Terhubung dengan kami

Nasional

Pesawat Tempur Rafael, , SU-35 & F-16 Viper & Arah Diplomasi Pertahanan Prabowo

Diterbitkan

pada

Oleh Kontributor WB:Anton Permana.

Tidak terlalu terpancing reaktif dalam isu konflik laut Natuna, bukan berarti Menhan Prabowo berdiam diri apatis. Mantan komandan pasukan khusus kebanggaan bangsa Indonesia ini lebih memilih bergerak taktis dalam peran diplomasi militernya memainkan geopolitik geostrategi Indonesia dengan beberapa negara berpengaruh besar di dunia. Setidaknya hampir semua negara yang tergabung dalam negara G20 serta negara tetangga Asia Tenggara yang sudah disambangi Prabowo.

Dalam catatan penulis, tinggal Amerika, Rusia, Jerman dan Inggris negara raksasa yang belum sempat didatangi. Tapi selain itu mulai negara sahabat kultural terdekat seperti Malaysia, Philipina, Thailand, Singapore, Korea Selatan, Jepang, China, Turkey, terakhir bersama Menhan Prancis H.E Florence Parley di Paris sudah didatangi Prabowo. Meskipun belum sempat menyambangi beberapa negara besar itu, namun para duta besar dan Menhan beberapa negara seperti Amerika, Australia, Inggris bahkan Yordania sudah bertemu Prabowo di Jakarta.

Artinya, kalau kita menelisik secara melingkar pola gerak Prabowo dalam memainkan diplomasi pertahanannya, akan banyak hal menarik yang akan kita dapatkan. Salah satunya dalam hal pembelian alutsista pesawat tempur yang baru ini heboh yaitu tentang klaim dari pihak Prancis yang mengatakan bahwa Indonesia akan memesan 42 pesawat tempur canggih Rafael, 4 kapal selam Schorphene dan dua kapal perang Gowind berbobot 2500 ton ketika Prabowo bertemu Menhan Prancis Florence. Entah informasi ini benar atau tidak, tetapi yang jelas berita ini sontak membuat kaget publik khususnya para pengamat dan pemain alutsista di dunia.

Karena belum selesai 3 bulan yang lalu, Menhan Prabowo berkomentar akan beli pesawat tempur F 16 Viper block 72 dari Amerika, melanjutkan program KFX IFX (kerja sama membuat pesawat tempur generasi 4,5 dengan Korea Selatan). Prabowo juga sempat mengatakan akan tetap melanjutkan kontrak pengadaan Sukhoi SU 35 sebanyak 16 unit dari Rusia.

Tentu beragam informasi ini semakin menarik kita bahas, mengingat suasana laut Natuna yang masih bergelora pasca insiden kapal coast guard China menerobos ZEEI Indonesia.

Dari sini kita dapat melihat sebenarnya, bagaimana begitu pentingnya Indonesia di mata negara dunia kalau kita bisa memainkan ‘tek-tok’ diplomasi luar negeri dengan baik. Dunia butuh Indonesia. Mengingat posisi geografis Indonesia, sumber kekayaan alam yang melimpah, ditambah, eskalasi trade war antara Amerika Vs China yg menjadikan posisi ‘lintang’ Indonesia yang tepat berdiri sebagai ‘pasak’ kawasan di Asia Tenggara yg seharusnya bisa mendapatkan banyak benefit dan posisi tawar tinggi dari persaingan ini.

Hal inilah yang coba penulis bahas ketika tiba-tiba saja tersiar kabar bahwa Indonesia dalam memodernisasi alutsista pesawat tempurnya akan membeli pesawat Rafael buatan Prancis. Padahal, dalam satu dekade sebelumnya nama pesawat ini nyaris tidak pernah dilirik dan muncul namanya dalam top choice militer Indonesia.

Secara teknis, namanya Rafael adalah pesawat lanjutan dari Mirage 2000 buatan Dessault, Rafael yang di klaim tergolong pesawat tempur multirole system generasi 4++ ini cukup sangar dan boleh tergolong level papan atas pesawat terkini. Apalagi kalau dibandingkan dengan pesaingnya yg lain seperti SU 35 dan F 16 Viper. Masing-masing pesawat ini mempunyai keunggulan dan kelemahan yang berbeda. Secara kecepatan, kemampuan manuver dan daya jelajah, mungkin SU 35 lebih sedikit unggul. Karena SU 35 mempunyai sistem double engine sehingga bisa terbang sejauh 2800 kilo meter tanpa refueling di udara. Begitu juga dalam kecepatan, SU 35 bisa menggenjot kecepatannya di atas 2 mach. Sedangkan Rafael baru mampu berkecepatan 1,8 mach.

Namun dari segi body dan letalitas penggunaan radar avionik serta persenjataan, Rafael sedikit lebih unggul dari SU 35. Karena postur Rafel yg lebih kecil, menjadikannya lebih lincah, sulit dilacak radar PESA dari Sukhoi dan bisa take off di landasan pendek bahkan bisa dari atas kapal induk sekalipun. Biaya operasionalnyapun lebih murah. Begitu juga dalam hal radar. Rafael sudah menggunakan sistem radar AESA (Active Electrical Schan Array) yang dapat mendeteksi sasaran musuh lebih jauh (200 km) dan juga sekalian bisa mengeksekusi target 64 sekaligus. Rafael juta dilengkapi rudal mutakhir meteor air to air dan air to ground.

Kalau F 16 Viper kelebihannya adalah sudah teruji di berbagai medan pertempuran dan menjadi pesawat tempur generasi ke 4 yang paling banyak digunakan di dunia yaitu 3000 unit. Namun hal itu juga menjadi kelemahannya. Karena sudah dimiliki banyak negara yang serupa jadi kurang memberikan deterent effect. Karena sudah sama sama tahu kelebihan dan kekurangannya. Meskipun Viper yg akan dibeli Indonesia ini adalah varian F 16 produksi paling akhir yang diklaim paling mutakhir.

Secara spesifik tentu tidak cukup laman ini untuk kita membahas manakah yang unggul di antara tiga pesawat tempur beda produsen ini. Karena banyak hal untuk mengukur kemampuan sebuah pesawat tempur. Mulai dari kecepatan, kemampuan manuver, daya jelajah, persenjataan, jarak tempuh, perawatan, dan kemampuan deteksi radar atau anti radar.

Tetapi yang paling menarik perlu kita bahas itu adalah ; diplomasi apa yg sedang dimainkan Menhan Prabowo sekiranya memang akhirnya Indonesia memilih Rafael sebagai pengganti F 5 Tiger II yang sdh purna tugas ? Apa sebenarnya yg terjadi dibalik pilihan ini ? Berikut penulis akan mencoba menelaahnya lebih dalam.

1. Penulis melihat, Prabowo sedang memainkan manuver cerdas tak terduga ketika Indonesia harus berupaya melepaskan diri dari kepungan tekanan untuk tidak berbenturan dengan tiga kepentingan raksasa dunia saat ini yang direpresentasikan oleh tiga jenis pesawatnya yaitu ; Sukhoi SU 35 dengan Rusia (yang terganjal akan sanksi Amerika), F 16 Viper dari Amerika (dimana Indonesia pernah merasakan pahitnya embargo), dan terakhir J-11 Chendu buatan China (varian pesawat duplikat SU 35 buatan China). Kenapa ini penting ? Karena sudah lazim dalam tradisi belanja alutsista pertahanan, ada semacam sebuah gengsi dan kompetisi para negara besar produsen pesawat ini untuk berlomba menjual produknya kepada negara lain.

Dan motifnya tidak saja dalam hal ekonomi semata. Tetapi juga perlombaan bagaimana menyebarkan pengaruh geopolitik dan geostrategi negaranya kepada negara lain. Jadi, pilihan akan membeli jenis apa alutsista ini juga akan mempengaruhi arah politik pertahanan sebuah negara.

Kembali ke pokok awal. Untuk membeli pesawat tempur buatan China sangat tidak mungkin Prabowo akan pilih. Mengingat ketegangan yang terjadi di laut natuna meskipun presiden Jokowi dan Menko maritim Luhut terkenal pro China. Apalagi secara jam terbang, kualitas dan kemampuan pesawat tempur China ini belumlah teruji. Meskipun tampilannya sangar dan sdh melakukan atraksi demo dibeberapa waktu yang lalu.

Artinya pilihan Prabowo untuk memilih Rafael bisa jadi untuk lebih menaikkan posisi tawar Indonesia kepada tiga negara tersebut. Bahwasanya memberikan sinyal (code of conduct) Indonesia mempunyai banyak pilihan, baik dalam hal harga pesawat, kemampuan tempur, pengaruh kemitraan, ataupun skema kerja sama militer lainnya yang menguntungkan Indonesia. Dan Indonesia tidak bergantung hanya pada satu atau dua negara, tetapi justru Indonesia yang akan menentukan pilihannya sendiri tanpa pengaruh interfensi negara lain.

2. Pilihan atas Rafael juga menjadi jawaban bahwa. Indonesia akan tetap survive dalam hal perbandingan gelar superioritas udara di kawasan. Karena, kalau Indonesia menggunakan Rafael berarti Indonesia adalah negara pertama yang menggunakan Rafael di kawasan Asia Tenggara. Berarti negara lain tidak bisa memetakan dan mengukur kemampuan tempur kekuatan udara Indonesia yang berbasis Rafael. Dalam referensi persaingan kawasan ini sangat penting. Kita punya apa untuk lawan apa.

3. Dalam perspektif kompetisi dan ancaman. Pilihan terhadap Rafael juga tepat. Alasannya adalah ; mari kita lihat peta ancaman dari utara dan selatan Indonesia saat ini. Saat ini sudah berdatangan pesawat canggih generasi ke 5 varian F 35 B buatan Lockeed Martin di Singapore dan Australia. Ini adalah masalah serius bagi kita. Thailand juga sudah menggunakan pesawat tempur buatan Saab (swedia) Gripen B. Malaysia juga menggunakan Flanker (Sukhoi SU 30) dan F 18 A/B Super Hornet. Vietnam juga sdh menggunakan SU 30. Artinya, secara diatas kertas, jenis pesawat F 16 Viper dan SU 35 yang tencana awal akan kita beli itu, secara kekeluargaan bukanlah barang baru yg menakutkan bagi kawasan. Karena sudah akrab bagi Asia Tenggra. Malah untuk varian F 16 Viper kita sudah terlambat dan masih berada satu klik di bawah F 15 Silent Eagle nya Singapore apalagi F 35 B yang baru. Belum lagi kalau kita berbicara ancaman China dengan berbagai rupa pesawat ciplakannya seperti J 10, J 11, JF Thunder bahkan J 20 yang diklaim juga berkemampuan stealth (siluman).

Sedangkan Rafael, sesama kita ketahui sudah teruji digunakan di perang Libya yang berhasil menembus perisai udara SA 85 (S 200), yg artinya hal ini pasti akan memberikan effect tersendiri bagi kompetisi antar negara walaupun tidak secara langsung.

4. Penulis melihat ada urgensi bawaan lain dibalik rencana pilihan terhadap Rafael ini. Yaitu dengan diborongnya 4 kapal selam jenis Schorphene dan dua kapal freegate gowind class. Kenapa ? Sesama kita ketahui akhir ini TNI AL ada permasalahan terhadap uji fungsi tiga kapal selam terbaru kita Cong Bo Go class buatan Korea Selatan. Apa permasalahan detailnya tidak dapat kita ungkapkan disini.

Artinya. Penulis melihat, Prabowo tidak mau berleha-leha dengan kondisi ini. Namanya postur militer harus siap tempur kapanpun juga. Mengingat eskalasi ancaman dan tensi politik di Natuna semakin memanas. Jadi tidak ada kata lain selain bagaiamana Indonesia sesegera mungkin meningkatkan kemampuan pertahanannya agar punya kemampuan militer yang mempuni dan disegani. Bullshit kita bicara kedaulatan tapi tidak mempunyai kemampuan militer yang kuat.

Untuk itu, dikarenakan dalam hal kedaulatan bawah laut kemampuan kapal selam kita masih jauh ketinggalan dan bermasalah, maka Prabowo menutuskan untuk memilih kapal selam Schorphene sebagai solusinya. Karena, dunia militer tentu sudah tahu kemampuan jenis kapal selam canggih ini yang mampu bertempur dalam tiga dimensi berbeda sekaligus yaitu ; submarine (bawah laut), surface (permukaan), dan juga udara dari bawah laut. Kapal selam Schorphene ini mampu menyelam senyap sampai kedalaman 200 meter, mempunyai 12 tabung tarpedo, dan bisa juga menyerang target diudara dari posisi bawah laut (submarine missle to air and to surface).

Dan penulis melihat, dengan kehadiran empat unit kapal selam Schorphene ini, so pasti kapal selam asing akan pikir dua kali untuk mencoba menyelinap masuk ke peraiaran Indonesia.

5. Secara track record dan kultural alutsista, hubungan Indonesia-Prancis juga sangat baik dan berjalan lama. Seabrek alutsista buatan Prancis sudah dibeli dan digunakan puluhan tahun di Indonesia. Mulai dari meriam Caesar 155 mm. Tank legendaris AMX. Rudal Exocet, rudal pertahanan udara Mistral, dan banyak lagi lainnya. Ini menunjukkan bahwa alutsista buatan Prancis sudah sangat akrab dengan Indonesia. Dan tentu dengan hubungan ini Menhan yang begitu konsen ingin memajukan industri pertahanan dalam negeri berupaya bagaimana terjalin hubungan yang harmonis agar kedepan bisa ToT (transfer of technology). Supaya cita-cita untuk menjadikan industri pertahanan dalam negeri sebagai produsen global chain terwujud

6. Secara geopolitik dan geostrategi, Prancis adalah salah satu negara pemegang hak veto di PBB. Dan secara kekuatan militer juga 5 besar terkuat di dunia. Ini artinya, Prabowo ingin memperlihatkan bagaimana Indonesia bisa menjalin hubungan kemitraan strategis dgn siapapun secara bebas dan aktif. Bukti Indonesia bebas dari politik aliansi. Tapi di satu sisi memberikan pesan, bahwa Indonesia menpunyai banyak sahabat yang dekat. Dan apabila Indonesia diganggu kedaulatannya, maka Indonesia tidak akan berdiri sendiri. Akan banyak negara hebat yang akan berjibaku membantu Indonesia. Dan hal ini terbukti di konflik Laut China Selatan ini. Ketika kapal coast guard China mencari gara-gara menerobos kedaulatan Indonesia. Kita bisa lihat sendiri bagaimana reaksi rakyat Indonesia dan para negara sahabat yang punya kepentingan terhadap Indonesia. Inggris langsung mengirimkan kapal induk Queen Elizabetnya ke Natuna dengan alasan latihan kebebasan navigasi laut. Jepang menghibahkan kapal freegate nya pada Indonesia dan juga mengerahkan kapal destroyer canggihnya ke selat Taiwan mendekati Laut China selatan. Amerika juga tak kalah agresif. Juga mengarahkan gugusan armada ke 7 kapal induknya merapat ke selat Taiwan untuk alasan latihan navigasi laut. Ini adalah sinyal penting buat China.

Perjalanan bangsa ini masih panjang kedepannya. Namun sebagai anak bangsa yang cinta akan Indonesia. Kita semua tentu sangat berharap, bagaimana langkah-langkah diplomasi pertahanan Prabowo ini memang selanjutnya memberikan dampak yg positif terhadap performa Indonesia dalam pergaulan Internasional. Seribu kawan tidak akan cukup, satu lawan terlalu banyak. Artinya. Sebagai negara berdaulat, kita tentu akan terbuka dengan siapa saja. Namu ketika berbicara kedaulatan, NKRI harga Mati. Civis pacum parabellum. Kalau ingin berdamai maka siap untuk berperang. Salah satu strategi untuk membuat agar negara tetap eksis dan disegani itu adalah ; membangun postur militer yg berotot kemudian memainkan diplomasi milter yang baik dan cerdas.

Dan semoga, dengan langkah-langkah strategis Menhan ini kedepan, dapat membawa bangsa ini kembali tegak berwibawa ditengah pergaulan dunia. Merdeka !

Jakarta, 24 Januari 2020.

(Penulis adalah pengamat sosial, politik, pertahanan alumni Lemhannas PPRA 58 tahun 2018).

3,321 kali dilihat, 20 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Nasional

Membedah PKI Lama dan PKI Hari Ini “PKI Gaya Baru !”

Diterbitkan

pada

Oleh

Oleh : Anton Permana.
(Tanhana Dharma Mangrwa Institute)

Sastrawan Taufik Ismail dalam puisinya mengungkap bahwa ada sebuah aliran politik di dunia yang telah membantai 120 juta nyawa manusia dengan kejam selama 74 tahun di 75 negara di dunia.

Kalau kita rata-ratakan itu sama dengan membunuh 4.400 manusia setiap hari selama 74 tahun. Ideologi apakah itu? Jawabannya adalah Yaitu ideologi komunisme. Dan pembunuhan ini adalah pembunuhan terbesar sepanjang sejarah dunia jauh mengalahkan jumlah korban gabungan perang dunia pertama dan kedua.

Di Indonesia, aliran ideologi pemikiran ini diadopsi dan dijalankan oleh sebuah Partai bernama PKI (Partai Komunis Indonesia). Bahkan partai komunis ini sudah mengobok-obok bumi nusantara ini sebelum negara bernama Indonesia ada. Dimulai dari masa penyusupan kedalam Syarikat Islam hingga SI pecah menjadi SI putih dan merah. Hingga pemberontakan PKI tahun 1926 terhadap kolonial Belanda. Hingga pemberontakan di tahun 1948 oleh Muso di Madiun, serta pemberontakan yang dipimpin oleh DN Aidit pada tahun 1965 yang kita kenal dengan G/30/S/PKI.

Ideologi komunisme ini sangat berbahaya dan kejam. Dimana revolusi menggunakan senjata adalah pusat gravitasi perjuangan dalam mendapatkan kekuasaan.

Sebagai bangsa yang besar kita jangan pernah melupakan sejarah alias “Jasmerah”. Bagaimana kebiadaban PKI ini di Indonesia. Tak terhitung jumlah korban kebiadaban PKI ini membunuh, menyiksa, membantai, menteror, mengintimidasi siapa saja kelompok masyarakat yang dianggap berlawanan dengan agenda komunisme.

Tak peduli apakah itu tokoh agama, ulama, polisi, pejabat, santri, kiyai, kesultanan raja, wanita, orang tua, bahkan tentara pangkat Jendral pun mereka bantai dan kubur hidup-hidup.

Dan untuk perlu pemahaman dan penadalaman literasi agar tidak jadi korban tipu menipu serta pembodohan PKI. Yang memang spesialis tukang fitnah, jago memutar balik kan fakta, pencuci otak ulung, piawai memghasut mengadu domba, dan penebar kebencian atas musuh-musuhnya melalui pembunuhan karakter.

Tercatat jelas dan faktual dalam sejarah, bagaimana sejak tahun 1945 melalui Badan Direktorium Pusat PKI membentuk laskar bernama “Ubel-Ubel” mengambil alih kekuasaan Tanggerang dari Bupati Agus Padmanegara.

Tanggal 9 desember PKI Banten menculik dan membunuh Bupati Lebak Raden Hardiwinangun di Jembatan Sungai Cimancak.

Tanggal 12 desember 1945. Ubel-Ubel membunuh tokoh nasional Otto Iskandar Dinata.

Tanggal 3-9 maret 1946 : PKI Langkat Sumatera menyerbu istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya dan menjarah harta kekayaannya.

Tanggal 19 agustus 1948 PKI Surakarta membuat kerusuhan membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari Surakarta Jawa Tengah.

Tanggal 18 September 1948, Kolonel Djokosunojo dan Sumarsono mendeklarasikan negara Republik Soviet Indonesia dengan Muso sebagai Presidennya.

Dalam fase ini, ribuan masyarakat dibunuh dan dibantai PKI dengan sadis. PKI menculik para Kiyai di pesantren Magetan dan menguburnya di desa Koco, kecamatan Bendo dalam sebuah sumur tua. Ditemukan 108 kerangka manusia terkubur dalam sumur neraka itu.

Disaat ini pula PKI membunuh 20 polisi dan membantainya di Madiun. Tanggal 21 September menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr Iskandar, Camat Margorejo, lalu jenazahnya dibuang ke sumur Dukuh Pohrendang desa Kedungringin kecamatan Tujungan kabupaten Blora.

Selama tanggal 18-21 September 1948 itu, PKI menciptakan dua ladang pembantaian dan 7 sumur neraka di Magetan untuk membuang jenazah korban yang mereka siksa dan bantai.

Selanjutnya tanggal 6 Agustus 1951, gerombolan eteh dari PKI menyerbu asrama polisi di Tanjung Priok dan merampas senjata api yang ada.

Namun hebatnya PKI ketika itu sangat pandai mengambil hati Soekarno dan tidak dibubarkan bahkan bisa ikut Pemilu pada Tahun 1955.

Dan kedekatan PKI dengan Soekarno inilah yang dianggap menjadi pemicu dan perpecahan antara Soekarno dengan para sajabat seperjuangannya seperti Kahar Muzakar, Kartosuwiryo, Daud Beureuh yang melahirkan protes, koreksi perlawanan berujung perang saudara PRRI, DI/TII, dan Permesta.

Sampai akhirnya pada tahun 1960 Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM menggabungkan antara Nasionalis, Agama, dan Komunis. Yang tentu saja semakin memantik protes keras rakyat, ulama dan TNI ketika itu.

Secara bertahap akhirnya sampai PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno dimana DN Aidit dan Nyoto diangkat sebagai Menteri Penasehat.

Sejak PKI masuk dalam lingkaran kekuasaan inilah, mereka melakukan agitasi penggiringan opini sesat dalam pusat kekuasaan untuk melumpuhkan satu persatu tokoh dan kelompok masyarakat.

Parpol Masyumi berhasil dibubarkan melalui Kepres no. 200 Th 1960 tertanggal 17 Agustus. Selanjutnya GPII dibubarkan. HMI dibubarkan. Buya Hamka, KH Yunan Helmi Nasution, KH Isa Anshari, KH Mukhtar Gazali, KH EZ Muttaqien, KH Soleh Iskandar, KH Dalari Umar semua di penjara tanpa pengadilan. Partai MURBA juga dibubarkan karena menentang PKI. Tapi ditutupi dengan tuduhan mendukung PRRI, menentang Nasakom dan anti semangat perjuangan revolusi ala Soekarno.

Semua keraguan, protes rakyat Indonesia saat itu akhirnya semua terbukti nyata. Setelah menguras habis energi bangsa Indonesia melalui propaganda adu domba dan perang saudara hingga pemaksaan untuk operasi ganyang malaysia, PKI menikam negara Indonesia melalui pemberontakan G/30/S/PKI pada tahun 1965.

Dengan isu fitnah Dewan Jendral yang anti Nasakom, PKI menggunakan tangan pasukan Cakrabirawa menculik 6 orang Jendral senior TNI AD ketika itu kemudian menyiksa, membunuh, membantai, menguliti, dan kemudian menguburnya kembali di sebuah sumur tua di Lubang Buaya.

Tidak hanya itu, PKI juga menyiksa dan membantai peserta training PII di desa Kanigoro kecamatan Kras kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan wanitanya dan merusak menginjak injak kitab suci Alquran.

PKI juga membunuh Pelda Soedjono dalam insiden perkebunan karet Bandar Betsi. PKI juga meracuni ratusan anggota GP Anshor dan kemudian membantainya. Beruntung ada yang berhasil lari dan meloloskan diri dan jadi saksi hidup.

PKI juga membunuh Brigjen Katamso Dharmokusumo dan Kolonel Sugiono. Kapten Piere Tandean, dan juga putri Jendral AH Nasution Ade Irma Suriani yang berumur 5 tahun.

Artinya, PKI itu tidak mengenal agama. Tak mengenal institusi. Tak mengenal jenis kelamin dan usia. Pokoknya siapa saja yang berlawanan dengan agenda PKI wajib dihabisi. Apapun caranya.

Barulah pada masa Orde Baru, setelah TNI bersama rakyat dan ulama berhasil menumpas PKI hingga terbitlah TAP/MPRS/XXV/1966 yang secara resmi membubarkan PKI dan menjadikan PKI sebagai partai terlarang di Indonesia.

Pada masa Orde Baru tahun 1968-1998, PKI tidak berkutik dan lumpuh di bawah kekuasaan Orde Baru. Sampai pada akhirnya, melalui gerakan masive bawah tanah dan dukungan dari anasir asing, memboncengi lahirnya gerakan reformasi yang memaksa Soeharto mengundurkan diri maka tumbanglah Orde Baru.

Terlepas dari isu negatif dan kesalahan Orde Baru, tetapi yang jelas pada masa Orde Baru Indonesia bersih dari rongrongan PKI. Dan tumbangnya Soeharto adalah langkah awal perubahan fundamental politik di Indonesia. Para anak dan kader PKI yang sudah terkubur sekarang sudah bangkit lagi. Hingga ada yang berani tampil terbuka membuat bukua “saya bangga jadi anak PKI”. Anak PKI masuk parlemen. Dan yang terbaru ucapan selamat HUT PKI yang ke-100 tahun secara terbuka sebagai bentuk show of force dan agitasi sugesti antar sesama anak dan kader PKI.

Lalu bagaimana dengan PKI hari ini? Apa modus dan pola gerakannya?

Perlu kita jelaskan. Pasca kegagalan 1965, PKI hari ini sudah belajar banyak dan meng-up grade diri dan pola gerakannya. Sehingga PKI itupun terbagi ke dalam empat kelompok atau faksi.

1. *PKI radikal* . Yaitu kelompok genetis, biologis, dan ideologis PKI. Mereka yang berasal dari keturunan langsung anak-anak kandung kader PKI. Kelompok ini tetap menjadikan jalur revolusioner perjuangan menggunakan senjata menjadi agenda utama dalam merebut kekuasaan. Apapun kondisinya.

Karena bagi kelompok ini “pakem atau gezah” sebuah perjuangan tertinggi itu tetap melalui kekerasan revolusi. Revolusi adalah pusat gravitasi perjuangan dimana hal ini (revolusi) akan menjadi sumber hukum untuk merubah total ideologi dan haluan negara menjadi komunis secara total. Seperti apa yang dilakukan Mao Tse Tung mengkudeta kepemimpinan China demokratik melalui revolusi dan menjadikan China hari ini negara komunis terbesar di dunia.

Kelompok ini sangat keras, idealis, tangguh dan terlatih. Karena memang tujuan hidup matinya untuk komunisme.

2. *PKI Opportunis* . Yaitu kelompok yang bergabung, direkrut, atau berafiliasi dengan PKI untuk sebuah keuntungan pribadi. Demi uang dan jabatan. Yang memanfaatkan kekuasaan PKI juga untuk bisa hidup dan eksis. Seperti kelompok Liberal, LGBT, atau mereka yang anti agama dan berlindung didalam tubuh PKI kalau berkuasa.

Namun apabila saatnya nanti PKI runtuh atau kalah dalam perang atau kontestasi politik, PKI kelompok ini yang akan keluar duluan dan berkamuflase jadi bunglon dengan kekuatan baru selanjutnya. Orientasi mereka ini hanyalah keuntungan, kepuasaan, jabatan, dan materi.

3. *PKI borjuis* . Yaitu kelompok PKI yang hanya ikut-ikutan karena terbius oleh bujuk rayu dan cuci otak ala PKI. Mereka ini bisa dari kelompok pembenci agama (khususnya anti Islam), dari para non-muslim radikal, penganut Syiah, kelompok gay dan LGBT, yang merasa nyaman dengan buaian janji manis PKI.

PKI borjuis inilah yang dimanfaatkan knowledge atau pengetahuan dan sumber dayanya untuk menjalankan agenda-agenda PKI. Apakah itu adu domba, menebar kebencian, menghasut, menebar fitnah, hingga penyusupan.

4. *PKI garis serong* . Kenapa kita namakan garis serong? karena tak ada PKI garis lurus. Yaitu : kelompok yang masih ragu-ragu, was-was atau sadar akan bahaya kalau agenda PKI yang ketiga kalinya ini mengkudeta Indonesia jadi komunis akan gagal kembali.

Kelompok ini adalah dari para anak keturunan PKI yang masih trauma dan takut. Bahkan juga ada yang sudah sadar. Bahwa mereka hanya dijadikan umpan yang dimanfaatkan elit global saja untuk merevolusi Indonesia.

Kelompok ini mereka yang sebenarnya sudah nyaman dan cukup dengan kondisi hari ini. Punya hak politik dan ekonomi kembali. Bisa jadi ASN lagi. Dan hidup berdampingan dengan masyarakat secara normal.

Kelompok PKI garis serong ini tahu resiko dan konsekuensi seandainya upaya mengembalikan “PKI reborn” ini pasti akan melahirkan perlawanan keras dari rakyat Indonesia bersama TNI. Kalau sempat gagal, mereka tak membayangkan akan dikejar-kejar, dibumi hanguskan tanpa ampun oleh rakyat Indonesia.

Dan PKI garis serong ini, sadar walaupun saat ini kembali masuk dalam pusaran kekuasaan, tapi mereka tidak yakin akan berhasil untuk merubah Indonesia menjadi Komunis. Apalagi kalau China sebagai sponsor utama kalah perang dengan Amerika. Apalagi kalau terjadi perang saudara antara rakyat Indonesia dengan PKI gaya baru. Traumatik masa lalu dan kesadaran logika masih jadi pikiran utama mereka.

Namun PKI garis serong ini tak berdaya melawan kekerasan hati para PKI ideologis radikal di atas. Yang begitu percaya diri dan yakin akan berhasil mengganti Indonesia menjadi negara Komunis atas sponsor China dan para naga.

Nah jadi kalau kita simpulkan. Sebenarnya PKI itu secara internal juga pecah dan tidak solid. Terlebih untuk PKI jenis nomor (2,34). Mereka sejatinya setengah hati. Tidak semilitan PKI radikal yang militan. Bagi mereka kondisi hari sudah lebih dari cukup. Bisa hidup enak, punya kekuasaan, kebal hukum, hidup normal dan bebas. Dan ini akan bisa berubah total terbalik menjadi mimpi buruk yang lebih parah lagi dari tahun 1965. Resikonya sangat besar kalau kalah lagi.

Lalu bagaimana dengan metode gerakan mereka hari ini?

PKI hari ini adalah Komunis Gaya Baru atau disingkat KGB. Yaitu, mereka yang telah menggunakan cara baru dari “hard power” murni menjadi “soft power”. Yaitu melalui perencanaan strategis yang matang, bertahap, dan terukur.

KGB tidak serta merta mengandalkan pada perekrutan banyaknya anggota, tetapi lebih mengutamakan kepada bagaimana masuk ke dalam sistem, merubah aturan dan regulasi untuk memuluskan agendanya.

Bagi KGB boleh partai apa saja, tapi warna dan ideologinya bisa diwarnai dengan prinsip dan pemikiran PKI. Agama, media, organisasi massa dan sumber baya ekonomi bagi KGB saat ini asalah sarana dan instrumen bukan musuh lagi.

PKI gaya baru ini, dalam program KKM (Kelompok Kerja Musuh) masuk infiltrasi dan merebut posisi-posisi strategis baik itu dilembaga negara, organisasi massa, dan media massa. Untuk berkamuflase membumikan pemikiran-pemikiran komunisme bertopengkan pluralisme, matrealistis, dan liberalisme.

Seperti ; Jangan campur adukkan agama dengan politik. Membuat framing agama adalah musuh ancaman negara. Membenturkan agama dengan budaya nusantara. Menebar kebencian dan menjatuhkan apa saja yang terkait simbol agama dengan isu radikalisme, anti bhineka, intoleransi dan anti Pancasila.

Mendukung apa saja pemikiran dan prilaku yang bertentangan dengan agama yang membuat manusia senang. Seperti melegalkan zina, LGBT, syurga bagi Narkoba, kehidupan matrealistis dan hedonis.

Sambil secara aktif menguras energi negara dengan perpecahan adu domba. Kalau dahulu menguras energi negara dengan perang saudara. Hari ini dengan hutang negara dan korupsi yang menggurita. Bagi yang pro penguasa akan diberikan syurga dunia, bagi yang menentang penguasa akan dijadikan musuh negara, penjahat, dan disengsara.

Dalam teori analisa ancaman “Fishbone of Threat”. Ancaman itu terbagi dua yaitu ; pembawa ancaman dan objek ancaman. Dimana ancaman itu dibagi lagi menjadi dua yaitu, Intensi (intention) yang terdiri dari keinginan (desire) dan harapan (expectation). Yang kedua adalah capabilty (kapasitas) yang juga terdiri dari pengetahuan (knowledge) dan sumber daya (resource).

Dan dalam analisa ancaman terhadap KGB ini TNI AD pada tahun 2016 skornya adalah (16,5) yang berarti tinggi (high). Dengan rincian : desire (4), expectation (4), knowledge (4,3), resource (4,25), intention (8), capabilty (8,55). Dan untuk hari ini diperkirakan sudah naik menjadi 19-20 (accute).

Secara “analisa Pestelo” terhadap ancaman KGB ini, mereka lebih fokus mengutamakan kepada pendekatan ekonomi, legal, dan organisasi. Yaitu menguasai perekonomian untuk menunjang gerakan dalam skala organisasi (kelembagaan) politik (partai politik), untuk kemudian secara bertahap merubah regulasi dan undang-undang yang memuluskan agenda PKI gaya baru ini menguasai semua lini dan sendi negara.

Dimana intinya adalah bagaimana melalui produk regulasi ideologi komunisme ini bisa hidup lagi di Indonesia, kemudian ikut politik secara legal, memenangkan Pemilu dan Pilpres baru merubah secara total haluan ideologi negara menjadi komunis setelah kuat, besar dan menjadi partai tunggal penguasa.

Kalau kita cermati semua hal di atas sudah mereka jalankan. Tinggal satu langkah lagi RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) dan RUU Omnibus Law disahkan maka selesai sudah semuanya. Karena dua UU ini sama saja secara halus merubah negara, dan membuat negara didalam negara secara sistematis.

Skenario hukum proses legislasi ini sama dengan mengkebiri konstitusi negara. Dan momentum wabah covid-19 ini adalah momentum yang paling tepat. Karena semua sendi ketahanan nasional negara lumpuh. Dan penguasa bisa menggunakan kewenangan diskresinya untuk berbuat apa saja melalui produk Undang-Undang yang mereka buat sendiri. Legislatif hanya tukang stempel saja kecuali PKS.

Lalu apa solusinya ? Nah ini dia pertanyaan yang paling tepat. Yang jelas, kesadaran masyarakat secara kolektif terhadap ancaman nyata PKI gaya baru hari ini sudah semakin tinggi. Contohnya, saat ini sudah 21 provinsi mendeklarasikan anti dan tolak PKI. Tapi itu saja tidak cukup, perlu aktivasi dan langkah besar yang lebih strategis dan presisi. Yaitu :

1. Melakukan penyadaran kolektif, membangun satu kesepahaman melalui perang opini, perang argumentasi untuk menggalang kekuatan di masyarakat. Baik melalui sosial media, diskusi, seminar dan aksi nyata deklarasi di lapangan secara serentak. Sebagai pesan kepada PKI ini bahwa rakyat Indonesia tidak main-main.

2. Mengaktivasi kesepahaman menjadi serbuah gerakan bersama seluruh komponen masyarakat. Termasuk saudara kita yang dari muslim dan non-muslim yang terlena dicuci otak oleh PKI yang memang jago akan hal itu. Tekankan PKI itu pada saat kuat akan menghabisi apapun agama yang ada. Karena mereka benci dan anti agama.

Kadi kuncinya. PKI akan kuat kalau kita yang lemah. PKI itu berani kalau kita takut daj berpecah belah. PKI itu jumawa kalau kita mau di bodoh-bodohi dengan isu pemutar balik kan fakta.

3. Gerakan ini serentak dan mendesak partai politik agar kembali kepada UUD 1945, dan menolak RUU HIP, RUU Omnibus Law, mencabut UU Corona dan UU Minerba yang disinyalir sangat merugikan negara.

4. Memberi pemahaman bahwa, institusi dan lembaga yang ampuh menumpas gerakan PKI ini adalah TNI dan lembaga inteligent. Untuk itu kita desak legislatif untuk merevisi penguatan untuk TNI dan lembaga inteligent agar bisa bertaji kembali menjadi alat pertahanan negara dan menjadi mata telinga negara. Karena kalau TNI dan rakyat bersatu, maka PKI bukanlah apa-apanya walaupun didukung China.

Dan jangan mau dihasut lagi, diadu domba untuk membenci TNI. Karena keberhasilan pertama PKI itu pasca orde baru adalah, berhasil membumi hanguskan apa saja yang berbau orde baru. Termasuk peran TNI. Padahal itu hanyalah strategi PKI melumpuhkan TNI sebagai alat pertahanan negara.

5. Mulai siapkan sistem pertahanan diri, sistem perlindungan diri, pemahaman dasar-dasar militer apakah melalui latihan bela negara atau latihan fisik lainnya. Untuk persiapan terburuk terjadi. Karena diperkirakan, para PKI ideologis sudah siap sedia menyiapkan tentara rakyat (kader PKI) bersenjata untuk perang saudara. Kalau informasi ini betul, ini sangat berbahaya agar seluruh rakyat Indonesia siap siaga.

6. Boomingkan penyadaran dan himbau para tokoh nasional agar rembuk bersama. Para tokoh bangsa, tokoh agama, raja-raja nusantara, purnawirawan TNI-Polri, para pendekar, jawara, Kiyai, santri, ulama, romo, pendeta, tokoh adat, termasuk para pimpinan partai politik, TNI-Polri aktif agar semua kembali duduk bersama. Bahwa ancaman PKI baru itu bukan hantu dan ilusi lagi. Semua nyata terang benderang.

7. Kompak serentak turun kelapangan dan memberikan dukungan baik moril dan materil terhadap siapa saja anak bangsa, pejuang yang ditangkap alias kriminalisasi. Kita bisa belajar kepada Amerika hari ini. Satu saja warganya tewas ditangan polisi bernama George Flyod, seluruh warga kulit hitam serentak turun kejalan. Negara sekelas Amerikapun panik kalau sudah rakyat yang turun. Tapi tentu turun dengan cara yang damai bermartabat.

8. Pastikan dan yakinkan bahwa PKI itu adalah nyata bukan hantu lagi. Para anak PKI dan pendukung PKI itu juga manusia, makan bakso, makan ayam penyet, dan kalau mati pasti juga dikubur. Artinya, pilihan ada pada kita. Mau mati disembilih PKI atau bangkit melawan hari ini ??

Lihatlah bagaimana penguasa hari ini begitu represif terhadap siapa saja yang begitu keras terhadap isu PKI. Mulai dari Habieb Rizieq Shihab, Ustad Alfian Tanjung, Mayjend Purn Kivlan Zen, Habieb Bahar Smith, dan erakhir Kapt. Purn. Ruslan Buton. Pada dasarnya mereka ini adalah para patriot sejati penentang PKI. Wajah dari TNI-Islam yang paling begitu ditakuti dan dibenci PKI. Lihatlah apa yang mereka alami saat ini. Terlepas dari pro dan kontra pelanggaran hukum yang mereka lakukan dalam hal lain.

Apakah hal ini akan terus dibiarkan ? Padahal yang diperjuangkan adalah nasib bangsa, nasib kita semua.

Jangan sampai terlambat. Penyesalan di akhir tiada guna. Kalau terus dibiarkan, kita tidak tahu siapa lagi korban setelah ini. Bisa anda, bisa kita, bisa juga saya. Wallahu’alam.

Batam, 04 Juni 2020.

2,280 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Blog

Antara Bilik Virus, Bambu Runcing dan Darurat Sipil

Diterbitkan

pada

Oleh

Oleh : Anton Permana.

WB – Yogjakarta | Hari ini tepat tanggal 31 Maret 2020 Kemenkes RI mengeluarkan update Covid19 1528 positif, 81 sembuh dan 138 orang meninggal. Namun sehari sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyampaikan 283 jenazah dikubur sejak tanggal 6 maret 2020 menggunakan protokol covid19.

Secara global, penulis tak tahu lagi sudah berapa ratus ribu positif Covid19 atau yang meninggal dunia. Penulis lebih suka memperhatikan gerak langkah masing kepala negara dan para pemimpin dunia berjibaku dalam mengatasi krisis wabah pandemi covid19 ini.

Presiden Amerika Donald Trumph mengeluarkan stimulus 2,3 Trilyun Dolar dari pemerintah untuk mencegah dan mengatasi virus mematikan ini. Hampir sebahagian negara bagian di AS juga mengambil langkah lockdown namun segala kebutuhan dan pasokan logistik,sandang, dan pangan ditanggung oleh negara. Rata-rata kalau dirupiahkan, masing warga AS mendapatkan 51 juta rupiah selama diberlakukan lockdown.

Arab Saudi juga tak mau kalah. Kerajaan petro dolar ini menggratiskan bagi seluruh rakyatnya untuk berobat dan memeriksakan diri. Tidak hanya itu, pemerintahan KSA juga menyediakan hotel mewah full fasilitas bagi masyarakat baik itu warga negara asli Arab Saudi maupun expatriat bahkan mahasiswa luar negeri yang kuliah disana.

Presiden Italia menyesali keterlambatannya mengambil langkah lockdown sehingga ribuan masyarakatnya meninggal dunia akibat covid19. Raja Thailand mengungsikan dirinya bersama para selir ke suatu tempat mewah yang terpisah jauh dari keramaian. Malaysia menggelontorkan uang ratusan ringgit untuk satu keluarga selama diberlakukan social distancing. Korea Selatan, Jepang, Singapore, dan Vietnam adalah contoh negara yang boleh dikatakan berhasil mengendalikan covid19 dan berhasil menekan angka kematian sekecil mungkin.

Tercatat sudah 23 negara mengambil langkah lockdown untuk mencegah mutasi covid19. Ada juga dengan memberlakukan social distancing di negaranya, dan hanya Indonesia satu-satunya negara didunia saat ini yang mengambil langkas darurat sipil (SOS) dalam menangani covid19.

Inilah wajah kita hari ini. Wajah dunia global yang sedang dihantui oleh virus pandemic covid19. Saat ini dunia menghadapi musuh yang sama, musuh yang tidak tampak namun telah berhasil merobah tatanan dunia secara radikal.

Kenapa dikatakan radikal? Karena hanya dalam hitungan hari, situasi geo politik global dan geo ekonomi dunia berubah total. Secara ekonomi, banyak perusahaan gulung tikar, bursa efek hancur, perjudian terbesar tutup, perdagangan virtual pialang shut down. Banyak negara yang akhirnya mengalami krisis ekonomi akibat tidak berjalannya industri dan lalu lintas perdagangan serta pariwisata. Entah berapa puluh milyar dolar kerugian setiap hari diterima sektor ini.

Secara geo politik begitu juga. Perang dagang antara AS dan China terhenti. Berbagai konflik di belahan dunia baik di Suriah, Kashmir, Palestina-Israel semua berhenti. Olympiade di Tokyo ditunda. Balap Formula 1 juga di tunda. Kalau di Indonesia event Pilkada pun ditunda ke tahun 2021.

Begitu dahsyatnya virus ini mengendalikan dunia. Tiap hari gadget dan layar televisi kita setiap detik dan menit disuguhi tentang kematian dan jatuhnya korban akibat covid19. Di Indonesia ditambah lagi dengan kebijakan pemerintahnya yang serba tidak jelas. Plintat-plintut tak tentu arah.

Hari ini bicara A, besok B, lusa C semua ibarat jurus mabuk. Sangat terlihat kualitas kepemimpinan nasional kita hari ini lemah, amatiran, dan sepertinya memang didesign hanya untuk buat hutang dan melayani China. Ketika ada krisis corona langsung gagap dan kelimpungan.

Bayangkan, negeri kita hari ini penuh ketidakpastian. Seharusnya musibah hari ini dapat menjadi instrumen pemersatu bangsa. Karena kita ada musuh bersama yaitu corona. Namun yang terjadi ada semacam gap (jurang) yang dalam antara pemerintah dengan rakyatnya. Pemimpin kita hari ini kehilangan empati dan kering dari rasa kenegarawan. Setiap komentar dan kebijakan yang dikeluarkan selalu melukai hati rakyat.

Ketika rakyat teriak tentang bahaya corona, pemerintah menganggap remeh dan tuduh itu sebagai ujaran kebencian. Ketika korban berjatuhan, bukan membangun solidaritas tapi malah mengeluarkan biaya puluhan milyar buat para buzzer dan influencer.

Jangankan untuk biaya pengobatan khusus, untuk mengontrol ketersediaan masker saja pemerintah tak mampu. Harga masker yang awalnya 15 ribu satu kotak, sekarang malah jadi 15 ribu satu bijinya. APD (Alat Pelindung Diri) juga langka, kalaupun ada mahalnya minta ampun.

Lebih parahnya lagi, tidak ada instruksi yang jelas, satu komando, terarah dan berkualitas dari pemerintahan pusat kepada rakyatnya. Jatuhnya korban jiwa setiap hari seolah hal yang biasa saja. Padahal kenegarawan seorang pemimpin itu dilihat dari bagaimana negaranya melindungi satu tetes darah warganya jangan sampai tumpah.

Semua aturan dan informasi dibuat abu-abu dan tumpang tindih. Sesama pejabatpun saling kontradiksi statemennya. Ketika masker langka dan mahal, masyarakat berinisiatif membuat masker buatan dari kain, tapi setelah itu keluar himbauan masker kain tak aman dan tidak recomended.

Disaat APD langka dan mahal, masyarakat berinisiatif pakai mantel hujan dan buat sendiri, juga dilarang dan dikatakan tak recommended.

Disaat masyarakat berinisiatif membuat bilik pembersih virus menggunakan disinfectan atau antiseptic, lalu keluar juga himbauan bahwa juga tidak recomended. Namun di satu sisi rakyat disuguhi penyemprotan anti septik ini pada WNI Wuhan yang baru turun pesawat. Rakyat disuguhi dengan laporan Istana negara menggunakan bilik pembersih virus sebelum masuk Istana. Begitu juga dengan kantor kementrian yang lain sampai DPR RI. Walikota Surabaya Rismapun mempertontonkan bilik pembersih virus innovasinya atas rekomendasi pakar medis dan biokimia (farmasi) UNAIR yang mengatakan bahwa bilik virus ini adalah aman dan solusi cerdas mencegah penularan covid19.

Masyarakat hari ini dibuat bingung dengan kondisi tak menentu ini. Pada dasarnya sebagai masyarakat kita semua pasti akan patuh dan taat apapun kebijakan pemerintah. Tapi jangan biarkan masyarakat dalam kebingungan dan keraguan. Disatu sisi kita disuruh di rumah saja, tapi di luar sana TKA China lalu lalang masuk Indonesia.

Disatu sisi kita diminta jangan panik dan tetap jaga kesehatan, tapi setiap upaya dan innovasi masyarakat untuk bersama melawan virus dibatasi tidak jelas ujungnya.

Penulis membaca, innovasi masyarakat membuat masker sendiri, buat APD secara swadaya, membuat bilik virus, adalah sebuah bentuk semangat perlawanan bela negara dan ingin berkonstribusi pada negara. Ibarat kalau dulu ketika melawan penjajah tak ada senjata pakai bambu runcing pun jadi. Begitu juga hari ini. Walaupun tak ada panduan yg jelas, bahan medis langka, masker mahal, APD tak ada, bilik virus disinfectan yang aman untuk manusia mahal, maka dibuatlah secara mandiri masker, APD, dan bilik virus secara kreatif. Tapi inipun dilarang. Parahnya lagi, pelarangan ini tanpa argumentasi yang jelas. Padahal di satu sisi berseliweran berita dan pendapat para ahli bahwa masker buatan, bilik virus adalah langkah cerdas dalam kondisi darurat saat ini untuk memutus dan meminimalisir penularan virus. Terkait resiko dan effect samping, pasti semua langkah ada resiko. Pertanyaannya, kalau boleh memilih mana mau dipilih kena resiko iritasi kulit karena pakai bilik chamber atau kena covid19 ? Masyarakat tentu akan memilih yang paling kecil mudharatnya.

Disinilah akhirnya menimbulkan keraguan dan pertanyaan besar bagi kita semua. Apakah sebenarnya pemerintah hari ini serius untuk mengatassi covid19 ? Atau sengaja membiarkan masyarakatnya begitu saja. Sebagaimana Belanda menerapkan methode ‘self immunity’ atau “herd immunite”. Yaitu, membiarkan rakyatnya secara alami beradaptasi dengan virus sehingga kemudian kebal sendiri. Adapun mengenai resiko korban jiwa yang besar itu adalah bahagian takdir. Namun perbedaannya, kalau Belanda memberikan insentif dan subsidi kesehatan serta fasilitas moderen bagi masyarakatnya. Indonesia bagaimana ?

Ditambah lagi dengan diambilnya kebijakan PSBB ini. Yaitu implementasi darurat sipil sesuai dengan Perpu nomor 23 tahun 1959. Dimana kebijakan ini ditentang keras hampir seluruh lapisan. Baik akademisi, parlemen, dan masyarakat. Karena dianggap sangat mengada-ngada dan bisa disebut ‘abuse of power’.

Darurat sipil itu berlaku bagi negara yang sedang terancam dari segi keamanan dan pemberontakan. Perpu ini lahir ketika era Soekarno dalam menghadapi ancaman pemberontakan. Nah saat ini negara kita musuhnya bukan manusia dan bukan pemberontak. Tetapi wabah virus. Artinya, ancaman kita hari ini adalah ancaman kesehatan bukan ancaman keamanan.

Kebijakan paranoid pemerintahan hari ini semakin melihatkan bahwa design pemerintah hari ini tidak lagi untuk melayani bangsa Indonesia. Bukan lagi atas nama rakyat Indonesia. Karena dengan diberlakukan darurat sipil, ini sama saja membuka celah kekuasaan otoriter. Karena di dalam Perpu darurat sipil itu penuh dengan nuansa perang, kekuasaan luas pemerintah untuk melakukan apa saja. Baik itu untuk intimidasi, penahanan, penggeledahan, dan apa saja yang secara kewenangan diskresi penguasa anggap jadi ancaman buat negara.

Pertanyaannya. Bagaimana kalau kekuasaan ini disalahgunakan untuk menghabisi lawan politiknya ? Menghabisi setiap orang atau kelompok yang berseberangan atau kritis terhadap pemerintah ? Siapa yang menjamin penguasa hari ini tidak menyalahgunakan kewenangan ini ?

Sedangkan tanpa darurat sipil pun, kita melihat sendiri bagaimana kesewenang-wenangan pemerintah melalui kekuasaan aparat hukum untuk menangkap, memenjarakan, setiap lawan politik yang berseberangan dengan pemerintah. Kritikan dianggap sebagai ujaran kebencian. Sedikit sedikit main penjara. Tapi kalau yang pro pemerintah boleh berbuat apa saja. Ini yang merusak bangsa dan membuat perpecahan sesama anak bangsa.

Ini juga yang diragukan para praktisi dan cendikiawan bangsa ini. Sekarang ketika wabah corona menimpa kita, isu dan narasi tentang radikalisme, intoleransi, dan anti Pancasila sepi kita lihat. Jangan-jangan nanti pas darurat sipil ini diberlakukan, isu dan narasi tentang radikalisme ini kembali dimainkan sebagai instrumen Islam Phobia dalam mengabisi kelompok Islam. Bagaimana skenarionya, tentu itu adalah hal yang mudah saja bagi penguasa untum dilakukan dan direkayasa.

Padahal musuh kita adalah wabah covid19 bukan lagi manusia. Artinya bagaimana kita bersama melakukan pencegahan secara masif dengan segala sumber daya yang ada bersatu padu melawan corona bukan malah bertinju.

Kita juga mengetahui, bahwasanya sudah jadi rahasia umum bahwa yang namanya virus itu bisa berasal dari rekayasa genetika buatan manusia. Dan kalau kita membaca dan memahami dari buku yang pernah ditulis mantan menteri kesehatan Ibu Siti Fadillah bahwa, ada bisnis raksasa besar di balik penyebaran virus ini. Yaitu bisnis obat dan vaksin dari perusahaan kesehatan dunia. Ditahun 2000 sampai 2011 di dalam bursa ekonomi dunia, perusahaan vaksin kesehatan inilah yang teratas daya incomenya mengalahkan perusahaan minyak raksasa dunia. Puluhan Milyar dihasilkan dari jualan vaksin virus ini. Ibarat teori pedang dan perisai, ada ancaman penyakit virus maka akan ada juga vaksin atau obat penawarnya. Ketika virus SARS, flue burung dan Mers inilah para perusahaan raksasa dunia itu meraup keuntungan yang luar biasa.

Kalau dulu diera tahun 1960 dikenal wabah campak, kolera dan polio. Maka setelah itu generasi kita diwajibkan vaksin polio dan campak. Apakah semua gratis ? Tentu tidak dong. Minimal dana kas WHO untuk kesehatan yang berjumlah milyaran dolar jadi sasarannya. Siapa pemainnya ? Siapa lagi kalau bukan taipan dunia kelompok elit yahudi dan Amerika.

Jadi wajar juga ketika begitu kuat upaya pencegahan yang kita lakukan, akan begitu kuat juga upaya untuk melemahkan agar pencegahan tidak terjadi. Karena sasaran utama dari virus tentu bagaimana timbul ketakutan, kecemasan,orang sakit dan jatuhnya korban. Yang kemudian pasti akan membutuhkan obat dan vaksin agar sembuh dan kebal. Disinilah letak ‘clue’ bisnis ini. Namanya manusia, kalau untuk kesehatan pasti tak akan memikirkan berapa biayanya. Karena sehat itu mahal. Dan penulis yakin, bahwa saat ini obat penawar atau vaksin virus covid19 ini sudah ada tapi sengaja didiamkan dulu sampai pada saat tertentu dikeluarkan. Sudah terbayangkan berapa besar keuntungan yang akan diraup dari bisnis ini ??

Benar atau salahnya asumsi dan analisa penulis biarlah waktu yang akan menjawabnya. Namanya hipotesa tentu ada kala benar ada kala salah.

Yang penting kita berharap, pemerintah Indonesia jangan bermain api dengan kondisi saat ini. Rakyat sudah lelah. Rakyat lagi susah dan sekarat. Mencari uang semakin susah. Pekerjaan semakin langka. Jangan tambah lagi beban pikiran dan perasaan masyarakat dengan hal hal yang tak masuk akal.

Manfaatkanlah kondisi saat sekarang ini sebagai titik awal konsolidasi nasional. Rekatkan kembali rasa persatuan dan kesatuan anak bangsa yang tercabik-cabik saat ini. Pemerintah jujur saja kepada rakyat. Kalau tak ada uang alias bangkrut, katakan saja dengan jujur. Kalau perlu hentikan dulu bangun ibu kota baru di Kalimantan.

Kalau pemerintah jujur, terbuka penulis yakin masyarakat Indonesia akan mendukung setiap langkah kebijakan pemerintah. Karena apapun itu kebijakan pemerintah baik itu lockdown, social distancing, maupun PSBB hanya akan sukses kalau didukung rakyat. Hanya akan sukses kalau rakyat percaya. Posisikan pemerintah itu sebagai Bapak nya rakyat. Milik seluruh rakyat Indonesia. Jangan posisikan ibarat sopir bus antar kota dengan penumpang yang tak saling kenal. Bayar ongkos tancap gas. Ini negara bukan bus kota. Ini negara milik bersama bukan milik elit penguasa. Cam kan itu.

Yogjakarta, 31 Maret 2020.

(Penulis adalah pengamat sosial politik-pertahanan alumni Lemhannas PPRA 58 Tahun 2018)

4,462 kali dilihat, 17 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

Pembangunan Proyek Excamp Kampung Vietnam 80% Rampung

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 21/03/20202 |
Pembangunan proyek rumah sakit dan penampungan yang dicanangkan Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu diperkirakan telah rampung pada 28 Maret 2020.

Saat tim WB berkunjung ke lokasi ada dua kontraktor yang mengerjakan Rumah sakit di kampung Vietnam tersebut,

Dari masing masing kontraktor mempunyai masing masing tugas, seperti PT.WHIKHA mengerjakan renovasi Rumah Sakit yang lama dan PT.WASKITA mengerjakan pembangunan rumah sakit yang baru.

Ketika tim WB mewawancarai  salah satu kontraktor bernama Salim mengatakan “Target kita yaitu pada akhir bulan Maret ini, tapi kita upayah tanggal dua puluh tujuh Uda rampung, karea pekerjaan ini sudah selesai hampir delapan puluh limah persen“, ujarnya

Salim juga mengatakan bahwa sejak awal pengerjaan proyek mereka bekerja dari  pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. hingga saat ini pekerjaan hanya tinggal pemasangan pintu-pintu dan jendela saja.

Dalam pengerjaan proyek ini hingga saat berita ini diterbitkan pihak kontraktor mengatakan telah menyelesaikan sekitar 80% pekerjaan yang dikerjakan oleh 700 pekerja dari dua kontraktor tersebut. (timWB)

17,056 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Perkembangan VIRUS CORONA

Komentar Facebook

Trending