Terhubung dengan kami

Berita

Sambutan HRS di Acara Pembukaan Ijtima' Ulama

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID| Jakarta – HRS selaku Dewan Pembina GNPF Ulama secara live memberikan apresiasi,pandangan serta arahan kepada peserta Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional yang menghadiri acara tersebut 27.07.2018 malam.
Acara yang di hadiri Gubernur DKI dan para Ketua Partai  yang terdiri dari 5 Partai yaitu Gerindra,PAN,PKS,PBB dan Partai Berkarya serta para Habaib,Ulama serta Tokoh tokoh Nasional seperti Amin Rais, Rizal Ramli, Fadli Zon,Tengku Zulkarnain, dan lain lain.Peserta yang hadir dengan hikmad mendengarkan HRS secara Live dari Makkah tersebut.

Kutipan sambutan HRS


HRS : “Alhamdulilah pada saat ini saya sekeluarga keadaan sehat walafiat tdk kurang suatu apapun. Semoga para ikhwan peserta ijtima’ semoga senantiasa dalam limpahan rahmat barokah Allah SWT. Melalui sambutan ini kita menyampaikan apresiasi yg sangat tinggi kepada yg amat kita cintai, para Habib dan Alim Ulama serta tokoh Islam dari berbagai daerah,Pondok pesantren,Majelis taklim, Ormas Islam dan Lembaga Dakwah. Apresiasi yg sangat tingggi kepad para Politisi dan Ekonom. Pakar dan Cendekiawan, LSM,Komunitas. Secara khusus kita sampaikan apresiasi yg panitia GNPF Ulama. Semoga diberikan yg berlipat ganda.
Saudaraku seiman dan seakidah, sebangsa dan setanah air. Ijtima ini digelar utk memusyawarahkan persoalan2 Bangsa yg urgen dan krusial di bidang dakwah sosial, politik ekonomi.
Musyawarah adalah perintah Allah SWT, ajaklah mereka bermusyawarah dlm urusan mereka. Urusan yg penting termasuk bangsa dan negara. Musyawarah jg identitas orang beriman.
Selain itu, musyawarah mufakat mrupakan ciri dan karakter bangsa sejak dulu kala.
Melalui Ijtima ini kita berharap memperkuat barisan umat menuju Indonesia berkah. Saya menyerukan agar Ijtima mendorong sekuat tenaga utk menyatukan Partai2 politik yg selama ini berjuang bersama umat melawan tirani kezaliman, yaitu saudara kita dari Gerindra,PKS,PAN,PBB sebagai lokomotif perjuangan keadilan. Kita wajib merangkul erat Partai baru seperti Idaman yg bergabung dengan PAN dan Partai Berkarya yg kreatif dan potensial. Kitapun harus terbuka untuk Partai lain yg ingin bergabung.
Apalagi partai besar spt paratai Demorkat. Ayo kita satukan utk koalisi umat untuk NKRI Pancasila dan UUD 1945. Ayo kita satukan mereka dlm gerakan perjuangan melawan Komunisme, Liberalisme, Islam pobia. Ayo duduk bersatu, kedepankan kepentingan Bangsa Negara dan Agama.
Semoga dari Ijtima Ulama ini akan muncul koalisi tegak dan tangguh yg siap robohkan tembok keangkuhan dan tirani kezaliman. Koalisi yg lahir dr rahim Ijtima ini akan didukung oleh gelombang umat yg besar yg selama ini silent majority yg termajinalkan.
Belajarlah dari Pilkada DKI. Bagaimana keikhlasan niat kebulatan tekat mampu mengalahkan petahana yg ditopang negara, dlll
Karenanya jgn pernah takluk pada kekayaan kebesaran dan kekuatan kezaliman. Ingat saat yg haq sudah tiba maka yg bathil akan sirna.
Saudara ku seiman seakidah,
Ayo ikhlaskan niat dan bulatkan tekat bangun kebersamaan kesetiaan,bersama kita jaya,berpecah kita kalah.
Insya allah dgn keiklasan niat kebulatan tekad kebersamaan dan kesetiaan kita semua akan dimenangkan Allah SWT. Takbir …
Saudara ku Melalui Ijtima ini kami juga berharap mampu merekomendasikan Capres Cawapres yg adil, amanah, cerdas, cnta Bangsa Negara.
Mengawal konstitusi agar tdk bertentangan dgn ayat suci.Saya berharap capres mewakili Nasionalis Agamis kebangsaan kaum santri. Shg salinng menyempurnakan.Jangan pernah khawatir soal elektabikitas dan logistik dan posko pemenangan. Elektabilitas akan kita genjot bersama Ulama dan Umat, logistik akan kita galang, posko pemenangan juga kita kuatkan, maka seluruh rumah umat di tanah air akan jadi posko pemenangan. Ayo kita dukung dan menangkan Capres Cawapres yg disepakati koalisi direstui Ijtima dan membuat kontrak politik dgn Ulama utk kemaslahatan Agama Bangsa dan Negara. InShaaAllah kita akan menang.
Ayo semua kita berjuang, Takbir….
 

580 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Merasa Dibohongi Pelni dan PT. Inalum, Masyarakat Bakar Dokumen Keberangkatan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/5/2019 | Harapan pulang kampung yang diharapkan masyarakat Batam hari ini Jumat (17/5) pupus karena masyarakat yang sudah mengumpulkan berkas sebelumnya dan dijanjikan pada hari ini pukul 09.00 WIB mendapat panggilan ternyata harus gigit jari dan pulang dengan tangan kosong setelah tahu mereka tidak mendapatkan tiket yang dinyatakan sudah habis.

Dengan kejadian ini masyarakat yang datang berbondong-bondong merasa dibohongi oleh oknum Pelni dan PT. Inalum, demikian disampaikan Sabarudin salah satu aktifis yang juga hadir untuk mengambil tiket yang dijanjikan tersebut karena telah merasa mengumpulkan berkas-berkas berupa KTP dan KK sebelumnya.

“Kantor pelni Sekupang tahun sebelumnya lancar tahun ini ada unsur KKN masyarakat disuruh pulang bagi yyg sudah kumpulkan berkas disuruh besok datang hari Jumat jam 9 tinggal ambil tiket seperti tahun lalu tiba tiba Jumat datang tiket sudah habis di bagikan ini namanya pembohongan atau penipuan terhadap masyarakat, Masyarakat yg mau mudik dgn tiket gratis dari PT. Inalum akhirnya kecewa dengan membakar foto copij KTP dan KK akibat pembagian tiket tidak jelas dan adanya unsur KKN dgn panitia” demikian Sabarudin menyampaikan hal ini kepada Wajah Batam via WhatsApp siang ini. (shd)

36,694 kali dilihat, 1,820 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Yulidar: Kartu Sakti Yang “Bohongi” Masyarakat

Diterbitkan

pada

Oleh

Laporan: Suharsad (Dir. Forum Komunikasi Pendidikan Nasional)

Berbagai program subsidi berbentuk kartu yang digulirkan pemerintah ditujukan untuk menghilangkan hambatan ekonomi siswa untuk bersekolah, keluarga tak mampu dan lain-lain sehingga nantinya membuat masyarakat dan anak-anak tidak lagi terpikir untuk berhenti sekolah dan keluarga tak mampu tak lagi memikirkan beban hidup yang berat. Khususnya KIP, menghindari anak pustus sekolah, program KIP juga dibuat untuk bisa menarik kembali siswa yang telah putus sekolah agar kembali bersekolah. Bukan hanya tentang biaya administrasi sekolah, program ini juga bertujuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran. Lebih luas lagi, program dalam KIP ini juga sangat mendukung untuk mewujudkan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pendidikan Menengah Universal/Wajib Belajar 12 Tahun.

WAJAHBATAM.ID– 8/5/2019 | Yulidar adalah salah satu penerima kartu-kartu seperti KIS dan KIP yang hingga saat menerima kartu tersebut baru satu kali menerima bantuan sembako (KIS) dan satu kali menerima bantuan pendidikan anak (KIP) berjumlah 375.000 rupiah (125.000/bulan)

Awalnya Yulidar yang menerima kartu tersebut sangat gembira dan merasa terbantu, tapi setelah penerimaan pertama tersebut hingga detik ini hal ini tidak terjadi lagi, dan merasa heran apakah kartu-kartu ini hanya sebagai pemanis saja dan Yulidar sudah berkali-kali mempertanyakan ini ke Walikota Batam H.M Rudi, SE tapi tak pernah mendapat jawaban sama sekali.

Yulidar hanya berharap, andaikan itu merupakan program Nasional, kenapa sekian lama hanya sekali saja diberikan sebagai pemenuhan janji saja dan apakah anggaran tersebut benar ada turun sejak program tersebut dicanangkan khususnya kota Batam ? tutur Yulidar pada WB di bilangan Pasar Pasir Putih selasa (7/5) lalu. (Shd)

Bersambung

50,018 kali dilihat, 106 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Kalam Membangun Komitment

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 29/4/2019 – Kalam (kawan lama) melakukan silaturrahmi dan musyawarah besar untuk menentukan kepemimpinan 2019-2023 sekaligus menetapkan AD/ART organisasi.

“Kalam harus berkomitmen dalam hubungan silaturrahmi,” kata DR. H. Kholiq Widiarto, SH. MH. dalam sambutannya. “Sesama anggota kalam adalah keluarga besar sehingga jangan sampai ada kalimat atau saling membuka aib – justru sebaliknya,” ujarnya.

Sementara Ketua Dewan Pembina DR. H.M. Soerya Respationo, SH. MH. menekankan adanya ketulusan dalam bersilaturrahmi, “harus ada satunya kata dan perbuatan, jangan jadi munafik..!” tegasnya.

Soerya menegaskan ” jangan ada yang ketika berhadapan saling bertemu baik di belakang dibicarakan lain…! ”

Silaturrahmi yang juga dihadiri tokoh kawan lama seperti Mustafa Wijaya, Erdin Odang, Yusuf Domi, dan banyak lainnya berlangsung dengan penuh keakraban.

Bahkan rapat besar pembahasan AD/ART, program dan kepengurusan baru berlangsung sangat cepat karena dinilai untuk kebersamaan. (timwb)

16,249 kali dilihat, 73 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending