Terhubung dengan kami

Oase

Karena Dia Ingin Kita Bersih

Menjadikan ujian itu sebagai sesuatu yang membuat kita jadi lebih baik itu berat…tapi bukan tak mungkin.

Diterbitkan

pada

Tulisan ini berawal dari pertanyaan seseorang tentang Ta’aruf. Semoga bisa dipetik hikmahnya.

Ada yang nanya pada Ustadzah, yang mungkin saja ini mewakili pertanyaan-pertanyaan banyak wanita lain yang tak terungkap.
“Bu kalau ta’aruf, boleh nggak sekaligus 2?”

“Nggak boleh,” jawab Ustadzah.

Perlu diketahui ternyata ta’aruf itu sepertu kita bermuammalah.

Misalkan kita menjual suatu barang, udah ada yang nanyain duluan, belum deal harga dengan penanya pertama, udah ada penanya yang baru, terus yang baru itu mau ambil tanpa nawar.

Itu nggak boleh. Secara adab dalam agama itu nggak boleh. Ta’aruf, khitbah, ya seperti itu.

Jadi kalau sudah ada ta’aruf dengan 1 orang, meski 10 yang antri tetap harus selesaikan dulu yang 1 ini dan tidak mengambang berlama-lama karena bisa mengundang fitnah.

Kadang menjadi kebanggaan bagi wanita ketika banyak yang antri terima dulu semua, lalu diseleksi.

Nggak. Islam sudah mengatur semuanya. Bagaimana hubungan sebelum menikah dan sesudah menikah semua ada dalam Al Qur’an.

Ketika kita paham, itu kan salah satu aturan yang terkait dengan jodoh. Intinya kita harus mengikuti hukum اَللّهُ.

Untuk kita semua niy…yang harus kita perhatikan adalah niat kita. Niat kita ini akan diberikan اَللّهُ. Niat apapun itu.

Tapi semua niat itu akan diminta pembuktiannya. Dan puncak dari pembuktiannya itu, اَللّهُ akan kasi kita 2 pilihan, Aku (اَللّهُ) atau selain Aku? Ikuti aturanKu, atau selain Aku? Pada saat itu kita harus memilih.

Misalnya ada yang nikah karena seseorang itu muda dan ganteng…اَللّهُ bisa aja kasi itu, padahal nggak ada orang yang forever young.

Nihh banyak kejadian seseorang itu pingin nikah supaya jadi lebih baik.
Terus kita cari suami yang sholeh. Suami yang sholeh kan manusia juga ya…bukan malaikat. Manusia itu الإيمان يزيد وينقص (Al imanu yazidu wa yanqush), iman itu naik turun.
Kan kita minta,”Ya Allahu berilah aku pasangan yang sholeh.”

Nah, persepsi kita kan sholehnya forever.
Kata Allahu,”Lu minta suami yang sholeh, Gua kasi niy!”

Pas sebelum nikah dan di awal-awal nikah masih sholeh. Lama-lama berubah, nggak sesholeh di awal-awal nikah. Terus kita kecewa?
Berarti kan kita maksa اَللّهُ niy…pinginnya sholeh selamanya. Padahal iman itu naik turun.
“Lu, Gua kasi pas sholeh, terus ketika keimanan dia turun, lu bantu dia nggak?”

Sekali lagi, persepsi kita ketika mendapat suami sholeh, dia akan sholeh sampai mati. Lalu kita ditarik terus untuk jadi lebih baik. Padahal اَللّهُ sudah sampaikan الإيمان يزيد وينقص.
Jadi…”Mimpi lu kalau mau dapatin suami sholeh selamanya tanpa usaha!” Kecuali namanya Sholeh.

Begitu juga sebaliknya ketika suami menginginkan istri sholehah.

Nah kadang niat kita benar, cuma kita nggak memelihara dari yang kita minta kepada اَللّهُ itu seperti apa…padahal seharusnya suami istri itu, sholeh dan sholehah bersama.

Kita semua pasti tau teorinya, menikah itu melengkapi dien. Orang udah nikah apalagi masih punya bayi, itu mau qiyamullail rasanya susah banget…baru mau mulai sholat tiba-tiba anaknya bangun…misalnya.

Kalau masa gadis mungkin bisa berakaat-rakaat…tapi tetap اَللّهُ kasi bahwa memang, menikah itu adalah melengkapi dien (menyempurnakan agama).

Sekarang sudah lengkap tuh…terus kita maunya enak aja? Nggak mau ada perjuangan?

Kan udah dikasi niy…terus bagaimana mempertahankan kesholehan berdua…kalau suami lagi turun imannya masa’ kita diemin aja? Ntar kita keseret-seret juga. Dan sebaliknya juga jika keimanan istri turun.

Ketika kita bantu suami/istri kita unutk tetap bagus jangan sampai imannya turun, itu kan kita dapat pahala.
Kadang kan kita malah gini…suami kita malas sholat subuh kita biarin aja…lahh jangan!!

Tetap bentuk cinta kita yang sesungguhnya adalah ketika kita saling mempertahankan keimanan. “Keimanan” ya bukan cinta nafsu…bukan. Bagaimana kita menjadikan pernikahan itu sebahgai amal sholeh kita, itu yang utama.

Ya mudah-mudahan kita sadar bahawa sesungguhnya semua yang ada di kehidupan kita niy…اَللّهُ pingin kita bersih…

Nahh dulu niat kita itu apa? …اَللّهُ pingin bukti, sampai akhirnya kita bisa berkata, “Ohh iya benar. Sebenarnya اَللّهُ mau membersihkan niat saya.”

Sampai akhirnya kita ketemu jawaban itu…
Tapi itu belum selesai. Sampai mati…ujian akan terus ada. Ibarat level nih..kita terus diuji sampai mencapai masternya gitu. Sampai hanya ada 2 pilihan terhadap apapun persoalan hidup ini… Ikuti maunya اَللّهُ atau selain اَللّهُ.

Yang disebut selain اَللّهُ itu bisa apa saja…bisa anak, suami, orangtua bahkan diri kita sendiri.

Yang paling sulit adalah menundukkan diri kita untuk patuh dan taat pada hukum اَللّهُ.

Tapi ini perjuangan yang harus kita hadapi. Karena hanya dengan tunduk pada aturanNya kita mendapat ridhoNya, dan hanya yang mendapat ridhoNya yang akan sampai pada surgaNya.

Tapi عَلَى كُلِّ حَالٍ semua yang kita alami itu baik buat diri kita. Dengan ujian yang ada (diuji dengan anak-anak, orangtua, suami/istri atau apa saja), kapasitas kita jadi naik.

Kita harus sampai pada pemahaman, ujian itu cara اَللّهُ mencintai kita.

Jadi yang harus ditumbuhkan, اَللّهُ itu mencintai kita lebih dari siapapun bahkan suami/istri kita sendiri. اَللّهُ itu lebih mencintai kita. Jadi ketika kita diuji kita bisa bilang ke diri kita,”Ohh اَللّهُ lagi sayang sama saya.”

Menjadikan ujian itu sebagai sesuatu yang membuat kita jadi lebih baik, itu bera tapi bukan tak mungkin.

Karena ujian memang ditujukan untuk kenaikan kelas…bukan untuk jadi terpuruk.

Dia, اَللّهُ menguji kita dengan sesuatu yang kita mampu melewatinya. Karena Dia lebih tau tentang kita dibanding kita sendiri.

والله أعلمُ بالـصـواب

Catatan Diana

2,077 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Oase

Adil & Hargai Belahan Jiwamu

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM-14 APRIL2019| Adil sebuah kata yang selalu akan muncul di permukaan jika kita di hadapkan suatu masalah…
Adilkah ?????
Tapi pantaskah kita mengajukan pertanyaan demikian jika sudah berada dalam dilema yang menurut kita yang harus kita jalani dalam hidup yang tidak sedikitpun kita inginkan merasakannya.
Begitu banyak pertanyaan seperti itu selalu akan muncul terutama terhadap kaumku yang merasa sudah memberikan semua hidupnya , pengabdiannya demi meraih apa yg di sebut kebahagian.

Jangan pernah menuntut keadilan itu di dunia ini karena “Apa yang menurut kita adil tidak selalu adil buat Allah yang menciptakan kita..
Selalu yakinkan diri bahwa apapun yg di berikan oleh yang Maha Kuasa atas perjanan hidup kita itulah yg adil dan sesuai dengan kita sebagai umatnya dan jangan pernah ragukan akan hal itu.

Saya pernah bertemu dengan seorang wanita yang mempertanyakan akan hal ini.
Apakah yang harus kita lakukan pada suami kita jika dia (suami), tidak memperlakukan kita dengan adil pada hati dan perasaan kita , Bu??????
Katanya..
Saya sudah korbankan seluruh umur ,masa muda .karir bahkan cita cita untuk mendampingi hidupnya dalam berumah tangga.
Tapi pada akhirnya dia membuat hati dan perasaan saya hancur karena kinginan nafsu dan duniawinya yang tiada bertepi.
Bukan sekali ,dua kali dia menghancurkan perasaan saya.
Dan ini sudah ketiga kalinya dia memperlakukan saya seperti ini.ungkapnya dengan cucuran air mata yang sudah menganak sungai di pipinya.

Saya ikut terenyuh dengan dengan alur ceritanya kehidupan yang di jalaninya selama ini dimana sebagai wanita yang hanya mempunyai rutinitas di rumah saja tentu hal ini membuat bebannya semakin terasa berat buatnya.
Memang beberapa kali dia meminta nasehat dari saya.
Tentang bagaimana penghargaan suaminya yang kurang terhadap orang tua dan keluarganya..
Bercerita suaminya yg tidak memberikan kepercayaan penuh terhadapnya dalam mengatur keuangan dalam rumah tangga.
Dan beberapa kali cerita tentang perselingkuhan suaminya dengan beberapa perempuan di luar sana .
Yang tadinya hanya dia kira sebagai relasi atau teman kerja suaminya yang seorang Pengusaha.

Ah…hidup, demikian pelik buat dia, yang harus tetap bisa menerima akan hal itu walau dalam hatinya terjadi pergolakan batin yang maha kuat .
Aku hanya bisa melihat dan mendengarkan semua keluh kesahnya dengan perasaan yang bercampur tak menentu.
Tidak tau apa yang bisa di perbuat untuk meringankan bebannya.
Karena dalam kehidupan rumah tangga orang lain kita tidak bisa masuk terlalu dalam .
Dan kita juga tidak boleh menghakimi di antara mereka siapa yang bersalah.
Cuma sebagai seorang teman saya hanya bisa sebagai pendengar yang baik dari semua curahan hatinya.

Munculkah satu pertanyaan yang sangat saya takutkan itu dari mulutnya.
“Adilkah semua ini..?????
Katanya.
“Memangnya dia kira, saya juga tidak bisa berbuat seperti dia, ungkapnya lagi.
Serrrrr ….jantung saya terasa copot mendengar pernyataannya itu.
Ini adalah hal yang paling saya takurkan terjadi pada seorang wanita yang sudah tidak berfikir jernih lagi jika di dera suatu masalah.

Saya hanya bisa memegang tangannya dan berkata …Istighfar…..
Jangan kamu ucapkan perkataan sepeeti itu
dan jangan kau ikuti rayuan setan yang akan menjerumuskan dirimu dalam lembah dosa yang semakin dalam.
Kamu adalah wanita dan tidak sama dengan laki laki .
Memang , mungkin saat ini kamu merasa dunia ini tidak adil .
Karena kamu tidak akan dapat menuntut keadilan yang hakiki di dunia karena itu hanya bisa kita dapatkan di kehidupan kita nanti.
Ungkapku untuk menyadarkannya
Dan selalu yakinkan diri kita apapun permasalahan yang kita hadapi hari ini selalu ada jalab keluar yang baik jika kita selalu menyerahkan hidup ini dengan ikhlas ke pada Sang Pencipta.
Tapi itu tidak mudah.perlu perjuangan dan tekad yang kuat.
Yang kamu butuhkan sekarang adalah ketenangan dan kejernihan berfikir tanpa mengikuti hawa nafsu untuk membalas perbuatannya yang belum tentu akan membuat diri kamu akan bahagia malah mungkin kehancuran yang semakin kamu rasakan , Ungkap ku diakhir pertemuan itu.

Sejak pertemuan itu sampai sekarang .
Kami belum pernah bertemu kembali.mungkin lain waktu saya akan coba menghubunginya kembali.
Tapi saya selalu mendoakan yang terbaik untuknya apapun itu.

Dan untuk kaumku “JANGANLAH MENUNTUT
KEADILAN YG HAKIKI DI DUNIA INI.
KARENA TAKKAN KAMU DAPAT .”

Dan serahkan hidupmu pada Zat yang memberi kamu kehidupan.

#Savekaumku..(Rina Silfya,S.Pd)

 

923 kali dilihat, 13 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Nasehat Untuk Pemburu Jabatan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID |

Oleh: Ustadz Erwin Abu Ghaza (Wakil Ketua FUI MUI Batam)

Nasehat buat *Abu Dzar al Ghifari* yg meminta kursi jabatan dan juga nasehat buat kita semua.

Didalam salah satu riwayat, disebutkan bahwa pada suatu ketika Abu Dzar sengaja mendatangi Rasulullah Saw, untuk meminta sebuah jabatan untuk dirinya sendiri. Pada saat itu, Abu Dzar mengatakan kepada Rasulullah Saw; “Wahai Rasulullah Saw, tidakkah Anda menjadikanku sebagai pegawai (pejabat).” Ungkapnya.

Mendengar pernyataan dan permintaan dari Abu Dzar tersebut. Rasulullah Saw, tersenyum sembari menepuk-nepuk pundaknya. Beliau bersabda: “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau seorang yang lemah dan sesungguhnya jabatan itu adalah suatu amanah, dan sesungguhnya ia adalah kehinaan dan penyesalan di hari kiamat kecuali yang menjalankannya dengan baik dan melaksanakan tanggungjawabnya” (HR. Muslim).

Mendengar jawaban dari Rasulullah Saw, tidak sedikit pun terbersit rasa kecewa dalam diri Abu Dzar. Ia justru merasa sangat beruntung karena telah diselamatkan oleh Rasulullah Saw, dari perangkap jabatan yang dipenuhi dengan tipu muslihat bagi siapa pun yang tidak mampu menjalankannya dengan penuh amanah. Semenjak saat itu kecintaan Abu Dzar kepada Rasulullah Saw, semakin meningkat.

Namun, apa bisa dibayangkan apabila hal itu terjadi saat ini. Adakah mungkin akan ada pemandangan perebutan jabatan yang menghalalkan cara. Bahkan dalil-dalil keagaam tidak jarang dikeluarkan semata-mata hanya untuk mejatuhkan rival politiknya dan mengangkat tokoh pujannya, atau dirinya sendiri.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat kita jumpai, betapa banyak orang-orang Islam dengan pengetahuan agama yang sangat tinggi berebut untuk bisa menjadi pejabat. Bahkan, tidak sedikit yang berani melakukan segala cara. Namun ketika mereka terpilih, mereka pun tidak terbukti mampu untuk memenuhi janji-janji mereka. Bahkan untuk bersikap amanah saja mereka tidak bisa.

Ironisnya, justru mereka malah terjerat dalam berbagai macam kasus yang menjatuhkan martabat mereka, semisal terlibat dalam kasus korupsi dan lain sebagainya. Hal ini adalah bukti bahwa keinginan untuk menjadi pejabat, harus diukur dengan kemampuan untuk menjalankan amanah tersebut. Sebab tidak semua keinginan harus menjadi kenyataan.

#ErwinAbuGhaza

10,157 kali dilihat, 13 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Oase

Biasakan Dirimu Memberikan Yang Terbaik

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-April 2019| Assalamualaikum
Semoga tulisan ini menjadi perhatian kepada seluruh ibu ibu rumah tangga seperti saya.

Karena salah satu tugas dan tanggung jawab kita adalah memnyediakan makanan yang baik, sehat dan halal yang utama bagi keluarga yang kita cintai ini.
dan berawal dari beberapa hari belakangan yang membuat resah adalah bahan tambahan pembuatan makanan yang mengandung zat zat berbahaya dalam produksinya.

Karena itu sebagai masyarakat kita harus menjadi konsumen cerdas agar terhindar dari obat dan makanan yang membahayakan kesehatan dan selalu waspada dengan selalu membaca dan memastikan bahwa setiap makanan dan obat obatan yang akan kita beli ada tertera izin BPOM dan Sertifikat halalnya agar makanan yang akan di kosumsi oleh keluarga kita adalah makanan yg sudah di periksa dengan baik .

Selanjutnya membantu melaporkan pada pihak Badan POM RI, jika menemukan adanya pelanggaran atau dugaan tindak pidana khususnya kejahatan di bidang obat dan makanan.
Siapa lagi yang akan memberikan informasi ini kalau bukan kita, sebagai ujud kewajiban kita sebagai warga negara yang baik dan masyarakat yg peduli terhadap orang lain.
semoga kita bisa selalu saling meng ingatkan antara kita….

#Savegenerasiku

(Rina Silfya,S.Pd)

 

1,748 kali dilihat, 13 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending