Terhubung dengan kami

Kepri & Sekitarnya

Kodim 0316 Seraya Atas Diramaikan Perguruan Beladiri Karate BKC

Diterbitkan

pada

Bandung Karate Club

WAJAHBATAM.ID Batam, Minggu, 12 November 2017 tepat jam 07.00 WIB dilokasi Kodim 0316 Seraya Atas tidak seperti biasanya, terlihat beberapa personil yang bertugas sibuk mengatur kendaraan yang masuk ke area tersebut, setelah di konfirmasi ke salah satu petugas , pada hari ini perguruan BKC (Bandung Karate Club) mengadakan ujian kenaikan tingkat yang di ikuti 200 peserta lebih.

Bandung Karate Club

Bandung Karate Club | Wajah Batam


“Ujian kenaikan tingkat ini sekalian untuk latihan gabungan BKC se-Batam”, ungkap kang Zemi selaku salah satu pelatih yang mempunyai Dojo di beberapa sekolah dasar ini.
Sebagian besar peserta ujian kenaikan tingkat adalah sabuk putih dan sabuk kuning (tingkatan-tingkatan dalam istilah Karate) dimana para pesertanya rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar.
Bandung Karate Club

Pelaksanaan ujian kenaikan tingkat sabuk kuning di salah satu aula kodim 0316 | Wajah Batam


Olahraga beladiri Karate ini berasal Jepang yg banyak mempunyai perguruan atau Dojo di seluruh indonesia. Di kutip dari laman wikipedia olahraga beladiri Karate ini bukan dibawa oleh tentara Jepang seperti yg biasa dibicarakan melainkan oleh Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kembali ke tanah air setelah menyelesaikan pendidikannya di Jepang, Tahun 1963, beberapa Mahasiswa Indonesia yakni: Baud AD Adikusumo, Karianto Djojonegoro, Mochtar Ruskan dan Ottoman Noh mendirikan Dojo di Jakarta. Mereka inilah yang mula-mula memperkenalkan karate (aliran Shoto-kan) di Indonesia, dan selanjutnya mereka membentuk wadah yang mereka namakan Persatuan Olahraga Karate Indonesia (PORKI) yang diresmikan tanggal 10 Maret 1964 di Jakarta.
Beberapa tahun kemudian berdatangan mantan mahasiswa Indonesia dari Jepang seperti Setyo Haryono (pendiri Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Muchsin dan Chairul Taman yang turut mengembangkan karate di tanah air. Disamping mantan mahasiswa-mahasiswa tersebut di atas orang-orang Jepang yang datang ke Indonesia dalam rangka usaha telah pula ikut memberikan warna bagi perkembangan karate di Indonesia. Mereka-mereka ini antara lain: Matsusaki (Kushinryu-1966), Ishi (Gojuryu-1969), Hayashi (Shitoryu-1971) dan Oyama (Kyokushinkai-1967)
Karate ternyata memperoleh banyak penggemar, yang implementasinya terlihat muncul dari berbagai macam organisasi (Pengurus) karate, dengan berbagai aliran seperti yang dianut oleh masing-masing pendiri perguruan. Banyaknya perguruan karate dengan berbagai aliran menyebabkan terjadinya ketidak cocokan di antara para tokoh tersebut, sehingga menimbulkan perpecahan di dalam tubuh PORKI. Namun akhirnya dengan adanya kesepakatan dari para tokoh-tokoh karate untuk kembali bersatu dalam upaya mengembangkan karate di tanah air sehingga pada tahun 1972 hasil Kongres ke IV PORKI, terbentuklah satu wadah organisasi karate yang diberi nama Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI). (WB09/IYs)

1,126 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Pasca 22 Mei, KPPAD Kepri Himbau Masyarakat dan Stakeholder Ikut Serta Lakukan Advokasi Hukum Atas Kekerasan Pada Anak

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 26/5/2019 | Adanya korban anak-anak yang diduga dilakukan oleh aparat Kepolisian dalam peristiwa demo damai di Bawaslu RI Jakarta 22/5/2019 lalu membuat KPPAD Kepri angkat bicara, setelah mengunjungi langsung korban anak (alm. Harun Rasyid) yang meninggal dunia dikediamannya (Red)

Eri Syahrial: Ketua KPPAD Kepri

Pers Rilis KPPAD Kepri

Dukungan KPPAD Provinsi Kepri terhadap Upaya KPAI Terkait Penanganan 3 Korban Anak Meninggal dan Luka-luka pada Kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau menyikapi adanya beberapa korban anak pada peristiwa kerusuhan yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2019 lalu.

KPAI sudah turun ke lapangan, mengumpulkan data dan informasi terkait jumlah korban anak meninggal sebanyak 3 orang, banyaknya anaknya luka-luka dan masih ada yang dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta dan masih ada beberapa orangtua mencari anak-anaknya karena belum ditemukan. Kejadian serupa juga terjadi Pontianak Kalimantan Barat sehingga seorang siswa SMK meninggal.

 

Kunjungan KPPAD Kepri di kediaman Alm. Harusn Rasyid, korban anak Jakarta

Atas peristiwa yang menyebabkan korban anak tersebut, Kami Komisioner KPPAD Provinsi Kepri menyatakan sikap sbb;

1. KPPAD Provinsi Kepri sangat menyayangkan terjadinya peristiwa kerusuhan yang terjadi sehingga menimbulkan kekerasan dan korban terhadap anak. Menilai kekerasan yang terjadi pada korban anak merupakan pelanggaran hak-hak anak dan perlindungan anak sehingga harus menjadi perhatian semua pihak.

2. KPPAD Provinsi Kepri Meminta Kapolri untuk melakukan pengusutan secara tuntas terhadap tewasnya 3 korban anak di jakarta dan beberapa anak lainnya luka-luka, serta 1 korban anak SMK tewas di Pontianak. Termasuk menindaklanjuti laporan orangtua terkait masih adanya beberapa anak yang belum ditemukan.

3. KPPAD Provinsi Kepri Memberikan dukungan kepada KPAI untuk terus bekerja mengumpulkan data dan informasi, berkoordinasi dengan pihak kepolisian, mengadvokasi kasus tersebut supaya menjadi atensi penanganan dan mengawasi proses hukum yang berjalan hingga tuntas.

4. KPPAD Provinsi Kepri meminta Pemerintah dan Pemerintah Daerah terjadi kerusuhan memberikan trauma healling dan pendampingan pemulihan psikologis kepada korban anak yang mengalami atau melihat kekerasan kerusuhan tersebut sehingga menimbulkan trauma, serta memberikan layanan pengobatan gratis kepada korban anak.

5. Meminta dukungan semua stakeholder perlindungan anak baik yang ada di pemerintahan dan peran serta masyarakat untuk turut serta mengadvokasi terciptanya keadilan untuk korban dan keluarganya, membantu upaya pemulihan para korban untuk mendapatkan hak-haknya.

6. Melihat situasi keamanan yang belum kondusif dan ditenggarai masih terjadi pengumpulan massa maka diharapkan para orangtua mengawasi anaknya (berusia di bawah 18 tahun) supaya menjauh dari lokasi dan tidak ikut-ikutan melihat dan berkumpul karena berpotensi membahayakan nyawa anak.

7. Dalam rangka menciptakan situasi keamanan, pihak kepolisian diminta tidak represif dan tidak melakukan kekerasan pada warga yang patut diduga berusia berusia anak karena setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan. Terhadap anak harus dilakukan upaya yang persuasif dan ramah anak, meski dalam kondisi yang situasi yang sulit.

Demikian penyataan sikap kami kepada semua pihak terkait adanya korban anak pada peristiwa kerusuhan yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2019 lalu.

Tanjungpinang, 25 Mei 2019
Ketua Komisi Pengawasan dan perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri

ttd
Eri Syahrial, S.Pd, M.Pd.I

12,282 kali dilihat, 16 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Berita Utama

Rokok FTZ Beredar Umum

Diterbitkan

pada

Oleh

Tanjung Pinang – 4/4/2019 | Rokok fasilitas FTZ yang seharusnya hanya beredar dalam kawasan FTZ ditemukan beredar umum dan luas di sejumlah tempat di Tanjungpinang dan Bintan.

Rokok berbagai merek dengan cap kawasan bebas, diduga dimainkan oleh pemegang kuota dari pengelola FTZ. “ada rokok FTZ beredar di mana-mana dengan gampang,” kata sumber Wb di Tanjungpinang kemarin

Pemegang kuota rokok FTZ diduga menyalahgunakan fasilitas itu dengan diback-up berbagai pihak sehingga dapat beredar dengan aman dan bebas.

Sesuai dengan ketentuan, rokok FTZ hanya boleh beredar di kawasan FTZ yang sangat terbatas di Ta jung Pinang dan Bintan,. Beda dengan kawasan FTZ yang berlaku menyeluruh di Pulau Batam. itupun ada informasi rokok FTZ beredar ke pulau-pulau non kawasan FTZ. (CTK/Shd)

Ket Foto: google

6,736 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Terjun Bebas Dalam Polling Sosmed WB

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 26/3/2019 | Persaingan politik antara Joko-Ma’ruf VS Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 di Batam dan Kepri memperlihatkan elektabilitas kedua paslon yang sangat mencolok dalam jajak pendapat yang diselenggarakan secara online pada sosmed Wajah Batam yang memiliki member 520.000-an akun facebook.

Berbeda dengan metode yang diselenggarakan oleh lembaga resmi, pada sosmed belum dapat dijadikan perbandingan hasil yang akurat. Tapi dalam persepsi pengolahan data dalam sebuah sosial media diperkirakan tingkat kesalahan bisa mencapai 25% dengan perbandingan real secara metode resmi.

Rujukan yang direkam dalam skala luas mengartikan realitifitas perbandingan interaksi di Wajah Batam dapat disimpulkan bahwa Batam dan Kepri yang merupakan daerah tujuan perantau (miniatur Indonesia) memperlihatkan bahwa warga Batam khususnya terdiri dari berbagai suku, ras dan agama yang ada diseluruh Indonesia.

Dari tiga kali survey di WB selama tiga kali debat presiden yang diselenggarakan KPU, maka dapat disimpulkan bahwa elektabilitas paslon nomor urut 01 terjun bebas dan mencolok jauh dibanding paslon nomor urut 02 yang mencapai rata-rata 73% berbanding 27%.

Skala perbandingan
● Polling l – 17/1/2019 ●
Luas jangkauan: 154.855 view
Menyukai : 275 view
Interaksi Aktif: 1.430 view
Peserta: 14.739 view
Banned/SOP: (01) 24 – (02) 7
Hasil: (01) 29% —- (02) 71%

● Polling ll –  17/2/2019 ●
Luas jangkauan: 120.129 view
Menyukai : 208 view
Interaksi Aktif: 883 view
Peserta: 12.043 view
Banned/SOP: (01) 14 – (02) 21
Hasil: (01) 29% —- (02) 71%

● Polling lll 17/3/2019 ●
Luas jangkauan: view
Menyukai : 139 view
Interaksi Aktif: 449 view
Peserta: 10.193 view
Banned/SOP: (01) 9 – (02) 28
Hasil: (01) 25% —- (02) 75%

Di sisi lain elektabilitas Prabowo – Sandi setiap bulan menunjukkan peningkatan 2% sementara Jokowi-Ma’ruf setiap bulannya turun 2%.

Namun ada yang menarik dari survey sosmed ini, dimana pada Pooling pertama emosional member menunjukkan tingkat yang paling tinggi dan pada polling ll dan lll mulai menampakkan kestabilitasan emosional dalam berinteraksi.

ADVERTISEMENT

Dapat ditinjau pada halaman Jajak Pendapat WB : https://www.facebook.com/556763768101808/posts/596728214105363/

Dari survey pilpres tersebut secara grafik penilaian juga berdampak pada penilaian elektabilitas kepala daerah kota batam yang hari ini selasa, 26/3 pukul 15.30 WIB memperlihatkan elektabilitas pemerintah kota batam hanya mencapai 21% tingkat kepuasan dalam 8.325 viewer jangkauan pada 2 hari dari 7 hari polling diselanggarakan yang berakhir 31/3 mendatang. (Shd)

136,586 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending