Terhubung dengan kami

Nasional

Anies Teken Pergub Kewirausahaan Sebagai Aturan Dasar OK OCE

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menandatangani Pergub 102 Tahun 2018 tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT).

Diterbitkan

pada

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

WAJAHBATAM.ID | Jakarta (19/10/2018), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menandatangani Pergub 102 Tahun 2018 tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) pada 9 Oktober lalu.

Pergub ini adalah aturan dasar untuk program OK OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship) yang merupakan salah satu program dari Pemerintah propinsi DKI Jakarta yang berusaha melakukan pembinaan kewirausahaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di bawah Sudin Koperasi dan UMKM.

Penandatanganan Pergub ini nyaris tanpa gembar gembor dari pemberitaan media namun dengan Pergub ini membuktikan kesungguhan Anies menjalankan program kerjanya serta membungkam kaum pesimis yang kerap nyinyir  terhadap kebijakan Pemprov DKI yang dibuatnya.

“Jadi kayak standar pendamping, kemarin kan masih istilahnya. Dengan ini kan jelas pendidikannya, prosedurnya, apanya dan apanya,” kata Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya dilansir dari detikcom, Kamis (18/10).

“Pergubnya diharapkan menjadi standar pegangannya para SKPD. Jadi yang sekarang ini kan ada 7 PAS, pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran laporan keuangan dan, permodalan,” terangnya.

Pasal 2 Pergub tersebut dimaksudkan sebagai dasar hukum bagi Pemprop dan para pemangku kepentingan dalam menyelenggarakan PKT di daerah.

Sementara Pasal 4 tertulis target PKT yakni menciptakan 200 ribu wirausaha baru di daerah dalam kurun waktu 2018-2022.

Pergub tersebut juga menjelaskan target PKT  yang ditujukan kepada pencari kerja, wirausaha pemula, sampai wirausaha naik kelas.

Terkait nama Pergub 102 Tahun 2018, Faransyah menjelaskan mengapa tidak menyertakan nama OK OCE. Hal itu untuk mempermudah pemahaman masyarakat. Menurutnya, OK OCE lebih kepada sebuah brand atau penyebutan.

“Agar lebih jelas pemahamannya, OK OCE kan bahasa Inggris dan memang slogan yang digunakan waktu kampanye. Lebih ke brand atau penyebutannya, kalau nama program resmi seperti di Pergub,” katanya.

(STR/DET)

316 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Wiranto Ditikam Saat Kunjungan Ke Pandeglang

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – Kota Batam | Penusukan yang terjadi di Pintu Gerbang Lapangan Alun – alun Menes Desa. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang atas diri Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH, ( Menko Polhukam ) dwngan Rombongannya yang hendak heninggalkan HellyPad Lapangan Alun – alun Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang Kamis, 11.55 wib mengakibatkan KOMPOL DARIYANTO SH, MH ( Kapolsek Menes ), Sdr. H. FUAD.

mengalami luka dibagian punggung, dan H. FUAD mengalami luka di dada sebelah kiri atas.

Dua orang pelaku SA dan FA berhasil diamankan di Mako Polsek Menes POLRES PANDEGLANG

Dari rilis kepolisian yang dikutip WBtv via WhatsApp, kejadian penusukan tersebut terjadi secara tiba-tiba dimana pelaku langsung menyerang dan melakukan penusukan kebagian Perut Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH dengan senjata tajam berupa gunting secara membabi buta. Pihak keamanan yang menyaksikan kejadian tersebut dengan sigap melakukan perlindungan yang mengakibatkan kapolsek dan salah satu rombongan mengalami luka dibagian punggung dan dada.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan kasus, demikian dikutip dari rilis tersebut. (TimWB)

54,246 kali dilihat, 267 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Teguh Supriyanto: BPKN Tidak Main-main Terhadap Developer Nakal

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 2/8/2019 | Kehadiran Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI (BPKN) memberikan secercah harapan kepada masyarakat Batam, hal ini terungkap dengan ramai dan antusiasnya warga yang hadir mengajukan pengaduan ke lembaga perlindungan konsumen nasional dan hadir dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang komisi l DPRD Kota Batam Kamis, 1/8/2019

Dalam RDP tersebut terungkap bahwa saat ini ada tiga Developer bermasalah yang diduga mengabaikan hak-hak masyarakat konsumen seperti yang terjadi pada warga perumahan Tembesi Raya yang mengaku sudah lelah dan berulang-ulang menuntut haknya sejak tahun 2015 kepada PT Mutiara Bintang Aries sebagai pengembang.

Dari keterangan warga yang dihubungi WB, mereka pernah mengadukan ini kepada pemerintah kota Batam melalui Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad (2017), tapi tak ada tindaklanjutnya hingga ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bonaparte pada tahun 2018 yang juga tak menghasilkan apapun. Berbagai jalan ditempuh warga hingga pernah dua kali RDP dengan DPRD Batam juga tak membuahkan harapan, Bahkan pernah juga melakukan demo perusahaan tersebut pada tahun 2016.

Terakhir warga Tembesi Raya membuat pengaduan ke Polresta Barelang (19/1/2019) dan masyarakat berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikan sengketa ini.

Dalam RDP ini terungkap juga bahwa lahan yang dikelola tersebut bukan milik pengembang dan BPKN menghimbau kepada masyarakat agar mau melaporkan permasalahn-permasalahan seperti ini, dan masyarakat tak perlu bingung mencari tempat pengaduan yang tepat hingga permasalahannya dapat diselesaikan secara benar.

BPKN menuturkan bahwa hingga pertengahan 2019, ada 365 aduan perlindungan konsumen yang masuk ke BPKN. Dari 365 kasus 27 yang sudah selesai hingga saat ini dan masih ada pengaduan yang masih dalam proses 338 termasuk pengaduan yang baru masuk dari Batam.

Dari 27 kasus yang sudah tutup tersebut, 8 kasus berhasil diberikan hak masyarakat konsumen senilai Rp 134.825.608,00.

Ketika WB mempertanyakan tindakan apa yang akan dilakukan BPKN, Teguh Supriyanto yang menjabat sebagai bidang Pengurusan Pengaduan Masyarakat menuturkan bahwa “baik Pemerintah maupun Pengembang dapat dikenakan sanksi teguran, administratif bahkan hingga pidana. Dan BPKN tidak main-main dengan pengabaian hak-hak konsumen (masyarakat).”

“BPKN yang menerima lebih 100 pengaduan dalam kehadiran mereka di Batam akan segera memproses pengaduan ini agar masyarakat jangan berlama-lama dalam memperoleh haknya”, demikian Teguh Supriyanto kepada Wajah Batam.

Untuk membuat aduan terkait perlindungan konsumen, masyarakat bisa menghubungi watsapp 08153 153 153 atau menghubungi Call center di (021) 153. Laporan juga bisa dikirimkan melalui email setbpkn@BPKN.go.id.

57,789 kali dilihat, 99 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Jaswar Koto Disebut-sebut Duduki Menristek RI

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 1/8/2019 | Profesor Jaswar Koto yang belum lama berselang sempat mencuri perhatian masyarakat Indonesia dengan kepiawaiannya di bidang teknologi, sekarang muncul dan digadang-gadangkan sebagai salah satu kandidat menteri riset dan teknologi republik Indonesia (Menristek RI).

Jaswar Koto yang bukan insan politik dan independent dalam berpolitik tentunya sangat dibutuhkan negara ini untuk ikut serta membangun tata kelola dibidang teknologi dan digital yang diharapkan dapat memajukan Indonesia dibidang ya.

Jaswar Koto yang disebut-sebut sebagai ahli pengembangan perangkat lunak biometrik (biometric software development), beliau juga disebut-sebut dari beberapa referensi bahwa spesialisasinya ada di bidang perkapalan, kilang minyak lepas pantai, juga kelautan dan aerospace (kedigantaraan).

Yang lebih membanggakan bahwa dalam situsweb milik International Society of Ocean, Mechanical & Aerospace (ISOMAse) menyebut bahwa Jaswar Koto adalah presiden mereka. Jaswar juga menjabat President of Ocean and Aerospace Research Institute Indonesia.

Dalam situs Research Gate Jaswar Koto juga disebutkan seorang yang ahli dibidang kelautan, teknik offshore, dan aerospace, sehingga namanya tercatat pula sebagai profesor di Ocean & Aerospace Research Institute, sebagaimana dilansir dari situs www.tirto.id

“Keahlian saya adalah HPC (High Perfomance Computing) sekaligus Biometric Software development. Saya mengajar di Institute Technology Malaysia. Saya juga menjadi kepala dari HPC Centre Technology,” kata Jaswar saat memperkenalkan dirinya dalam persidangan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).

Mengutip situs ISOMAse.org, Jaswar Koto merupakan ahli bidang perkapalan dan pengeboran minyak lepas pantai dan juga merupakan President of Ocean and Aerospace Research Institute, Indonesia; President of International Society of Ocean, Mechanical & Aerospace (ISOMAse).

Jaswar Koto adalah sarjana di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) pada 1994 dengan Studi Fisika. Gelar Magister Manajemen didapatkannya dari Notre Dame University, Australia, pada tahun 2000, sementara gelar doktor didapatkan dari saka Prefecture University, Jepang pada tahun 2004 dalam bidang Engineering, Aerospace and Ocean Engineering, School of Engineering.

Gelar magister manajemen dan doktornya didapatkan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk jurusan Fisika Komputasi.

Melihat panjangnya perjalanan karir dan pendidikannya, maka selayaknyalah putra Minang ini dapat memberikan kontribusi kepada negeri ini kedepan sehingga Indonesia pada era globalisasi teknologi dan digital bukan lagi negara tertinggal dan diperhitungkan negara-negara lain di seluruh dunia.(Shd)

Jaswar Koto Menristek RI masa depan, menunggu dukungan anda
https://pollingkita.com/polling26109-polling-siapa-yang-tepat-menjabat-menristek-dikti-kabinet-jokowi-ke2-untuk-indonesia-kerja-maju-dan-hebat?ref=wa

50,103 kali dilihat, 83 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending