Terhubung dengan kami

Politik

Komando Ulama Untuk Kemenangan PAS Akan di Deklarasikan.

Organisasi pemenangan ini disusun dengan sistem komando Ulama dan diberi nama Komando Ulama untuk pemenangan Prabowo-Sandi disingkat Koppasandi.

Diterbitkan

pada

Konferensi Pers Deklarasi Koppasandi

WAJAHBATAM.ID | Jakarta (03/11/2018),  Ijtima Ulama ke-2 di Jakarta yang diikuti oleh ribuan Ulama dari seluruh Indonesia dan telah menetapkan dukungan sepenuhnya kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta bertekad untuk memenangkannya dalam Pilpres 17 April 2019 mendatang.

Sebagai kelanjutan dari hasil Ijtima Ulama tersebut, telah dibentuk organisasi pemenangan untuk memenangkan Paslon Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 dengan melibatkan seluruh ulama dan tokoh umat yang hadir dalam Ijtima Ulama 1 dan 2 serta para aktivis Aksi Bela Islam 212 dan aksi-aksi bela Islam lainnya, termasuk seluruh komponen umat Islam lainnya.

“Organisasi pemenangan ini disusun dengan sistem komando Ulama dan diberi nama Komando Ulama untuk pemenangan Prabowo-Sandi disingkat Koppasandi. Struktur Organisasi Koppasandi ada di tingkat pusat yang berkedudukan di Jakarta, tingkat propinsi di ibukota propinsi, tingkat kota dan kabupaten di ibukota kabupaten dan kota, tingkat kecamatan, hingga tingkat kelurahan dan desa. Di tingkat RT/RW ada koordinator RT dan Koordinator RW. Sedangkan para relawan ditempatkan di tiap lingkungan TPS dengan personil minimal 3 orang relawan tiap TPS,” ujar Sekjen Koppasandi KH Muhammad Al Khaththath dalam konferensi pers di gedung Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII), Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Menurut Al Khaththath, organisasi pemenangan pilpres untuk Prabowo-Sandi ini dilengkapi dengan Dewan Pembina yang diketuai oleh Habib Rizieq Syihab, Imam Besar Umat Islam Indonesia (IBUI); Dewan Penasihat yang diketuai oleh KH. Ahmad Cholil Ridwan, Pembina Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI); Dewan Pengarah yang diketuai oleh H. Yusuf Martak, Ketum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U); dan Dewan Pakar yang diketuai oleh Ir.H. Heppy Trenggono, Presiden Indonesia Islamic Bussines Forum (IIBF). “Masing-masing Dewan pendamping Koppasandi beranggotakan para ulama, cendekiawan, dan pimpinan berbagai ormas dan lembaga Islam,” jelasnya.

Deklarasi Koppasandi rencananya akan dilakukan pada Ahad, 4 November 2018 di Gor Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. “Agenda ini digelar pada 4 November 2018 untuk mengambil nilai perjuangan Aksi Bela Islam 4 November 2016 (spirit 411) yang sangat heroik,” ungkap Al Khaththath.

Acara Deklarasi Koppasandi tersebut akan diawali dengan kegiatan Shalat Subuh Berjamaah untuk mengambil keberkahan serta menggelorakan semangat Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GISS).

“Acara deklarasi juga rencananya akan dihadiri para ulama, habaib, dan pimpinan ormas Islam yang mendukungnya, juga insyaallah akan dihadiri oleh Paslon Prabowo Sandi dan para pimpinan partai koalisinya. Juga akan diberikan sambutan khusus oleh Ketua Dewan Pembina Koppasandi Habib Rizieq Syihab, langsung dari Makkah,” tuturnya.

Pihaknya berharap dengan keberadaan dan kiprah Koppasandi ke depan, semua komponen umat Islam dari Sabang sampai Merauke, bergerak dengan spirit 212 memenangkan Prabowo Sandi dan para Caleg Muslim dari partai pendukung Prabowo Sandi dalam Pilpres dan Pileg serentak 2019 nanti, “Sehingga tanggal 17 April 2019, menjadi hari kemenangan yang menggemberikan umat Islam,” tutup Al Khaththath. (IYS/STR) 

119 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Prabowo Subianto Diduga Terlibat Lakukan Makar

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – Selasa, 21/5/2019 |
Prabowo Subianto, ketua umum Gerindra diduga terlibat melakukan makar dan disinyalir merupakan salah satu terlapor yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus makar yang menjerat Eggi Sudjana beberapa hari lalu. Kabar tersebut  juga dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad sebelum adanya klarifikasi bahwa Prabowo memang akan mulai diperiksa tapi tidak menjadi saksi ataupun terlapor.

“Kami sudah terima, dikirim tadi pukul 01.30 WIB. Salinan itu akan kami pelajari dan kaji lebih dalam untuk kemudian memutuskan langkah-langkah yang diambil atas SPDP yang kami terima tersebut,” kata Dasco melalui sambungan telepon yang dilansir WB dari CNNIndonesia.com Selasa (21/5).

Dalam salinan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), dugaan makar yang dituduhkan kepada Prabowo selaku terlapor dibuat pada 19 April lalu. Lantas, penyidik Polda Metro Jaya menerbitkan SPDP pada 17 Mei.

Menurut isi salinan SPDP itu, pasal yang dituduhkan adalah pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 junto pasal 87 dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1/1946.
SPDP perkara dugaan makar. (Dok. Istimewa)

Penyidik menyatakan Prabowo bersama-sama dengan Eggi sudjana diduga melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara / makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat, dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau tidak lengkap.

Sufmi Dasco Ahmad membantah penerbitan SPDP itu dibuat sebagai bentuk dimulainya penyidikan terhadap Prabowo terkait kasus makar.

Dasco mengatakan yang benar adalah SPDP atas nama Eggi Sudjana. Menurut dia, Prabowo memang turut dijadikan terlapor oleh pelapor dalam kasus Eggi Sudjana. Namun, status Prabowo bukan tersangka.

“Pak Prabowo memang turut dijadikan terlapor oleh pelapor, tapi statusnya bukan tersangka bahkan juga bukan saksi,” ujarnya.

Catatan Redaksi CNNIndonesia.co: Judul berita ini direvisi setelah klarifikasi pihak terkait.(timwb/ayp/ayp)

28,297 kali dilihat, 145 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Oknum RT dan Petugas PKH Intervensi Warga Untuk Berpihak Pilih Caleg Nya

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 16/4/2019 | Belasan mak-mak warga Baloi Kota Batam mendatangi kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan yang beralamat di Komplek Ruko Aku Tahu Sei. Panas malam tadi Senin, 15 April 2019 sekitar pukul 18.00 WIB menyampaikan keluhannya atas intervensi oknum RT dan PKH yang mereka alami.

Menurut keterangan warga bahwa mereka didatangi oleh oknum perangkat RT dan PKH yang menyampaikan bahwa warga harus memilih caleg-caleg dari partai Nasdem jika masih mau menerima bantuan PKH. Salah satu warga juga mengatakan bahwa diduga sudah ada nama warga yang dicoret dan tidak terdapat lagi namanya sebagai penerima bantuan.

Dalam pertemuan warga dengan pengurus PPP disinyalir ada indikasi tekanan dan intervensi yang mereka alami dan hal ini dibuktikan dengan kiriman SMS dari oknum perangkat RT ke salah satu warga dengan memerintahkan pilihan warga harus ke salah satu Partai peserta pemilu beserta seluruh caleg nya.

Berikut isi SMS via WhatsApp yang diterima warga:

Pengurus PPP dalam hal ini juga telah menghubungi pihak RT, PKH dan Lurah yang pada kesempatan itu berencana akan hadir di kantor PPP pada sore tersebut, tapi setelah ditunggu beberapa jam tidak ada konfirmasi lanjut akan kehadiran mereka.

Tonton video pengakuan warga !

Ketua DPC PPP Erizal T, SE. MM yang hadir setelah kedatangan warga tersebut mengatakan pada Wajah Batam bahwa pengaduan warga simpatisannya akan ditampung dan akan dilakukan kajian lebih lanjut “semwntara ini kita jadikan catatan penting dulu, karena kami lagi konsentrasi dalam persiapan pemilu yang tinggal 2 hari lagi” demikian ulasana Erizal T. (shd)

80,156 kali dilihat, 90 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Politik

Money Politik Menjelang Pencoblosan Di Batam

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 15/4/2019 | Beredarnya berita video timses caleg yang bagi-bagi uang di medsos mencoreng pesta demokrasi 2019 yang dua hari lagi akan digelar (17/3) Dalam video tersebut terlihat seorang wanita bagi-bagikan uang yang diduga timses NN dan AS caleg DPRD Propinsi dari Gerinda.

Bawaslu yang dikonfirmasi oleh media WB via WA hingga tulisan ini diterbitkan belum memberikan jawaban dan klarifikasi.

Menurut informasi dari beberapa pihak melalui medsos, bahwa Bawaslu sudah melakukan investigasi dan sudah bertemu dengan beberapa saksi yang menerima uang tersebut. ”

 

Ketua Bawaslu Kota Batam Syailendra Reza Irwansyah Rezeki mengatakan kepada WB via WhatsApp nya bahwa hingga saat ini Bawaslu belum menerima laporan dari staff Bawaslu Batam. dan NN sebagai caleg yang dituduhkan bermain money politik yang menghebohkan Batam ini belum bisa memberikan jawaban ketika dikonfirmasi oleh tim WB.(timwb)

13,017 kali dilihat, 117 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending