari beberapa aktifis LSM (E dan F) yang pernah mendapatkan “jatah” bulanan dalam pengoperasian permainan ketangkasan ini, mereka membenarkan bahwa hal tersebut memang dimanfaatkan sebagai ajang perjudian oleh pengelolanya.

Dari pantauan awak media ini, hiburan ketangkasan yang ada dikota Batam ini masih tetap berjalan dan gemerlap hiburan ini memberikan kesan aparatur negara kurang serius dalam menangani pelanggaran aturan yang disorot masyarakat dibanyak media sosial khususnya di Group Sosmed Wajah Batam.

13,476 kali dilihat, 585 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Frans Tiwow & Roy Bawole Novan Akhirnya Jadi Tersangka Terkait Pemalsuan Dokumen Kapal MV. Seniha

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 11/7/2019 | Setelah melalui perjalanan panjang dan berbahaya, Niko Nixon Situmorang, SH sebagai Kuasa hukum Bulk Black Sea, Inc (Law Form) akhirnya berhasil menghantarkan Frans Tiwow dan Bawole Roy Novan sebagai tersangka yang diputuskan Bareskrim Mabes Polri Jakarta. Hal ini disampaikan oleh Niko Nikson Situmorang melalui Pers Rilisnya kepada media Wajah Batam Rabu, 10/7/2019 kemarin malam.

Karena Kasus kapal MV Neha, Puluhan Kapal Batal Repair di Batam 

Raef S.Din selaku Direktur Operasional Bulk Black Sea, Inc (Pemilik Kapal MV. Seniha) yang melaporkan pemalsuan dokumen kapalnya berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/1222/XI/2017  tanggal 9 Juli 2019 akhirnya merasa lega setelah Bareskrim Mabes Polri Jakarta menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka kasus pemalsuan.

Cargo MV. Neha di Rompak Saat Dok di Batam

Dalam perjalanannya, kuasa hukum beserta team sempat mengalami masa sulit, dimana dalam proses gugatan tersebut pihak pelaku pernah melakukan pembajakan kapal MV. Seniha dan menempatkan orang suruhannya untuk mengawal kapal dengan cara yang ekstrim.

Kejadian yang sangat rumit dan terkadang berbahaya, kasus MV. Seniha telah membuat preseden buruk untuk bisnis shipyard di Indonesia secara umumnya

Perompakan NV Neha Jadi Preseden Buruk Bisnis Shipyard

Dilansir melalui surat Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Umum Nomor B/667-PD/VII/2019/Diri Tipidum bahwa Bareskrim telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka dan akan melakukan koordinasi dengan semua institusi hukum dalam pengembangan kasus ini.

(TimWB)

21,014 kali dilihat, 336 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending