Terhubung dengan kami

Hukum & Kriminal

Sadis! Usai Ditabrak Korban Dianiaya Hingga Tewas

Kasus penganiayaan Berat yang terjadi di Kelurahan Sawahan Kecamatan Padang Timur Kota Padang pada hari Senin (10/09/2018) sekitar pukul 02:00 WIB mengakibatkan dua orang meninggal.

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.id | Padang (10/09/2018), Kasus penganiayaan Berat yang terjadi di Kelurahan Sawahan Kecamatan Padang Timur Kota Padang pada hari Senin (10/09/2018) sekitar pukul 02:00 WIB mengakibatkan dua orang meninggal.

Korban penganiayaan, Taufik Hidayat (32 tahun) 

Korban yang diketahui bernama Taufik Hidayat (32 tahun) dan Royal (20 tahun) meninggal setelah dianiaya oleh pelaku Alek dan rekannya seorang sopir ambulance.
Menurut penuturan saksi Teddy Gusrizal, Satpam RS M. Djamil, awalnya sekira pukul 01.00 WIB terjadi pertengkaran di lingkungan RSUD. M. Djamil antara korban dan pelaku. Sekira pukul 04.00 WIB pelaku dan korban bertemu di Sawahan 3 Padang Timur Kota, dan pelaku saat itu mengendarai mobil ambulance.

Pelaku kemudian menabrakan mobil yang ambulance berjenis minibus Grandmax putih bernomor polisi BA 1061 BI yang dikemudikannya tersebut kepada korban yang mengendarai sepeda motor Honda Blade Warna Hitam Orange bernomor polisi BA 5267 AD, dan mengakibatkan kedua korban terjatuh dari sepeda motornya.
Tidak puas hanya sampai di situ kemudian pelaku turun dari mobilnya kemudian langsung menuju kearah korban yang terjatuh dan menganiaya kedua korban dengan menggunakan benda tajam berupa linggis sehingga mengakibatkan kedua korban meninggal dunia.

Beberapa saat kemudian setelah menjalankan aksinya dan masyarakat sekitar sudah mulai ramai karena mendengar ada keributan, pelaku langsung melarikan diri. Masyarakat kemudian memberitahukan pihak kepolisian yang diwakili oleh Bripka Feriyaldi tentang kejadian ini. Korban yang telah meninggal dengan tubuh telah bersimbah darah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara seperti dituturkan oleh Ramon (40 tahun) alumni STM Muhammadiyah 1 Padang.

Hingga saat berita ini diturunkan, motif pelaku menghabisi korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Pelaku dapat terjerat kasus pidana pasal 351 KUHP dengan ancaman selama-lamanya 7 tahun penjara. Kasus penganiayaan ini sempat terekam oleh CCTV warga dalam video berikut.

(WB/STR)

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Hanya 100 Juta PT.HBR Kuasai 7 Hektar Lahan Warga Pulau Buluh

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 5/3/2019 | Praktek penguasaan lahan secara masive yang dilakukan oleh PT. Hiasindah Bangun Raya terhadap lahan seluas 7 hektar milik Kusnadi merupakan hal yang dapat memperlemah kepemilikan lahan oleh pemilik sebenarnya karena berbagai upaya sudah dilakukan justru Kusnadi sebagai pemilik lahan di somasi oleh PT. Hiasindah Bangun Raya karena mengaku telah membayar sebagai uang muka pembelian lahan tersebut kepada Zul Novan yang statusnya adalah menyewa lahan yang berada di Sei. Lopet Pulau Labu Kepri, hal ini dikemukakan oleh Kusnadi kepada Wajah Batam dibilangan UNIBA Batam Centre – Selasa, 5/3/2019.

Menurut Kusnadi bahwa lahan seluas 4 hektar yang telah dibelinya dari Muhadi pada tahun 2016 tersebut disewakan kepada Zul Novan seluas 50×70 meter untuk membangun gudang kayu miliknya.

Saat ini PT. Hiasindah Bangun Raya yang didampingi Pengacara dan Oknum Brimob mendatangi Kusnadi dengan menyatakan bahwa Pihak perusahaan akan melakukan penggusuran dengan alasan bahwa perusahaan telah mengantongi PL dari Otorita Batam pada tahun 2012.

Lahan yang sudah dikelola menjadi kebun oleh pemilik awal (Muhadi.red) dari tahun 1967 tersebut juga sudah memiliki surat dari Kepala Desa Sungai Buluh dari tahun 1990.

Pihak perusahaan hingga saat ini terus melakukan paksaan kepada Kusnadi dengan tanpa menyelesaikan ganti rugi, dan secara diam-diam mengaku telah membayar pada Zul Novan uang sejumlah 100 juta tanpa diketahui oleh Kusnadi.

Zul Novan yang berstatus menyewa lahan Kusnadi ternyata mengklaim bahwa bangunan diatas tersebut adalah miliknya sementara sewa menyewa antara Kusnadi dan Zul Novan telah berakhir. Hal ini dijadikan sebagai alasan oleh perusahaan bahwa oihak perusahaan telah mengganti rugi lahan 4 hektar tersebut, sehingga pihak perusahaan memberikan somasi kepada Kusnadi untuk segera mengosongkan lahannya.

Masalah ini juga sudah dilakukan mediasi yang difasilitasi pihak Lurah dan Kepolisian dan pihak terkait telah meminta agar perusahaan menghentikan rencana penggusuran tersebut tapi ditolak oleh perusahaan.

Kusnadi yang merasa memiliki hak atas tanah tersebut akhirnya akan menempuh jalan hukum agar kesewenangan jangan terus berlanjut karena Kusnadi menduga ini merupakan hal yang tak sesuai peraturan dan ada indikasi menjadi permainan oleh oknum-oknum tertentu, demiiian Kusnadi menceritakan pada Wajah Batam.(shd)

 

21,723 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Khoirul Akbar, SH: Putusan Aneh PN Batam Untuk Perdagangan Orang

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 3/3/2019| Keputusan hakim PN Batam yang terhadap kasus perdagangan orang (traffiking) yang melibatkan anaknya yang masih berusia 14 tahun oleh J.Rusna sebagai Direktur PT terasa sangat janggal bagi keluarga korban. Hal tersebut juga diutarakan oleh Khoirul Akbar, SH (Ketua Asosiasi Pengacara Syari’ah Indonesia Kepri) yang bereaksi keras atas kasus ini saat WB menjumpai beliau dan menanyakan tanggapan atas hasil putusan tersebut diseputaran Kampus UNIBA Batam Centre, Sabtu sore, 2/3/2019.

Khoirul Akbar, SH mengatakan bahwa putusan yang diberikan oleh hakim kepada boss PT. Tugas Mulia ini sangat aneh dalam kasus berbeda dg kasus-kasus perdagangan orang lainnya, yang mana Kamis, 25/10/2018 merupakan klarifikasi perkara Nomor Perkara 890/pid.sus/2018/PN Batam tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang

Berita Video

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2521215884616160&id=1221020144635747

Keanehan ini terlihat dalam putusan hakim menjatuhkan hukuman penjara 1,4 tahun kepada J.Rusna dengan tuntutan 1,6 tahun dalam dakwaan pelanggaran “UU perlindungan anak”, sementara J.R lah aktor dan pengusaha yang menyuruh melakukan kegiatan ilegal tersebut dan jelas mengabaikan UU TPPO, Sementara tekong (anak vuah J.R) yang menerima perintah dikenakan pasal berbeda yaitu tentang “perdagangan manusia” yang divonis 4 tahun penjara dengan menerapkan UU TPPO tersebut.

Dalam hal ini hendaknyalah hukum berbicara adil dengan tanpa membedakan bahwa yang satu adalah majikan dan lainnya adalah anak buah, demikian Khoirul Akbar, SH mengakhiri pembicaraannya.

Kru WB yang meminta konfirmasi melalui WhatsApp kepada Bistok Nadeak, SH sebagai pengacara J.Rusna belum memberikan jawaban. (wb212)

9,439 kali dilihat, 32 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Disduk Kota Batam Diminta Buka Data Pendistribusian e-KTP

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 1/3/2019 | Maraknya pemberitaan tentang adanya penerbitan e.KTP yang diterbitkan kemendagri membuat masyarakat Batam jadi gerah dan WAJAH BATAM sebagai penyambung aspirasi tersebut melalui UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengirimkan surat ke Disduk Kota Batam agar membuka data dan informasi s3cara berkala dalam pendistribusian blanko e.KTP dalam surat nomor 02/OS/Prb/I/2019 tertanggal 4/1/2019.

 

Suharsad mengatakan bahwa dalam UU 14 Th 2008 dan aturan Peraturan Komisi Informasi mewajibkan pihak Disduk menyerahkan data yang diminta, sehingga tanggal 19/2/2019, Suharsad dan Obet mengajukan permohonan sengketa informasi publik ke Komisi Informasi Kepri dengan nomor surat 02a/OS/Prb/I/2019.

Tujuan kami meminta data tersebut dibuka ke publik agar masyarakat Batam dapat mengetahui peredaran dan jumlah e.KTP di Batam yang beredar, karena sangat banyak pengaduan di WB betapa sulitnya mendapatkan KTP sementara sebagian orang tertentu bahkan bisa memiliki dengan cara yang mudah, demikian Obet membenarkan perkataan Suharsad. (wb212)

5,177 kali dilihat, 33 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending