Terhubung dengan kami

Kepri & Sekitarnya

Pertambangan Batu Bauksit Di Bintan Marak Dilakukan Oleh Beberapa Perusahaan Secara Ilegal

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID – 1/3/2019 | Pertambangan Batu bauksit itu dilakukan secara membabi buta sehingga merusak lingkungan hidup dan hutan “bahkan ada pulau yg terancam bisa hilang, kalau penambangan ilegal itu dia biarkan”

Tim Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI beberapa pekan lalu turun ke Bintan dan melakukan segel terhadap lokasi yg sudah rusak parah itu.

Biangnya berawal dari kuota ekspor yg diberikan Ditjen. Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI kepada PT.Gunung Bintan Abadi sebesar 1,6 juta ton. Tapi karena menyalahi prosedural, iljin tersebut diusulkan oleh Dirjen. Minerba Kementerian ESDM RI dibatalkan.

Tapi masih ada indikasi mereka tetap melanjutkan pertambangan ilegal secara sembunyi2, termasuk kegiatan loading muantap Batu bauksit ke kapal asing di perairan Bintan. Sejauh ini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. (tain)

255 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BMKG: Musim Kemarau Rentan Kebakaran Di Kepri

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 15/3/2019 | Dilansir dari situs bmkg.go.id berdasarkan press release tanggal 6/3/2019 bahwa potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kepri sangat memungkinkan jika pemerintah dan masyarakat tidak mengantisipasi sedari dini. Disamping hal tersebut BMKG juga mengingatkan tinggi gelombang bisa mencapai 2 meter di perairan Natuna, Jum’at 15/3/219 (Red)

Musim kemarau yang dimulai pada awal bulan April 2019. Berdasarkan pantauan BMKG, hasil pemantauan perkembangan musim hujan hingga akhir Februari 2019 menunjukkan bahwa seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dihadapan wartawan pada saat jumpa pers Prakiraan Musim Kemarau 2019 di Media Center BMKG 6/3/2019 lalu.

“El-Nino kategori Lemah, berlangsung di Samudera Pasifik Ekuator, Samudera Hindia dalam kondisi Netral. El-Nino kategori lemah ini ditandai oleh kondisi lebih panasnya suhu muka laut di wilayah Pasifik ekuator bagian tengah berada pada kisaran 0.5 – 1oC di atas normalnya sejak Oktober 2018 diikuti oleh melemahnya Sirkulasi Walker (Angin Pasat Samudera Pasifik Tropis) dari kondisi normalnya. Kondisi El-Nino lemah diprediksi bertahan hingga Juni – Juli 2019 dan berpeluang melemah hanya 50% setelah pertengahan tahun” tambah Herizal.

Beliau juga menambahkan bahwa tidak terdapat indikasi kejadian anomali iklim Samudera Hindia, IOD (Indian Ocean Dipole) dan diprediksi tetap dalam status netral hingga pertengahan tahun 2019.

Aktifnya El-Nino Lemah diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap Sirkulasi Monsun. Kajian historis pengaruh El-Nino Lemah terhadap curah hujan menunjukkan dampak yang tidak nyata terhadap sebaran curah hujan di Indonesia. Apalagi pada saat periode Maret-April-Mei, yang mana pada umumnya dampak El-Nino tidak seragam di Indonesia, sehingga dimungkinkan pula tidak memengaruhi peralihan musim hujan menuju musim kemarau.

Sementara itu, terkait awal musim kemarau 2019, Deputi Bidang Klimatologi BMKG juga menyampaikan bahwa datangnya musim kemarau berkaitan erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi angin Timuran (Monsun Australia). Peralihan peredaran angin monsun itu akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara pada Maret 2019, lalu wilayah Bali dan Jawa pada April 2019, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei 2019 dan akhirnya Monsun Australia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Juni hingga Agustus 2019.

Mengingat El-Nino Lemah dan IOD tidak akan banyak memengaruhi peralihan musim kali ini, maka kondisi musim kemarau 2019 nanti diperkirakan akan lebih banyak dipengaruhi oleh kekuatan Monsun Australia dan gangguan cuaca berupa gelombang atmosfer tropis skala sub-musiman yaitu MJO (madden julian oscillation).

Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 79 ZOM (23.1%) diprediksi akan mengawali musim kemarau pada bulan April 2019 yaitu di sebagian wilayah Nusa Tenggara, Bali dan Jawa. Wilayah-wilayah yang memasuki musim kemarau pada bulan Mei sebanyak 99 ZOM (28.9%) meliputi sebagian Bali, Jawa, Sumatera dan sebagian Sulawesi. Sementara itu 96 ZOM (28.1%) di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua akan masuk awal musim kemaraunya di bulan Juni 2019.

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Curah Hujan Musim Kemarau (periode 1981-2010), kondisi Musim Kemarau 2019 diperkirakan NORMAL atau SAMA dengan rerata klimatologisnya pada 214 ZOM (62.6%), 82 ZOM (24%) akan mengalami kondisi kemarau BAWAH NORMAL (curah hujan musim kemarau lebih rendah dari rerata klimatologis) dan 46 ZOM (13.4%) akan mengalami kondisi ATAS NORMAL (lebih tinggi dari curah hujan reratanya).

BMKG mengingatkan masyarakat bahwa perlu diwaspadai wilayah-wilayah yang akan mengalami musim kemarau lebih awal yaitu di sebagian wilayah NTT, NTB, Jawa Timur bagian Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat bagian tengah dan Selatan, Sebagian Lampung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan dan Riau serta Kalimantan Timur dan Selatan.

Kewaspadaan dan antisipasi dini juga diperlukan untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya yaitu di wilayah NTT, NTB, Bali, Jawa bagian Selatan dan Utara, Sebagian Sumatera, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Merauke.

Secara umum Puncak Musim Kemarau 2019 diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus – September 2019. Imbauan disampaikan kepada Institusi terkait, Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat untuk waspada dan bersiap terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan ketersediaan air bersih.

Dilain pihak, Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono Rahadi Prabowo menyampaikan imbauan terkait cuaca sepekan ke depan. Beliau menyatakan bahwa potensi curah hujan tinggi masih akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Sedangkan terkait tinggi gelombang, beliau mengingatkan kapal-kapal yang melewati perairan barat Sumatera, wilayah Samudera Hindia di Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga wilayah perairan Laut Arafuru bagian Barat untuk meningkatkan kewaspadaan karena tinggi gelombang diperkirakan antara 2.5 meter – 4 meter.

Deputi Bidang Meteorologi juga menambahkan bahwa mengingat periode bulan Maret mulai memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga potensi hujan cukup rendah terutama di wilayah Pantai Timur Sumatera, utamanya wilayah Riau dan sekitarnya, maka perlu diwaspadai adanya peningkatan potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Berdasarkan analisis Fire Danger Rating System (FDRS) tanggal 05 Maret 2019, dapat disampaikan, potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi di wilayah Sumatera Utara bagian Timur, Riau bagian Timur, Kep. Riau, Jambi bagian Timur, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Sulawesi bagian Utara dan Maluku Utara.

Sumber: bmkg.go.id

6,600 kali dilihat, 66 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Nurdin Basirun Terima Perwakilan Forum Guru Kepri

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 11/3/2019 | Setelah 200 orang perwakilan Guru se Kepri ancam aksi nginap di Gubernuran Kepri melalui putusan rapat umum FGK di gesung serbaguna Gubernur Kepri Lobam Tanjung Pinang, akhirnya melalui Wakil Gubernur Isdianto, Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang saat ini berada di Jakarta berjanji agendakan pertemuan tatap muka dengan perwakilan FGK besok harinya (Selasa, 12/3/2019) di Lantai IV Kantor Gubernur pukul 08.00 WIB untuk membicarakan solusi permasalahan sertifikasi guru yang belum selesai hingga saatbini belum ada kejelasannya.

Ketika kru media ini berbincang dengan sopir yang nongkrong di Gubernuran dan tak bersedia disebutkan namanya, ada yang menyampaikan bahwa Gubernur tadi ada berada ditempat. “Kasihan sekali ibu-ibu guru itu harus bolak balik ke Tanjung Pinang” ungkapnya.

FGK Kepri Ancam Adakan Aksi Nginap

Hal menarik dalam pertemuan dengan wakil gubernur yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepri Muhammad Dali adalah adanya penyampaian bahwa hingga keberangkatan para guru pagi tadi, banyak dari guru yang diintimidasi oleh Kepala Sekolah yang diinstuksikan Kadidik Kepri bahkan hingga ancaman yang menyatakan peserta audiensi ke Gubernur ini akan dicatat bolos pada hari tersebut sementara jauh hari mereka sudah meminta izin,  demikian koordinator FGK Diah Nyatdiningsih mengungkapkan dalam pertemuan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, 30 orang perwakilan se Kepri terpaksa menginap menunggu esok harinya sementara yang lain kembali ke daerah masing-masing. (shd)

56,076 kali dilihat, 1,649 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Berita Utama

200-an Anggota Forum Guru Kepri Minta Nurdin Basirun Jumpa Mereka (Bag-2)

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 11/3/2019 | Sekitar 200 orang Guru se Kepri yang berada dalam Forum Guru Kepri hari ini Senin, 11/3/2019 mengunjungi kantor Gubernur Kepri di Dompak Tanjung Pinang menindak lanjuti permohonan audiensi yang mereka kirimkan ke Gunernur Kepri beberapa hari lalu.

100 Perwakilan FGK Kepri Kunjungi Gubernur Pertanyakan Tunjangan Guru 2018-2019

Dalam kunjungan tersebut, hadir guru-guru SMU Negeri sederajat dari 4 kota dan kabupaten se Kepri yang juga mewakili 7 kota dan kabupaten yang ada di Kepulauan Riau.

Salah satu peserta mengatakan bahwa kehadiran mereka diiringi doa dan restu dari 3 kabupaten yang belum sempat hadir, mszkarena kendala jarak. Tapi mereka juga berpesan akan bersedia hadir untuk kesempatan lain bahkan dengan jumlah yang lebih besar, demikian disampaikan pada awak WB yang hadir meliput kunjungan tersebut.

Diah Nyatdiningsih, S.Pd sebagai ketua tim rombongan mengatakan bahwa kehadiran perwakilan FGK di Tanjung Pinang ini hanya ingin mempertanyakan hak-hak guru yang belum ada kejelasan dari 2018 lalu dan kami ada disini hanya untuk silaturahmi dengan Gubernut Kepri Nurdin Basirun., demikian Diah Nyatdiningsih (shd)

44,479 kali dilihat, 29 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending