Terhubung dengan kami

Oase

Anak, Antara Anugerah dan Musibah

Hidup ini adalah penuh role model. Anak akan melakukan apa yang dilakukan orangtua, bukan mengikuti omongan orangtua.

Diterbitkan

pada

Punya anak itu, musibah atau berkah?
Anak kita itu, anugerah atau beban?”
Anak kita itu lebih banyak memberi atau nuntut pada kita?

Sambil membaca kita pun mungkin pelan-pelan menjawabnya dalam hati dengan jawaban masing-masing.

Itu yang ditanyakan moderator dalam acara talk show memperingati milad “Al Mawaddah” yang ke-7 di Mesjid Raya Bogor pada tanggal 28 November 2018, dengan judul “Wahai Ayah Bunda, Apa Kabar Iman Anakmu?”

Anak itu bisa menjadi sumber kebahagiaan. Tapi pada saat yang sama, anak bisa menjadi sumber kesedihan.
Anak kita itu bisa menjadi sumber kebanggaan. Tapi pada saat yang sama anak itu bisa menjadi sumber kekecewaan.

Pada saat apa anak itu menjadi sumber kekecewaan?

QS Al Anfal : 28
“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan (fitnah) dan sesungguhnya di sisi اَللّهُ ada pahala yang besar.”

Anak itu fitnah. Punya peluang untuk bisa menyeret kita dalam kesedihan.

Contoh:
Ada kasus seorang anak m b a (married by accident). Adakah orangtua yang bangga dalam keadaan anaknya seperti itu?

Adakah orang tua yang bangga ketika anaknya pulang sekolah, kepalanya bocor berdarah-darah, habis tawuran?
Adakah yang bangga dengan keadaan seperti itu?

Bogor salah satu kota yang tingkat tawurannya tinggi.

Tidak hanya itu, untuk hal kecil saja, misalnya nyontek. Anak-anak sekarang, mau ujian nasional tapi masih malas-malasan. Mending kalau sudah nyicil belajar dari jauh-jauh hari. Tapi mereka pingin NEM nya tinggi.”
Bagaimana, ceritanya pingin NEM tinggi tapi malas-malasan?
Ketika ditanya, jawaban anak-anak tersebut,”Ngapain belajar, nanti juga dapat bocoran soal.”
Dan itu sudah seperti membudaya.

Selain itu misalnya, di kelas tidur bukan karena sakit atau kelelahan karena tugas sekolah, galau, stres nggak jelas.

Kalau punya anak remaja,yang punya medsos, coba saja kita lihat akun-akun medsosnya.

Ini beberapa contohnya :
*Tuhan jika tidak kau biarkan dia di sisiku, maka terimalah dia di sisiMu.

Ini kan menginginkan mati.
Ada lagi :
*Jika dia jodohku dekatkanlah, jika dia bukan jodohku tolong dicekek saja

MAKA APA KABAR IMAN ANAK KITA?

Survey yang dilakukan BKKBN di tahun 2010, data tentang kasus-kasus aborsi yang dilakukan oleh remaja 100 kasus/hari.
Indonesia darurat pornography.

Ini kebanggaan atau kesedihan?

Tidak hanya pornografi.
Kalau dulu kita punya anak laki-laki, punya anak perempuan, yang kita khawatirkan, pergaulan bebas, punya pacar bablas, dan sebagainya.

Sekarang, kekhawatiran bertambah dengan adanya lgbt.
Di bogor itu darurat lgbt.
Di garut waktu itu, anak-anak pelajar punya group lgbt. Di Indonesia, lgbt ini sudah lebih dari 1 juta.
Menurut Republika sudah
1.095.970 gay di Indonesia.
INI ANCAMAN SERIUS.

Padahal muslim terbanyak itu ada di Indonesia.
Ya, memang muslim terbanyak tapi faktanya lagi 54% muslim di Indonesia nggak bisa baca quran. Kita mungkin bertanya,”Masa’ sih?”

Di serambi Mekkah, menurut rektor Unsiyah, 82% mahasiswa barunya nggak bisa baca Qur’an.

Apa yang terjadi dengan anak-anak kita?
Maka apakah kita sebagai orang tua kecewa atau biasa saja?
Sedih kah melihat kenyataan tadi?
Ada anak smp, baru kelas 8, pacaran sudah seperti suami istri tidak malu lagi di depan umum.
Malah orang tua sekarang ada yang marah kalau anaknya nggak punya pacar. Akhirnya berzina, selelah itu hamil, apakah ada orang tua yang bangga dengan keadaan itu?
Semua orang tua pasti kecewa.

Tapi nggak usah khawatir, anak kita juga punya peluang untuk menjadi anak yang membanggakan.
Ketika apa?
Contohnya :
Menjadi HAFIZ QURAN. Nggak ada orang tua yang nggak bangga anaknya menjadi hafiz.

Anak kita pun punya peluang untuk menjadi sumber kebahagiaan.
Ketika apa? Jadi anak yang berprestasi, dapat beasiswa ke luar negeri, dan lain-lain.

Lalu bagaimanakah anak-anak kita itu agar selamat keimanannya?

Kalau melihat fakta anak-anak zaman sekarang ini, kita sebagai orang tua kan khawatir. Adakah tips dari Rosululloh, bagaimana agar anak itu menjadi sumber kebahagiaan di dunia dan akhirat?

Anak adalah sesuatu yang penting. Kepedulian kita terhadap anak itu mesti dari awal. Jangan sampai kita menyesal dulu baru memberi perhatian kepada anak. Tentu kita tidak luput dari doa yang sudah digariskan oleh اَللّهُ swt :

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

”Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al Furqon:74)

Dalam tafsir milenial ini, qurrota a’yun itu kan nyenengin. Jadi kita minta sama اَللّهُ pasangan/istri dan anak keturunan yang bisa nyenengin (qurrota a’yun).

Untuk tips mendidik anak, banyak sekali ayat tentang ini di Al Qur’an.
Kita ambil contoh dari sahabat Rosululloh yang paling galak saja dulu. Umar bin Khattab.

Kalau Rosululloh mendidik anaknya, sudah kebayang pada kita santun dan lembutnya, dan memang orangnya begitu. Usman bin Affan mendidik anaknya, juga sama.
Mungkin timbul pertanyaan di benak kita gimana Umar mendidik anaknya?

Ternyata ketika digali bagaimana Umar mendidik anaknya ini, luar biasa. Kita ambil contoh suatu kisah.
Suatu saat Umar bin Khattab ini, ingin mengangkat seorang pejabat (dulu pejabat ditunjuk langsung, kalau sekarang kan ada pilkada), tiba-tiba ketika sedang asyik ngobrol, lewat, berlari-lari anak kecil.

Bayangkan, yang kita tau Umar itu galak dan setiap orang takut padanya. Dalam pikiran kita kalau ada anak kecil berisik, pastilah beliau marah. Ternyaya tidak.

Anak kecil itu malah dipangku, dicium, dielus dengan penuh kasih sayang.
Laki-laki itupun bertanya,”Ya Umar apakah engkau sering melakukan hal itu? Menggendong anak kecil, mencium mereka dan mengusap kepalanya?”

Umar menjawab,”Ya. Begitu Nabi mengajarkan pada kami”

Kebanyakan bapak-bapak kurang peduli hal ini. Denger anak nangis dibiarkan saja. Kenapa? Kan ada emaknya. Dikit-dikit kan ada emaknya.

Laki-laki yang bersama Umar tadi pun berkata lagi,”Saya punya anak, tidak pernah saya gendong, tidak pernah saya cium, tidak pernah saya usap kepalanya.”

Kata Umar,”Punya anak tapi tidak pernah ditunjukkan rasa kasih sayang.”

Dan akhirnya, Umar pun membatalkan pengangkatannya sebagai pejabat, gara-gara nggak sayang anak.
Jadi bagaimana bisa memperhatikan rakyat kalau anak sendiri tidak diperhatikan?

Pernah dikisahkan suatu saat pada saat sholat berjemaah, Rosul menjadi imam, di sujud yang ke sekian, dia lama sekali sujudnya. Di kisahkan salah seorang yang saat itu melihat ternyata yang terjadi, salah seorang cucu Rosululloh duduk di punggungnya. Beliau relakan memperlama sujud karena khawatir cucunya terjatuh kalau dia bangun.

Jadi rasa sayang Rosulullah terhadap keluarga terutama anak kecil itu sering terlihat, begitu juga dengan sahabat-sahabat yang lain.

Sosok Umar yang begitu tegas, bahkan setan aja takut, tapi begitu dengan anak-anak dia sangat lembut. Sementara kebanyakan kita dalam kondisi seperti itu, mendengar anak berisik, ada yang membentak.

Kita ini harus peduli ke anak, terutama ketika anak kita masih kecil?
Bukankah doa anak kepada orangtua ujungnya “kama rabbayani shaghiran”?

Yang bisa kita lihat dalam kalimat terakhir di do’a itu intinya, kemarin sebagai anak, kedua orang tuaku mendidik aku dengan penuh kasih sayang.

Dan anak meminta اَللّهُ menyayangi orang tuanya seperti orangtuanya menyayanginya sewaktu dia kecil.
Ketika anak kita masih kecil, kita sentuh dia dengan kasih sayang, nanti setelah kita tua, ini akan menjadi doa, mereka akan menyadari apa arti sentuhan kita yang dulu.

Ada seseorang ketika dihadapan اَللّهُ dia bingung…
“Ya اَللّهُ, kenapa aku ini di tempatkan di tempat yang tinggi (mulia) ya اَللّهُ, kenapa anak kami menempatkan kami di tempat yang tinggi ya Robb.”

Dan اَللّهُ berkata,”Wahai kau yang ditempatkan di tempat yang tinggi, karena engkau telah mendidik anak-anakmu supaya berbakti kepada orangtua, dan engkau didik anakmu sebagaimana aku ingin dia berbakti kepadaKu.”

Dan para sahabat bertanya pada Rosululloh,”Ya Rosululloh, bagaimana aku ini mendidik anak supaya berbakti pada اَللّهُ dan Rosulnya, dan berbakti pada ibu dan bapaknya?”

Rosululloh menjawab,”Ajaklah mereka…Terimalah kekurangan mereka, ampuni kesalahannya.”

Dan di sini di dalam Al Qur’an :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sungguh, اَللّهُ Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. At-Taghaabun: 14)

Jangan sampai anak kita menjadi monster, jadi musuh kita kelak. Jangan sampai anak kita menarik kita dari surga menuju neraka.

Prestasi terbesar orangtua adalah ketika anak itu membimbing dia mengucapkan

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Ini prestasi!!!

Tipe anak :
Yang pertama, sebagai ‘aduwwun (musuh orang tuanya). Anak kita itu bisa menjadi musuh.

Yang kedua, anak bisa menjadi fitnah. Innama auladukum fitnah.

Yang ketiga, anak bisa menjadi qurrota a’yun.

Al quran, selalu bicara solusi. Quran itu adalah kebenaran yang tidak bisa diperdebatkan.

Ternyata di dalam Al Qur’an ini ada cara supaya anak kita ini tidak menjadi musuh. Anak kita ini tidak menjadi ‘aduwwun bagi emak bapaknya. Apa solusinya?

وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Supaya anak itu tidak menjadi musuh, اَللّهُ bilang pada kita,”Ikhlas”. Apa bila engkau memaafkan, engkau rangkul dia, dan ampuni dia, sesungguhnya اَللّهُ Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Makanya jika tidak ada cinta di dalam rumah, apa yang terjadi?

Dalam QS At-Taghaabun ayat 14, ada problem dan solusi.
Anak bisa jadi musuh, bisa menjadi fitnah, solusinya di At-Taghaabun ayat 14. Memaafkan, merangkul, mengampuni.

Jadi kalau kita bertanya, yang utama, melembutkan anak kita atau melembutkan diri kita dulu?

Ibarat kita naik pesawat. Sebelum berangkat, pramugari selalu menyampaikan, pelampung harus dipakai dulu oleh ibu/bapaknya, baru kemudian memakaikan untuk anaknya.
Itu proses dalam penyelamatan saat keadaan darurat.

Hidup ini adalah penuh role model. Anak akan melakukan apa yang dilakukan orangtua, bukan mengikuti omongan orangtua.
Misalnya, orangtua nyuruh sholat, tapi dia sendiri nggak sholat, boro-boro anak melakukannya.

Sudahkah kita lembut dan ikhlas terhadap anak, sudahkah kita memaafkan dan menerima kekurangannya?

Catatan Diana
Milad Al Mawaddah
Mesjid Raya Bogor
Narasumber :

  1. Ustadz Hepi Andi Bastoni, Lc, MA
  2. Ustadz R.Muhajir Afandi, M.Pd
  3. Ustadz Dadang Holiyulloh
  4. Habib Ahmad Al Munawar, Lc

2,255 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Otak Atik Politik Kepri

Diterbitkan

pada

Oleh

Oleh Cak Ta’in Komari, SS.
Kontributor Wajah Batam.id

WAJAHBATAM.ID – 29 /7/2019  | Kita baru saja selesai dalam eforia pertarungan pilpres, bahkan perseteruan antara pendukung masing-masing kontestan masih berasa. Cebong dan Kampret masih saling ejek di media massa. Tapi kita sudah mulai terbawa dalam eforia baru Pilgub Kepri 2020. Meskipun baru muncul bakal calon (balon) kontestan suasana panas mulai berasa. Masyarakat bawah ‘akar rumput’ mungkin gak terlalu banyak perduli, di mana sebagian besar berada dalam bayang-bayang kehidupan yang semakin berat dan susah dengan isu tarif listrik, BBM, iuran BPJS, transportasi, objek pajak PPh yang diperluas, yang akan naik dalam setahun ke depan. Tarif materei pos justru sudah naik duluan dari Rp. 3.000 dan Rp. 6.000 menjadi Rp. 10.000.

Siapa yang antusias terhadap eforia pilgub atau pilwako? Ya kita-kita, wartawan, LSM dan petualang spekulan politik yang menguntungkan mereka. Menjadi Timses, sukses atau tidak sukses sang calon diusung tentu sudah sukses duluan. Ya minimal numpang hidup selama masa sosialisasi sampai hari pemungutan. Kalau sukses mengantarkan sang calon menjadi pemimpin daerah maka suksesnya timses semakin panjang, bisa sepanjang masa jabatan 5 tahun-lah.

Otak-atik politik Kepri pasca Gubernur Nurdin Basirun di-OTT KPK terlepas dari instrik apapun di belakangnya, maka kekuatan politik itu hanya mengerucut hanya pada beberapa tokoh saja. Kontestasi bisa 3-4 pasang atau lebih, tapi pertarungan sesungguhnya hanya ada pada dua poros utama. Yakni poros BP Batam melalui Ismeth Abdullah dan poros Duta Mas dengan Soerya Respationo. Kemungkinan kekuatan yang bisa muncul yakni poros baru yakni Muhammad Rudi (Walikota Batam), tapi sepertinya dia harus berpikir 3 kali kalau harus bertarung melawan Soerya dan Ismeth. Satu nama lagi yang harus diperhitungkan yakni Plt. Gubernur Kepri Isdianto yang tentu ingin memperpanjang masa jabatannya satu-dua periode berikutnya lagi secara penuh.

Nama lain yang juga berpotensi menjadi cagub, ada Apri Sujadi – Bupati Bintan, Elias Wello Bupati Lingga, Ainur Rofiq – Bupati Karimun, dan Rudi – Walikota Batam. Tapi mereka jauh lebih aman peluangnya kalau bertahan untuk memperjang masa jabatannya di daerah masing-masing untuk periode keduanya. Mereka rata-rata masih satu periode kepemimpinan. Bagaimanapun juga, berapapun pasangan kontestasi, hanya 1 pasang yang akan dilantik menjadi Gubernur Kepri.

Pertaruhan yang sangat mungkin tidak diikuti Ketua Golkar Kepri – Ansar Ahmad yang baru memenangkan kursi DPR RI dari Kepri. Begitu juga dengan Asman Abnur – PAN. Pengalaman yang dialami Ria Saptarika meninggalkan kursi DPD RI untuk pertarungan pilwako Batam pada 2015 bisa menjadi pelajaran berharga bagi mereka yang sudah mapan. Ansar atau Asman juga rasanya gak mungkin mau jadi calon nomor dua dalam kontestasi tersebut.

Jadi pertarungan pilgub 2020 ada kemungkinan hanya Soerya dan Ismeth yang saling berhadapan dan mempunyai kekuatan berimbang. Keduanya memiliki basis massa yang suidah banyak dibantu dan menikmati keberadaan kedua tokoh tersebut. Secara politis posisi Soerya lebih aman karena kader utama partai PDIP yang secara otomatis bisa ngusung pasangan sendiri. Sementara Ismeth masih harus mencari kendaraan politik – yang paling realistis pakai Gerindra dan PKS – atau dia pakai jalur independen.

Posisi Soerya bisa menjadi sangat kuat kalau berpasangan dengan Isdianto sebagai in-cumbent – di mana figure sang kakak Muhammad Sani tentu masih mempunyai nilai tersendiri di mata masyarakat, terutama Tanjungbatu, karimun dan Tanjungpinang. Persoalannya siapa yang akan menjadi cagub dan cawagubnya saja. Posisi isdianto yang sudah menjabat gubernur, plt yang bakal definitif tentu gak elok kalau menjadi nomor 2, sementara posisi Soerya yang pernah menjabat Wakil Gubernur dan menjcalon gubernur juga kurang elok kalau menjadi nomor 2. Anggaplah salah satu di antara mereka berkenan menjadi nomor 2. Posisi mereka juga belum 100 persen aman.

Peta politik masih akan tergantung dari calon lainnya, terutama Ismeth Abdullah dalam menentukan calon wakilnya, juga persoalan timses, dan pendanaannya. Calon gubernur sebagus apapun, ketika salah memilih calon wakilnya yang tidak memiliki nilai menjual, ditambah lagi timses yang tidak bisa berkomunikasi dengan baik bahkan tidak disukai public – juga akan menjadi persoalan tersendiri.

Siapapun calonnya tidak bisa menggunakan pola-pola lama dalam berpolitik, meski harus ada perubahan strategi yang baru. Mereka perlu melakukan refresh tim konsultan bahkan timses. Cilaka kalau calon dikelilingi timses yang ABS (asal bapak senang) – laporannya bagus-bagus semua dan aman sehingga menimbulkan sikap terlalu percaya diri akan menang, hingga pada hari penentuan terpelantik jatuh karena hasilnya berbeda dari yang digambarkan sebelumnya. Situasi dan kondisi psikologis masyarakat selama beberapa tahun ini tentu sangat berubah dan berbeda. Begitu juga kondisi kedua calon dulu dan saat ini.

Masing-masing calon pemimpin pasti memiliki keunggulan dan kelemahan yang perlu dianalisa secara komprehensif. Sisi keunggulan harus mampu dimanfaatkan secara maksimal, sementara sisi kekurangan harus mampu diminimalisir. Di sinilah diperlukan konsultan atau timses yang benar-benar memiliki daya analis secara tajam. Sikap suka atau tidak suka public terhadap figure calon saja sudah sangat menentukan, apalagi bicara soal program kerja dan pembangunan yang ditawarkan ketika akan memimpin nanti.

Ada paradigma yang kemudian menjadi salah kaprah dengan berpikir konsultan perlu yang bonafit berasal dari Jakarta atau perguruan tinggi ternama – tapi tidak memahami kultur dan demografi masyarakat lokal sehingga meskipun menggunakan konsultan mahal dan bonafit tetap saja gagal politik-nya. Akademisi dan aktivis local tentu ada beberapa yang memiliki daya analis yang tajam yang tidak kalah dengan yang mahal-mahal dari pusat. Bahkan mereka bisa secara simultan berhubungan langsung dengan objek yang diperlukan secara terus-menerus.

Jadi siapapun yang mencalonkan diri untuk menjadi Gubernur Kepri pada pemilukada tahun 2020 nanti perlu memperhatikan beberapa hal, yakni; calon pasangan wakil gubernur, timses, dan konsultan jika diperlukan. Masukan dari orang-orang independen yang berani mengatakan kekurangan dan kelebihan mutlak diperlukan, agar tidak salah melangkah dan mengambil keputusan. Tidak gampang menentukan sikap politik dalam kondisi dan situasi masyarakat yang terus berubah. Calon juga gak perlu terlalu gengsi untuk menghubungi bahkan mendatangi orang-orang tertentu yang secara politis akan membantu kemenangan. Cilaka duabelas kalau ada Timses yang mengklip (menutup akses) figur calon dari public bahwa semua urusan terkait pemilukada menjadi urusan timses dan harus melalui timses. Ingat, tidak semua orang perlu dengan calon, tapi yang pasti calon memerlukan dukungan banyak kalangan, banyak elemen bahkan personal yang memiliki pengaruh terhadap sikap public.

(Tain.K)

18,710 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Mangrove Pelindung Umat Manusia

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 5/7/2019 | Penimbunan Marka anak sungai pahat Bulang Lintang Kecamatan Pulau Buluh mendapat tanggapan dari Ketua KPLHI Kota Batam Azhari Hamid dan mengingatkan bahayanya tindakan yang dilakukan oleh anak-anak Perusahaan PT. ITS yang telah melakukan penimbunan Marka anak sungai di Bulang Lintang Pulau Buluh. Tulisan ini merupakan edukasional atas bahayanya jika hutan mangrove musnah oleh tangan jahil manusia

Oleh: Azhari Hamid (Ketua KPLHI Batam)

Mencermati dugaan terjadinya reklamasi yang diduga dilakukan oleh PT. ITS atau anak perusahaannya terhadap habitat mangrove di areal Pulau Buluh tepatnya yang berdampak signifikan di sungai Pahat, Kota Batam KPLHI Kepri dan Kota Batam sangat menyayangkan hal tersebut. Karena ini menyangkut penjarahan hak hidup makhluk hidup dalam lingkungannya.

PT. ITS Diduga Lakukan Reklamasi Ilegal Yang Mengancam Mata Pencarian Masyarakat Kecamatan Bulang Lintang

Mangrove merupakan ekosistem yang spesifik karena pada umumnya hanya dijumpai pada pantai yang berombak relatif kecil atau bahkan terlindung dari ombak, di sepanjang delta dan estuarin yang dipengaruhi oleh masukan air dan lumpur dari daratan. Secara ringkas dapat didefinisikan bahwa hutan mangrove adalah tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama pada pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang tergenang saat pasang dan bebas genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam.

Sedangkan ekosistem mangrove merupakan suatu sistem yang terdiri atas organisme (hewan dan tumbuhan) yang berinteraksi dengan faktor lingkungannya di dalam suatu habitat mangrove. Secara umum hutan mangrove memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Tidak dipengaruhi oleh iklim, tetapi dipengaruhi oleh pasang surut air laut (tergenang air laut pada saat pasang dan bebas genangan air laut pada saat surut).

2. Tumbuh membentuk jalur sepanjang garis pantai atau sungai dengan substrat anaerob berupa lempung (firm clay soil), gambut (peat), berpasir (sandy soil) dan tanah koral.

3. Struktur tajuk tegakan hanya memiliki satu lapisan tajuk (berstratum tunggal). Komposisi jenis dapat homogen (hanya satu jenis) atau heterogen (lebih dari satu jenis). Jenis-jenis kayu yang terdapat pada areal yang masih berhutan dapat berbeda antara satu tempat dengan lainnya, tergantung pada kondisi tanahnya, intensitas genangan pasang surut air laut dan tingkat salinitas.

4. Penyebaran jenis membentuk zonasi. Zona paling luar berhadapan langsung dengan laut pada umumnya ditumbuhi oleh jenis-jenis Avicennia sp. dan Sonneratia sp. (tumbuh pada lumpur yang dalam, kaya bahan organik). Zona pertengahan antara laut dan daratan pada umumnya didominasi oleh jenis-jenis Rhizophora sp. Sedangkan zona terluar dekat dengan daratan pada umumnya didominasi oleh jenis-jenis Brugiera sp.

Fungsi mangrove secara umum dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Fungsi Fisik
– Menjaga garis pantai dan tebing sungai dari erosi/abrasi agar tetap stabil;
– Mempercepat perluasan lahan;
– Mengendalikan intrusi air laut;
– Melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan gelombang dan angin kencang;
– Menguraikan/ mengolah limbah organik.

2. Fungsi Biologis/ Ekologis
– Tempat mencari makan (feeding ground), tempat memijah (spawning ground) dan tempat berkembang biak (nursery ground) berbagai jenis ikan, udang, kerang dan biota laut lainnya;
– Tempat bersarang berbagai satwa liar, terutama burung;
– Sumber plasma nutfah.

3. Fungsi Ekonomis
– Hasil hutan berupa kayu;
– Hasil hutan bukan kayu, seperti madu, bahan obat-obatan, minuman, makanan, tanin;
– Lahan untuk kegiatan produksi pangan dan tujuan lain.

https://www.wajahbatam.id/batam/wb-01072019/belasan-tokoh-dan-rt-rw-bulang-lintang-minta-berita-tentang-pt-itr-dihapus/

Dari uraian diatas kiranya kita perlu memahami dengan bijaksana bahwa begitu besar kasih sayang Allah SWT dengan memberikan mangrove pada lokasi pantai – pantai kita dengan segala manfaat dan fungsi proteksi terhadap bencana yang mungkin timbul dari laut ataupun darat.

Sangat tidak berperikemanusiaan jika mangrove dijadikan komoditas oleh pihak – pihak tertentu dalam skala besar tanpa adanya studi kelayakan dan perizinan lainnya. Aparat pemerintah jikalau memberikan izin pemanfaatn mangrove untuk kegiatan lain, sebaiknya mempelajari benar dampak negatif dan posutif nya. Tidak hanya sebatas meminta hutan pengganti yang selama ini kami ketahui jika ada industri yang akan menimbun area mangrove yang masuk dalam areal kegiatannya.

Dunia sudah menilai mangrove sebagai salah satu bagian dari konservasi terhadap lingkungan dalam proteksi terhadap berbagai bencana terutama Tsunami. Mungkin kita berbendapat bahwa wilayah Kepri tidak ada potensi tsunami, tetapi kita perlu juga memikirkan bahwa wilayah Kepri adalah areal terbuka dalam lintasan transportasi laut, disini mangrove akan berfungsi dalam penyerapan bahan – bahan beracun yang dibuang atau terlepas kelaut. Mari kita bela dan kita jaga MANGROVE kita, karena MANGROVE pasti akan menjaga kita dari bencana.

*) Ketua KPLHI Kota Batam

19,689 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Waktunya Doa Akan Di Kabulkan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-7/Mei/2019|
Assalamualaikum.
Bismilahirahmanirahim.

Setiap manusia selalu mempunyai keinginan untuk dapat meraih,memiliki sesuatu yang mereka impikan dan keinginan itu bisa mereka dapatkan dengan kata kunci yang harus mereka miliki yaitu “Keyakinanakin”.
Keyakinan yang hakiki di selingi dengan doa yang tiada henti di waktu watu yang mustajab, meminta kepada Yang Maha Pemberi Rejeki ( Allah) adalah salah satu cara yang harus di tempuh.Karena dengan Berdoa dan Tawakal kepada Allah, Allah akan memberi rejeki dari arah yang tidak kita sangka.

Seperti Firman Allah berikut :

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” QS. Ath-Thalaq (65) : 2- 4

Dengan janji Allah tersebut maka kita bisa menggunakan keberkahan bulan suci Ramadhan ini, sebagai salah satu waktu waktu yang mustajab untuk berdoa dan memohon limpahan rahmatnya.

Karena berbeda dengan bulan yang lain, pada bulan Ramadhan banyak waktu mustajab untuk berdoa. Di antaranya adalah waktu menjelang berbuka. Bahkan sepanjang waktu puasa mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Berdoa di waktu puasa Ramadhan ini lebih dikabulkan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizholimi” (HR. Tirmidzi; hasan)

Maka jelas sudah di antara keutamaan bulan suci Ramadan ini adalah waktu di kabulkannya doa – doa kita.
Maka pergunakan sebaik baiknya agar Bulan yang penuh berkah ini tidak berlalu begitu saja tanpa kita mendapat apa apa.

Maka yakinkan diri dan berdoalah dengan khusyuk dan sungguh sungguh niscaya kita akan mendapat apa yang menjadi keinginan kita kelak.
Aamiin..Aamiin..ya Robbal alamin.
Wassalamualaikum.

(Rina Silfya)

25,919 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending