Terhubung dengan kami

Oase

The Goal of Life

Tujuan kita hidup di dunia ini adalah mencari ridhoNya. 

Diterbitkan

pada

Illustrasi [Istimewa]

Tujuan kita hidup di dunia ini adalah mencari ridhoNya.

Misalnya paling gampang tentang anak sama orang tua, bagaimana keridhoanNya hadir di sana.

Selama orang tua tidak mengajak pada syirik, maka kita harus birrul walidain.

Jangan sampai sebagai orangtua kita tinggi suaranya. Atau sebaliknya sebagai anak, kita yang tinggi…meski orang tua kita nggak mau banget dikasi tau untuk yang benar…tetap birrul walidaini berlaku.

Sebagai orang tua bisa kita diskusikan ke anak untuk hal yang mungkin bertentangan. Misalnya gini…”Bisa nggak sekali-kali ibu minta tolong, nggak usah banyak membantah, kerjakan saja. Kalau ibu sampai tinggi…itu sebenarnya ridho ibu sudah berkurang.”

Beri mereka penjelasan dengan cara yang baik bahwa ridho اَللّهُ tergantung ridho orang tua.

Kenapa ini harus kita sampaikan? Karena memang tugas kita menghindarkan anak kita dari murkaNya atas murka kita. Dan amatlah rugi kita membiarkan anak di posisi anak durhaka dan menghilangkan kesempatan untuk mendapat do’a anak yang sholeh/sholehah.

Rasa kesal itu kalau sudah sampai di mulut orang tua, itu bahaya…bisa jatuhnya anak jadi anak durhaka.

Sementara di posisi anak, kalau misalnya ibu kita orangnya suka merepet banget…mudah kecewa banget…mudah ngutukin banget…ya itu ladang amal kita yang menjdaikan pahala kita lebih banyak di situ.

Nggak mungkin اَللّهُ memilihkan sesuatu yang tak mampu kita menjalaninya.

Atau antara kita dan suami. Posisi suami itu, suka nggak suka, keridoannya bisa membuat kita masuk surga.

Nggak ada yang nggak mau masuk surga kan? Tapi kalau sudah dikaitkan sama suami, kita mikir-mikir lagi ya…

Kalau ke suami lebih lagi dari ke orangtua. Suami kan orang lain. Ke suami bentuk perlawanan kita kadang-kadang bisa jadi ‘bargain’..

“Kalau kamu begini maka saya begini.”

Malah bisa seperti saling mengancam…

Kalau sebagai istri nggak paham ya begitu jadinya.

Padahal aturan Islam untuk semua itu juga ada.

Dan untuk mendapatkan ridhoNya, kita pun harus ridho pada hukumNya.

Semakin kita bisa menghadirkan اَللّهُ di hadapan kita, itu akan memudahkan kita ridho pada aturan اَللّهُ.

Kan banyak aturan اَللّهُ yang sederhana. Termasuk ini niy…kita udah belum tanamkan aqidah ke anak kita? Sudahkah kita mengajarkan لَا تُشْرِكْ بِٱللَّه (janganlah kamu mempersekutukan اَللّهُ)?

Itu, dilakukan oleh Lukmanul Hakim. Lukmanul hakim itu seorang ayah.

Kalau suami kita nggak mau melakukannya…atau dia sendiri juga nggak ngaji…dia nggak ngerti…berarti kita yang melakukannya sambil mengajak suami kita untuk melakukannya juga.

Selain larangan menyekutukan اَللّهُ, larangan bersuara tinggi, larangan untuk bersikap sombong juga harus kita ajarkan ke anak kita. Ada di nasihat Lukman.

Mengajarkan hal ini kan bukan tugas guru sekolah, bukan tugas guru ngaji…ini tugas kita sebagai orangtua.

Karena apa? Karena itu ada di Al Qur’an. Al Qur’an adalah tuntunan hidup kita menuju ridhoNya.

Bukalah surat Lukman. Apa sih yang dinasihatkan Lukman?

Nah kita harus nasihatkan itu ke anak kita sejak kecil. Karena اَللّهُ. Lukmanul Hakim itu bukan nabi lho. Dia sezaman dengan nabi Daud alaihi salam.

Dalam suatu tafsir disebutkan Lukmanul Hakim ditawari untuk menjadi nabi tapi dia memilih jadi orang bijak. Dia seorang Afrika, secara tampilan jauh dari kegantengan tapi namanya diabadikan di Al Qur’an.

Sementara, istri nabi aja nggak disebut di Qur’an, Aisyah nggak disebut, Khadijah nggak disebut.

Artinya ketika ada orang biasa, bukan nabi, bukan rosul dan namanya sampai dijadikan satu surat di Al Qur’an, itu harus menjadi perhatian kita.

Ternyata dia memberikan nasihat dalam kapasitas sebagai orangtua wabilkhusus ayah.

Apa yang dinasihatin, nah kita bisa lihat dalam Qur’an Surat Lukman.

Oh ternyata nggak boleh syirik لَا تُشْرِكْ بِٱللَّه, kemudian nggak boleh bersuara tinggi, nggak boleh jalan di muka bumi dengan sombong.

Anak-anak remaja kita misalnya, mungkin nggak mereka sombong?

Bisa banget…Apalagi cantik/ganteng…sepatunya branded, jadi ketua OSIS atau apalah itu bisa menjadi jalan untuk sombong…

Nah nasehat ini tidak wajib keluar dari gurunya, bukan tugas guru sekolahnya, bukan juga tugas guru kelas atau guru ngaji. Kalau kita sebagai guru kelas atau guru ngaji sampai pada hal-hal seperti itu (memberi nasehat seperti yang di surat Lukman)…itu bentuknya pengingatan. (Mengingatkan itu tugas semua orang). Jadi ini adalah tugas orangtua.

Kalau si anak, nanti jadi orangtua, nasihat ini juga yang akan dia turunkan langsung ke anak-anaknya.

Pastikan bahwa kita sudah memberi pewarisan nilai-nilai ini kepada anak kita bukan cuma warisan harta tapi yang terpenting adalah mewariskan prinsip-prinsip tadi.

Kembali lagi, kita melakukan itu kenapa? Karena kita diciptakan untuk beribadah. Dan tujuan ibadah itu adalah untuk mendapatkan ridhoNya.

So… Kita harus mewariskan prinsip-prinsil yang sudah Allahu gariskan untuk kita yang semua itu tertuang di Al Qur’an sebagai penduan hidup. Agar kita mampu menjalankan hidup ini sesuai maunya Sang Pencipta.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

 

Catatan Aisyah

Dari Tausyiah ustadzah Dian H

167 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Waktunya Doa Akan Di Kabulkan

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-7/Mei/2019|
Assalamualaikum.
Bismilahirahmanirahim.

Setiap manusia selalu mempunyai keinginan untuk dapat meraih,memiliki sesuatu yang mereka impikan dan keinginan itu bisa mereka dapatkan dengan kata kunci yang harus mereka miliki yaitu “Keyakinanakin”.
Keyakinan yang hakiki di selingi dengan doa yang tiada henti di waktu watu yang mustajab, meminta kepada Yang Maha Pemberi Rejeki ( Allah) adalah salah satu cara yang harus di tempuh.Karena dengan Berdoa dan Tawakal kepada Allah, Allah akan memberi rejeki dari arah yang tidak kita sangka.

Seperti Firman Allah berikut :

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” QS. Ath-Thalaq (65) : 2- 4

Dengan janji Allah tersebut maka kita bisa menggunakan keberkahan bulan suci Ramadhan ini, sebagai salah satu waktu waktu yang mustajab untuk berdoa dan memohon limpahan rahmatnya.

Karena berbeda dengan bulan yang lain, pada bulan Ramadhan banyak waktu mustajab untuk berdoa. Di antaranya adalah waktu menjelang berbuka. Bahkan sepanjang waktu puasa mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Berdoa di waktu puasa Ramadhan ini lebih dikabulkan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizholimi” (HR. Tirmidzi; hasan)

Maka jelas sudah di antara keutamaan bulan suci Ramadan ini adalah waktu di kabulkannya doa – doa kita.
Maka pergunakan sebaik baiknya agar Bulan yang penuh berkah ini tidak berlalu begitu saja tanpa kita mendapat apa apa.

Maka yakinkan diri dan berdoalah dengan khusyuk dan sungguh sungguh niscaya kita akan mendapat apa yang menjadi keinginan kita kelak.
Aamiin..Aamiin..ya Robbal alamin.
Wassalamualaikum.

(Rina Silfya)

19,062 kali dilihat, 188 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Bulan Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID6Mei2019

Assalamualaikum
Bismilahirohmanirohim

Mabi muhammad Rasullulah SAW
Pernah bersabda,
Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena keimanan dan hanya mengharap pahala, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. al-Bukhari).

Salah satu makna dari bulan suci Ramadhan adalah sebagai bulan pengampunan dosa seperti yang sudah di jelaskan pada hadist di atas.

Di mana Allah SWT sudah menjanjikan kepada umatnya akan memberikan pengampunan segala dosa dan kebebasan dari siksa api neraka terhadap orang orang yang berpuasa karena keimanannya dan semata mata untuk mengharap ridha-Nya.

Selain itu di bulan yang penuh berkah ini pintu pintu surga akan di buka dan pintu neraka akan di tutup serta setan setan akan di belenggu seperti
Sabda Rasulullah dibawah ini..

“Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kamu berpuasa, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu setan-setan. Di dalam Ramadhan terdapat malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Maka barangsiapa yang tak berhasil memperoleh kebaikan Ramadhan, sungguh ia tidak akan mendapatkan itu buat selama-lamanya” (HR Ahmad, Nasa’i dan Baihaqi).

Maka sepatutnyalah kita tidak menyia – nyiakan kesempatan ini untuk ebih memperbaiki diri agar pengampunan dosa yg sudah di janjikan itu dapat kita raih.tentunya dengan memperbanyak amalan dan Ibadaah serta meningkatkan ketakwaan di bulan yang penuh rahmat ini dengan niat semata karena Allah.
Sehingga kita menjadi Pribadi yang lebih baik lagi di masa mendatang.
Aamiin ya Robbal alamin.
Wasallamualaikum

( Rina Silfya)

6,599 kali dilihat, 48 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Oase

Duh…Gusti…Hatiku Bukan Batu Pualam

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID-27April 2019| Tanpa terasa 2 tahun berlalu sudah perjalan hidup yang penuh onak dan duri kami lalui kembali
Tidak mudah memang..memulai kembali rasa yang pernah pupus agar bisa kembali di bangun setahap demi setahap.
Namun semua perlahan namun pasti bisa kembali di perjuangkan dengan ke Ikhlasan yang tinggi .

Tapi perjalanan hidup tidak pernah bisa kita lupakan begitu saja.dan masih terngiang dalam ingatan peristiwa 2 tahun lalu yang akan selalu membekas dalam ingatan di saat akan kembali bersama setelah beberapa tahun memutuskan hidup sendiri sendiri…..

“Ibu,saya sangat menyangi Bapak.dan saya akan menunggu ibu bisa menerima saya menjadi bahagian keluarga ibu sampai mati .”

Duh…Gusti…..apa yang akan anda lakukan jika ada seorang wanita yg meminta kepada diri anda untuk menjadi “MADU”.
Meminta dengan lugas suami kita dengan alasan sangat mengagumi dan menyayangi suami anda.karena keseharian mereka berada dalam sebuah komunitas.
Saya tau bahwa dia jujur dan sungguh sungguh dengan permintaannya itu .
Apakah saya harus marah ?????
Akankah terjadi Perang Dunia ke III??????
Ataukah
Akan mencaci makinya ,Menjambaknya….untuk melapiaskan sakit hati ??????

Tidak….bukan itu yg saya  lakukan .
Hanya buliran air mata yg berderai .
Sambil mendekapkan tangan di dada hanya ucapan “Istiqfar…yang terucap ….sambil bermohon bermohon,
“YA..ROB…HATIKU BUKANLAH BATU PUALAM ,”
yang tidak bisa merasakan kegetiran dan ke mirisan hati wanita yang telah di butakan oleh cinta dunia.
Yang telah menurutkan hawa nafsu untuk memiliki apa yg menjadi keinginannya..

“DUH ..GUSTI..HATIKU BUKAN BATU PUALAM ”
Yang bisa membagi sesuatu  yang engkau jodohkan untuk ku.
Walau dalam agama yang saya anut itu di perbolehkan.
Tapi saya belum siap , Ya… Robb…
Saya bukan wanita pilihan itu…

Maaf ….para pembaca…saya terjebak dalam pergulatan batin dalam diri sendiri.
Saya baru menyadari wanita itu masih menunggu jawaban dari saya….
Ingin saya  berlari memeluk dirinya…
Memberikan pelukan hangat dan menciuminya agar bisa mengurangi lara yg ada di Hatinya.
Sambil membisisikkan…
“Akan ada laki – laki yang lebih baik untukmu”.

Tapi bukan itu yang terucap dalam lisanku kepadanya.
Yang terucap adalah,
“Dinda,walau saya bisa menerima kehadiran dirimu..
Tapi anak-anak saya tidak akan mau membagi Ayahnya dengan kamu….
Maaf saya tidak bisa mengabulkan permintaanmu..”

TAPI JIKA KAMU RINDU KEPADA BAPAK DATANGLAH KE RUMAH KAMI .UNTUK BERSILAHTURAHMI SEBAGAI SAUDARA .

Hanya itu yang terucap dari bibirku.
YA…ALLAH maafkan aku jika penolakan ku tidak engkau Rhidoi….

Masih belum tinggi ke ikhlasanku untuk menerima ini.

Maaf para pembaca .
Jangan pernah menghakimi apapun yg terjadi dalam perjalanan hidup mu .karena itu adalah rahasia hidup kita yg sudah tertulis di .
“LAUHUL MAHFUS”
Takdir yg sudah tertulis semenjak di tiupkan Roh dalam tubuh mu.
Tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Maaf…saya kembali pada alur cerita saya.
Kembali wanita itu hanya tertunduk lesu.
Sejak itulah wanita itu mulai tidak bersahabat dg suami saya.
Pertanyaannya,
APAKAH SUAMI SAYA YANG SALAH ??????
ATAU
SANG WANITA YANG SALAH??????
Akan saya tulis dalam Episode berikutnya……

Ter untuk suami ku.
“ENGKAU ADALAH IMAM TERBAIK YG DI BERIKAN ALLAH UNTUK KU.”
Semoga tetap seperti itu sampai akhir hanyat ku.
Dan maafkan aku tak bisa menjadi Istri yang sempurna untuk mu.
Walau untuk kedua kalinya….

(lebih…)

1,363 kali dilihat, 35 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending