Terhubung dengan kami

Politik

Djoko Edhi: “Lebih Baik Khilafah Daripada PKI” 

Kalau saya suruh milih PKI atau Khilafah, saya pilih Khilafah. PKI jelas makar, bunuh 7 jenderal, khilafah baru gagasan. Tak pakai makar,” demikian cuitannya, baru-baru ini.

Diterbitkan

pada

Djoko Edhi Abdurrahman

WAJAHBATAM.ID | Jakarta (21/09/2018) – Mantan Anggota DPR RI, Djoko Edhi Abdurrahman mengaku akan memilih paham khilafah ketimbang paham komunis seperti Partai Komunis Indonesia (PKI) ketika hanya ada dua pilihan di hadapannya. Kedua paham ini, sebagaimana kita ketahui adalah paham yang mendapat “tempat sendiri” di kalangan tertentu.

Sebut saja paham khilafah “dimiliki” oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun keduanya sama-sama sudah dibubarkan oleh pemerintah karena dinilai bertentangan dengan konstitusi yang ada.

Akan tetapi, walau keduanya sudah dibubarkan dengan masing-masing kekuatan hukumnya, HTI dan PKI tentu berbeda dalam memperjuangkan keinginannya. PKI, dalam sejarah pernah memberontak. Sedangkan HTI tidak pernah memberontak. Inilah yang menjadi alasan Edy untuk memilih khilafah.

Kalau saya suruh milih PKI atau Khilafah, saya pilih Khilafah. PKI jelas makar, bunuh 7 jenderal, khilafah baru gagasan. Tak pakai makar,” demikian cuitannya, baru-baru ini.

Selain itu, ia yang juga merupakan orang Nahdlatul Ulama mengaku menyukai Front Pembela Islam (FPI). Kesukaannya ke FPI karena ormas tersebut dinilai mampu berdakwah secara nahi munkar.

“Saya suka FPI karena mampu berdakwah nahi munkar (menolak kejahatan). NU tak mampu melakukan nahi munkar. NU cuma mampu berdakwah amar makruf (mengajak ke kebaikan).”

(WB/Sampono/INT)

Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Kyai Cholil Ridwan: Luruskan Niat Dalam Berpolitik

Diterbitkan

pada

Oleh

wajahbatam.id – Jakarta (15/12/2018), Pembina Dewan Da’wah Kyai Cholil Ridwan mengatakan, jumlah umat Islam di Indonesia merupakan umat Islam terbesar di Indonesia. Puluhan ribu masjid dan pesantren telah dibangun sejak zaman kemerdekaan hingga sekarang. Namun, hal teesebut tak menjadi jaminan dapat memerbaiki kondisi bangsa Indonesia.

“Banyaknya Ormas Islam, lembaga Islam, hafizh qur’an, dan muballigh tidak menjadi jaminan. Doa? Di penghujung doa selalu kita panjatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Apa yang dapat membawa perubahan? Ini menjadi renungan saya,” ujar Kyai Cholil dalam talkshow ‘Memenangkan Partai Bulan Bintang Dari Para Caleg Pro Ijtima Ulama’ di Jakarta.

Lebih lanjut, Kyai Cholil menjelaskan Alquran Surat Ar-Rad ayat 11 yang mengatakan bahwa Allah akan merubah suatu kaum sesuai dengan ikhtiar dan perjuangan kaum tersebut. Ia menyampaikan perjuangan Rasulullah ketika menyebarkan risalah Islam secara kaffah, meski banyak intimidasi dan teror.

“Itulah yang ditakutkan kafirin Quraisy saat itu. Rasulullah membawa sistem ekonomi, politik, hukum dan lainnya berdasarkan Alquran. Di zaman Nabi Muhammad belum ada Kitab Alquran. Tetapi mereka hafal dan memeraktekan isinya. Urusan jihad mereka (Rasulullah dan sahabat) berada di depan karena mereka hafal dan faham,” tuturnya.

Mengenai prinsip politik Islam, kata Kyai Cholil, seorang pimpinan partai politik harus mampu membawa nilai-nilai ideologis Islam. Selain itu, ittikad baik dalam politik harus menjadi prioritas. Sebab, Allah akan mengganjar setiap perbuatan hamba-Nya tergantung niat.

“Dalam kehidupan ada aspek ekonomi, budaya dan politik. Karena itulah perbaiki niat dan keikhlasan. Jika kita niat benar, kita tidak akan pernah rugi dan kalah,” ujarnya.

Jihad politik melalui Pileg

Dalam kesempatan sama, Sekum Persaudaran Alumni 212 Uataz Bernard Abdul Jabbar menuturkan, jihad merupakan perintah Allah Swt dalam Alquran baik dengan harta maupun jiwa raga. Menurut dia, jihad bukan hanya terpaku pada qital (peperangan), tetapi juga bagian menyeluruh dalam kehidupan manusia termasuk jihad siyasi (jihad politik).

“Iya karena ini sangat penting. Artinya, jihad bukan dimaknai secara sempit, tapi jihad dimaknai secara luas. Walaupun ada jihad yang paling besar. Tapi jihad untuk memaslahatkan dan memberikan kesejahteraan umat juga merupakan jihad siyasi,” ujar Bernard.

Mengenai target Partai Bulan Bintang (PBB), ia mengatakan bahwa para kader dan seluruh komponen PBB terus berdoa dan berikhtiar untuk tembus parliamentary threshold (PT) 4%.

“Dilandasi dengan iman yang kuat dan keikhlasan yang tinggi, bukan semata-mata menginginkan duniawi, maka kita terus berusaha secara amal jam’i untuk memenangkan Pileg dan Pilpres,” tandasnya.

Lanjutkan Membaca

Politik

Ustadz M. Rasyid : Saya Yang Akan Demo Panwas Jika Tidak Bekerja

Diterbitkan

pada

Oleh

wajahbatam.id – Batam (14/12), Politisi yang juga caleg dari Partai Nasdem Dapil Kepri-4 Ustadz Rasyid menyatakan bahwa Panwaslu wajib konsisten melanjutkan pelaksanaan hukum atas laporan yang dilaporkan masyarakat tentang dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kader partainya. Hal ini disampaikan kepada WB saat bertatap muka disalah satu kedai kopi seputar pertokoan Ali Baba Batam Centre, Rabu (12/12).

Ustadz Rasyid mengatakan bahwa jika pelanggaran itu benar menyalahi aturan KPU dan UU yang berlaku dan jika Panwaslu tak punya nyali melaksanakan tugasnya, maka “Saya sendiri yang akan lakukan demo untuk penegakkan hukum yang sudah ditentukan” demikian percakapan via handphone dengan Bosar Hasibuan (Ketua Komisi Penindakan Panwas Kota Batam) dihadapan Wajah Batam yang mendengar langsung pembicaraan tersebut.

Uniknya, dalam pembicaraan ini Bosar Hasibuan mengatakan bahwa laporan dan kejadian dimaksud tidak pernah ada, sementara di media-media Kota Batam sudah viral masalah ini dengar statementnya sebagai Divisi Penindakan Panwaslu Kota Batam.

Sebelumnya WB juga sudah mengkonformasi perkembangan kasus dugaan pelanggaran pemilu ini via WhatsApp, dan Bosar Hasibuan mengatakan “masih dalam kajian kami.”(wb212)

Lanjutkan Membaca

Politik

Komando Ulama Untuk Kemenangan PAS Akan di Deklarasikan.

Organisasi pemenangan ini disusun dengan sistem komando Ulama dan diberi nama Komando Ulama untuk pemenangan Prabowo-Sandi disingkat Koppasandi.

Diterbitkan

pada

Oleh

Konferensi Pers Deklarasi Koppasandi

WAJAHBATAM.ID | Jakarta (03/11/2018),  Ijtima Ulama ke-2 di Jakarta yang diikuti oleh ribuan Ulama dari seluruh Indonesia dan telah menetapkan dukungan sepenuhnya kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta bertekad untuk memenangkannya dalam Pilpres 17 April 2019 mendatang.

Sebagai kelanjutan dari hasil Ijtima Ulama tersebut, telah dibentuk organisasi pemenangan untuk memenangkan Paslon Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 dengan melibatkan seluruh ulama dan tokoh umat yang hadir dalam Ijtima Ulama 1 dan 2 serta para aktivis Aksi Bela Islam 212 dan aksi-aksi bela Islam lainnya, termasuk seluruh komponen umat Islam lainnya.

“Organisasi pemenangan ini disusun dengan sistem komando Ulama dan diberi nama Komando Ulama untuk pemenangan Prabowo-Sandi disingkat Koppasandi. Struktur Organisasi Koppasandi ada di tingkat pusat yang berkedudukan di Jakarta, tingkat propinsi di ibukota propinsi, tingkat kota dan kabupaten di ibukota kabupaten dan kota, tingkat kecamatan, hingga tingkat kelurahan dan desa. Di tingkat RT/RW ada koordinator RT dan Koordinator RW. Sedangkan para relawan ditempatkan di tiap lingkungan TPS dengan personil minimal 3 orang relawan tiap TPS,” ujar Sekjen Koppasandi KH Muhammad Al Khaththath dalam konferensi pers di gedung Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII), Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Menurut Al Khaththath, organisasi pemenangan pilpres untuk Prabowo-Sandi ini dilengkapi dengan Dewan Pembina yang diketuai oleh Habib Rizieq Syihab, Imam Besar Umat Islam Indonesia (IBUI); Dewan Penasihat yang diketuai oleh KH. Ahmad Cholil Ridwan, Pembina Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI); Dewan Pengarah yang diketuai oleh H. Yusuf Martak, Ketum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U); dan Dewan Pakar yang diketuai oleh Ir.H. Heppy Trenggono, Presiden Indonesia Islamic Bussines Forum (IIBF). “Masing-masing Dewan pendamping Koppasandi beranggotakan para ulama, cendekiawan, dan pimpinan berbagai ormas dan lembaga Islam,” jelasnya.

Deklarasi Koppasandi rencananya akan dilakukan pada Ahad, 4 November 2018 di Gor Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. “Agenda ini digelar pada 4 November 2018 untuk mengambil nilai perjuangan Aksi Bela Islam 4 November 2016 (spirit 411) yang sangat heroik,” ungkap Al Khaththath.

Acara Deklarasi Koppasandi tersebut akan diawali dengan kegiatan Shalat Subuh Berjamaah untuk mengambil keberkahan serta menggelorakan semangat Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GISS).

“Acara deklarasi juga rencananya akan dihadiri para ulama, habaib, dan pimpinan ormas Islam yang mendukungnya, juga insyaallah akan dihadiri oleh Paslon Prabowo Sandi dan para pimpinan partai koalisinya. Juga akan diberikan sambutan khusus oleh Ketua Dewan Pembina Koppasandi Habib Rizieq Syihab, langsung dari Makkah,” tuturnya.

Pihaknya berharap dengan keberadaan dan kiprah Koppasandi ke depan, semua komponen umat Islam dari Sabang sampai Merauke, bergerak dengan spirit 212 memenangkan Prabowo Sandi dan para Caleg Muslim dari partai pendukung Prabowo Sandi dalam Pilpres dan Pileg serentak 2019 nanti, “Sehingga tanggal 17 April 2019, menjadi hari kemenangan yang menggemberikan umat Islam,” tutup Al Khaththath. (IYS/STR) 

Lanjutkan Membaca

Trending