Terhubung dengan kami

Kepri & Sekitarnya

Pertambangan Batu Bauksit Di Bintan Marak Dilakukan Oleh Beberapa Perusahaan Secara Ilegal

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID – 1/3/2019 | Pertambangan Batu bauksit itu dilakukan secara membabi buta sehingga merusak lingkungan hidup dan hutan “bahkan ada pulau yg terancam bisa hilang, kalau penambangan ilegal itu dia biarkan”

Tim Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI beberapa pekan lalu turun ke Bintan dan melakukan segel terhadap lokasi yg sudah rusak parah itu.

Biangnya berawal dari kuota ekspor yg diberikan Ditjen. Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI kepada PT.Gunung Bintan Abadi sebesar 1,6 juta ton. Tapi karena menyalahi prosedural, iljin tersebut diusulkan oleh Dirjen. Minerba Kementerian ESDM RI dibatalkan.

Tapi masih ada indikasi mereka tetap melanjutkan pertambangan ilegal secara sembunyi2, termasuk kegiatan loading muantap Batu bauksit ke kapal asing di perairan Bintan. Sejauh ini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. (tain)

530 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Rokok FTZ Beredar Umum

Diterbitkan

pada

Oleh

Tanjung Pinang – 4/4/2019 | Rokok fasilitas FTZ yang seharusnya hanya beredar dalam kawasan FTZ ditemukan beredar umum dan luas di sejumlah tempat di Tanjungpinang dan Bintan.

Rokok berbagai merek dengan cap kawasan bebas, diduga dimainkan oleh pemegang kuota dari pengelola FTZ. “ada rokok FTZ beredar di mana-mana dengan gampang,” kata sumber Wb di Tanjungpinang kemarin

Pemegang kuota rokok FTZ diduga menyalahgunakan fasilitas itu dengan diback-up berbagai pihak sehingga dapat beredar dengan aman dan bebas.

Sesuai dengan ketentuan, rokok FTZ hanya boleh beredar di kawasan FTZ yang sangat terbatas di Ta jung Pinang dan Bintan,. Beda dengan kawasan FTZ yang berlaku menyeluruh di Pulau Batam. itupun ada informasi rokok FTZ beredar ke pulau-pulau non kawasan FTZ. (CTK/Shd)

Ket Foto: google

5,923 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Terjun Bebas Dalam Polling Sosmed WB

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 26/3/2019 | Persaingan politik antara Joko-Ma’ruf VS Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 di Batam dan Kepri memperlihatkan elektabilitas kedua paslon yang sangat mencolok dalam jajak pendapat yang diselenggarakan secara online pada sosmed Wajah Batam yang memiliki member 520.000-an akun facebook.

Berbeda dengan metode yang diselenggarakan oleh lembaga resmi, pada sosmed belum dapat dijadikan perbandingan hasil yang akurat. Tapi dalam persepsi pengolahan data dalam sebuah sosial media diperkirakan tingkat kesalahan bisa mencapai 25% dengan perbandingan real secara metode resmi.

Rujukan yang direkam dalam skala luas mengartikan realitifitas perbandingan interaksi di Wajah Batam dapat disimpulkan bahwa Batam dan Kepri yang merupakan daerah tujuan perantau (miniatur Indonesia) memperlihatkan bahwa warga Batam khususnya terdiri dari berbagai suku, ras dan agama yang ada diseluruh Indonesia.

Dari tiga kali survey di WB selama tiga kali debat presiden yang diselenggarakan KPU, maka dapat disimpulkan bahwa elektabilitas paslon nomor urut 01 terjun bebas dan mencolok jauh dibanding paslon nomor urut 02 yang mencapai rata-rata 73% berbanding 27%.

Skala perbandingan
● Polling l – 17/1/2019 ●
Luas jangkauan: 154.855 view
Menyukai : 275 view
Interaksi Aktif: 1.430 view
Peserta: 14.739 view
Banned/SOP: (01) 24 – (02) 7
Hasil: (01) 29% —- (02) 71%

● Polling ll –  17/2/2019 ●
Luas jangkauan: 120.129 view
Menyukai : 208 view
Interaksi Aktif: 883 view
Peserta: 12.043 view
Banned/SOP: (01) 14 – (02) 21
Hasil: (01) 29% —- (02) 71%

● Polling lll 17/3/2019 ●
Luas jangkauan: view
Menyukai : 139 view
Interaksi Aktif: 449 view
Peserta: 10.193 view
Banned/SOP: (01) 9 – (02) 28
Hasil: (01) 25% —- (02) 75%

Di sisi lain elektabilitas Prabowo – Sandi setiap bulan menunjukkan peningkatan 2% sementara Jokowi-Ma’ruf setiap bulannya turun 2%.

Namun ada yang menarik dari survey sosmed ini, dimana pada Pooling pertama emosional member menunjukkan tingkat yang paling tinggi dan pada polling ll dan lll mulai menampakkan kestabilitasan emosional dalam berinteraksi.

ADVERTISEMENT

Dapat ditinjau pada halaman Jajak Pendapat WB : https://www.facebook.com/556763768101808/posts/596728214105363/

Dari survey pilpres tersebut secara grafik penilaian juga berdampak pada penilaian elektabilitas kepala daerah kota batam yang hari ini selasa, 26/3 pukul 15.30 WIB memperlihatkan elektabilitas pemerintah kota batam hanya mencapai 21% tingkat kepuasan dalam 8.325 viewer jangkauan pada 2 hari dari 7 hari polling diselanggarakan yang berakhir 31/3 mendatang. (Shd)

135,743 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

FGD: Radikalisme Adalah Pemahaman Individu, Bukan Agama Atau Kepercayaan Tertentu

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 25/3/2019 | Badan Pembinaan Masyarakat  Polda Kepri melalui Forum Group Discussion (FGD) selenggarakan diskusi tentang “Peran Tokoh Masyarakat Dalam Menangkal Radikalisme” hari Senin, 25/3 di BCC Hotel Lubuk Baja Nagoya Batam.

Pada penyelengaraan ini FGD mengundang segenap tokoh masyarakat dan Ormas se Kota Batam yang tergabung dalam paguyuban-paguyuban dan juga dihadiri dari undangan berbagai agama untuk tujuan memahami serta dapat menjadi corong kemasyarakat dalam menyampaikan bahaya radikalisme dalam keutuhan bangsa.

Penanggung jawab acara Binmas Polda Kepri AKBP Aro T Binops  menyampaikan pada WB bahwa kegiatan perdana hari ini bertujuan untuk menyatukan paham tentang radikalisme dan akan diselenggarakan secara kontiniu agar maksud dari keutuhan NKRI dapat tercapai.

Forum ini dibuka oleh Wadir Binmas Polda AKBP Edy Suryanto Dalam sambutannya mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat saling bahu membahu bersama polri dalam mencegah muncul dan berkembangnya paham masyarakat terhadap radikalisme.

Acara dikemas dengan santai dimana tamu dan undangan dapat berbicara bebas dengan tanpa ada suatu tekanan dalam menyampaikan pandangan dan pendapat, sebagaimana disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat (Suharsad) yang tidak ingin forum ini menjadi ajang menilai atau memojokkan pandangan individu yang menjadikan sebagai tolak ukur dalam menilai pemahaman peserta terhadap arti radikalisme disamping dapat menjadikan hal tersebut menjadi catatan dari pihak yang menyampaikan pandangan tersebut.

Kepala Dinas Infokom Yazid yang hadir mewakili Pemerintah kota Batam menyambut baik kegiatan ini dimana Forum Diskusi ini sangat bermanfaat dalam menanamkan rasa kebersamaan serta dapat menyimpulkan bahwa paham radikalisme tersebut tidak bisa dikaitkan dengan kelompok atau agama tertentu tapi merupakan paham individu yang menyalahartikan suatu pemahaman ajaran dalam keyakinannya masing-masing.

Muhammad Santoso, wakil Majelis Ulama Indonesia Kota Batam yang juga bertindak sebagai salah satu narasumber dalam forum diskusi ini menyatakan dan sepakat bahwa paham radikalisme tidak dapat diarahkan pada satu kelompok agama atau kepercayaan tertentu. (shd)

45,084 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending