Terhubung dengan kami

Berita

Keputusan dan Rekomendasi Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional GNPF Ulama

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID||  JAKARTA 29 Jul 2018 Ijtima’ Ulama yang di prakarsai oleh GNPF Ulama selama 3 hari di Jakarta telah menghasilkan keputusan yang nantinya akan di rekomendasikan ke Partai2 Koalisi keummatan yang juga hadir di Ijma’ Ulama yaitu Gerindra,PKS,PAN,PBB,BERKARYA.

Keputusan Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional

I. Kritera Ideal Calon Pemimpin dan Pejabat Publik yang akan Dipilih oleh Umat:
A. Kriteria umum:                                                            1. Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT
2. Memiliki ilmu dan kompetensi dalam penyelenggaraan negara yang konsisten dengan
pembukaan UUD 1945
3. Sehat jasmani dan rohani
4. Memiliki keberpihakan kepada pribumi dan umat Islam
5. Mampu menjaga kedaulatan negara dan melindungi segenap bangsa dari intervensi dan
kendali pihak asing serta bebas dari komunisme, liberalisme, sosialisme, kapitalisme dan
aliran sesat.
B. Kriteria khusus:
1. Muslim yang taat beribadah dalam arti luas
2. Memiliki karakter jujur, terpercaya, cerdas dan tabligh
3. Memahami substansi pembukaan UUD 45 sesuai khittah perjuangan kemerdekaan
Indonesia
4. Kemampuan manajerial kepemimpinan
5. Keberpihakan dan pembelaan terhadap kepentingan Islam
II. Program Dakwah Khusus
Program Dakwah Khusus meliputi:
1. Gerakan Indonesia Shalat Subuh Berjamaah
2. Gerakan Anti Pemurtadan
3. Pemberantasan Aliran Sesat.
Merupakan program prioritas untuk memberdayakan umat Islam dan membentengi akidah
umat Islam.
III. Program Ekonomi Keumatan
1. Program Ekonomi Keumatan dan/atau Program Ekonomi Konstitusi akan menjadi Program
Prioritas untuk pemberdayaan ekonomi umat berbasiskan ekonomi syariah.
2. GNPF Ulama adalah Pemegang Hak Merek 212 yang dapat digunakan oleh umat dengan
syarat dan ketentuan yang diatur kemudian .
3. Merevitalisasi Dewan Ekonomi Syariah yang dibentuk oleh GNPF Ulama pada tahun 2017
yang lalu, dengan memfungsikan sebagai Komite Nasional Ekonomi Umat.
4. Komite Nasional Ekonomi Umat didirikan dengan tujuan memantau, memajukan,
melindungi, dan mendorong kepentingan pemberdayaan ekonomi umat.                                    5. Koperasi Syariah 212 adalah salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi Umat
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari GNPF Ulama dan bernaung di bawah
payung Komite Nasional Ekonomi Umat.
6. Anggota Komite Nasional Ekonomi Umat terdiri dari eks anggota Dewan Ekonomi Syariah
GNPF Ulama yang masih ada dan memenuhi syarat serta ditambah dengan anggota baru
yang disepakati dari forum musyawarah ini yang terdiri dari: Heppy Trenggono, Jufri
Syahroni, Syafi’i Antonio, Ichsanudin Noorsy, Azrul Azis Taba, Abdul Majid, Muhsin Thoyib ,
Habibullah, Muhamad Rusdi, Sabrun Jamil, Nurdiati Akma, Rinar Lydia
7. Membentuk lembaga permodalan nasional yang berbasis keumatan.
8. Membangkitkan perekonomian umat yang berbasiskan masjid, pesantren, dan sentra-
sentra lainnya.
IV. Lembaga dan Organisasi
1. Ijtima Ulama membentuk Badan Pekerja MPUI-I (Majelis Permusyawaratan Umat Islam
Indonesia)
2. Badan Pekerja MPUI-I bekerja secara aktif sampai terbentuknya MPU-I secara nasional
dalam waktu paling lambat enam (6) bulan sejak penetapan ini.
V. Rekomendasi Calon Pemimpin Nasional
1. Merekomendasikan:
a. Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto – Al Habib Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri.
b. Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto – Ust. Abdul Somad Batubara, Lc., MA.
Sebagai calon presiden dan calon wakil presiden untuk didaftarkan ke KPU oleh Partai
Koalisi Keumatan dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019.
2. Mengikat seluruh peserta Ijtima untuk memberikan dukungan kepada calon presiden yang
direkomendasikan melalui surat keputusan ini.
3. Mewajibkan peserta Ijtima untuk menyosialisasikan hasil rekomendasi ini kepada umat Islam Indonesia.
4. Menyatakan mandat kepada Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama, Habib Rizieq Syihab,
untuk mengambil keputusan atas dinamika yang berkembang dalam proses pemilihan
Presiden 2019.
Jakarta, 29 Juli 2018/ 16 Dzulqa’dah 1439 H.

590 kali dilihat, 20 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Merasa Dibohongi Pelni dan PT. Inalum, Masyarakat Bakar Dokumen Keberangkatan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 17/5/2019 | Harapan pulang kampung yang diharapkan masyarakat Batam hari ini Jumat (17/5) pupus karena masyarakat yang sudah mengumpulkan berkas sebelumnya dan dijanjikan pada hari ini pukul 09.00 WIB mendapat panggilan ternyata harus gigit jari dan pulang dengan tangan kosong setelah tahu mereka tidak mendapatkan tiket yang dinyatakan sudah habis.

Dengan kejadian ini masyarakat yang datang berbondong-bondong merasa dibohongi oleh oknum Pelni dan PT. Inalum, demikian disampaikan Sabarudin salah satu aktifis yang juga hadir untuk mengambil tiket yang dijanjikan tersebut karena telah merasa mengumpulkan berkas-berkas berupa KTP dan KK sebelumnya.

“Kantor pelni Sekupang tahun sebelumnya lancar tahun ini ada unsur KKN masyarakat disuruh pulang bagi yyg sudah kumpulkan berkas disuruh besok datang hari Jumat jam 9 tinggal ambil tiket seperti tahun lalu tiba tiba Jumat datang tiket sudah habis di bagikan ini namanya pembohongan atau penipuan terhadap masyarakat, Masyarakat yg mau mudik dgn tiket gratis dari PT. Inalum akhirnya kecewa dengan membakar foto copij KTP dan KK akibat pembagian tiket tidak jelas dan adanya unsur KKN dgn panitia” demikian Sabarudin menyampaikan hal ini kepada Wajah Batam via WhatsApp siang ini. (shd)

36,687 kali dilihat, 1,813 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Yulidar: Kartu Sakti Yang “Bohongi” Masyarakat

Diterbitkan

pada

Oleh

Laporan: Suharsad (Dir. Forum Komunikasi Pendidikan Nasional)

Berbagai program subsidi berbentuk kartu yang digulirkan pemerintah ditujukan untuk menghilangkan hambatan ekonomi siswa untuk bersekolah, keluarga tak mampu dan lain-lain sehingga nantinya membuat masyarakat dan anak-anak tidak lagi terpikir untuk berhenti sekolah dan keluarga tak mampu tak lagi memikirkan beban hidup yang berat. Khususnya KIP, menghindari anak pustus sekolah, program KIP juga dibuat untuk bisa menarik kembali siswa yang telah putus sekolah agar kembali bersekolah. Bukan hanya tentang biaya administrasi sekolah, program ini juga bertujuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran. Lebih luas lagi, program dalam KIP ini juga sangat mendukung untuk mewujudkan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pendidikan Menengah Universal/Wajib Belajar 12 Tahun.

WAJAHBATAM.ID– 8/5/2019 | Yulidar adalah salah satu penerima kartu-kartu seperti KIS dan KIP yang hingga saat menerima kartu tersebut baru satu kali menerima bantuan sembako (KIS) dan satu kali menerima bantuan pendidikan anak (KIP) berjumlah 375.000 rupiah (125.000/bulan)

Awalnya Yulidar yang menerima kartu tersebut sangat gembira dan merasa terbantu, tapi setelah penerimaan pertama tersebut hingga detik ini hal ini tidak terjadi lagi, dan merasa heran apakah kartu-kartu ini hanya sebagai pemanis saja dan Yulidar sudah berkali-kali mempertanyakan ini ke Walikota Batam H.M Rudi, SE tapi tak pernah mendapat jawaban sama sekali.

Yulidar hanya berharap, andaikan itu merupakan program Nasional, kenapa sekian lama hanya sekali saja diberikan sebagai pemenuhan janji saja dan apakah anggaran tersebut benar ada turun sejak program tersebut dicanangkan khususnya kota Batam ? tutur Yulidar pada WB di bilangan Pasar Pasir Putih selasa (7/5) lalu. (Shd)

Bersambung

50,007 kali dilihat, 95 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Kalam Membangun Komitment

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 29/4/2019 – Kalam (kawan lama) melakukan silaturrahmi dan musyawarah besar untuk menentukan kepemimpinan 2019-2023 sekaligus menetapkan AD/ART organisasi.

“Kalam harus berkomitmen dalam hubungan silaturrahmi,” kata DR. H. Kholiq Widiarto, SH. MH. dalam sambutannya. “Sesama anggota kalam adalah keluarga besar sehingga jangan sampai ada kalimat atau saling membuka aib – justru sebaliknya,” ujarnya.

Sementara Ketua Dewan Pembina DR. H.M. Soerya Respationo, SH. MH. menekankan adanya ketulusan dalam bersilaturrahmi, “harus ada satunya kata dan perbuatan, jangan jadi munafik..!” tegasnya.

Soerya menegaskan ” jangan ada yang ketika berhadapan saling bertemu baik di belakang dibicarakan lain…! ”

Silaturrahmi yang juga dihadiri tokoh kawan lama seperti Mustafa Wijaya, Erdin Odang, Yusuf Domi, dan banyak lainnya berlangsung dengan penuh keakraban.

Bahkan rapat besar pembahasan AD/ART, program dan kepengurusan baru berlangsung sangat cepat karena dinilai untuk kebersamaan. (timwb)

16,244 kali dilihat, 68 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending