Terhubung dengan kami

Berita

Sejarah Paintball Dunia dan Indonesia

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID | Batam (27/01/2018) – Sejarah Paintball pertama kali dimainkan sebagai simulasi peperangan adalah pada tahun 1981. Charles Gaines dan Bob Gurnsey bermain perang-perangan paintball bersama 12 teman-temannya di lapangan luas berukuran lebih dari 100 hektar di Newhapmshire. Namun saat itu mereka belum menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelindung wajah dan yang lainnya seperti sekarang ini.
Cikal bakal permainan perang-perangan paintball sendiri muncul di Amerika pada tahun 1970. James Hale dari Daisy Manufacturing menciptakan alat untuk melontarkan cat (paintball) untuk menandai (marking) ternak sapi yang akan diambil dari kawanan dan pohon yang akan ditebang. Di kala senggang, dengan improvisasi mereka bermain perang-perangan dengan alat ini.
Tak butuh waktu lama, setelah pada tahun 1981 perang-perangan (wargame) paintball dimainkan untuk pertama kalinya, setahun kemudian di tahun 1982 Kompetisi Nasional Paintball pertama dimainkan. Pada tahun 1984 pertama kali lapangan paintball dalam ruangan (indoor) mulai dibuat. Dan pada tahun 1986 publikasi nasional paintball dilakukan.
Saat itu legalitas senjata paintball mulai dipertanyakan. Hingga akhirnya pada tahun 1988 oleh pemerintah setempat dinyatakan bahwa senjata paintball bukanlah senjata api, setelah diadakan uji coba di lapangan tembak milik kepolisian serta disaksikan oleh hakin pengadilan. Dan untuk membedakannya dengan senjata api, secara International senjata paintball disebut sebagai “marker”.
Pada tahun 1992 turnamen nasional paintball yang pertama diadakan di negara-negara bagian Amerika Serikat dengan berdirinya NPPL (National Professional Paintball League). Dan paintball yang semula dikenal sebagai sarana rekreasi pun selanjutnya masuk kategori olahraga. Dan tahun 1996 kompetisi nasional paintball pertama kali disiarkan televisi (ESPN). Pengakuan paintball sebagai olahraga semakin sah pada tahun 1999 saat SGMA (Sporting Goods Manufacturers Association) memberikan pengakuan bahwa paintball adalah kegiatan olahraga. Perkembangan yang pesat kegiatan paintball pun mencatat bahwa pada tahun 2010 paintball telah dimainkan oleh 15 juta orang setiap tahun di Amerika saja.
Karakter paintball yang semula kegiatan rekreasi menjadi kegiatan olahraga menyebabkan ciri militer yang semula melekat pada kegiatan paintball menjadi luntur. Paintball yang semula identik dengan army look dengan baju loreng-loreng dan hanya dimainkan oleh pria maskulin berbadan kekar, kini telah bergeser siapa saja dapat memainkannya. Bahkan para remaja putri bahkan ibu rumah tangga pun gemar berperang-perangan paintball. Paintball sudah sejajar dengan olahraga lainnya seperti sepakbola dan bola basket.

 
Paintball di Indonesia
 Menurut keterangan Asosiasi Paintball Indonesia, paintball dibuka pertama kali di Indonesia yakni di Bali sebagai sarana rekreasi. Tak lama kemudian tepatnya di tahun 1996, Brigade 3234 memperkenalkan paintball ke pulau Jawa dengan membuka lokasi di Gunung Putri, Bogor. Setelah itu muncul beberapa paintball antara lain:
– Patriot Paintball di Alam Sutera, Serpong, Tangerang
– Commando Patriot di Bandung, Jawa Barat
– Paintball Bali di Bali
– Stage Paintball di Medan, Sumatera Utara
Dan kini Paintball sudah berkembang hingga ke Kalimantan dan Sulawesi, termasuk Batam
( Sumber : outbound.id )
 

1,730 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Pekan Raya & Karnaval Kuda Lumping Sambut 1 Muharam 1441

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID | Pekan raya dan karnaval budaya kudalumping ke lll yang diselenggarakan di kelurahan Tanjung Sengkuang dari tanggal 28 Agustus 2019 lalu, ditutup pada malam hari tanggal 3 September 2019.

Pekan raya ini diselenggarakan oleh kelurahan Tanjung Sengkuang dalam rangka menyambut Hari besar Islam 1 Hijriyah 1441. Acara yang ditutup oleh sekda kota Batam Jefridin ini pada pembukaannya diresmikan oleh camat Batu Ampar yang didampingi oleh lurah tanjung Sengkuang Tukijan.

Acara ini juga didukung oleh 3 Sanggar tari kuda lumping yang ada dikota Batam yaitu “bathoro mayang nusantoro”, “Turonggo Seto”, “Sri manunggal bodoyo”, dan “Suryo Joyo Kusumo”.

Panitia penyelenggara pekan raya dan karnaval juga menggelar beberapa acara seperti “pencak silat” dari Perguruan SILAT “SETIA HATI TERATE,” dan TAPAK SUCI.

Kemeriahan pekan raya ditanjung Sengkuang pada malam terakhir dihadiri sekitar 4000 pengunjung yang berasal dari seluruh daerah di kota Batam.

Adanya pekan raya ini terselenggara, membuktikan bahwa Kekayaan seni dan budaya yang ada dikota Batam membuktikan Batam adalah miniatur Indonesia yang layak untuk menjadi daerah tujuan pariwisata mancanegara,

Kontributor:
Edi Kartika

14,384 kali dilihat, 376 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Serunya Lomba Kolase Dalam Soft Opening Kampung Warna Warni Kuliner UKM Batam

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID | Shoft opening Kampung Warna Warni UKM Batam bertempat di lantai dasar Mall Botania 2 yang diselenggarakan oleh Avava foodplase hari ini Sabtu, 31 Agustus 2019 terlihat sangat meriah dan cukup menghibur pengunjung yang hadir.

Kampung warna warni UKM Batam yang hadir sebagai salah satu konsep pariwisata, menggandeng komunitas sosial Wajah Batam dan OK OCE sebagai mitra pengelolaan bersama dalam memenuhi fasilitas pariwisata kota Batam yang mulai berkembang.

Sebagai salah satu usaha dalam mendukung perkembangan ekonomi mikro dibidang kulinary, Kampung Warna Warni mulai memperkenalkan dirinya kemasyarakat dengan penyelenggaraan lomba kolase dari bahan kertas untuk anak usia 4-6 tahun yang hari ini terlihat sangat meriah dan ceria.

Seluruh peserta yang berpartisipasi terdiri dari anak-anak Taman Kanak-kanak dan umum. Mereka diminta untuk membawa peralatannya sendiri seperti lem, gunting serta kertas origami.

Setelah aturan main ditentukan oleh panitia, yang terdiri dari kru Wajahbatam dan Karyawan Kampung Warna Warni, acara dimulai dengan pengguntingan kertas origami yang dilanjutkan dengan menempel guntingan origami membentuk sebuah gambar yang artistik.

Acara dimulai pukul 11.00 hingga 13.30 wib dan pembagian hadiah dilakukan pada pukul 15.00 setelah dewan juri melakukan penilaian yang sangat selektif.

Kemeriahan suasana kampung warna warni dalam shoft opening yang diikuti sekitar 120 peserta anak-anak ini menjadikan pusat wisata kuliner yang didirikan oleh Avava FoodPlase cukup menjadi perhatian publik dengan penuhnya lokasi arena kuliner UKM tersebut. Hal ini terlihat dengan kehadiran masyarakat yang penasaran dengan keberadaan unik Kampung Warna Warni yang dalam beberapa Minggu ini terdengar heboh di media sosial Wajah Batam. (TimWb)

9,600 kali dilihat, 82 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Berita

Bandara Hang Nadim Tidak Lagi Jadi Primadona Pemudik, Pelabuhan Kapal Laut Jadi Alternatif

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 30-5-2019 | Bandara Internasional Hang Nadim Batam sore ini Kamis, 30/5/2019 terlihat sedikit ada lonjakan penumpang yang bepergian keluar Kota Batam dibandingkan hari-hari sebelumnya,

Hal tersebut disinyalir semakin banyaknya arus pemudik yang berangkat keluar Batam menuju kampung halamannya pada hari raya Idul Fitri tahun ini.

 

Pada tempat yang terpisah, dari informasi yang diperoleh oleh awak media ini mengatakan bahwa “dibandingkan dari sebelum adanya kenaikan harga tiket, suasana keberangkatan dan kedatangan penumpang pesawat saat ini sangat jauh menurun. Walaupun saat ini suasana lebaran, tetap masih belum merubah keadaan seperti sebelumnya pada hari-hari biasa”, demikian pengakuan salah satu pekerja kepada awak media ini.

Pada kesempatan yang sama, awak media Wajah Batam juga menerima informasi bahwa khususnya masalah keamanan di bandara Hang Nadim tetap maksimal, namun keamanan menjelang lebaran kali ini lebih terfokus di pelabuhan-pelabuhan kapal laut, karena masyarakat Batam yang akan mudik tahun ini lebih cenderung memilih naik kapal laut. (TimWb)

54,966 kali dilihat, 65 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending