Terhubung dengan kami

Politik

Kyai Cholil Ridwan: Luruskan Niat Dalam Berpolitik

Diterbitkan

pada

wajahbatam.id – Jakarta (15/12/2018), Pembina Dewan Da’wah Kyai Cholil Ridwan mengatakan, jumlah umat Islam di Indonesia merupakan umat Islam terbesar di Indonesia. Puluhan ribu masjid dan pesantren telah dibangun sejak zaman kemerdekaan hingga sekarang. Namun, hal teesebut tak menjadi jaminan dapat memerbaiki kondisi bangsa Indonesia.

“Banyaknya Ormas Islam, lembaga Islam, hafizh qur’an, dan muballigh tidak menjadi jaminan. Doa? Di penghujung doa selalu kita panjatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Apa yang dapat membawa perubahan? Ini menjadi renungan saya,” ujar Kyai Cholil dalam talkshow ‘Memenangkan Partai Bulan Bintang Dari Para Caleg Pro Ijtima Ulama’ di Jakarta.

Lebih lanjut, Kyai Cholil menjelaskan Alquran Surat Ar-Rad ayat 11 yang mengatakan bahwa Allah akan merubah suatu kaum sesuai dengan ikhtiar dan perjuangan kaum tersebut. Ia menyampaikan perjuangan Rasulullah ketika menyebarkan risalah Islam secara kaffah, meski banyak intimidasi dan teror.

“Itulah yang ditakutkan kafirin Quraisy saat itu. Rasulullah membawa sistem ekonomi, politik, hukum dan lainnya berdasarkan Alquran. Di zaman Nabi Muhammad belum ada Kitab Alquran. Tetapi mereka hafal dan memeraktekan isinya. Urusan jihad mereka (Rasulullah dan sahabat) berada di depan karena mereka hafal dan faham,” tuturnya.

Mengenai prinsip politik Islam, kata Kyai Cholil, seorang pimpinan partai politik harus mampu membawa nilai-nilai ideologis Islam. Selain itu, ittikad baik dalam politik harus menjadi prioritas. Sebab, Allah akan mengganjar setiap perbuatan hamba-Nya tergantung niat.

“Dalam kehidupan ada aspek ekonomi, budaya dan politik. Karena itulah perbaiki niat dan keikhlasan. Jika kita niat benar, kita tidak akan pernah rugi dan kalah,” ujarnya.

Jihad politik melalui Pileg

Dalam kesempatan sama, Sekum Persaudaran Alumni 212 Uataz Bernard Abdul Jabbar menuturkan, jihad merupakan perintah Allah Swt dalam Alquran baik dengan harta maupun jiwa raga. Menurut dia, jihad bukan hanya terpaku pada qital (peperangan), tetapi juga bagian menyeluruh dalam kehidupan manusia termasuk jihad siyasi (jihad politik).

“Iya karena ini sangat penting. Artinya, jihad bukan dimaknai secara sempit, tapi jihad dimaknai secara luas. Walaupun ada jihad yang paling besar. Tapi jihad untuk memaslahatkan dan memberikan kesejahteraan umat juga merupakan jihad siyasi,” ujar Bernard.

Mengenai target Partai Bulan Bintang (PBB), ia mengatakan bahwa para kader dan seluruh komponen PBB terus berdoa dan berikhtiar untuk tembus parliamentary threshold (PT) 4%.

“Dilandasi dengan iman yang kuat dan keikhlasan yang tinggi, bukan semata-mata menginginkan duniawi, maka kita terus berusaha secara amal jam’i untuk memenangkan Pileg dan Pilpres,” tandasnya.

977 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Ada Signal Ismet Abdullah Ikut Mencalonkan Diri Dalam Pilgub Kepri 2020

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 11/7/2019 | Meski Pilkada Kepri masih setahun lagi, tapi kalangan politikus, tokoh masyarakat hingga para netizen di berbagai media mainstream dan sosial media seperti Facebook, tweeter dan lainnya mulai menyemarakkan aromanya dengan memunculkan vigur-vigur yang dianggap mereka layak memimpin Kepri pada 2020 mendatang.

Dari sekian banyak Vigur yang muncul kepermukaan, nama Ismet Abdullah yang pernah menjabat Ketua Otorita Batam dan Gubernur Kepri mulai menggema dan terlihat cukup banyak respon dan dukungan para netizen.

Ketika WB mencoba meminta tanggapan dan sikapnya untuk mencalon pada Pilgub Kepri 2020 mendatang melalui WhatsAppnya (10/7), Ismet enggan mengomentari walaupun terkesan sinyal untuk mencalonkan dirinya tersebut lebih dominan memperlihatkan kesediaannya.

Namun demikian, Ismet saat ini masih mempelajari dari harapan masyarakat Kepri yang menginginkannya untuk mencalonkan diri kembali.

Sajauh ini Ismet hanya mengatakan sangat prihatin dengan keadaan Kepulauan Riau saat ini, dan dari sinyalnya terlihat keinginannya untuk mencalonkan diri kembali jika masyarakat Kepri mendukungnya. (Shd)

13,519 kali dilihat, 70 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Berita Utama

Prabowo Subianto Diduga Terlibat Lakukan Makar

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – Selasa, 21/5/2019 |
Prabowo Subianto, ketua umum Gerindra diduga terlibat melakukan makar dan disinyalir merupakan salah satu terlapor yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus makar yang menjerat Eggi Sudjana beberapa hari lalu. Kabar tersebut  juga dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad sebelum adanya klarifikasi bahwa Prabowo memang akan mulai diperiksa tapi tidak menjadi saksi ataupun terlapor.

“Kami sudah terima, dikirim tadi pukul 01.30 WIB. Salinan itu akan kami pelajari dan kaji lebih dalam untuk kemudian memutuskan langkah-langkah yang diambil atas SPDP yang kami terima tersebut,” kata Dasco melalui sambungan telepon yang dilansir WB dari CNNIndonesia.com Selasa (21/5).

Dalam salinan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), dugaan makar yang dituduhkan kepada Prabowo selaku terlapor dibuat pada 19 April lalu. Lantas, penyidik Polda Metro Jaya menerbitkan SPDP pada 17 Mei.

Menurut isi salinan SPDP itu, pasal yang dituduhkan adalah pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 junto pasal 87 dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1/1946.
SPDP perkara dugaan makar. (Dok. Istimewa)

Penyidik menyatakan Prabowo bersama-sama dengan Eggi sudjana diduga melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara / makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat, dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau tidak lengkap.

Sufmi Dasco Ahmad membantah penerbitan SPDP itu dibuat sebagai bentuk dimulainya penyidikan terhadap Prabowo terkait kasus makar.

Dasco mengatakan yang benar adalah SPDP atas nama Eggi Sudjana. Menurut dia, Prabowo memang turut dijadikan terlapor oleh pelapor dalam kasus Eggi Sudjana. Namun, status Prabowo bukan tersangka.

“Pak Prabowo memang turut dijadikan terlapor oleh pelapor, tapi statusnya bukan tersangka bahkan juga bukan saksi,” ujarnya.

Catatan Redaksi CNNIndonesia.co: Judul berita ini direvisi setelah klarifikasi pihak terkait.(timwb/ayp/ayp)

32,882 kali dilihat, 27 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Batam

Oknum RT dan Petugas PKH Intervensi Warga Untuk Berpihak Pilih Caleg Nya

Diterbitkan

pada

Oleh

WAJAHBATAM.ID – 16/4/2019 | Belasan mak-mak warga Baloi Kota Batam mendatangi kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan yang beralamat di Komplek Ruko Aku Tahu Sei. Panas malam tadi Senin, 15 April 2019 sekitar pukul 18.00 WIB menyampaikan keluhannya atas intervensi oknum RT dan PKH yang mereka alami.

Menurut keterangan warga bahwa mereka didatangi oleh oknum perangkat RT dan PKH yang menyampaikan bahwa warga harus memilih caleg-caleg dari partai Nasdem jika masih mau menerima bantuan PKH. Salah satu warga juga mengatakan bahwa diduga sudah ada nama warga yang dicoret dan tidak terdapat lagi namanya sebagai penerima bantuan.

Dalam pertemuan warga dengan pengurus PPP disinyalir ada indikasi tekanan dan intervensi yang mereka alami dan hal ini dibuktikan dengan kiriman SMS dari oknum perangkat RT ke salah satu warga dengan memerintahkan pilihan warga harus ke salah satu Partai peserta pemilu beserta seluruh caleg nya.

Berikut isi SMS via WhatsApp yang diterima warga:

Pengurus PPP dalam hal ini juga telah menghubungi pihak RT, PKH dan Lurah yang pada kesempatan itu berencana akan hadir di kantor PPP pada sore tersebut, tapi setelah ditunggu beberapa jam tidak ada konfirmasi lanjut akan kehadiran mereka.

Tonton video pengakuan warga !

Ketua DPC PPP Erizal T, SE. MM yang hadir setelah kedatangan warga tersebut mengatakan pada Wajah Batam bahwa pengaduan warga simpatisannya akan ditampung dan akan dilakukan kajian lebih lanjut “semwntara ini kita jadikan catatan penting dulu, karena kami lagi konsentrasi dalam persiapan pemilu yang tinggal 2 hari lagi” demikian ulasana Erizal T. (shd)

83,521 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Lanjutkan Membaca

Trending