Terhubung dengan kami

Oase

Birrul Waliadin

Diterbitkan

pada

Di suatu kajian rutin bersama teman-teman pengajar, ada sedikit pembahasan tentang birrul waliadin (berbakti pada orang tua).

Mungkin ini materi biasa bagi semua orang, tapi kadang sangkin biasanya, malah seakan menjadi sesuatu yang tak terlalu penting. Padahal sangat penting.

Umumnya di pengajian itu selalu dibahas tentang “birrul waliadin” ini di posisi kita sebagai anak.

Suatu hari ada suatu kisah sedih (setidaknya bagiku ini sedih), tentang seorang anak laki-laki di penghujung masa SMA yang dihadapkan dengan pilihan masa depannya, akan kuliah dimana, akan memilih jurusan apa.

Dia seorang siswa yang pintar, santun dan tak banyak bicara.

Yang aku tau selama ini, dia ingin sekali menjadi guru, tapi standard lah orangtua pasti lebih suka anaknya jadi dokter. Itu terungkap ketika pertemuan siswa, orangtua dan guru. Ini tradisi di tempatku mengajar tiap smester-an.

Anak ini tidak membantah sama sekali ketika dia harus berubah haluan. Tidak terlihat wajah kecewannya namun samar terlihat betapa kuatnya dia menahan kekecewaan.

Singkat cerita setelah kejadian itu dia minta izin untuk kos dengan alasan ingin lebih berkonsetrasi dan hari-hari yang dilalui setelah itu penuh dengan diam. Dan ini masalah.

Ternyata dia kecewa tapi takut membantah karena tak ingin durhaka. Dia pergi karena tak ingin bertemu ibunya lalu dia tak mampu menahan rasa kecewa itu.

Dia bahkan tak mau dimediasi agar menemukan solusi terbaik. Hanya karena tak ingin membantah ibunya.

Tapi dengan begitu dia nggak akan move on dengan rasa kecewanya….dan yang menyesakkan dada adalah jawabannya…

“Biarin nggak apa saya jalani saja begini sesuai maunya ibu saya.”

“Sampai kapan kamu begini?”

“Tak apa meski sampai seumur hidup saya.”

Beda sekali dengan reaksi siswaku yang lain yang harus menerima kekecewaan terhadap ibunya yang ngamuk di hadapanku karena merasa malu sebagai seorang scientists kog punya anak pingin jadi seniman. Anak yang ini, pergi meninggalkan aku dan ibunya dengan ucapan, I hate my Mom!”

Dua kasus yang menimbulkan pertanyaan. “Bagaimana kah mereka dapatkan surga itu nanti?”

Haruskah memendam kecewa agar mendapat ridhoNya karena ridho اَللّهُ tergantung ridho orang tuanya.

Bagaimana mekanisme ridho itu sebenarnya?

Lalu bagaimana ketika di posisi kita sebagai orang tua? Sebenarnya tanpa kita sadari, jangan-jangan, kita lebih mudah untuk menggiring anak kita ke neraka dibanding ke surga dengan marahnya kita, dengan ngambeknya kita dengan murkanya kita.

Dan Ustadzah Dian H menjawab tanda tanya itu. Semoga ini bermanfaat untuk bekal kita sebagai orangtua.

Ternyata, sebenarnya itu ada pada pemahaman. Makanya pentingnya kita untuk ngaji ini adalah agar kita menyadari bahwa, apalagi kita sebagai ibu, ucapan kita, becandanya kita aja pun harus kita jaga jangan sampai efeknya tidak baik ke anak kita.

Kalau ibu sakit hati, nggak usah berucap pun, tertahan kebaikan untuk kita.

Kalau Malinkundang itu memang benar ada, boleh jadi memang kejadiannya menjadi batu, karena durhaka sama orangtua itu azabnya langsung di dunia.

Dengan kita mencari ilmu agama, kita jadi tau berarti kita harus sabar karena begitu kita marah, malah kita yang kena.

Jadi kita, harus sadar sebagai ibu itu, kita harus lapang pada anak kita.

Sebenarnya semakin kita penuh amarah berarti kita merugikan diri kita sendiri.

Karena begitu anak kita nggak suka pada kita, dia nggak bisa menjadi anak sholeh/sholehah.

Gimana dia mau mengangkat doa untuk ibu yang dia nggak suka?

Toh akhirnya nanti kesabaran kita ini akan melahirkan anak-anak yang dengan sadar mendoakan kita, menyayangi kita. Artinya kesabaran kita ini nanti, baliknya ke kita lagi.

Surah Al Israa’ 7

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri

Nah ketika kita paham itu, maka kita اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ akan menjaga kesabaran kita. Jadi, yang didapat bukan birrul walidain saja tapi kita juga jadi ibu yang memang pantas untuk di-birrul walidain-i.

Kan ada kewajiban orang tua juga.

Kewajiban seorang ayah adalah memilihkan ibu yang baik, memberikan namanya yang baik, memberi nafkah yang halal.

Kewajiban ibu apa?

Kewajiban ibu mengajarkan hal yang nanti akan diturunkan anak kepada anaknya lagi. Yaitu, menanamkan aqidah, hal-hal yang sifatnya malah mendidik, membentuk dia menjadi sesuai yang اَللّهُ ciptakan. Kalau kita nggak berjuang untuk itu, anak kita biasa-biasa saja…ya jangan nuntut juga untuk dia menjadi sholeh/sholehah.

Yang ditanya itu hati.

Misalnya kita berjuang untuk nggak marah kah?

Menahan marah itu perjuangan juga lho…bukan tanpa perjuangan. Dan setiap perjuangan itu pasti ada nilainya.

Ketika kita sadar bahwa murkanya kita akan mendatangkan murkanya اَللّهُ…itu artinya kalau اَللّهُ murka sama anak kita kan ujung-ujungnya dia kaya’ anak durhaka. Lalu akhirnya nya akan masuk neraka. Sebagai orang tua kan kita nggak akan tega seperti itu.

Cuma kadang-kadang kesabaran sebagai orang tua itu memang diuji banget. Apalagi punya anak yang usia remaja yang benar-benar usia menguji kesabaran.

Itu masalah pemahaman.

Jadi orangtuanya harus paham bahwa dia (anaknya) melakukan hal yang kurang baik itu nggak ujuk-ujuk (tiba-tiba). Anak kita kan nggak ujuk-ujuk segede kita.

Ada proses di masa kecilnya. Dan peran kita di masa kecil itu sangat menentukan karakter dia setelah besar.

Coba ingat lagi saat anak kita minta dipeluk…mungkin saat itu dia pingin merasakan nyamannya dilindungi…diperhatikan…disayang…

Ketika mungkin dia marah sama teman, kecewa sama guru…dia nggak bisa lagi kemana-mana… kalau mau meluk…ya ibu yang dicari…tetap ibu adalah orang di dunia ini yang paling percaya bahwa dia itu baik.

Dan itu ngga sekarang efeknya…nanti…

Biarkan saat kecil yang dia tau…”I’ll be there for you.”

Meski kata itu nggak kita ucapkan tapi dia bisa rasakan.

Itu kan harganya nggak bisa kita ulang lagi.

Mau lari kemana kalau ibunya nggak bisa menyediakan pelukan, kalau ibunya nggak bisa menanamkan bahwa kamu adalah salah satu anak terbaik yang اَللّهُ titipkan dan itu kita omongin sampai melekat dalam ingatannya sambil memeluknya.

Atau setiap hari apa yang dia dapatkan di sekolah kita siap mendengarkan, karena saat masih kecil itu dia logikanya belum jalan. Dan jika kita tidak melakukan saat itu, saat dia ketakutan dia nggak mendapatkan pelukan nggak ada tempat yang bisa memberi rasa aman, itu bisa menjadikan dia di masa besarnya kurang peduli, kasar, dan perilaku yang mungkin tidak sesuai harapan kita.

Itulah mungkin maka terjadi anak

sampai bisa nyebut “I hate my mom”.

Sementara sering kita merasa sudah memberikan segalanya untuk anak. “Kog anak ga bisa nurut?”

Akhirnya bawaannya marah melulu, dan timbullah rasa benci di hati anaknya.

Apakah kita sudah memberikan hak “perhatian” untuknya di masa kecil?

Kadang anak kecil itu kan memang suka manja-manja nggak jelas…minta dipeluk, karena dia nggak bisa mengungkapkan dengan kata apa yang dia inginkan. Kalau kita menolak saat dia masih kecil, dia akan merasa tertolak. Dan jangan heran kalau tak mudah mendekatinya saat dia besar.

Ketika ibunya bisa memberi rasa cukup…cukup diperhatikan, cukup disayang…kelak di masa besarnya jalan bareng ibu itu bagi dia akan menjadi sesuatu yang istimewa. Dia pegang tangan kita cerita-cerita…

Bukankah perhatiannya nanti yang kita butuhkan saat kita sudah tua dan lemah??

Lakukanlah itu selagi sempat karena kalau kita nggak lakukan saat itu, waktu tidak bisa diulang kembali. Dengan melakukan kedekatan di masa kecilnya kita bisa mengenal…ohh anak kita maunya dibeginiin…dengan kita memahaminya اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ benturan di masa besarnya bisa diminimalisir.

Kadang hal sepele sebenarnya. Tapi makin anak besar, yang paling dia ingat kan bukan ingatan berupa kata, tapi sentuhan. Ketika dia takut, sedih, siapa yang nyentuh dia?

Jangan sampai di masa kecilnya anak kita takut meminta diperhatikan sama kita. Itu di masa besarnya dia bisa benar-benar takut dan itu menjadi jurang pemisah yang sulit untuk disatukan.

Contoh kasus di atas, anak tidak mau bertemu karena takut salah, takut durhaka.

Atau misalnya kita merasa sudah melakukan yang terbaik, tapi memaksakan kehendak kita. pokoknya kamu harus begini…harus begitu…yang begini bisa menimbulkan rasa takut anak terhadap orangtua. Ketakutan yang bisa negatif juga efeknya.

Hati-hati ketika kita tidak memberikan hak anak di usia kecil, hak birrul waliadin nggak mudah kita dapatkan.

والله أعلمُ بالـصـواب

Catatan Diana

Kajian Ustadzah Dian H

810 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Otak Atik Politik Kepri

Diterbitkan

pada

Oleh

Oleh Cak Ta’in Komari, SS.
Kontributor Wajah Batam.id

WAJAHBATAM.ID – 29 /7/2019  | Kita baru saja selesai dalam eforia pertarungan pilpres, bahkan perseteruan antara pendukung masing-masing kontestan masih berasa. Cebong dan Kampret masih saling ejek di media massa. Tapi kita sudah mulai terbawa dalam eforia baru Pilgub Kepri 2020. Meskipun baru muncul bakal calon (balon) kontestan suasana panas mulai berasa. Masyarakat bawah ‘akar rumput’ mungkin gak terlalu banyak perduli, di mana sebagian besar berada dalam bayang-bayang kehidupan yang semakin berat dan susah dengan isu tarif listrik, BBM, iuran BPJS, transportasi, objek pajak PPh yang diperluas, yang akan naik dalam setahun ke depan. Tarif materei pos justru sudah naik duluan dari Rp. 3.000 dan Rp. 6.000 menjadi Rp. 10.000.

Siapa yang antusias terhadap eforia pilgub atau pilwako? Ya kita-kita, wartawan, LSM dan petualang spekulan politik yang menguntungkan mereka. Menjadi Timses, sukses atau tidak sukses sang calon diusung tentu sudah sukses duluan. Ya minimal numpang hidup selama masa sosialisasi sampai hari pemungutan. Kalau sukses mengantarkan sang calon menjadi pemimpin daerah maka suksesnya timses semakin panjang, bisa sepanjang masa jabatan 5 tahun-lah.

Otak-atik politik Kepri pasca Gubernur Nurdin Basirun di-OTT KPK terlepas dari instrik apapun di belakangnya, maka kekuatan politik itu hanya mengerucut hanya pada beberapa tokoh saja. Kontestasi bisa 3-4 pasang atau lebih, tapi pertarungan sesungguhnya hanya ada pada dua poros utama. Yakni poros BP Batam melalui Ismeth Abdullah dan poros Duta Mas dengan Soerya Respationo. Kemungkinan kekuatan yang bisa muncul yakni poros baru yakni Muhammad Rudi (Walikota Batam), tapi sepertinya dia harus berpikir 3 kali kalau harus bertarung melawan Soerya dan Ismeth. Satu nama lagi yang harus diperhitungkan yakni Plt. Gubernur Kepri Isdianto yang tentu ingin memperpanjang masa jabatannya satu-dua periode berikutnya lagi secara penuh.

Nama lain yang juga berpotensi menjadi cagub, ada Apri Sujadi – Bupati Bintan, Elias Wello Bupati Lingga, Ainur Rofiq – Bupati Karimun, dan Rudi – Walikota Batam. Tapi mereka jauh lebih aman peluangnya kalau bertahan untuk memperjang masa jabatannya di daerah masing-masing untuk periode keduanya. Mereka rata-rata masih satu periode kepemimpinan. Bagaimanapun juga, berapapun pasangan kontestasi, hanya 1 pasang yang akan dilantik menjadi Gubernur Kepri.

Pertaruhan yang sangat mungkin tidak diikuti Ketua Golkar Kepri – Ansar Ahmad yang baru memenangkan kursi DPR RI dari Kepri. Begitu juga dengan Asman Abnur – PAN. Pengalaman yang dialami Ria Saptarika meninggalkan kursi DPD RI untuk pertarungan pilwako Batam pada 2015 bisa menjadi pelajaran berharga bagi mereka yang sudah mapan. Ansar atau Asman juga rasanya gak mungkin mau jadi calon nomor dua dalam kontestasi tersebut.

Jadi pertarungan pilgub 2020 ada kemungkinan hanya Soerya dan Ismeth yang saling berhadapan dan mempunyai kekuatan berimbang. Keduanya memiliki basis massa yang suidah banyak dibantu dan menikmati keberadaan kedua tokoh tersebut. Secara politis posisi Soerya lebih aman karena kader utama partai PDIP yang secara otomatis bisa ngusung pasangan sendiri. Sementara Ismeth masih harus mencari kendaraan politik – yang paling realistis pakai Gerindra dan PKS – atau dia pakai jalur independen.

Posisi Soerya bisa menjadi sangat kuat kalau berpasangan dengan Isdianto sebagai in-cumbent – di mana figure sang kakak Muhammad Sani tentu masih mempunyai nilai tersendiri di mata masyarakat, terutama Tanjungbatu, karimun dan Tanjungpinang. Persoalannya siapa yang akan menjadi cagub dan cawagubnya saja. Posisi isdianto yang sudah menjabat gubernur, plt yang bakal definitif tentu gak elok kalau menjadi nomor 2, sementara posisi Soerya yang pernah menjabat Wakil Gubernur dan menjcalon gubernur juga kurang elok kalau menjadi nomor 2. Anggaplah salah satu di antara mereka berkenan menjadi nomor 2. Posisi mereka juga belum 100 persen aman.

Peta politik masih akan tergantung dari calon lainnya, terutama Ismeth Abdullah dalam menentukan calon wakilnya, juga persoalan timses, dan pendanaannya. Calon gubernur sebagus apapun, ketika salah memilih calon wakilnya yang tidak memiliki nilai menjual, ditambah lagi timses yang tidak bisa berkomunikasi dengan baik bahkan tidak disukai public – juga akan menjadi persoalan tersendiri.

Siapapun calonnya tidak bisa menggunakan pola-pola lama dalam berpolitik, meski harus ada perubahan strategi yang baru. Mereka perlu melakukan refresh tim konsultan bahkan timses. Cilaka kalau calon dikelilingi timses yang ABS (asal bapak senang) – laporannya bagus-bagus semua dan aman sehingga menimbulkan sikap terlalu percaya diri akan menang, hingga pada hari penentuan terpelantik jatuh karena hasilnya berbeda dari yang digambarkan sebelumnya. Situasi dan kondisi psikologis masyarakat selama beberapa tahun ini tentu sangat berubah dan berbeda. Begitu juga kondisi kedua calon dulu dan saat ini.

Masing-masing calon pemimpin pasti memiliki keunggulan dan kelemahan yang perlu dianalisa secara komprehensif. Sisi keunggulan harus mampu dimanfaatkan secara maksimal, sementara sisi kekurangan harus mampu diminimalisir. Di sinilah diperlukan konsultan atau timses yang benar-benar memiliki daya analis secara tajam. Sikap suka atau tidak suka public terhadap figure calon saja sudah sangat menentukan, apalagi bicara soal program kerja dan pembangunan yang ditawarkan ketika akan memimpin nanti.

Ada paradigma yang kemudian menjadi salah kaprah dengan berpikir konsultan perlu yang bonafit berasal dari Jakarta atau perguruan tinggi ternama – tapi tidak memahami kultur dan demografi masyarakat lokal sehingga meskipun menggunakan konsultan mahal dan bonafit tetap saja gagal politik-nya. Akademisi dan aktivis local tentu ada beberapa yang memiliki daya analis yang tajam yang tidak kalah dengan yang mahal-mahal dari pusat. Bahkan mereka bisa secara simultan berhubungan langsung dengan objek yang diperlukan secara terus-menerus.

Jadi siapapun yang mencalonkan diri untuk menjadi Gubernur Kepri pada pemilukada tahun 2020 nanti perlu memperhatikan beberapa hal, yakni; calon pasangan wakil gubernur, timses, dan konsultan jika diperlukan. Masukan dari orang-orang independen yang berani mengatakan kekurangan dan kelebihan mutlak diperlukan, agar tidak salah melangkah dan mengambil keputusan. Tidak gampang menentukan sikap politik dalam kondisi dan situasi masyarakat yang terus berubah. Calon juga gak perlu terlalu gengsi untuk menghubungi bahkan mendatangi orang-orang tertentu yang secara politis akan membantu kemenangan. Cilaka duabelas kalau ada Timses yang mengklip (menutup akses) figur calon dari public bahwa semua urusan terkait pemilukada menjadi urusan timses dan harus melalui timses. Ingat, tidak semua orang perlu dengan calon, tapi yang pasti calon memerlukan dukungan banyak kalangan, banyak elemen bahkan personal yang memiliki pengaruh terhadap sikap public.

(Tain.K)

18,708 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Mangrove Pelindung Umat Manusia

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 5/7/2019 | Penimbunan Marka anak sungai pahat Bulang Lintang Kecamatan Pulau Buluh mendapat tanggapan dari Ketua KPLHI Kota Batam Azhari Hamid dan mengingatkan bahayanya tindakan yang dilakukan oleh anak-anak Perusahaan PT. ITS yang telah melakukan penimbunan Marka anak sungai di Bulang Lintang Pulau Buluh. Tulisan ini merupakan edukasional atas bahayanya jika hutan mangrove musnah oleh tangan jahil manusia

Oleh: Azhari Hamid (Ketua KPLHI Batam)

Mencermati dugaan terjadinya reklamasi yang diduga dilakukan oleh PT. ITS atau anak perusahaannya terhadap habitat mangrove di areal Pulau Buluh tepatnya yang berdampak signifikan di sungai Pahat, Kota Batam KPLHI Kepri dan Kota Batam sangat menyayangkan hal tersebut. Karena ini menyangkut penjarahan hak hidup makhluk hidup dalam lingkungannya.

PT. ITS Diduga Lakukan Reklamasi Ilegal Yang Mengancam Mata Pencarian Masyarakat Kecamatan Bulang Lintang

Mangrove merupakan ekosistem yang spesifik karena pada umumnya hanya dijumpai pada pantai yang berombak relatif kecil atau bahkan terlindung dari ombak, di sepanjang delta dan estuarin yang dipengaruhi oleh masukan air dan lumpur dari daratan. Secara ringkas dapat didefinisikan bahwa hutan mangrove adalah tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama pada pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang tergenang saat pasang dan bebas genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam.

Sedangkan ekosistem mangrove merupakan suatu sistem yang terdiri atas organisme (hewan dan tumbuhan) yang berinteraksi dengan faktor lingkungannya di dalam suatu habitat mangrove. Secara umum hutan mangrove memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Tidak dipengaruhi oleh iklim, tetapi dipengaruhi oleh pasang surut air laut (tergenang air laut pada saat pasang dan bebas genangan air laut pada saat surut).

2. Tumbuh membentuk jalur sepanjang garis pantai atau sungai dengan substrat anaerob berupa lempung (firm clay soil), gambut (peat), berpasir (sandy soil) dan tanah koral.

3. Struktur tajuk tegakan hanya memiliki satu lapisan tajuk (berstratum tunggal). Komposisi jenis dapat homogen (hanya satu jenis) atau heterogen (lebih dari satu jenis). Jenis-jenis kayu yang terdapat pada areal yang masih berhutan dapat berbeda antara satu tempat dengan lainnya, tergantung pada kondisi tanahnya, intensitas genangan pasang surut air laut dan tingkat salinitas.

4. Penyebaran jenis membentuk zonasi. Zona paling luar berhadapan langsung dengan laut pada umumnya ditumbuhi oleh jenis-jenis Avicennia sp. dan Sonneratia sp. (tumbuh pada lumpur yang dalam, kaya bahan organik). Zona pertengahan antara laut dan daratan pada umumnya didominasi oleh jenis-jenis Rhizophora sp. Sedangkan zona terluar dekat dengan daratan pada umumnya didominasi oleh jenis-jenis Brugiera sp.

Fungsi mangrove secara umum dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Fungsi Fisik
– Menjaga garis pantai dan tebing sungai dari erosi/abrasi agar tetap stabil;
– Mempercepat perluasan lahan;
– Mengendalikan intrusi air laut;
– Melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan gelombang dan angin kencang;
– Menguraikan/ mengolah limbah organik.

2. Fungsi Biologis/ Ekologis
– Tempat mencari makan (feeding ground), tempat memijah (spawning ground) dan tempat berkembang biak (nursery ground) berbagai jenis ikan, udang, kerang dan biota laut lainnya;
– Tempat bersarang berbagai satwa liar, terutama burung;
– Sumber plasma nutfah.

3. Fungsi Ekonomis
– Hasil hutan berupa kayu;
– Hasil hutan bukan kayu, seperti madu, bahan obat-obatan, minuman, makanan, tanin;
– Lahan untuk kegiatan produksi pangan dan tujuan lain.

https://www.wajahbatam.id/batam/wb-01072019/belasan-tokoh-dan-rt-rw-bulang-lintang-minta-berita-tentang-pt-itr-dihapus/

Dari uraian diatas kiranya kita perlu memahami dengan bijaksana bahwa begitu besar kasih sayang Allah SWT dengan memberikan mangrove pada lokasi pantai – pantai kita dengan segala manfaat dan fungsi proteksi terhadap bencana yang mungkin timbul dari laut ataupun darat.

Sangat tidak berperikemanusiaan jika mangrove dijadikan komoditas oleh pihak – pihak tertentu dalam skala besar tanpa adanya studi kelayakan dan perizinan lainnya. Aparat pemerintah jikalau memberikan izin pemanfaatn mangrove untuk kegiatan lain, sebaiknya mempelajari benar dampak negatif dan posutif nya. Tidak hanya sebatas meminta hutan pengganti yang selama ini kami ketahui jika ada industri yang akan menimbun area mangrove yang masuk dalam areal kegiatannya.

Dunia sudah menilai mangrove sebagai salah satu bagian dari konservasi terhadap lingkungan dalam proteksi terhadap berbagai bencana terutama Tsunami. Mungkin kita berbendapat bahwa wilayah Kepri tidak ada potensi tsunami, tetapi kita perlu juga memikirkan bahwa wilayah Kepri adalah areal terbuka dalam lintasan transportasi laut, disini mangrove akan berfungsi dalam penyerapan bahan – bahan beracun yang dibuang atau terlepas kelaut. Mari kita bela dan kita jaga MANGROVE kita, karena MANGROVE pasti akan menjaga kita dari bencana.

*) Ketua KPLHI Kota Batam

19,687 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Waktunya Doa Akan Di Kabulkan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-7/Mei/2019|
Assalamualaikum.
Bismilahirahmanirahim.

Setiap manusia selalu mempunyai keinginan untuk dapat meraih,memiliki sesuatu yang mereka impikan dan keinginan itu bisa mereka dapatkan dengan kata kunci yang harus mereka miliki yaitu “Keyakinanakin”.
Keyakinan yang hakiki di selingi dengan doa yang tiada henti di waktu watu yang mustajab, meminta kepada Yang Maha Pemberi Rejeki ( Allah) adalah salah satu cara yang harus di tempuh.Karena dengan Berdoa dan Tawakal kepada Allah, Allah akan memberi rejeki dari arah yang tidak kita sangka.

Seperti Firman Allah berikut :

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” QS. Ath-Thalaq (65) : 2- 4

Dengan janji Allah tersebut maka kita bisa menggunakan keberkahan bulan suci Ramadhan ini, sebagai salah satu waktu waktu yang mustajab untuk berdoa dan memohon limpahan rahmatnya.

Karena berbeda dengan bulan yang lain, pada bulan Ramadhan banyak waktu mustajab untuk berdoa. Di antaranya adalah waktu menjelang berbuka. Bahkan sepanjang waktu puasa mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Berdoa di waktu puasa Ramadhan ini lebih dikabulkan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizholimi” (HR. Tirmidzi; hasan)

Maka jelas sudah di antara keutamaan bulan suci Ramadan ini adalah waktu di kabulkannya doa – doa kita.
Maka pergunakan sebaik baiknya agar Bulan yang penuh berkah ini tidak berlalu begitu saja tanpa kita mendapat apa apa.

Maka yakinkan diri dan berdoalah dengan khusyuk dan sungguh sungguh niscaya kita akan mendapat apa yang menjadi keinginan kita kelak.
Aamiin..Aamiin..ya Robbal alamin.
Wassalamualaikum.

(Rina Silfya)

25,917 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending