Terhubung dengan kami

Berita

Hore, Gaji ke-13 PNS Cair di Juli Ini

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID | BATAM (29/06/2018 ) – Usai menerima tunjangan hari raya (THR), pegawai negeri sipil (PNS) akan kembali menerima tambahan penghasilan. Selain gaji bulanan, PNS akan menerima gaji ke-13 pada Juli ini.
“Gaji ketigabelas rencananya cair bulan Juli,” ujar Kepala Biro Humas Kementerian PANRB, Herman Suryatman saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (29/6/2018).
Dia menuturkan, pemberian gaji ke-13 ini bertujuan membantu biaya pendidikan anak sekolah para PNS.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menuturkan jika kebijakan pemberian THR dan gaji ke-13 bukan kebijakan baru. Kebijakan ini telah ditetapkan sejak 2016.
Penganggaran THR dan gaji ke-13 juga telah diatur setiap tahunnya melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) mengenai pedoman penyusunan APBD.
“Khusus untuk 2018 diatur dalam Permendagri Nomor 33 Tahun 2017 tentang pedoman penyusunan APBD 2018 yang mengatur penganggaran gaji pokok dan tunjangan PNS daerah disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan, serta memperhitungkan rencana kenaikan gaji pokok dan tunjangan, dan pemberian gaji ke-13 dan 14 ini adalah nomenklatur gaji ke-14 yang disamakan dengan THR,” ujar Sri Mulyani, Selasa (5/6/2018).
Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan THR dan gaji ke 13 telah dimasukkan dalam formula perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU) 2018. Pengalokasian DAU untuk setiap daerah telah dihitung dari alokasi dasar yang didasarkan pada belanja gaji PNS daerah dan juga celah fiskal yaitu selisih antara kebutuhan fiskal daerah dengan kapasitas fiskalnya.
“Untuk perhitungan alokasi dasar telah memperhitungkan gaji PNS daerah berupa gaji pokok, tunjangan yang melekat sesuai ketentuan pemerintah tentang penggajian, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan umum, tunjangan beras termasuk telah memperhitungkan gaji ke-13 dan THR,” jelas Sri Mulyani.
Pencairan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 para pegawai negeri sipil (PNS) berdampak positif pada tiga sektor usaha, antara lain perhotelan dan restoran, jasa wisata serta ritel.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, THR yang tidak hanya diterima oleh pekerja swasta, tetap juga PNS berdampak langsung pada kegiatan ekonomi masyarakat.
“Kelihatannya bagus, ini ada kecenderungan lebih baik dari tahun lalu karena kita prediksi uang dari gaji ke-13 dan THR PNS itu cukup besar, ada Rp 35 triliun yang digelontorkan,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Senin (18/6/2018).
Dia mengungkapkan, selama ini periode libur Lebaran, tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel di daerah meningkat hingga 90 persen. Hal ini dinilai tidak lepas dari adanya pencairan THR bagi para abdi negara tersebut.
‎”Kita prediksi yang akan mendapatkan keuntungan dari uang itu ya yang pertama, hotel dan restoran,” lanjut dia.
Sektor lain yang juga ketiban untung dari THR PNS yaitu sektor pariwisata dan ritel. Uang THR yang dimiliki para PNS dinilai akan banyak dihabiskan untuk berwisata dan berbelanja.
“Kedua, destinasi wisata, itu pasti ramai. Ketiga, ritel dan fast moving consumer goods, itu akan menikmati,” ujar dia.
Liputan6

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Merasa Dibohongi Pelni dan PT. Inalum, Masyarakat Bakar Dokumen Keberangkatan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/5/2019 | Harapan pulang kampung yang diharapkan masyarakat Batam hari ini Jumat (17/5) pupus karena masyarakat yang sudah mengumpulkan berkas sebelumnya dan dijanjikan pada hari ini pukul 09.00 WIB mendapat panggilan ternyata harus gigit jari dan pulang dengan tangan kosong setelah tahu mereka tidak mendapatkan tiket yang dinyatakan sudah habis.

Dengan kejadian ini masyarakat yang datang berbondong-bondong merasa dibohongi oleh oknum Pelni dan PT. Inalum, demikian disampaikan Sabarudin salah satu aktifis yang juga hadir untuk mengambil tiket yang dijanjikan tersebut karena telah merasa mengumpulkan berkas-berkas berupa KTP dan KK sebelumnya.

“Kantor pelni Sekupang tahun sebelumnya lancar tahun ini ada unsur KKN masyarakat disuruh pulang bagi yyg sudah kumpulkan berkas disuruh besok datang hari Jumat jam 9 tinggal ambil tiket seperti tahun lalu tiba tiba Jumat datang tiket sudah habis di bagikan ini namanya pembohongan atau penipuan terhadap masyarakat, Masyarakat yg mau mudik dgn tiket gratis dari PT. Inalum akhirnya kecewa dengan membakar foto copij KTP dan KK akibat pembagian tiket tidak jelas dan adanya unsur KKN dgn panitia” demikian Sabarudin menyampaikan hal ini kepada Wajah Batam via WhatsApp siang ini. (shd)

36,692 kali dilihat, 1,818 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Yulidar: Kartu Sakti Yang “Bohongi” Masyarakat

Diterbitkan

pada

Oleh

Laporan: Suharsad (Dir. Forum Komunikasi Pendidikan Nasional)

Berbagai program subsidi berbentuk kartu yang digulirkan pemerintah ditujukan untuk menghilangkan hambatan ekonomi siswa untuk bersekolah, keluarga tak mampu dan lain-lain sehingga nantinya membuat masyarakat dan anak-anak tidak lagi terpikir untuk berhenti sekolah dan keluarga tak mampu tak lagi memikirkan beban hidup yang berat. Khususnya KIP, menghindari anak pustus sekolah, program KIP juga dibuat untuk bisa menarik kembali siswa yang telah putus sekolah agar kembali bersekolah. Bukan hanya tentang biaya administrasi sekolah, program ini juga bertujuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran. Lebih luas lagi, program dalam KIP ini juga sangat mendukung untuk mewujudkan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pendidikan Menengah Universal/Wajib Belajar 12 Tahun.

WAJAHBATAM.ID– 8/5/2019 | Yulidar adalah salah satu penerima kartu-kartu seperti KIS dan KIP yang hingga saat menerima kartu tersebut baru satu kali menerima bantuan sembako (KIS) dan satu kali menerima bantuan pendidikan anak (KIP) berjumlah 375.000 rupiah (125.000/bulan)

Awalnya Yulidar yang menerima kartu tersebut sangat gembira dan merasa terbantu, tapi setelah penerimaan pertama tersebut hingga detik ini hal ini tidak terjadi lagi, dan merasa heran apakah kartu-kartu ini hanya sebagai pemanis saja dan Yulidar sudah berkali-kali mempertanyakan ini ke Walikota Batam H.M Rudi, SE tapi tak pernah mendapat jawaban sama sekali.

Yulidar hanya berharap, andaikan itu merupakan program Nasional, kenapa sekian lama hanya sekali saja diberikan sebagai pemenuhan janji saja dan apakah anggaran tersebut benar ada turun sejak program tersebut dicanangkan khususnya kota Batam ? tutur Yulidar pada WB di bilangan Pasar Pasir Putih selasa (7/5) lalu. (Shd)

Bersambung

50,011 kali dilihat, 99 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Kalam Membangun Komitment

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 29/4/2019 – Kalam (kawan lama) melakukan silaturrahmi dan musyawarah besar untuk menentukan kepemimpinan 2019-2023 sekaligus menetapkan AD/ART organisasi.

“Kalam harus berkomitmen dalam hubungan silaturrahmi,” kata DR. H. Kholiq Widiarto, SH. MH. dalam sambutannya. “Sesama anggota kalam adalah keluarga besar sehingga jangan sampai ada kalimat atau saling membuka aib – justru sebaliknya,” ujarnya.

Sementara Ketua Dewan Pembina DR. H.M. Soerya Respationo, SH. MH. menekankan adanya ketulusan dalam bersilaturrahmi, “harus ada satunya kata dan perbuatan, jangan jadi munafik..!” tegasnya.

Soerya menegaskan ” jangan ada yang ketika berhadapan saling bertemu baik di belakang dibicarakan lain…! ”

Silaturrahmi yang juga dihadiri tokoh kawan lama seperti Mustafa Wijaya, Erdin Odang, Yusuf Domi, dan banyak lainnya berlangsung dengan penuh keakraban.

Bahkan rapat besar pembahasan AD/ART, program dan kepengurusan baru berlangsung sangat cepat karena dinilai untuk kebersamaan. (timwb)

16,247 kali dilihat, 71 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending