Terhubung dengan kami

Hukum & Kriminal

Pengemudi Damri Dituntut 10 Juta

Diterbitkan

pada

WAJAH BATAM.ID | Bandung, 28/01/2018, pengemudi DAMRI Jalur 06b. Elang – Jt. Nangor via cibiru bentrok dengan pengemudi Angkutan Trans Metro Bandung. Keributan terjadi akibat dari salah satu pengemudi melanggar aturan yang sudah di sepapakati sebelumnya.
Menurut Andre ( pengemudi Damri ), keributan ini berawal pada Tanggal 14 Januari 2018 sore, pengemudi Trans Metro Bandung mengambil penumpang disembarangan tempat atau tidak di shelter.” Padahal sebelumya kan sudah di sepakati mengambil penumpang di shelter,” kata Andre. “Makanya pengemudi Damri Protes,” sambung Andre.
Pengemudi Damri ( Rival ) menghadang pengemudi Trans Metro Bandung ( Yayat ) di depan Pool Damri cabang Bandung, karna kesal dengan Ulah Yayat yang mengambil penumpang sesukanya. Terjadi cekcok adu mulut di lokasi, tiba-tiba ada oknum memukul Kepala Yayat( pengemudi Trans Metro Bandung,Red ) namun Yayat tidak membalas pukulan itu.
Rival tidak pernah merasa memukul kepala Yayat, kejadian tanggal 14/01/2018 sore itu hanya adu mulut, Menurut Rival. Tanggal 25/01/2018, Yayat ( pengemudi Trans Metro Bandung,red ) membuat laporan Polisi di Polsek Cinambo. Karena Yayat tak terima dengan perlakuan terhadap diri nya.

UPAYA DAMAI

Yayat menuntut kerugian senilai Rp 10.000.000 ( Sepuluh Juta Rupiah ) untuk cabut perkara jika berdamai, hari ini Pihak Damri cabang Bandung dengan Dinas Perhubungan melakukan mediasi perdamaian. Dari Damri dihadiri oleh Asman Darnoyo, S.E. Dari Dishub Yudi beserta dengan KADISHUB. Hingga berita ini kami turunkan belum ada kesepakatan damai dari kedua belah pihak. (wbo7)

1,003 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Sosmed Wajah Batam Beri Kontribusi Informasi Membernya

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID | Wajah Batam Televisi (WbTV) hadir di Jaringan Televisi Anda Minggu, 01/9/2019. WbTV adalah sebuah media Televisi Cable yang akan mensinergikan informasi real, berani update, akurat dan terpercaya.

Semua itu tentunya tidak terlepas dari semangat awal Forum Sosial WB yang konsepnya dilanjutkan melalui sebuah perusahaan PT. WAJAH BATAM INDONESIA.

Untuk menjadikan WbTV sebagaimana yang diinginkan masyarakat, tentunya tidak terlepas dari kerjasama masyarakat sebagai citizen journalis sebagai kontributor yang mengirimkan informasi sesuai dengan kejadian dan kenyataan di lapangan, disamping menyorot hal-hal yang memungkinkan dapat membangun dan mengganggu pembangunan kota Batam secara menyeluruh.

Bagaimana Cara Mengirimkan Informasi?

Setiap informasi (berupa video landscape) yang dikirimkan ke WbTV akan disaring dan kru WbTV akan menghubungi yang bersangkutan untuk meminta konfirmasi dan menjadikan kontributor sebagai narasumber yang selanjutkan akan ditelusuri oleh team lapangan WbTV.

Bagaimana Proses Penayangan Berita Journalis Publik?

Informasi berupa video landscape dari kontributor akan ditayangkan setelah kontributor memberi keterangan dan pihak WbTV juga akan menampilkan kontributor melalui tayangan wawancara baik secara offline maupun online.

Apresiasi

WbTV akan memberi apresiasi kepada kontributor yang mengirimkan video landscapenya setiap bulan dengan jumlah informasi yang ditayangkan setiap bulannya dan management WbTV akan menghubungi anda sebagai kontributor setia WbTV.

Apa saja informasi video landscape Anda yang akan ditayangkan ?

Berbagai informasi penting yang akan anda kirimkan dengan ketentuan:
1. Tidak pernah ditayangkan di media manapun.
2. Video asli yang diambil dengan perangkat lunak apapun seperti Gadget, HP, Handy Cam dll.
3. Informasi apapun yang penting diketahui masyarakat disegala bidang kehidupan khususnya dalam membangun dan memperbaiki bangsa.
4. Video dapat berupa Penegakan hukum, Kecelakaan, Kejadian Seputar Kita, Acara Hiburan, Sosial, Ekonomi, Politik, dll
5. Video dengan durasi maksimal 5 menit yang dapat terdiri dari beberapa potongan video dalam kegiatan, situasi dan suasana yang sama.

6. Berita video terkini merekam kejadian yang minimalm berusia 24 jam. Dan untuk video khusus berusia selambatnya 15 hari.

Kontribusi

Kontribusi total yang anda peroleh dihitung setiap bulannya dengan nilai Rp 10.000,-/informasi video.

Video Khusus

Video Khususa adalah video yang memvisualkan kejadian2 penting dalam ungkap kasus atau video penting lainnya dalam menghentikan kerugian negara)

Video Istimewa akan diberi apresiasi dalam 2 kategori:

1. Class A : Rp 250.000
(180rb Video + 70.000 keterangan lengkap berita)

2. Class B : Rp 500.000
(400rb video + 100rb keterangan lengkap berita)

Sanksi

Video yang diterima redaksi WBtv adalah asli milik pengirim dan atau mempunyai hak untuk mengirimnya, klaim hak cipta atau hukum atas kepemilikan video merupakan tanggung jawab kontributor.

Syarat-syarat

Video landscape yang dikirimkan harus disertai data kontributor a.l: KTP dan identitas lainnya serta no telp/WhatsApp dan rekening Bank.

Privacy

WBtv akan merahasiakan data kontributor jika diperintahkan kepada Management WBtv.

Klaim

Management keuangan WbTV akan menghubungi dan mengirimkan pembayaran melalu nomor rekening Kontributor atau dapat melakukan klaim ke kantor PT. Wajah Batam Indonesia (WBI) setiap tutup buku bulanan ke:

PT.WAJAH BATAM INDONESIA
Alamat : Avava Mall
Telp/WhatsApp :  …

Informasi lanjut dapat menghubungi Management di nomor Telp/WhatsApp @Rina Silfya : 08117711223
@Suharsad : 085356308683

TimWb

12,530 kali dilihat, 286 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

FGD: Radikalisme Adalah Pemahaman Individu, Bukan Agama Atau Kepercayaan Tertentu

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 25/3/2019 | Badan Pembinaan Masyarakat  Polda Kepri melalui Forum Group Discussion (FGD) selenggarakan diskusi tentang “Peran Tokoh Masyarakat Dalam Menangkal Radikalisme” hari Senin, 25/3 di BCC Hotel Lubuk Baja Nagoya Batam.

Pada penyelengaraan ini FGD mengundang segenap tokoh masyarakat dan Ormas se Kota Batam yang tergabung dalam paguyuban-paguyuban dan juga dihadiri dari undangan berbagai agama untuk tujuan memahami serta dapat menjadi corong kemasyarakat dalam menyampaikan bahaya radikalisme dalam keutuhan bangsa.

Penanggung jawab acara Binmas Polda Kepri AKBP Aro T Binops  menyampaikan pada WB bahwa kegiatan perdana hari ini bertujuan untuk menyatukan paham tentang radikalisme dan akan diselenggarakan secara kontiniu agar maksud dari keutuhan NKRI dapat tercapai.

Forum ini dibuka oleh Wadir Binmas Polda AKBP Edy Suryanto Dalam sambutannya mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat saling bahu membahu bersama polri dalam mencegah muncul dan berkembangnya paham masyarakat terhadap radikalisme.

Acara dikemas dengan santai dimana tamu dan undangan dapat berbicara bebas dengan tanpa ada suatu tekanan dalam menyampaikan pandangan dan pendapat, sebagaimana disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat (Suharsad) yang tidak ingin forum ini menjadi ajang menilai atau memojokkan pandangan individu yang menjadikan sebagai tolak ukur dalam menilai pemahaman peserta terhadap arti radikalisme disamping dapat menjadikan hal tersebut menjadi catatan dari pihak yang menyampaikan pandangan tersebut.

Kepala Dinas Infokom Yazid yang hadir mewakili Pemerintah kota Batam menyambut baik kegiatan ini dimana Forum Diskusi ini sangat bermanfaat dalam menanamkan rasa kebersamaan serta dapat menyimpulkan bahwa paham radikalisme tersebut tidak bisa dikaitkan dengan kelompok atau agama tertentu tapi merupakan paham individu yang menyalahartikan suatu pemahaman ajaran dalam keyakinannya masing-masing.

Muhammad Santoso, wakil Majelis Ulama Indonesia Kota Batam yang juga bertindak sebagai salah satu narasumber dalam forum diskusi ini menyatakan dan sepakat bahwa paham radikalisme tidak dapat diarahkan pada satu kelompok agama atau kepercayaan tertentu. (shd)

46,444 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Hanya 100 Juta PT.HBR Kuasai 7 Hektar Lahan Warga Pulau Buluh

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 5/3/2019 | Praktek penguasaan lahan secara masive yang dilakukan oleh PT. Hiasindah Bangun Raya terhadap lahan seluas 7 hektar milik Kusnadi merupakan hal yang dapat memperlemah kepemilikan lahan oleh pemilik sebenarnya karena berbagai upaya sudah dilakukan justru Kusnadi sebagai pemilik lahan di somasi oleh PT. Hiasindah Bangun Raya karena mengaku telah membayar sebagai uang muka pembelian lahan tersebut kepada Zul Novan yang statusnya adalah menyewa lahan yang berada di Sei. Lopet Pulau Labu Kepri, hal ini dikemukakan oleh Kusnadi kepada Wajah Batam dibilangan UNIBA Batam Centre – Selasa, 5/3/2019.

Menurut Kusnadi bahwa lahan seluas 4 hektar yang telah dibelinya dari Muhadi pada tahun 2016 tersebut disewakan kepada Zul Novan seluas 50×70 meter untuk membangun gudang kayu miliknya.

Saat ini PT. Hiasindah Bangun Raya yang didampingi Pengacara dan Oknum Brimob mendatangi Kusnadi dengan menyatakan bahwa Pihak perusahaan akan melakukan penggusuran dengan alasan bahwa perusahaan telah mengantongi PL dari Otorita Batam pada tahun 2012.

Lahan yang sudah dikelola menjadi kebun oleh pemilik awal (Muhadi.red) dari tahun 1967 tersebut juga sudah memiliki surat dari Kepala Desa Sungai Buluh dari tahun 1990.

Pihak perusahaan hingga saat ini terus melakukan paksaan kepada Kusnadi dengan tanpa menyelesaikan ganti rugi, dan secara diam-diam mengaku telah membayar pada Zul Novan uang sejumlah 100 juta tanpa diketahui oleh Kusnadi.

Zul Novan yang berstatus menyewa lahan Kusnadi ternyata mengklaim bahwa bangunan diatas tersebut adalah miliknya sementara sewa menyewa antara Kusnadi dan Zul Novan telah berakhir. Hal ini dijadikan sebagai alasan oleh perusahaan bahwa oihak perusahaan telah mengganti rugi lahan 4 hektar tersebut, sehingga pihak perusahaan memberikan somasi kepada Kusnadi untuk segera mengosongkan lahannya.

Masalah ini juga sudah dilakukan mediasi yang difasilitasi pihak Lurah dan Kepolisian dan pihak terkait telah meminta agar perusahaan menghentikan rencana penggusuran tersebut tapi ditolak oleh perusahaan.

Kusnadi yang merasa memiliki hak atas tanah tersebut akhirnya akan menempuh jalan hukum agar kesewenangan jangan terus berlanjut karena Kusnadi menduga ini merupakan hal yang tak sesuai peraturan dan ada indikasi menjadi permainan oleh oknum-oknum tertentu, demiiian Kusnadi menceritakan pada Wajah Batam.(shd)

 

24,001 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending