Terhubung dengan kami

Pendidikan

Guru Dilaporkan ke Polisi Akibat Menggampar Siswa

Guru berinisial N yang mengajar sebagai guru olah raga di SD Negeri 007 yang berlokasi di Eden Park diduga telah melakukan pemukulan terhadap siswinya.

Facebook Comments

Diterbitkan

pada

WAJAHBATAM.ID |Batam (21/09/2018), Guru berinisial N yang mengajar sebagai guru olah raga di SD Negeri 007 yang berlokasi di Eden Park pada hari Kamis (20/09) sekira pukul 15:00 WIB diduga telah melakukan pemukulan terhadap siswinya Filzaitunav Vina Lore Langoday yang masih duduk dikelas 3C.

Dion Hadi Langoday selaku orang tua siswi menerima pengaduan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Batam Kota setelah melakukan visum di rumah sakit.

Menurut keterangan yang diperoleh WAJAHBATAM.ID yang dihubungi langsung oleh orang tua siswa via WhatsApp, bahwa kejadian ini terjadi karena anaknya tidak mendengar panggilan absen sehingga guru N di kelas tersebut menampar wajah siswi tersebut sebanyak dua kali dibagian kiri dan kanan, akibat kejadian tersebut korban mengalami trauma.

Kepala sekolah SDN 007 Eden Park hingga berita ini diterbitkan belum dapat dihubungi dan memberikan jawaban.

(WB/WB212)

593 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Nurdin Basirun Terima Perwakilan Forum Guru Kepri

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 11/3/2019 | Setelah 200 orang perwakilan Guru se Kepri ancam aksi nginap di Gubernuran Kepri melalui putusan rapat umum FGK di gesung serbaguna Gubernur Kepri Lobam Tanjung Pinang, akhirnya melalui Wakil Gubernur Isdianto, Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang saat ini berada di Jakarta berjanji agendakan pertemuan tatap muka dengan perwakilan FGK besok harinya (Selasa, 12/3/2019) di Lantai IV Kantor Gubernur pukul 08.00 WIB untuk membicarakan solusi permasalahan sertifikasi guru yang belum selesai hingga saatbini belum ada kejelasannya.

Ketika kru media ini berbincang dengan sopir yang nongkrong di Gubernuran dan tak bersedia disebutkan namanya, ada yang menyampaikan bahwa Gubernur tadi ada berada ditempat. “Kasihan sekali ibu-ibu guru itu harus bolak balik ke Tanjung Pinang” ungkapnya.

FGK Kepri Ancam Adakan Aksi Nginap

Hal menarik dalam pertemuan dengan wakil gubernur yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepri Muhammad Dali adalah adanya penyampaian bahwa hingga keberangkatan para guru pagi tadi, banyak dari guru yang diintimidasi oleh Kepala Sekolah yang diinstuksikan Kadidik Kepri bahkan hingga ancaman yang menyatakan peserta audiensi ke Gubernur ini akan dicatat bolos pada hari tersebut sementara jauh hari mereka sudah meminta izin,  demikian koordinator FGK Diah Nyatdiningsih mengungkapkan dalam pertemuan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, 30 orang perwakilan se Kepri terpaksa menginap menunggu esok harinya sementara yang lain kembali ke daerah masing-masing. (shd)

59,518 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Berita Utama

200-an Anggota Forum Guru Kepri Minta Nurdin Basirun Jumpa Mereka (Bag-2)

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 11/3/2019 | Sekitar 200 orang Guru se Kepri yang berada dalam Forum Guru Kepri hari ini Senin, 11/3/2019 mengunjungi kantor Gubernur Kepri di Dompak Tanjung Pinang menindak lanjuti permohonan audiensi yang mereka kirimkan ke Gunernur Kepri beberapa hari lalu.

100 Perwakilan FGK Kepri Kunjungi Gubernur Pertanyakan Tunjangan Guru 2018-2019 (Bag-1)

Dalam kunjungan tersebut, hadir guru-guru SMU Negeri sederajat dari 4 kota dan kabupaten se Kepri yang juga mewakili 7 kota dan kabupaten yang ada di Kepulauan Riau.

Salah satu peserta mengatakan bahwa kehadiran mereka diiringi doa dan restu dari 3 kabupaten yang belum sempat hadir, mszkarena kendala jarak. Tapi mereka juga berpesan akan bersedia hadir untuk kesempatan lain bahkan dengan jumlah yang lebih besar, demikian disampaikan pada awak WB yang hadir meliput kunjungan tersebut.

Diah Nyatdiningsih, S.Pd sebagai ketua tim rombongan mengatakan bahwa kehadiran perwakilan FGK di Tanjung Pinang ini hanya ingin mempertanyakan hak-hak guru yang belum ada kejelasan dari 2018 lalu dan kami ada disini hanya untuk silaturahmi dengan Gubernut Kepri Nurdin Basirun., demikian Diah Nyatdiningsih (shd)

47,901 kali dilihat, 14 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Batam

100 Perwakilan FGK Kepri Kunjungi Gubernur Pertanyakan Tunjangan Guru 2018-2019 (Bag-1)

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 7/3/2019 | Forum Guru Kepri (FGK Kepri) yang terdiri dari para guru SMA-SMK se-provinsiKepulauan Riau, Senin depan, 11/3/2019 mengunjungi kantor Gubernur dalam rangka audiensi yang akan dihadiri 100 orang perwakilan guru dari seluruh Kepulauan Riau, demikian disampaikan oleh Diah Wahyuningsih, SPd sebagai perwakilan FGK Kota Batam dibilangan Batam Centre kepada WB.

Audiensi dengan Gubernur Kepri ini diajukan adalah untuk tujuan mempertanyakan beberapa hal menyangkut kesejahteraan para guru periode tahun 2018 dan 2019 yang hingga saat ini belum diberikan oleh Gubernur Kepri

1. Tunjangan Kinerja Daerah (Gaji 13 dan 14 Tahun Anggaran 2018)
2. Tunjangan Kinerja Daerah (Januari dan Pebruari Tahun
Anggaran 2019)
3. Tunjangan Profesi Guru (Triwulan 4 Tahun Anggaran 2018)

Dalam hal ini, Diah Wahyuningsih, SPd mengatakan dalam surat audiensinya bahwa berdasarkan PermenPanRB No. 63 Tahun 2011 tentang Pedoman Penataan Sistem Tunjangan Kinerja Pegawai Negeri, selanjutnya diturunkan lewat Peraturan Gubernur Kepulauan Riau No.
80 Tahun 2018 tentang Tunjangan Daerah, Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2018 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya Dalam Tahun Anggaran 2018 Kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan
Penerima Tunjangan serta UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen adalah merupakan amanat
Konstitusi yang seyogyanya dijalankan baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah
dalam hal ini adalah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai bentuk apresiasi kepada para guru di lingkungan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Apresiasi Pemerintah dimaksudkan agar guru semakin siap mengembangkan profesionalisme di bidang pendidikan juga memberikan
jaminan kesejahteraan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara sehingga memenuhi keadilan
merata seperti yang tertuang dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia, demikian media WB mengutip dari surat audiensi yang dikirimkan ke alamat Gubernur Kepri.

Pembayaran Tunjangan yang telah diamanatkan seperti tersebut di atas hingga saat ini belum diterima para guru di lingkungan pemerintah provinsi Kepulauan Riau yang seharusnya bersifat itu, kami Forum Guru Kepri meminta penjelasan lebih jauh apa dan mengapa hak-hak guru tidak dilaksanakan, ungkap Diah Wahyuningsih, SPd mengakhiri. (Shd)

30,343 kali dilihat, 19 kali dilihat hari ini

Facebook Comments

Lanjutkan Membaca

Pasang Iklan Disini

Iklan

Komentar Facebook

Trending