Terhubung dengan kami

Peristiwa

Mau Didemo Umat, Kedubes China Diumumkan Tutup

Diterbitkan

pada

wajahbatam.id – Batam (21/12/2018), Konsulat Kedutaan Besar China di Jakarta tiba-tiba ditempeli selembar kertas pengumuman bahwa kantor tersebut ditutup sementara dengan alasan pemeliharaan sistem. padahal di hari yang sama akan digelar demo umat secara besar-besaran yakni tgl 21 Desember 2018.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak kedutaan China karena kantor itu juga nampak sepi.

Rencananya umat muslim akan menggelar aksi demo ke Konsulat Kedutaan Besar China di Jakarta tersebut untuk memprotes tindakan pembantaian, penyiksaan dan penahanan terhadap umat muslim Uighur di China beberapa pekan terakhir ini.

Meskipun informasi masih simpang siur terkait tutupnya Kedubes China, tapi demo tetap dilaksanakan pada tgl 21-12 itu. Sementara beberapa daerah lain akan dilaksanakan menyusul aksi solidaritas muslim Uyghur.

348 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mayat Bayi Dikampung Kendal Sari Temiang Sekupang

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 7/3/2019 | Sore ini berkisar pukul 17.00 WIB, warga Kampung Kendal Sari, Sei.Temiang dihebohkan dengan adanya temuan mayat bayi yang sudah membusuk diperkirakan berusia beberapa hari, hal ini disampaikan Agus Pokici (salah satu anggota Brigade Wajah Batam) kepada mwdia WB.

Saat berita ini diterbitkan, pihak aparat kepolisian Polsek Batu Aji sudah berada ditempat kejadian mengidentifukasi mayat yang belum diketahui keberadaan orang tuanya.

Lokasi kejadian di RT 003 TW 007 Kampung Kendal Sari, Sei Temiang Tiban Sekupang. (Shd)

61,407 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Siaran Pers Menyikapi Persoalan Muslim Uyghur

Diterbitkan

pada

Oleh

wajahbatam.id – Jakarta (20/12/2018), Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia sore tadi, Kamis (20/12) mengeluarkan pernyataan sikap tentang persoalan masalah kemanuasiaan Muslim Uyghur di propinsi Xinjiang, China.

Terjadinya tindakan diskriminatif dan kezaliman Pemerintah Cina terhadap kaum muslimin bangsa Uighur di daerah Xinjiang dengan memenjarakan sedemikian banyak mereka dalam kamp konsentrasi yang memasung kemerdekaan hidup serta tindakan kekejaman lainnya sungguh telah menorehkan luka yang demikian dalam pada kita kaum muslimin Indonesia.

Beberapa poin penting dari pernyataan sikap tersebut antara lain:

•Mengutuk segala bentuk kezaliman dan tindakan yang bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan serta pelanggaran HAM dalam bentuk apapun;

•Mendesak Pemerintah Cina untuk menghentikan segala bentuk penindasan dan kejahatan kemanusian terhadap masyarakat Uighur;

•Mendesak Pemerintah Republik Indonesia dan negara-negara muslim lainnya untuk melakukan langkah-langkah diplomatik dalam rangka mewujudkan perdamaian dan penegakan Hak Asasi Manusia terhadap masyarakat Uighur;

•Mengimbau kepada seluruh umat Islam dan ormas-ormas islam untuk memberikan dukungan moril dan penggalangan dana untuk membantu masyarakat muslim Uighur;

•Mengharapkan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan qunut nazilah atas musibah yang dialami kaum Muslimin Uighur.

•Kepada kaum muslimin di seluruh dunia khususnya di tanah air agar semakin cerdas mengekspresikan perjuangan dan pembelaannya serta menghindarkan diri dari tindakan yang kontra produktif.

288 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Reuni 212 Bukan Sekedar Reuni

Suasana sangat nyaman dan damai, ada yang menginjak rumput langsung di tegur dengan sopan.

Diterbitkan

pada

Oleh

Aksi Damai Reuni 212 yang diadakan di Monas Jakarta

wajahbatam.id – Batam (04/12/2018), Laut, darat, udara yang di tempuh para Mujahid dan Mujahidah demi keinginan yang besar untuk berkumpul di Monas Jakarta bahkan tanpa memikirkan apakah nanti bisa kembali ke tempat asal.

Batam, Kepri contohnya, dari informasi yang beredar ada sekitar seribu lebih yang menghadiri acara ini, ada yang melalui laut dan udara, ada yang berangkat dari Tanjung Pinang atau berangkat dari Singapore karena tidak kebagian tiket dari Batam, begitulah yang di lakoni para peserta aksi damai Reuni 212 dan pasti banyak cerita-cerita lain dari daerah seluruh Indonesia.

Ust. Sobirin, Yudha, Idris dan kawan-kawan yang bertolak dari Batam ke Tanjung Pinang kemudian melanjutkan penerbangan ke Jakarta, menceritakan perjalanannya ke acara tersebut pada Wajah Batam.

“Kami sampai Jakarta langsung ambil hotel daerah Jakarta Pusat yang dekat dengan Monas, satu kamar akhirnya di isi oleh sembilan orang karena banyak kawan-kawan lain yang datang dan belum dapat kamar, karena rata-rata hotel penuh,” ungkap Idris.

“Jam 2 dini hari kami mulai bergerak ke Monas namun mobil yang kami tumpangi hanya bisa sampai patung tani, kelihatan sudah ramai para peserta jalan kaki berbondong-bondong dan tidak ada celah untuk kendaraan masuk,” ungkap Yudha. “Kami jalan kaki dari patung tani hingga Monas sekali-kali terdengar teriakan takbir dari para Jamaah, sesampai di Monas sekira jam 3:00 dini hari, terlihat Jamaah sudah mulai memadati sehingga kami tidak bisa sampai ke panggung utama,” lanjut Yudha.

Wajah Batam rencananya akan melakukan live di lokasi aksi, namun karena tidak ada akses internet di lokasi rencana live tersebut dkami batalkan. Suasana sangat nyaman dan damai, ada yang menginjak rumput langsung di tegur dengan sopan, “maaf mas tolong rumputnya jangan diinjak,” ungkap salah satu peserta ke peserta lainya dengan senyum dan saling minta maaf.

Selain itu geliat ekonomi, UKM di Jakarta hari itu sangat tinggi terbukti dengan penuhnya penginapan, dan larisnya semua dagangan, makanan dan minuman. “Berkah bang jam 8 aja saya udah kehabisan bahan ini baru ambil lagi udah mau habis ni bisa 3 kali ngambil bahan nih saya,” terang salah satu pedagang kaki lima dengan logat Madura nya. (IYS/STR)

128 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending