Terhubung dengan kami

Blog

Catatan Imbalo : Perjalanan ke Lombok

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) merupakan lembaga Muhammadiyah yang bertugas untuk mengkoordinasikan mobilisasi sumberdaya dalam Tanggap Darurat Bencana, Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana dan Rehabilitasi Pasca Bencana.

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID | Lombok (05/10/2018),  MDMC Muhammadiyah Disarter Management Center.
Masih banyak masyarakat belum tahu apa tugas organisasi ini, Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (Bahasa Inggris: Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) merupakan lembaga Muhammadiyah yang bertugas untuk mengkoordinasikan mobilisasi sumberdaya dalam Tanggap Darurat Bencana, Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana dan Rehabilitasi Pasca Bencana.

Lembaga ini baru berdiri tahun 2007, masih baru ya, tetapi tanpa banyak publikasi MDMC berbuat, contohnya di Lombok. Dari mulai kota Mataram di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah relawan yang bergabung dalam MDMC ini ribuan orang jumlahnya.

Tersebar diseluruh wilayah bencana, gempa bumi Lombok, ditempat tidak ada bantuan sama sekali, MDMC membangun posko kesehatan, konseling, pendidikan, keagamaan, lengkap dengan ambulan, rescue, klinik bergerak.

Petang hari itu, kami menuju desa Karia Kecamatan Sajang Kabupaten Lombok Timur, persis dikaki Gunung Rinjani, penduduk kampung tidak berani tidur dirumah, terlihat tenda tenda ala kadarnya terpasang, tandon air dan jemuran bawang baru di panen.

“Bawang merah dari Karia biasanya mencapai belasan ribu perkilonya, belum dijual lagi sekarang harganya empat ribu”, kata bapak yang rumahnya ditempati untuk posko menyimpan obat obatan dan logistik relawan.

“Hampir dua bulan, janji pemerintah akan memberikan 50 juta hingga kini belum terealisir”,katanya lagi. Kemarin mahasiswa demo di Mataram menayakan bantuan yang dijanjikan itu. Halaman utama Lombok Post menampilkan judul Janji Palsu.

Sengaja kubawa bibit petai dari Surabaya, kuberi kepada seorang bapak untuk ditanam di desa Karia, sebelumnya kuajari cara menanamnya dalam potongan botol plastik minuman air mineral.

Hampir diseluruh Lombok banyak peternak lembu, kebun jagung dan padi dapat ditanam sepanjang tahun.Seratusan benih lagi kuberikan kepada pak Magrib di desa Dagiang, orang tua itu senang sekali menerimanya, penggemar makan petai, tetapi di tempatnya tidak ada pohon petai.

Saat mengisi buku tamu, aku ditanya Yudi, “relawan keahliannya bidang apa? Supir, masak, bangunan jawab ku. Ribuan relawan itu silih berganti datang dan pulang, rata rata mereka mahasiswa dosen, dokter perawat bidan, dari seluruh tanah air dari berbagai universitas dan Rumah Sakit Muhammadiyah.

Hingga larut malam terkadang mereka bekerja, menyalurkan bantuan dan menyiapkan bantuan yang akan dibagikan, penyusun program rencana esok dan selanjutnya. Menjemput yang datang dari airport, mengantar dari posko induk ke berbagai posko diberbagai desa.

Terkagum-kagum kita dibuatnya, jadwal terpampang disetiap dinding. “Pukul 10.00 kita ke airport pak” ujar salah seorang relawan supir mahasiswa dari Sragen yang hari itu bertugas mengantar limapuluhan relawan yang akan pulang, termasuk aku.

Salut buat MDMC, terima kasih Bu Rachmah perempuan yang malang melintang di dunia relawan tidak di tanah air juga dimanca negara.

(WB/IYs/IMB) 

477 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog

Apa Itu Quick Count, Exit Poll & Real Count

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 18/4/2019 | Masa pemilihan sudah berakhir, dan masyarakat tentunya menantikan hasilnya. Mengingat kali ini adalah Pemilu Serentak dan masyarakat mendapatkan lima kertas surat suara sekaligus, maka istilah quick cout, exit poll dan real count sangat populer setiap diselenggarakannya pemilu khususnya ditahun 2019 ini.

Untuk menjawab keingintahuan masyarakat soal hasil Pemilu 2019, beberapa lembaga survei pun melakukan quick count dan exit poll.

Namun, masyarakat umum masih banyak yang belum mengetahui perbedaan quick count, exit poll, dan real count.

Apakah perbedaannya?

Quick Count

Quick count adalah proses pengambilan data sample dengan menghitung persentase hasil Pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel.

Quick count memberikan gambaran dan akurasi yang lebih tinggi, karena hitung cepat menghitung hasil pemilu langsung dari TPS target, bukan berdasarkan persepsi atau pengakuan responden.

Hitung cepat biasanya menerapkan teknik sampling probabilitas sehingga hasilnya jauh lebih akurat dan dapat mencerminkan populasi secara tepat.

Exit Poll

Exit Poll adalah survei yang dilakukan setelah pemilih meninggalkan tempat dengan menanyakan langsung kepada pemilih terhadap siapa calon yang ia pilih pada TPS tertentu.

Hasil exit poll sendiri selalu keluar sebelum hasil resmi keluar. Dan ini biasanya memiliki “margin eror”. Hasil exit poll tidak secepat quick count.

Real Count

Real count adalah pengumpulan data dari seluruh pemilih atau TPS.
Hasil dari real count hasilnya tidak secepat quick count dan exit poll, biasanya memerlukan waktu sampai berhari-hari. Data yang dihitung adalah angka resmi dari tiap TPS, bukan berdasarkan sampel. (shd)

Sumber: liputan6

4,185 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Christiaan Snouck Hurgronje: Orientalis Belanda Yang Sukses Hancurkan Serambi Mekkah

Diterbitkan

pada

Oleh

Wikipedia.org – Christiaan Snouck Hurgronje (lahir di Tholen, Oosterhout8 Februari 1857 – meninggal di Leiden26 Juni 1936 pada umur 79 tahun) adalah seorang sarjana Belanda budaya Oriental dan bahasa serta Penasehat Urusan Pribumi untuk pemerintah kolonial Hindia Belanda (sekarang Indonesia).

Christiaan Snouck Hurgronje
Dutch scholar Snouck Hurgronje.

Dutch scholar Snouck Hurgronje.
Lahir 8 Februari 1857
OosterhoutBelanda
Meninggal 26 Juni 1936
LeidenBelanda
Pekerjaan Profesor, penulis, mata-mata, penasihat kolonial.
Kebangsaan Belanda
“Snouck Hurgronje” beralih ke halaman ini. Untuk keluarga, lihatSnouck Hurgronje (keluarga)

Lahir di Oosterhout pada tahun 1857, ia menjadi mahasiswa teologi di Universitas Leiden pada tahun 1874. Ia menerima gelar doktor di Leiden pada tahun 1880 dengan disertasinya ‘Het Mekkaansche feest’ (“Perayaan Mekah”). Ia menjadi profesor di Sekolah Pegawai Kolonial Sipil Leiden pada 1881.

Snouck, yang fasih berbahasa Arab, melalui mediasi dengan gubernur Ottoman di Jeddah, menjalani pemeriksaan oleh delegasi ulama dari Mekkah pada tahun 1884 sebelum masuk. Setelah berhasil menyelesaikan pemeriksaan diizinkan untuk memulai ziarah ke kota suci muslim Mekkah pada 1885. Di Mekkah, keramahannya dan naluri intelektualnya membuat para ulama tak segan membimbingnya. Dia adalah salah satu sarjana budaya Oriental Barat pertama yang melakukannya.

Sebagai wisatawan perintis, ia adalah orang langka asal Barat yang berada di Mekkah, tetapi memeluk budaya dan agama dengan penuh gairah sehingga ia berhasil membuat kesan kepada orang-orang bahwa ia masuk Islam.[1] Dia mengaku berpura-pura menjadi Muslim seperti yang ia jelaskan dalam surat yang dikirim ke teman kuliahnya, Carl Bezold pada 18 Februari 1886 yang kini diarsipkan di Perpustakaan Universitas Heidelberg.[2][3]

Pada tahun 1889 ia menjadi profesor Melayu di Universitas Leiden dan penasehat resmi kepada pemerintah Belanda untuk urusan kolonial. Dia menulis lebih dari 1.400 makalah tentang situasi di Aceh dan posisi Islam di Hindia Belanda, serta pada layanan sipil kolonial dan nasionalisme.

Sebagai penasehat J.B. van Heutsz, ia mengambil peran aktif dalam bagian akhir (1898-1905) Perang Aceh (1873-1913). Ia menggunakan pengetahuannya tentang budaya Islam untuk merancang strategi yang secara signifikan membantu menghancurkan perlawanan dari penduduk Aceh dan memberlakukan kekuasaan kolonial Belanda pada mereka, mengakhiri perang 40 tahun dengan perkiraan korban sekitar 50.000 dan 100.000 penduduk tewas dan sekitar satu juta terluka.

Kesuksesannya dalam Perang Acehmemberinya kekuasaan dalam membentuk kebijakan pemerintahan kolonial sepanjang sisa keberadannya di Hindia Belanda, namun seiring dengan sarannya yang kurang diimplementasikan, ia memutuskan kembali ke Belanda pada 1906 Kembali di Belanda Snouck melanjutkan karier akademis yang sukses.

Sumber: Wikipedia.org

62,349 kali dilihat, 84 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Blog

Kegagalan & Keberhasilan Adalah Peristiwa Yang Menyenangkan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-11April 2019 Keberhasilan dan kegagalan adalah
Dua sisi yang selalu mengiringi perjalanan hidup setiap manusia dan hal tersebut dialami setiap orang yang berusaha untuk meraih keinginan dan impiannya.
Kedua kata tersebut menyelipkan dua emosi yang berbeda antara senang dan kecewa itu terjadi jika kita hanya menilai dari segi emosi saja.
Tapi sebaliknya malah berbeda,seharusnya kita melihat sebuah kegagalan  sebagai sesuatu yang menyenangkan😊😊
Mengapa demikian ?????
Mari kita mulai dahulu mengenai kegagalan.

Kegagalan

Kegagalan adalah suatu hasil dimana kita tidak bisa mencapai hasil yang sesuai dengan keinginan atau  harapan.
Tapi apakah usaha yang kita lakukan untuk itu sia – sia ?
Tidak….

Seperti yang pernah di katakan olehThomas Edison, – Hanya karena sesuatu tidak seperti yang direncanakan, tidak berarti sia-sia…Hasilnya? Banyak hal yang saya dapatkan! Jika saya menemukan 10,000 kegagalan, saya tidak gagal. Saya tidak putus asa, karena setiap kesalahan yang terjadi adalah selangkah kedepan….

Maka jelas jika kita melihat kegagalan sebagai sesuatu pembelajaran maka kita akan menemukan kesenangan disana.
Dimana kita menjadi tau untuk tidak melakukan sesuatu sama artinya kita mengetahahui bagaimana melakukan sesuatu.
Selain itu kegagalan bukanlah hal yang seharusnya di takuti ,di sembunyikan atau malah tidak di akui .
Hal tersebutlah yg membuat orang orang yang tidak bisa menerima keadaan, terpuruk dan tidak bisa move on.
Padahal jika kita melihat hal tersebut sebagai sebuah pembelajaran maka pertanyaan yang harus muncul pada diri kita adalah apa yang kurang????
Apa yang harus di tambah??? Atau apa yang perlu di rubah???
Sehingga kita menjadi tau apa yang harus di lakukan kemudian hari jika kembali mempunyai keinginan.

Jika pertanyaan di atas kita jawab dengan pikiran yang terbuka dan jernih tanpa asumsi sama sekali maka kita akan menemukan pembelajaran yang bisa kita terapkan di masa depan,sehingga perasaan sedih ,kecewa tadi akan berubah menjadi suatu hal yang menyenangkan yang akan menumbuhkah semangat yang baru untuk melakukan perbaikan di masa depan.
Berpacu untuk mencapai peningkatan.
Bersiap untuk gagal dan belajar; adalah satu-satunya jalan melangkah  ke arah yang lebih baik.

Keberhasilan

Keberhasilan adalah jika kita bisa meraih sesuatu keinginan sesuai dengan harapan dan cita cita.

Seperti yang pernah di ucapkan oleh seorang Negarawan dan peraih Nobel (1953)asal Inggris 1874 – 1965
Winston Churchill :
Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.
Asli: Success is the ability to go from failure to failure without losing your enthusiasm.

Sama halnya dengan kegagalan,kesuksesan juga perlu kita analisa secara detil dan merayakan keberhasilan juga merupakan suatu usaha pengingat bagi kita agar kita bisa kembali mengulang keberhasilan tersebut dan bagaimana menjadikan keberhasilan dalam setiap tahunnya agar menjadi lebih baik.
Tapi sering manusia menjadi lupa dan terlena hanya satu keberhasilan
Yang seharusnya mereka duduk memikirkan dan merenungkan kembali apa hal baik yang sudah kita perbuaat,langkah apa yang sudah di lakukan sehinga kita di hargai seperti ini dan meningkatkan lagi kemampuan diri untuk lebih sukses lagi.
Bagaimana caranya ????

Diantaranya adalah  buatlah daftar kesuksesan betapapun kecilnya keberhasilan itu dan temukan jalan agar dapat  mengulanginya kembali dan jangan  sekali  kali meremehkan kesuksesan yang kecil.

Selain itu  pikirkan keberhasilan itu secara detil sehingga  kita mampu melihat dan menemukan hal hal yang berbeda untuk mencampai keberhasilan berikutnya.
Jangan lupa untuk merencanakan secara bersamaan agar bisa mengulangi keberhasilan yang pernah kita raih.
Sehinga kita bisa menghargai dan  merayakan keberhadilan kita  kecil maupun besar.

Terlepas dari semua itu baik kegagalan maupun keberhasilan yang di raih tidak terlepas dari izin Yang Maha Kuasa karena itu jangan sampai lupa untul mensyukuri apapun nikmat itu,kegagalan atau keberhasilan.

(Rina Silfya,S.Pd ).

1,479 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending